NovelToon NovelToon
My Sexy Daddy

My Sexy Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Careerlit
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Eva sangat membenci ibunya yang terus-menerus membuat masalah, sementara ia harus bekerja keras seorang diri demi bertahan hidup.

Untuk meredakan stres, Eva gemar menari. Ia bekerja sebagai cleaning-service di sebuah perusahaan balet dan kerap mencuri waktu untuk menari sendirian saat gedung sudah kosong.

Hingga suatu malam, pemilik gedung yang tampan itu memergokinya, mengira Eva adalah penari balet sungguhan, dan Eva memilih tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Pekerjaan ini terlalu penting untuk dipertaruhkan.

Farris Delaney.

Hampir semua perempuan di perusahaan itu tergila-gila padanya. Banyak yang berharap bisa menjadi kekasihnya. Eva berbeda. Ia hanya ingin rahasianya aman dan sebisa mungkin menjauh darinya.

Masalahnya, dosa-dosa ibunya kembali menyeretnya ke masalah yang lebih dalam. Dan perlahan Eva menyadari, Farris memiliki kuasa untuk mengubah hidupnya, bahkan menyelamatkannya dari kematian. Tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

୨ৎ MARUNDA SEASON IV ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restoran Baru Quinn

...୨ৎ──── F A R R I S ────જ⁀➴...

Saat masuk ke restorannya Quinn yang baru grand opening, aku tersenyum lebar sambil melihat sekeliling tempatnya. Bambu di dinding dan lentera yang tergantung di langit-langit bikin suasananya tenang.

Aku diantar ke meja kosong, lalu duduk, mengeluarkan HP dari saku dan mengirim pesan ke Braun biar dia tahu aku sudah di sini.

Semenit kemudian, dia jalan ke arahku dan langsung gabung di meja.

Aku melihat kebahagiaan yang tampak di matanya dan bilang, "Kamu kelihatan jauh lebih baik sekarang setelah urusan sama Fidelio beres."

"Aku emang merasa lebih baik."

Organisasi Fidelio yang bertanggung jawab atas pembunuhan seseorang yang dekat sama Braun dan membuka sisi paling gelap dari diri sahabat aku itu.

Aku melihat area duduk lagi dan bilang, "Tempatnya bagus. Quinn di mana?"

Dia menoleh ke arah belakang ruangan. "Dia lagi di dapur."

Aku mengeluarkan napas lalu tertawa. "Aku enggak tahu harus ngapain sama semua waktu luang aku sekarang, karena kamu enggak lagi nyita semuanya dengan masalah kamu."

"Kalau kamu bosan, aku bisa kasih kerjaan," candanya. "Aku punya kiriman senapan mesin yang perlu dicek."

"Anjing, enggak. Aku enggak segabut itu."

Seorang pelayan datang ke meja dan Braun pesan dua gelas Bourbon. Dia melihat aku lalu bertanya, "Kamu lapar?"

"Aku mau makan." Pelayan kasih aku menu tapi aku tolak. "Aku mau hidangan spesialnya Quinn."

"Aku cuma mau Bourbon," kata Braun ke pelayan sebelum fokus lagi ke aku. "Gimana keadaan opera dan perusahaan balet?"

"Mulai sibuk karena kita makin dekat sama olimpiade pertunjukan." Aku angkat alis ke Braun. "Kamu bakal datang ke pertunjukannya?"

Aku berharap dia nolak karena enggak satu pun dari mereka mengerti obsesi aku sama seni.

"Tentu. Aku sama Quinn bakal ada di malam pembukaan." Aku kasih tatapan kaget ke Braun, yang bikin dia bilang, "Paling enggak, ini yang bisa aku lakuin buat bales semua yang udah kamu lakuin buat aku beberapa bulan terakhir." Matanya mengunci ke mataku. "Kalau bukan karena kamu, aku enggak yakin bisa selamat dari masalah sialan itu."

Kata-katanya yang tulus membuatku terharu dan aku berdeham sambil geser di kursi.

Buat memecahkan momen serius di antara kita, aku bergumam, "Aku tahu kamu cinta sama aku."

Braun mendengus saat pelayan bawa minuman kita.

Kita berdua minum beberapa teguk cairan warna amber itu sebelum dia bertanya, "Kamu masih nguntitin balerina itu?"

Aku kasih dia tatapan main-main sebelum mengaku, "Dia bukan salah satu balerina aku dan aku enggak lihat dia beberapa minggu ini. Aku udah coba cari dia, tapi tuh cewek kayak hantu."

Braun balas aku dengan tatapan enggak percaya. "Kamu enggak bisa nemuin dia? Serius?"

"Aku udah cek kamera CCTV di area itu dan beberapa foto yang aku dapat enggak pernah nunjukin wajahnya."

Ujung mulut Braun sedikit naik waktu dia bilang, "Kalau kamu sampai nyoba nyari dia ... Itu nunjukin kalau kamu sange banget sama tuh cewek."

Aku tertawa keras sebelum minum. Sambil menelan alkohol kuat itu, aku angkat bahu, "Enggak bakal kiamat juga kalau aku enggak berhasil nemuin dia. Aku cuma penasaran pingin tahu lebih banyak soal dia."

Tatapan Braun menyempit, "Kalau kamu bilang begitu—"

Quinn keluar dari dapur, bawa nampan makanan dan langsung menarik perhatian kita.

"Hai, Farris," sapanya.

Senyum langsung muncul di bibirku, aku berdiri, dan setelah dia taruh nampan di meja, aku condong buat memeluk dia sebentar.

"Hai. Gimana kabar kamu, Tikus Kecil?" tanyaku, pakai panggilan sayang itu buat memancing reaksi Braun.

"Berhenti manggil dia gitu!" geramnya sambil cekal tangan istrinya buat menariknya lebih dekat.

Aku tertawa melihat sahabat aku, lalu duduk lagi dan mengambil mangkuk dada ayam Korea pedas aku.

"Omagadd, baunya enak banget!" pujiku ke Quinn.

"Tunggu sampai kamu nyobain," kata Braun dengan wajah bangga.

"Aku harus balik ke dapur," kata Quinn. Dia cium bibir Braun sebelum pergi.

Aku cicip makanannya, dan di gigitan kedua, Braun mengeluarkan kotak kecil dari sakunya. Saat dia buka, dia bertanya, "Menurut kamu cincin ini gimana?"

Aku hampir keselek, enggak bisa menahan diri, aku langsung menceletuk, "Ya Tuhan. Aku suka banget!'

Saat aku mengambil kotaknya, Braun menepok tanganku dan bergumam, "Itu buat Quinn, bego!'

Sambil tertawa, aku melihat lebih dekat. "Aku rasa dia bakal suka. Kapan kamu mau melamarnya?"

"Aku enggak bakal melamar. Aku cuma mau minta dia jadi pacar aku. Selain itu, ada pelacak di cincin itu, jadi aku bisa melacak dia terus."

"Romantis banget," kataku pelan. Pura-pura jadi Braun, aku meledek, "Nih jimat pelacak, Tikus Kecilku sayang. Ini simbol obsesi abadi aku ke kamu."

Dia manyun ke aku sambil masukkan lagi kotak kecil itu ke sakunya. "Aku enggak bakal ngomong begitu. Aku bahkan udah pesen bunga."

"Aku cuma bercanda," kataku. "Cincinnya cantik, dan aku rasa lucu kamu minta dia jadi pacar padahal kalian udah pacaran berbulan-bulan."

"Lucu, jenggotmu!" gerutunya. Sambil menatapku lagi, lalu dia menambahkan, "Enggak semua orang seromantis kamu!"

Aku goyangkan alis ke dia. "Aku tahu. Itu yang bikin aku jadi cowok idaman."

"Tetap aja, kamu masih jomblo," ejeknya.

"Hmmm ... Itu pilihan!" Buat mancing dia lagi, aku menambahkan, "Aku biarin kamu dapetin Quinn."

Kerutan gelap langsung muncul di wajah sahabat aku. "Apaan barusan yang kamu bilang?"

Saat aku mulai tertawa, Braun menyodorkan badan ke atas meja buat menepuk kepala aku, tapi aku mundur tepat waktu, buat menghindari tangannya.

Dia nyender lagi di kursi dan bergumam, "Kamu harusnya bersyukur jadi salah satu orang favorit aku, atau kamu udah mati sekarang."

HP Braun mulai bunyi, saat dia mengeluarkan dari saku, dia berdiri dan bilang, "Nikmatin sisa makananmu."

Aku mengangguk waktu dia jalan ke arah belakang, tempat kantor-kantor berada. Aku lanjut makan.

Aku agak kaget Braun enggak melamar Quinn, tapi ya mereka baru kenal beberapa bulan dan awal hubungan mereka juga berat.

Aku lebih mirip Remy soal begituan. Saat aku menemukan cewek yang ingin aku ajak hidup bareng, aku bakal mengikat dia secepat mungkin.

Balerina misterius itu pun muncul lagi di pikiranku. Sambil mengetuk-ngetuk jari di meja, aku jadi mikir apa aku bakal bisa lihat dia lagi, atau aku malah sudah bikin dia takut gara-gara ciuman itu.

1
Aditya hp/ bunda Lia
keluarga Marunda berkumpul dan Eva akan menjadi bagian nya nanti
Aditya hp/ bunda Lia
masa farris gak beliin baju?
Adellia❤
ya ampuun farriss ampe rela bersih" 😂😂
Adellia❤
sikap eva wajar bangett q yakin semua cewek polos yg enggak punya niat jahat akan bersikap sama kayak eva karna emang spt bumi dan langit minder pasti pesimis juga..
Adellia❤: hihi🤭🤭
total 4 replies
Adellia❤
duit emang bisa ngubah sikap orang😂😂
Adellia❤
enak bangett ya farrisss
Aditya hp/ bunda Lia
manisnya kaliaaaan ... 😍
Aditya hp/ bunda Lia
tuh kan farris gak apa-apa dia Nerima kamu apa adanya .... 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mati kalian .....
ollyooliver🍌🥒🍆
lanjuttt
Adellia❤
hujaan tapi panass🔥🔥
Adellia❤
mo sampai kapan vaa
Adellia❤
eva lagi jalan" di pulau kapuk😂😂
Adellia❤
yeeyyy enggak ada sif pagi tidur sampai besok evaa😂😂
Ita Putri
karya yg menarik Thor
JD penasaran Endingnya
DityaR 🌾: Hehe, maciii🙏
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
dingin gini ada yang panas 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: segelas teh manis
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nyanyi dong Farris .... jatuh cinta berjuta rasanya .... ahay sang mafia akhirnya jatuh cinta
Aditya hp/ bunda Lia
Nah ... udah ada bodyguard bayangan Eva 👍
Adellia❤
Eva sekarang km aman termasuk dari sahara😂😂
Adellia❤
ngobrol ajah dulu iclik kemudian🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!