NovelToon NovelToon
Jejak Cinta Nirmala

Jejak Cinta Nirmala

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Berondong
Popularitas:459
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Nirmala Dizan tak pernah menyangka bahwa ia akan mendapatkan ujian yang begitu besar dan tak terduga. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dan kemudian ia harus menghadapi kekejaman dunia bisnis yang penuh intrik sendirian. Di saat dirinya putus asa terbitlah sebuah asa, pertemuan dengan Aleandra Nurdin seorang mahasiswa yang mampu mengubah hidup Nirmala yang kelam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema Kemenangan

Nirmala mengangguk pelan, memijat pelipisnya. "Bagaimana dengan para direktur pengkhianat?"

"Tuan Prabono dan komplotannya sudah resmi ditahan. Pagi ini, kepercayaan pasar mulai kembali. Saham kita naik stabil tiga persen sejak pembukaan tadi," lapor sang sekretaris.

Nirmala menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang besar itu. Ia menatap foto Marwan Dizan yang kini kembali terpasang rapi di dinding. "Ayah... aku hampir kehilangan segalanya. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh warisanmu lagi."

Ia menyadari bahwa memenangkan perang fisik hanyalah awal. Sekarang, ia harus memenangkan perang kepercayaan. Nirmala mulai memanggil satu per satu kepala departemen, memberikan instruksi dengan nada bicara yang jernih dan penuh wibawa—sebuah transformasi luar biasa dari gadis yang dulu hanya tahu cara menangis di pinggiran sungai Sukabumi.

****

Sementara itu, di sebuah perpustakaan kampus yang tenang, aroma kertas tua dan kopi hangat menjadi teman setia bagi Aleandra Nurdin. Tidak ada lagi desing peluru, tidak ada lagi bau cabai yang menyengat, dan tidak ada lagi rantai besi yang mengikat pergelangan tangannya—meski bekas luka di sana masih memerah, menjadi pengingat bisu atas perjuangannya.

Ale duduk di depan laptopnya, menatap kursor yang berkedip di layar putih. Di bagian atas halaman tertulis judul besar: ANALISIS KEAMANAN DIGITAL PADA SISTEM KEUANGAN KORPORASI: STUDI KASUS KERENTANAN INFRASTRUKTUR KRITIS.

Ia tersenyum tipis. Pengalamannya membobol server Rini bersama Januar telah memberikan materi skripsi yang tidak akan didapatkan oleh mahasiswa mana pun di dunia.

"Ale, lo serius mau bahas ini?" tanya seorang teman kampusnya yang duduk di seberang meja. "Dengar-dengar ini kasus sensitif yang melibatkan Dizan Holding, kan?"

Ale tidak mendongak, jemarinya mulai mengetik dengan ritme yang tenang. "Gue cuma menulis apa yang gue tahu, kawan. Dunia perlu tahu bahwa sistem sehebat apa pun akan hancur kalau orang di dalamnya punya hati yang busuk."

Pikiran Ale sempat melayang pada Nirmala. Ia merindukan gadis itu, namun ia tahu bahwa saat ini Nirmala sedang berada di tengah pertempuran korporasi yang sangat menyita waktu. Ale memutuskan untuk memberikan ruang. Ia ingin Nirmala sukses sebagai pemimpin, dan ia sendiri ingin menyelesaikan tugas akhirnya sebagai bentuk tanggung jawab pada ibunya di desa.

Ia mengambil ponselnya sejenak, mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Nirmala:

“Fokus pada takhtamu, Nona. Aku fokus pada gelarku. Sampai ketemu di garis finis.”

****

Malam turun di rumah sakit jiwa. Rini Susilowati duduk diam di atas ranjang putihnya yang keras. Obat penenang dosis tinggi mulai bekerja di dalam darahnya, namun otaknya menolak untuk menyerah. Matanya masih terbuka lebar, menatap bayangan di sudut ruangan yang seolah menyerupai sosok Nirmala yang sedang tersenyum mengejek.

"Mmph... Hahahaha..." tawa itu keluar lagi, kali ini lebih pelan, seperti bisikan iblis.

Rini menggerakkan jari-jarinya yang gemetar di atas seprai, seolah sedang menuliskan daftar nama orang-orang yang harus ia habisi nanti. Baginya, penjaranya saat ini bukanlah akhir dari permainannya. Ini hanyalah waktu istirahat sebelum babak kedua dimulai.

"Tertawalah sekarang, Nirmala..." gumam Rini dengan air liur yang menetes di sudut bibirnya. "Karena saat aku keluar nanti, aku tidak akan hanya mengambil hartamu. Aku akan mengambil setiap napas yang kau hirup."

Ia menutup matanya, namun senyum miring tetap terukir di wajahnya yang hancur. Kegilaan itu telah menjadi satu dengan jiwanya, sebuah api abadi yang tak akan padam bahkan oleh jeruji besi yang paling kuat sekalipun.

Di sisi lain kota, Nirmala berdiri di balkon kantornya, menghirup udara malam Jakarta yang dingin. Ia membaca pesan dari Ale dan tersenyum tulus untuk pertama kalinya. Ia tahu badai besar mungkin akan kembali, namun kali ini, ia tidak lagi sendirian. Sang pewaris telah bangkit, dan sang pelindung sedang bersiap.

****

Pagi itu, mentari di atas Jakarta tampak lebih cemerlang, memantul pada kaca-kaca gedung Dizan Holding yang telah sepenuhnya diperbaiki. Lobi utama yang beberapa minggu lalu bersimbah asap dan jelaga, kini wangi oleh semerbak bunga sedap malam. Hari ini bukan sekadar hari kerja biasa; hari ini adalah hari di mana martabat sebuah dinasti dikukuhkan kembali.

Nirmala Dizan berdiri di depan cermin besar di ruangannya. Ia mengenakan kebaya modern berwarna putih gading dengan bros emas peninggalan ibunya. Tidak ada lagi gurat ketakutan. Yang tersisa hanyalah aura seorang pemimpin yang telah ditempa oleh api pengkhianatan.

Ruang rapat pleno penuh sesak. Namun, pemandangannya berbeda dari rapat-rapat sebelumnya yang penuh dengan wajah-wajah penuh muslihat. Di barisan depan, duduk para pemegang saham ritel dan direktur lama yang bertahan meski nyawa dan harta mereka terancam oleh teror Rini.

Nirmala melangkah menuju podium dengan langkah mantap. Ia membuka map hitam di depannya, lalu menatap audiens dengan tatapan yang menyentuh jiwa.

"Bapak dan Ibu sekalian," suara Nirmala bergema, jernih dan berwibawa. "Kita telah melewati lembah kematian. Banyak yang meramalkan bahwa nama Dizan akan terkubur bersama puing-puing ledakan tempo hari. Namun, Bapak dan Ibu memilih untuk tidak melepas saham kalian. Kalian memilih percaya saat dunia mencibir."

Nirmala berhenti sejenak, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Sebagai bentuk rasa terima kasih dan komitmen saya, rapat RUPS hari ini memutuskan untuk membagikan dividen saham spesial bagi seluruh pemegang saham yang tidak menjual satu lot pun saham mereka selama masa kemelut kemarin. Nilainya dua kali lipat dari biasanya. Ini bukan sekadar uang; ini adalah penghargaan bagi kesetiaan yang tak ternilai."

Riuh tepuk tangan pecah, mengguncang ruangan. Beberapa investor tua tampak menyeka air mata. Mereka tidak menyangka bahwa gadis yang dulu dianggap remeh itu justru memiliki kemurahan hati seorang ratu. Di sudut ruangan, Januar Suteja yang hadir sebagai tamu undangan kehormatan, bertepuk tangan dengan bangga. Ia tahu, Dizan Holding kini berada di tangan yang jauh lebih hebat daripada Marwan Dizan sekalipun.

"Suteja Group dan Dizan Holding akan terus bersinergi," tambah Nirmala, melirik Januar. "Kita bukan lagi dua entitas yang saling memangsa, tapi dua pilar yang akan menyangga ekonomi ini."

****

Namun, di belahan kota yang lain, cahaya mentari tidak mampu menembus sel isolasi Rumah Sakit Jiwa Grogol. Di dalam sel nomor 404, kegelapan terasa lebih padat dan dingin.

Rini Susilowati meringkuk di atas ranjangnya, kepalanya tertutup sepenuhnya oleh selimut rumah sakit yang kasar dan berbau karbol. Dari luar, ia tampak seperti gundukan kain yang diam, namun jika seseorang mendekat, mereka akan mendengar suara bisikan yang tak henti-hentinya mengalir seperti racun.

"Mmph... Hmph... Hahahaha!"

Tawa itu tertahan di balik kain selimut, terdengar seperti suara gesekan amplas pada tulang. Rini sedang memegang sebuah sendok plastik yang telah ia asah setiap malam pada pinggiran ranjang besi hingga menjadi runcing dan tajam.

"Hanya perlu satu kesempatan," desis Rini, matanya melotot di kegelapan balik selimut. "Si perawat gemuk itu... jam dua pagi dia selalu mengantuk. Kunci-kunci itu... aku bisa melihat pantulannya di mataku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!