NovelToon NovelToon
Rahasia Prajurit Li

Rahasia Prajurit Li

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romansa
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

Dikorbankan kepada dewa di kehidupan sebelumnya, Yun Lan kembali hidup sebelum semuanya hancur. Kali ini, ia punya kekuatan setara sepuluh pria dan satu tujuan: melindungi ayahnya dan menolak takdir.
Untuk mencegah ayahnya kembali ke medan perang, ia menyamar menjadi pria dan mengambil identitas ayahnya sebagai jenderal. Namun di tengah kamp prajurit, ia harus menghadapi panglima Hong Lin—tunangannya sendiri—yang selalu curiga karena ayah Yun Lan tak pernah memiliki putra.
Rebirth. Disguise. Kekuatan misterius. Tunangan yang berbahaya.
Takdir menunggu untuk dibalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34.Tempat baru.

Angin dari Perbatasan Timur selalu berbeda.

Ia tidak membawa bau logam seperti di utara.

Ia membawa bau tanah basah, lumut, dan batu yang lama tidak tersentuh matahari.

Di sinilah Hong Lin berdiri, menatap lembah di bawahnya dengan wajah datar yang sulit dibaca.

Di sampingnya, Yun Lan berdiri tegap.

Masih mengenakan seragam prajurit biasa.

Masih menyandang pedang standar militer.

Masih terlihat seperti prajurit muda yang tidak mencolok.

Tapi sejak pagi tadi, semuanya berubah.

Tanpa penjelasan panjang.

Tanpa alasan.

Hong Lin memanggilnya ke tenda komando.

Menatapnya lama.

Lalu hanya berkata satu kalimat pendek yang tidak bisa dibantah.

“Kau ikut denganku.”

“B... baik panglima. ”ucapnya yang gugup.

Yun Lan tidak bertanya.

Ia tahu sifat panglimanya.

Semakin sedikit bertanya, semakin lama ia bertahan hidup.

Namun langkah kakinya mulai terasa berat ketika mereka meninggalkan kamp utama.

Tidak menuju barisan patroli.

Tidak menuju pos pengintai.

Tidak menuju medan latihan.

Mereka justru menuruni jalur sempit berbatu yang hampir tertutup semak liar.

Jalur yang jelas bukan jalur biasa prajurit.

Yun Lan menyadari satu hal.

Ini bukan tempat yang boleh diketahui banyak orang.

Dan fakta bahwa Hong Lin membawanya ke sini…

Membuat dadanya mulai terasa tidak nyaman.

“Panglima…” Yun Lan akhirnya membuka suara pelan, “ke mana kita pergi?”

Hong Lin tidak menoleh.

“Tempat barumu sekarang.”

Jawaban itu justru membuat Yun Lan semakin bingung.

Tempat baru?

Apa maksudnya?

Mereka menuruni lembah sekitar lima belas menit.

Semakin ke bawah, udara semakin dingin.

Semakin sunyi.

Tidak ada suara burung.

Tidak ada suara serangga.

Hanya suara langkah mereka berdua dan desir angin yang menyusup di sela bebatuan.

Lalu Yun Lan melihatnya.

Sebuah dataran kecil tersembunyi di tengah lembah.

Dikelilingi tebing batu tinggi.

Tertutup bayangan hampir sepanjang hari.

Tempat ini seperti terhapus dari peta dunia.

Dan di tengah dataran itu—

Empat pria berdiri.

Mengenakan pakaian hitam tanpa lambang.

Tanpa tanda pangkat.

Tanpa identitas.

Mereka berdiri diam seperti patung.

Tapi aura mereka…

Membuat tengkuk Yun Lan merinding.

Itu bukan aura prajurit biasa.

Itu aura orang-orang yang sudah terlalu sering berdiri di depan kematian.

Hong Lin melangkah maju tanpa ragu.

Yun Lan mengikuti di belakang.

Empat pria itu serentak memberi salam.

Kepala menunduk singkat.

“Panglima.”

Suara mereka rendah.

Tenang.

Tapi memiliki tekanan yang membuat dada Yun Lan terasa sesak.

Hong Lin berhenti di depan mereka.

“Ini Yun Lan.”

Empat pasang mata langsung berpindah ke arahnya.

Dari atas.

Ke bawah.

Menilai.

Menimbang.

Seolah-olah Yun Lan bukan manusia.

Tapi barang yang baru dibawa ke tempat ini.

Yun Lan menelan ludah.

Refleks memberi salam.

“Salam, senior.”

Tidak ada yang membalas.

Tidak ada yang tersenyum.

Hanya tatapan yang terlalu tajam.

Hong Lin berbicara lagi.

“Dia sekarang adalah bagian dari kalian,jadi bimbing dirinya menjadi seperti kalian.”

Yun Lan menoleh cepat.

“Apa maksud Panglima?”

“Kau tidak lagi di pasukan reguler.”

Kalimat itu membuat jantung Yun Lan berdetak lebih cepat.

Ia belum sempat mencerna—

Hong Lin sudah melanjutkan.

“Kau sekarang bagian dari pasukan khususku.”

Sunyi.

Angin berhenti terasa.

Dunia terasa seperti berhenti beberapa detik.

Pasukan khusus?

Yun Lan pernah mendengar bisik-bisik tentang mereka.

Prajurit bayangan.

Orang-orang yang tidak tercatat.

Yang selalu berada di garis paling depan bersama Hong Lin.

Yang identitasnya dirahasiakan.

Yang tugasnya… tidak pernah diumumkan.

Dan jarang ada yang kembali setelah menjalankan misi.

“Panglima, saya—”

“Kau tidak bisa menolak,karena aku tidak mau membuang bakat mu. Saudaraku!.”

Nada suara Hong Lin tidak keras.

Tapi mutlak, dan juga tekanan untuk Yun lan.

“Saya sepertinya tidak bisa panglima, kemampuan saya rata-rata. Jika panglima perlu, saya rekomendasikan Yun teman sekamar saya, dia prajurit terhebat di barak kami. ”

“Adik, ini kasih sayang kakak untuk mu. Aku akan jadikan kamu seperti ayahmu jenderal gagah dan tidak pernah kalah. ”

Yun lan tersenyum miris,aku tidak mau menjadi adikmu...

Dengan tatapan penuh paksaan, Yun lan tidak bisa menolaknya

Yun Lan langsung menunduk.

“Siap,Panglima.”

Hong Lin menatap empat pria itu.

“Ketua disini, Tao.”

Pria paling depan melangkah setengah langkah.

Tubuhnya paling besar.

Bahunya lebar.

Tatapannya paling tajam.

“Tao.”

Hong Lin menunjuk satu per satu.

“Shao.”

Pria berwajah dingin dengan bekas luka panjang di pipi.

“Wei.”

Tubuhnya tidak sebesar yang lain, tapi matanya paling hidup.

“Lim.”

Yang paling pendiam.

Tatapannya kosong seperti orang yang sudah terlalu banyak melihat kematian.

Mereka semua kembali menatap Yun Lan.

Hong Lin melanjutkan,

“Mulai sekarang, Yun Lan berada di bawah kalian. Latih dia.Dan jaga dia, dia sekarang adik angkat ku. Aku percayakan adik ku pada kalian.”sambil merangkul pundak Yun lan seperti akrab.

Tapi bagi Yun lan itu pemaksaan, dia ingin kembali ke kamp nya. berkumpul dengan rekan satu barak, terutama dia rindu Yun dewa pelindungnya.

Yun Lan memberanikan diri meminta kepada Hong lin, “Panglima, bisakah anda mengajak Yun kemari. ”

Hong lin ekspresi nya berubah, hanya diam sambil mengamati Yun lan.

“Memangnya apa alasan mu mengajak Yun bergabung disini?. ”

“Karena... karena dia pelayanku dan juga teman akrab ku, aku merasa aman jika ada Yun disini. ”ucapnya dengan ragu

Hong Lin menoleh sebentar ke arah Yun Lan.

Tatapan mereka bertemu.

Untuk sesaat, Yun Lan merasa ada sesuatu di mata panglimanya.

Bukan dingin.

Bukan marah.

Bukan curiga.

Tapi… sesuatu yang tidak bisa ia pahami.

Lalu Hong Lin berbalik.

“Baiklah aku akan pertimbangkan permintaan mu itu, tapi kamu harus berlatih dengan baik bersama mereka.”

Setelah mengucapkan itu ia pergi.

Meninggalkan Yun Lan.

Sendirian.

Bersama empat pria asing yang masih menatapnya seperti mangsa.

Langkah kaki Hong Lin menjauh.

Semakin jauh.

Semakin hilang.

Dan sunyi yang tersisa di lembah itu terasa mencekik.

Yun Lan memaksakan senyum kaku.

“Salam, senior. Saya Yun Lan. Mohon bimbingannya.”

Tidak ada yang menjawab.

Wei menyilangkan tangan di dada.

Shao menatap tanpa berkedip.

Lim bahkan tidak berekspresi.

Tao melangkah mendekat.

Berhenti tepat satu langkah di depannya.

Terlalu dekat.

Yun Lan bisa mencium bau kulit dan logam dari tubuh pria itu.

Tatapan Tao turun perlahan.

Dari kepala.

Bahu.

Dada.

Pinggang.

Kaki.

Menilai.

Seperti algojo menilai tahanan sebelum eksekusi.

“Kau terlalu kecil,apa sanggup berlatih dengan kami?.”

Suara Tao rendah.

Yun Lan mengernyit.

“Maaf, kamu meragukan aku?”

“Kulitmu. Gerakanmu. Cara berdirimu.”

Ia mendekat sedikit lagi.

“Kau seperti wanita.”

Yun Lan menahan napas.

Instingnya berteriak bahaya.

Tapi wajahnya tetap tenang.

“Kalian menghinaku!.”

Wei tertawa kecil.

“Tubuh ramping,seperti mu yakin mau masuk ke pasukan khusus?.”

Shao akhirnya berbicara.

“Disini latihannya ekstrim,jadi jangan menangis di kakak panglimamu.”

Yun lan merasa disepelekan oleh mereka berempat, dirinya serasa kembali seperti pengalaman masuk pertama kali di kamp perbatasan timur.

Bukan karena tubuh rampingnya, tapi karena tubuh gemuknya. Dan Yun lan tidak menyukai jika dinilai dari bentuk fisiknya.

Mengambil nafas panjang Yun lan menantang mereka berempat.

“Aku tidak suka diremehkan, hadapi aku satu lawan satu. Kita uji kemampuan, jika aku menang aku akan mendapatkan kamar sendiri dan kalian harus minta maaf,bagaimana?.”

Mereka berempat saling pandang, dan tidak beberapa waktu lama mereka menerima tantangan Yun lan tersebut.

1
Nurhasanah
ko sekarang up mya dikit thor biasanya 2 bab tiap hari skarang cuma 1 bab 😁😁😁 ... tambah lagi dong thor bab tiap hari masih kurang 😄😄😄
Pa Muhsid
tong lama teuing tor honglin gak tau yunlan cewek
nanti bisa berubah tor dari geregetan jadi bosen
Nurhasanah
ko blum update thor .. di tunggu loh
Pa Muhsid
semoga honglin datang dan melihat langsung bahwa li cewek tulen 😁😁😁😁
Nurhasanah
semoga segera ketahuan 😁😁😁
Nurhasanah
jujur thor kelamaan jdi mulai agak bosen... nunggu honglin tau klu yun lan cwek tapi ceritanya masih muter2 di sini ajj nggak ada peningkatan
Nurhasanah
tuh kan cemburu 🤣🤣🤣 ... siap2 ajj makin gencar haosen mendekat makin kebakaran dah si honglin 😁😁😁
Nurhasanah
siap2 perang dingin antara honglin sama haosen 😁😁
Nurhasanah
🤣🤣🤣 bahaya honglin ketemu hao sen .. di pastikan honglin akan terbakar cemburu nanti 😁😁😁😁
Nurhasanah
honglin siap2 berebut yun lan sama hao sen 🤣🤣🤣 makin seru nanti 😁😁😁
Pa Muhsid
keluarkan kekuatan dewamu Yun! tapi yun kan dewa kadaluwarsa 🤔🤔🤔😱
Nurhasanah
lanjut thor 🥰🥰🥰
Nurhasanah
semoga ceritanya nggak muter2 ya thor .. 😁😁😁😁
Pa Muhsid
jangan tunggu lama lama nanti di rubah otor kata teh cici juga
Pa Muhsid
haduhh kelok 9 honglin tau 😌😌😌
Yunita Widiastuti
hadewwww💪💪💪💪
Nurhasanah
thor jangan lama2 lah ... nunggu bangett ini ..hong lin tau klu yun lan itu cwek dan jodohnya dri kecil 😁😁😁 pasti lebih seru 👍👍👍
Pa Muhsid
tuh kan belum apa apa dah basah aja dia apalagi kalo dah tau, cowok aja basah💦 palagi dah jadi cewek Auto banjir honglin
Nurhasanah
kasihan honglin jdi ngerasa jdi belok 🤣🤣🤣 ... padahal yun lan emang cwek 😁 semoga ajj honglin segera tau klu yun lan itu beda jenis sama dia biar nggak dilema truss 😄😄
Nurhasanah
honglin kecewa karena blom tau yun lan cwek 😁😁😁 ... segerakan thor biar hong lin tau klu yun lan tuh cwek 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!