Lanjutan novel kultivator pengembara
Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.
Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Tubuh Baru
Malam itu, kediaman Keluarga Xiao berubah menjadi neraka yang dingin. Salju atau hujan tidak turun, namun udara di sekitar halaman utama terasa membeku oleh niat membunuh yang dilepaskan Jian Feng.
Di bawah cahaya obor yang bergoyang, seluruh anggota keluarga Xiao—dari para tetua hingga saudara kandungnya sendiri—dipaksa berlutut di atas tanah yang keras.
Jian Feng berdiri di tengah-tengah mereka. Tubuhnya masih bersimbah darah dari pertarungannya melawan Xiao Zhen, namun ia tidak menunjukkan rasa sakit sedikit pun. Di tangannya, ia memegang Pedang Giok Hitam yang berpendar ungu gelap.
"Kalian selalu bangga dengan tangan-tangan yang kalian gunakan untuk memukul mereka yang lemah," suara Jian Feng bergema, dingin dan tanpa emosi. "Kalian menggunakan tangan ini untuk merampas hak orang lain dan menunjuk 'sampah' pada mereka yang tidak berdaya."
Xiao Da mencoba merangkak maju, wajahnya dipenuhi air mata. "Adik Ketiga... tolong, kami salah! Kami akan melakukan apa saja! Jangan bunuh kami!"
"Bunuh kalian?" Jian Feng menyeringai keji. "Itu terlalu murah hati. Kematian adalah pembebasan, dan kalian tidak layak mendapatkannya."
SLASH! SLASH! SLASH!
Dalam serangkaian gerakan kilat yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang, Jian Feng melesat melewati setiap anggota keluarga inti.
Jeritan histeris pecah seketika, membelah kesunyian malam. Satu per satu, tangan kanan mereka jatuh ke tanah.
"Mulai hari ini, tidak ada lagi 'Tuan Muda' atau 'Tetua' di sini," ucap Jian Feng sambil menyeka pedangnya yang berlumuran darah klan Xiao. "Kalian semua adalah budak di rumah ini. Kalian akan bekerja di tambang batu energi tanpa henti untuk membayar setiap tetes penderitaan yang kalian berikan pada Xiao Feng. Siapa pun yang mencoba melarikan diri, aku akan memastikan jiwa kalian terbakar di api abadi."
Ia kemudian menunjuk para pelayan yang dulu sering ditindas. "Kalian, ambil alih kunci gudang dan persenjataan. Jika salah satu dari mantan majikan kalian ini membangkang, cambuk mereka sampai mereka ingat siapa mereka sekarang."
Setelah menertibkan kekacauan itu dengan tangan besi, Jian Feng kembali ke ruang meditasinya. Ia duduk bersila, memejamkan mata, dan masuk ke dalam ruang batinnya untuk menemui sosok Xiao Feng yang asli.
"Kau lihat itu, bocah?" tanya Jian Feng.
Jiwa Xiao Feng muncul, menatap pemandangan di luar melalui mata Jian Feng. Ia tampak puas, namun juga sedih. "Terima kasih... kau telah melakukan lebih dari yang bisa kubayangkan. Tapi, apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau menguasai segalanya, tapi kau tampak... tidak bahagia."
Jian Feng mendesah pelan. "Tubuh ini bukan milikku. Aku adalah Jian Feng, sang kultivator pengembara. Aku tidak bisa selamanya menempati raga ini tanpa menghancurkan esensi jiwamu. Terlebih lagi, ada seorang gadis yang menunggumu dengan tulus."
"Maksudmu... Laoyue?" bisik Xiao Feng.
"Ya. Dia mencintai Xiao Feng, bukan iblis tua sepertiku," ucap Jian Feng dengan nada yang sedikit lebih lembut. "Aku sudah menyiapkan rencana. Dengan sumber daya yang kupanen dari turnamen dan harta jarahan dari ayahmu, aku akan melakukan Ritual Pemisahan Jiwa Ganda."
Jian Feng mengeluarkan Inti Kristal Langit yang ia dapatkan sebagai hadiah turnamen. Ia mulai menyusun formasi alkimia kuno di sekelilingnya.
"Aku akan menempa raga baru untukku sendiri menggunakan energi murni dari kristal ini dan sisa-sisa esensi langit yang kukumpulkan," jelas Jian Feng pada jiwa di dalamnya. "Setelah itu, aku akan memindahkan jiwaku ke raga tersebut. Kau akan kembali mendapatkan kendali penuh atas tubuhmu ini, lengkap dengan seluruh kultivasi ranah Penyatuan Roh yang sudah kubangun."
Xiao Feng tertegun. "Kau akan memberiku kekuatan ini secara cuma-cuma?"
"Anggap saja itu biaya sewa karena aku telah meminjam tubuhmu untuk sementara," Jian Feng menyeringai malas. "Tapi ingat, begitu kau kembali, pastikan kau menjaga Qing Laoyue dengan benar. Jika aku melihatmu kembali menjadi pengecut, aku akan datang dan memotong tanganmu sendiri."
Jian Feng mulai merapalkan mantra terlarang. Ruangan itu mulai bergetar hebat saat dua energi jiwa yang berbeda mulai bergesekan.
Proses ini akan memakan waktu beberapa hari dan rasa sakitnya akan luar biasa, seolah-olah jiwanya sedang dikuliti hidup-hidup.
Namun, sebelum ia tenggelam dalam proses ritual, Jian Feng melihat ke luar jendela, ke arah arah Manor Qing.
"Tunggu sebentar lagi, Laoyue," gumamnya. "Xiao Feng-mu yang asli akan kembali. Dan aku... aku akan memulai perjalanku yang sebenarnya sebagai diriku sendiri."
Cahaya emas dan perak meledak dari dalam paviliun, membubung tinggi ke langit malam, menandakan lahirnya sesuatu yang baru dan kembalinya sesuatu yang lama.
thor lu kaya Jiang Feng