Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANJI DALAM MIMPI
Maya sudah siuman namun terlihat gelap dunianya. Sedangkan, Riko masih belum sadarkan diri.
Sedangkan ada kabar buruk dari Suprapto yang ternyata paginya menjalani perawatan di rumah sakit, tidak bisa terselamatkan setelah muntah darah dari batuk yang tidak kunjung selesai.
Kesedihan Yuliana semakin menjadi menjadi.
Kedatangan Tito dan Iyan ke kampung halaman sahabatnya, malah membawa kabar duka.
Kedua sahabat Riko itu akhirnya lebih lama di desa karena membantu mengurus pemakaman Suprapto menggantikan sahabatnya yang masih terbaring tak sadarkan diri.
Hingga hari ketiga, Riko juga tidak kunjung sadar saat Tito dan Iyan sudah kembali ke ibukota.
Dokter menyembut keadaan Riko dalam kondisi koma karena trauma yang dideritanya.
Keadaan Maya sudah dipastikan mengalami gangguan penglihatan setelah kecelakaan. Erlan langsung meminta tolong kepada putri menantunya yaitu Dokter Hania mencarikan donor mata yang cocok dan sehat.
Saat Juan datang, Maya menolak untuk bertemu tunangannya itu membuat keluarganya bertanya tanya. Ada apa tentang Juan?
Tidak ingin menjelekkan dan merusak nama pria itu, Maya mengatakan hanya pertengkaran kecil.
Juan tidak patah semangat. Ia harus berbicara dengan Maya untuk pernikahan mereka sekalipun itu berisi ancaman.
Ketika malam tiba, Erlan dan Ayu izin untuk pulang beristirahat, Juan menggantikan menjaga Maya.
"Kamu tidak bisa mengelak dari pernikahan kita sayang. Dengan kondisimu ini, kamu tidak bisa membatalkan pernikahan kita" ucap pria itu.
"Oh ya? Bagaimana jika aku mengatakan kepada semua orang bahwa seorang Juan telah melakukan percobaan pembunuhan?" balas Maya.
"Hahahhahaaaa..kamu tidak akan berani sayang. Karena jika kamu mengatakan hal itu, tidak ada yang mempercayai mu. Tidak ada bukti dan kamu malah pendapatkan cemohan lebih memilih pria miskin daripada tunanganmu ini" sahut Juan.
"Sudahlah, tinggal beberapa bulan kita menikah. Apakah cintamu hilang begitu saja kepadaku sejak bermain dengan pria miskin itu?" lanjutnya.
"JANGAN PANGGIL DIA PRIA MISKIN! DIA RIKO!!" teriak Maya yang tidak sabar dengan keangkuhan pria yang bersamanya.
"Kenapa aku tidak sadar jika kamu sejahat ini, Mas?" lanjutnya melemahkan suaranya.
"Hahahhaa, aku tidak jahat. Aku hanya membalas apa yang telah dia perbuat kepadaku. Dia berani membuatku babak belur dan terang terangan mencintaimu. Bagaimana harga diri ku tidak terluka?" balas Juan.
"Tapi tidak harus membuatnya terluka dijalanan dan hampir saja hanyut dalam banjir. Aku pun tidak tau keadaannya sekarang bagaimana" ujar Maya.
"Luka balas luka. Aku hanya membalas apa yang dia lakukan padaku, Maya. Mengertilah" ucap Juan.
"Dia baik baik saja. Dia tidak mati, jadi kamu tidak usah khawatir lagi" lanjutnya.
"Tapi jika kamu membatalkan pernikahan kita demi pria itu, aku rasa di kesempatan yang akan datang, aku benar benar akan melenyapkan nya dari muka bumi ini, mengerti" tambah Juan dengan ancamannya.
Maya menatap tajam kearah Juan.
Pria yang sudah 4 tahun bersamanya menjalin kasih ternyata begitu brutal. Entah karena cemburu atau harga diri, pria ini berubah menjadi pria yang tidak ia kenali.
"Aku harap, kamu benar benar memegang omonganmu, Mas. Jika aku mendengar kabar bahwa Riko tidak selamat, aku benar benar akan mengurusmu" ujar Maya.
"Hahahahhaaa...yaa aku pastikan Riko selamat selama pernikahan kita tetap dilaksanakan" balas Juan.
Maya benar-benar muak dengan tunangannya. Kejadian ini seketika menyadarkan bahwa Juan memang tidak baik untuknya. Ternyata posesif Juan selama ini menandakan kejelekannya yang tertutupi oleh perhatian dan kasih sayang berlebihan.
.
Seminggu kemudian, sudah 12 hari Riko belum sadarkan diri. Kini Yuliana, sang ibu sudah datang ke ibukota dibantu oleh Tito.
Ketiga anaknya masih didesa karena bersekolah. Semua tanggung jawab rumah diserahkan kepada adik pertama Riko yaitu Raka setelah sepeninggalnya ayah mereka.
Tito memberikan uang saku untuk Raka memenuhi kebutuhan beberapa hari saat ibunya dibawa ke ibukota.
"Sayang bangun. Ibu ada disini, Ko. Jangan tinggalkan ibu dan adik adikmu" ucap Yuliana dengan wajah yang sudah sembab air mata dan kelelahan nampak jelas diwajah itu.
"Ayahmu sudah pergi meninggalkan kita dan berada di tempat terbaik Allah, jadi bantu ibu untuk bertahan di dunia ini" lanjutnya dengan tetesan air mata.
Tidak hanya 2 ucapan itu, Yuliana mengajak Riko mengobrol meskipun tidak ada sahutan.
Suara sang ibu yang sangat Riko rindukan ternyata sampai ke mimpinya.
...-Mimpi Riko saat Koma-...
Di sebuah tepi sungai, Riko memancing bersama sang ayah Suprapto.
Tiba tiba ada suara memanggil dari belakang mereka.
"Pak, Riko, ayo makan dulu" seru seorang wanita.
Keduanya menoleh dan ternyata suara Yuliana.
"Iya bu. Bentar. Mau dapet ikan ini" ujar Suprapto.
"Iya bu. Pancingku dah kerasa berat" tambah Riko.
"Hmmm kalian ini emang. Sehobby mancing sampek lupa makan. Keburu Raka, Rika, dan Lili pulang sekolah, kalian kehabisan nanti" ucap Yuliana.
"Gak masalah bu, setelah daper ikan ini, kita gak akan kehabisan lauk. Kita bisa makan ikan satu satu tanpa berbagi" sahut Suprapto.
"Betul kata ayah. Aku akan memancing banyak ikan agar kita tidak lagi membagi 1 ikan untuk 6 orang. Aku akan membuat setiap anggota keluarga kita mendapatkan satu ikan setiap makan" timpal Riko.
Yuliana tersenyum dan hanya bisa geleng2 kepala.
"Yasudah, segera dapatkan ikannya" ucapnya.
Suprapto dan Riko membalas senyuman wanita itu lalu kembali fokus kearah sungai.
"Ko" panggil Suprapto.
"Iya Yah?" sahut Riko.
"Ayah percaya sama kamu" ujar Suprapto lagi.
"Percaya apa?" tanya Riko yang masih belum paham pembicaraan ayahnya.
"Ayah percaya kamu akan memberikan satu ikan atau lauk untuk keluarga kita tanpa harus berbagi lagi. Ayah percaya kamu bisa memberikan penghidupan yang layak untuk kita. Ayah percaya kamu akan menjadi pria sukses dan hebat yang membawa nama keluarga kita" jawab Suprapto.
"Ya dong. Ayah harus percaya padaku. Aku akan benar benar berusaha membawa keluarga kita hidup bahagia dan makmur keluar dari kemiskinan" ujar Riko.
Suprapto tersenyum. Lalu pancingnya dan pancing Riko benar benar terasa berat menandakan ada ikan yang tersangkut di kail pancing.
"AYAH!! MAS RIKO!! AYO MAKAAAN!!!" tiba tiba suara serentak terdengar memanggil mereka lagi.
"Bentar, mau dapet ikan" balas Riko.
"Mereka sudah pulang sekolah, Yah. Ayo kita selesaikan memancing ini dengan dapet ikan banyak" lanjutnya kepada sang ayah.
Tak lama kemudian, keduanya mendapatkan ikan.
Total ikan yang didapatkan mereka saat ini hanya 5. Kurang 1 untuk jumlah anggota keluarga 6 orang yang terdiri bapak ibu dan 4 orang anak.
"Sana. Kamu pergilah dulu, Ko. Ayah akan memancing 1 lagi. Bawa 5 ikan ini kepada ibumu dan kalian makanlah dulu. Ayah akan memancing milik ayah sendiri" ucap Suprapto.
Riko pun mengangguk tidak curiga.
Ia pun berlari mendekati ibu dan adik adiknya, meninggalkan ayahnya di tepi sungai sendiri.
Saat berbalik, Riko tidak melihat keberadaan ayahnya.
"Loh, ayah kemana?" tanyanya kepada sang ibu dan adik adiknya.
Tatapan mereka berubah sendu. Tidak menjawab membuat Riko semakin panik lalu berlari menuju tepi sungai lagi. Dan ayahnya benar benar tidak ada disana.
"AYAAAAH!!! AYAH DIMANAA?!!" teriaknya dan tidak ada sahutan.
Hingga saat ia akan masuk sungai, tubuhnya ditahan oleh ibu dan adik adiknya.
"STOP!! JANGAN TINGGALKAN KITA JUGA RIKO!! KAMI MEMBUTUHKANMU!!" teriak Yuliana.
Riko berhenti dan memandang wajah ibunya yang sudah sembab karena air mata.
Adik adiknya pun ikut menahan tubuhnya.
"Mas jangan tinggalin kita juga"
"Tetap lah disinu bersama kita"
"Jaga kita, Mas"
Ucap ketiga adiknya bergantian.
Lalu kesadaran Riko pun mulai kembali. Ia tersentak seperti bangun dari mimpi.
...-Mimpi Selesai-...