NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Piston dan Uap

Sudut-Sudut kota sekarang berkeliaran para tentara ke sana ke sini mencari Kalean dan Elara yang melarikan diri dari gedung dewan bangsawan.

Keduanya sekarang berada di depan sebuah hidung tua terbengkalai di wilayah kumuh di pinggiran ibu kota.

mereka sempat ragu dengan apa yang terjadi dengan para bangsawan dan kota ini. Kini mereka di kejar-kejar oleh prajurit yang dulunya mereka komandoi.

Pintu di depan mereka menyimpan kekhawatiran atas siapa yang akan menjadi rekan mereka demi memulihkan kota ini.

Kalean yang ragu sempat diyakinkan oleh Elera untuk mempercayai perkataan Count.

Kalean pun mengetuk pintu itu.

tok-tok

Seorang pria dengan satu lengan yang buntung membukakan pintu kepada keduanya dan berkata

"Mau apa kalian? "

"Kami disini atas rekomendasi Count Carlocs", jawab Kalean.

"Ikuti aku"

Keduanya diarahkan ke dalam menuju ruang kerja yang terlihat lusuh dan bertumpuk buku. Disana terlihat seorang pria lain yang cukup senior dari keduanya. Pria itu duduk di kursi roda bertenaga uap dan ber penutup mata.

Ia sekejap keliru kedua orang yang datang padanya dan bertanya "Siapa ini? "

"Keduanya datang atas rekomendasi Count".

"Begitukah, perkenalkan diri kalian"

"Saya Kalean, seorang Ksatria sekaligus komandan garis depan. Disamping saya Elara, Mage yang berjuang bersama saya. Tujuan kami disini ingin membebaskan kota ini dari kendali CIO. Kami tahu para bangsawan itu telah berkoalalisi dengan Aris dan membangun menara aneh ditengah kota".

"Oh, jadi kalian menyadari menara itu bukan menara biasa juga ya" terkesan atas Kalean.

"Namaku Silas, orang yang bertanggung jawab disini. Kami akan membantu kalian tanpa biaya apapun, karena musuh dari musuh kami adalah teman kami".

Keadaan yang sungguh cukup mendukung dan mereka mulai merencanakan serangan ke menara Aetear.

Adanya Kalean dan Elera pada faksi yang menentang Aris cukup membuat rencana yang selama ini tertunda menjadi lebih mudah dijalankan.

Dua minggu kemudian.

Kaelen, Elara, dan Silas (yang bergerak dengan kursi roda uapnya yang berderit) memasuki saluran pembuangan panas di dasar menara.

"Hati-hati," bisik Silas, jemari besinya mengetuk dinding logam.

"Sistem pertahanan di sini tidak menggunakan sihir pendeteksi biasa. Ini adalah Acoustic Trigger. Setiap langkah yang terlalu berat akan memicu katup uap panas yang bisa menguliti kita dalam sekejap."

Mesin yang Bernapas

Saat mereka mencapai lantai dasar, mereka dihadang oleh koridor panjang yang dipenuhi roda gigi raksasa yang berputar. Di tengah koridor, berdirilah dua unit Automata.

Kaelen terkesiap melihat wujud mereka. Ini bukan robot besi tanpa nyawa. Mereka adalah prajurit manusia yang tubuhnya telah dijahit ke dalam cangkang mekanis. Pipa-pipa uap menembus punggung mereka, menyuplai kekuatan fisik yang tidak masuk akal, sementara mata mereka diganti dengan lensa teleskopik yang berpijar kemerahan.

"Eksperimen 'Vindicator'," Silas menjelaskan dengan nada yang sangat meyakinkan dalam kepahitannya.

"Aris mengambil tentara yang terluka parah dan 'memperbaiki' mereka. Mereka masih bernapas, Kaelen, tapi saraf mereka telah ditarik dan diikat pada tuas kendali mesin. Mereka adalah budak dalam penjara daging dan baja."

"Ini mengerikan..." Elara menutup mulutnya.

"Mana mereka dipaksa untuk menggerakkan mesin itu secara konstan."

Dua Automata itu mulai bergerak. Suara piston di kaki mereka berdentum berat. Satu unit mengayunkan gada raksasa yang dipanaskan oleh uap hingga membara. Kaelen mencabut pedangnya, namun ia merasa ragu. Bagaimana bisa ia menebas sesuatu yang di dalamnya masih ada manusia?

"Jangan ragu, Komandan!" teriak Silas.

"Mereka sudah tidak ada lagi di sana. Bebaskan mereka!"

Pertempuran di Ruang Transmisi

Kaelen menerjang. Pertempuran itu berlangsung brutal. Pedang cahaya Kaelen harus beradu dengan baja tebal yang dialiri panas uap. Setiap kali Kaelen menebas, uap bertekanan tinggi menyembur keluar dari sambungan mesin Automata, menciptakan kabut panas yang membatasi pandangan.

Elara tidak tinggal diam. Ia menggunakan sihir pembeku untuk menyumbat katup-katup uap pada sendi Automata tersebut. Saat mesin itu mulai overheat dan macet, Kaelen memberikan pukulan terakhir pada pusat kristal mana di dada mereka.

Automata itu tumbang dengan suara dentuman logam yang memuakkan. Kaelen terengah-engah, melihat darah manusia merembes keluar dari sela-sela lempengan baja mesin itu.

"Naif," bisik Silas pelan, hampir tak terdengar, saat melihat ekspresi duka Kaelen.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!