NovelToon NovelToon
Izinkan Aku Mencinta

Izinkan Aku Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa / Perjodohan
Popularitas:384
Nilai: 5
Nama Author: Amerta Nayanika

Kinan tak pernah siap kehilangan, terlebih dalam satu malam yang mengubah seluruh hidupnya. Kecelakaan itu bukan hanya merenggut tunangannya, tetapi juga meninggalkan trauma yang perlahan hinggap dalam dirinya.

Alana hadir sebagai perawat—sekedar menjalankan tugas, tanpa tahu bahwa langkah kecilnya akan membawanya masuk ke dalam kisah yang rumit. Ketulusan yang ia berikan justru membuat keluarga Kinan memintanya bertahan… bahkan menikah.

Hubungan yang seharusnya sederhana itu berubah menjadi pertaruhan perasaan.
Sebab mencintai Kinan berarti bersedia berbagi ruang dengan masa lalu yang belum pergi.

Akankah Alana mampu bertahan, atau justru terluka oleh cinta yang belum selesai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amerta Nayanika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Formalitas

"Nggak pulang lagi, Lan?" tanya Betari yang tengah mengemasi beberapa barangnya.

Alana yang berdiri di sebelahnya hanya tersenyum kecil. Tak ada jawaban selain anggukan yang keluar darinya. Memang sudah kewajibannya untuk menjaga sang ibu di sela kesibukannya.

Betari menatap sahabatnya iba. "Mau aku gantiin aja nggak? Biar kamu biar kamu bisa istirahat juga," tuturnya.

"Nggak usah, Tar. Aku nggak mau ngerepotin kamu," balas Alana.

"Aku nggak ngerasa direpotin kok." Betari menyangkal pernyataan Alana. "Aku malah senang kalau kamu nggak sungkan minta tolong sama aku."

Alana tersenyum, kini menghadap pada Betari yang masih setia di sampingnya. "Tadi kan aku udah minta tolong ke kamu buat suapin Ibu," timpalnya.

"Sekali doang!" Betari bersungut. Matanya melirik pada Alana tak ramah.

Melihat itu, Alana terkekeh pelan. "Lagian kamu aneh banget! Orang lain mah nggak mau direpotin, Tar."

"Itu kan orang lain, bukan aku." Betari bergumam pelan.

Mata perempuan itu melirik pada jendela ruang jaga perawat yang memang tembus pandang. Siapapun bisa melihat area koridor rumah sakit dari sana. Dan di situlah dia baru menutup mulutnya, berhenti berdebat dengan Alana.

Seorang pria dengan jas kerja menjadi pemandangan yang tak lagi asing bagi mereka. Pernikahan di antara perawat dan mantan pasien mereka itu juga sudah menjadi rahasia umum. Berbagai gosip yang sempat tersebar tanpa ijin itu kini terjawab sudah.

"Suamimu tuh," ujar Betari, kembali melanjutkan membereskan barang-barangnya.

Mendengar itu, Alana menoleh ke arah koridor. Benar saja, Kinan berjalan di sana dengan paper bag berisi baju bersih milik Alana. Selama Sukma masih sibuk dengan masalah rumah tangganya, wanita itu hanya dapat menyiapkan berbagai kebutuhan Alana sebelum meminta Kinan untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Betari mendekatkan bibirnya ke telinga Alana. "Memangnya dia udah bisa bawa mobil sendiri, Lan?" tanyanya.

Alana menggeleng. Karena begitu melirik beberapa meter di belakang Kinan, ada Aldo yang juga berjalan dengan setelan kerja yang masih melekat di tubuhnya. "Tuh, dia diantar sama temannya."

Alih-alih menjauh, Betari malah mengikuti arah pandang Alana. Rona kemerahan di pipinya yang mulai luntur, kini kembali pekat begitu tak sengaja bertemu pandangan dengan sosok pria di koridor sana. Aldo menyapanya dengan senyuman ramah.

"Kenapa kamu?" tanya Alana begitu merasakan hawa yang semakin panas di bahunya.

Betari semakin beringsut. "Kenalin aku sama dia dong, Lan."

Alana meraup wajah sahabatnya itu dengan sebelah tangan. Bertahun-tahun mereka saling mengenal dan menjalin hubungan pertemanan, Betari tetap sama. Perempuan itu selalu tertarik pada pria yang menurutnya tampan pada pertemuan pertama.

Tak lagi mengindahkan omong kosong yang dilontarkan oleh Betari, Alana menghampiri Kinan yang sudah berdiri di salah satu sisi pintu ruang jaga perawat. Meski dia sempat melihat Alana sebelumnya, pria itu tak sedikit pun berniat untuk memanggil Alana sedikit pun.

"Bukannya aku pernah bilang kalau nggak usah repot-repot ke sini?" ucap Alana begitu sampai di hadapan Kinan.

Pria itu langsung mengulurkan paper bag yang berisi sepasang baju bersih milik Alana. "Kalau saya nggak ke sini, kamu nggak bakal ganti baju," sahutnya acuh tak acuh.

Tatapannya tak beralih dari kantung hitam di bawah mata Alana. Sudah jelas sekali bahwa perempuan itu kurang istirahat selama beberapa hari terakhir. Rumah sait sudah menjadi tempat kerja sekaligus rumah baginya. Gaji yang baru saja masuk ke rekeningnya pun harus lenyap begitu saja untuk membayar tagihan perawatan sang ibu.

Sementara Kinan tak dapat berbuat apa-apa. Meski mereka terikat dalam sebuah status pernikahan, mereka juga sama-sama berjanji tak akan mengusik hidup satu sama lain. Kinan tak ingin melewati batas yang dia buat sendiri itu. Dia juga yakin, Alana bisa saja tak nyaman jika dia ikut masuk dalam kehidupan pribadi perempuan itu.

"Nggak mau pulang aja?" tanya Kinan tiba-tiba.

"Hah?" Alana mendongak heran. "Aku?" tanyanya memastikan.

"Memangnya, saya lagi ngobrol sama siapa sekarang?" timpal Kinan.

Alana memalingkan wajahnya. Kalimat dan nada suara yang keluar dari Kinan seolah dijual terpisah. Pertanyaan itu terdengar seolah peduli pada Alana. Namun di sisi lain, nada suaranya berbanding terbalik seolah pertanyaan itu ditanyakan hanya sebagai formalitas saja.

Hampir saja Alana salah paham pada pria di hadapannya ini. "Siapa yang bakal jagain Ibu kalau aku pulang?" sahutnya, balik bertanya.

Kinan terdiam sejenak. Ada benarnya juga ucapan dari Alana. Tak ada orang lain yang dapat menggantikan perempuan itu untuk menjaga Laksmi jika Alana pulang. Dipo yang merupakan anak pertama dan kakak kandung dari Alana pun tak dapat diandalkan di saat seperti ini.

Sempat Kinan bertemu dengan Dipo beberapa hari yang lalu, malam pertama Laksmi dirawat di rumah sakit, saat dia mengambilkan baju milik Alana sesuai permintaan Sukma. Pria itu tidak dalam kondisi baik-baik saja, begitu pula Sukma yang harus menghadapinya.

Dipo yang baru menampakkan batang hidungnya setelah sekian lama menghilang dari pandangan orang sekitarnya itu malah menambah masalah baru. Selain kondisi Laksmi yang semakin memburuk di malam kepulangannya, pria itu seolah tak gentar berulah. Dipo menambah masalah baru dengan mencari keberadaan sertifikat rumah milik Laksmi saat ini.

Kinan menyandarkan salah satu sisi tubuhnya pada dinding. "Saya cuma nanya. Siapa tahu kamu mau pulang."

Begitu suara Kinan berhenti bergema di telinga Alana, Aldo yang kini bersuara. Pria itu bahkan tak repot-repot untuk mendongakkan pandangannya dari layar ponsel untuk berbicara dengan Kinan. Pria yang merupakan sahabat sekaligus sekretaris Kinan itu tak henti mengetikan balasan pada layar ponselnya.

"Ayo, Ki. Klien udah pada nunggu nih katanya," ucap Aldo sedikit panik.

Helaan nafas terdengar dari Kinan yang kini membenahi posisinya. Matanya masih tak lepas dari Alana yang tanpa ragu dan tanpa takut selalu membalas tatapan matanya yang tajam. "Saya akan kembali ke sini setelah meeting."

"Nggak balik juga nggak apa-apa," sahut Alana.

Mendengar itu, Kinan mengerutkan keningnya. "Saya akan tetap datang."

Alana terdiam. Dia bukan tak berani menjawab, dia hanya tak ingin. Jika dia membantah sekali lagi, Kinan tidak akan kunjung pergi dari hadapannya. Selain Kinan yang harus segera tiba di perusahaan, Alana juga harus segera menuju ruang rawat ibunya malam ini.

Setelah berpandangan cukup lama, Kinan akhirnya kembali bersuara. "Jangan ragu buat telepon saya kalau ada apa-apa."

Setelah mengatakan itu, Kinan langsung pergi begitu saja. Alih-alih mendapat salam manis dari suaminya, Alana malah mendapatkan senyuman kecil dari Aldo yang sedari tadi tak lepas dari ponselnya.

"Ternyata, pernikahan kalian cuma formalitas aja, ya?" bisik Betari tepat di samping wajah Alana.

Alana yang mendengar itu hanya terdiam. Dia menunduk sembari memeriksa barang-barang yang disiapkan oleh Sukma untuknya. "Aku juga nggak berharap apa pun dari pernikahan ini, Tar."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!