NovelToon NovelToon
Penguasa Terakhir

Penguasa Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dunia Lain / Romansa Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: Kon Aja

Zoran Shihai adalah pemuda 19 tahun dari Bumi yang hidup sebagai perampok jalanan. Ia mencuri bukan karena rakus, melainkan demi bertahan hidup. Namun satu kesalahan fatal yakni merampok keluarga kaya yang terhubung dengan dunia gelap membuat hidupnya berubah selamanya.

Dikejar para pembunuh bayaran, Zoran terjebak dalam pelarian putus asa yang berakhir pada sebuah retakan ruang misterius. Ketika ia membuka mata, ia tidak lagi berada di Bumi, melainkan di Dunia Pendekar, sebuah dunia kejam tempat kekuatan menentukan segalanya.

Terlempar ke Hutan Angin dan Salju, Zoran harus bertahan dari cuaca ekstrem, binatang buas, manusia berkuasa, dan kelaparan tanpa ampun. Di dunia ini, uang Bumi tak berarti, belas kasihan adalah kelemahan, dan bahkan seorang pemilik kedai tua bisa memiliki kekuatan mengerikan.

Tanpa bakat luar biasa, tanpa guru, dan tanpa sistem,

Ini adalah kisah tentang bertahan hidup, ironi, dan kebangkitan seorang manusia biasa di dunia yang tidak memberi ampun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kon Aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teknik Angin Lewat

Tiba-tiba...

“Tinju Babi Salju Super Dahsyat!!”

Zoran berteriak keras sambil mengayunkan tinjunya.

Ini adalah teknik yang ia peroleh setelah mengalahkan Babi Hutan Salju Kosong. Awalnya, Zoran sempat meremehkan teknik ini karena gerakannya terlihat kasar, tidak elegan, dan tidak memiliki bentuk pedang yang jelas. Namun setelah mencobanya sendiri, dia justru tertarik.

Teknik itu sederhana.

Brutal.

Dan sangat cocok untuk kondisi terdesak.

Nama tekniknya pun baru ia tetapkan sendiri.

Perlu diketahui, tidak semua pendekar bisa memperoleh teknik dari binatang spiritual seperti yang dilakukan Zoran. Mereka yang mampu biasanya memiliki tekad yang sangat kuat, tipe orang yang tidak menyerah meskipun terpuruk, terluka, atau berada di ambang kematian.

Boom!

Tinju Zoran menghantam dagu Harimau Pemutus Nafas dari bawah.

Benturan keras itu membuat kepala harimau terangkat, tubuhnya terhempas ke belakang dan jatuh menghantam tanah bersalju. Salju terhambur ke segala arah.

Namun,

Makhluk itu belum kalah.

Harimau Pemutus Nafas kembali berdiri, tubuhnya sedikit oleng, pandangannya sempat kehilangan fokus.

“Rawr!”

Raungan marah menggema di antara pepohonan. Tatapan harimau itu berubah buas, penuh niat membunuh. Tanpa ragu, ia kembali menerjang Zoran dengan keganasan yang lebih besar dari sebelumnya.

Zoran juga tidak tinggal diam.

Dia segera menggenggam pedangnya lebih erat dan ikut melesat maju, memilih untuk menyambut serangan, bukan sekadar menghindar.

Pertarungan kembali meledak.

Meski secara tingkat Harimau Pemutus Nafas hanya berada di Raga Spiritual tingkat empat, Zoran benar-benar merasakan tekanan yang hampir setara dengan Rusa Taring Pedang, binatang spiritual tingkat enam yang pernah ia lawan sebelumnya.

Bukan karena kekuatan mentah, melainkan karena ritme serangan yang tidak memberi jeda.

Boom!

Zoran terhempas keras hingga menabrak batang pohon. Kulit punggungnya terasa perih, napasnya tertahan sesaat.

Namun di balik rasa sakit itu, Zoran justru bersyukur. Pedangnya masih berada di posisi yang tepat, menahan cakar Harimau Pemutus Nafas sesaat sebelum menghantam tubuhnya.

Jika dia terlambat sepersekian detik saja... Tubuhnya mungkin sudah terbelah menjadi dua.

“Keparat!” umpat Zoran. Ia bangkit berdiri dengan napas berat. Tatapannya menggelap saat melihat Harimau Pemutus Nafas sudah kembali melesat ke arahnya, tanpa memberi jeda sedikit pun.

Namun, tepat di saat itu,

Zoran merasakan sesuatu yang berbeda. Energi spiritual di dalam tubuhnya bergejolak hebat, seolah bendungan yang selama ini menahan aliran itu akhirnya runtuh.

Boom!

Tubuh Zoran bergetar keras.

Raga Spiritual tingkat lima.

Belum sempat ia bernapas lega,

Boom!

Boom!

Dua ledakan energi spiritual kembali mengguncang tubuhnya berturut-turut, jauh lebih keras dari sebelumnya. Tanah di bawah kakinya retak halus, salju beterbangan ke udara.

“Raga Spiritual tingkat tujuh!” Zoran berseru, suaranya dipenuhi keterkejutan dan kegembiraan yang liar.

Dia sendiri tidak menyangka bisa menerobos tiga tingkat sekaligus, apalagi di tengah pertarungan hidup dan mati seperti ini.

Perlu diketahui, terobosan di tengah pertarungan bukanlah hal mustahil, tetapi sangat jarang terjadi. Biasanya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni energi spiritual yang sebelumnya terhambat lalu tiba-tiba meluap karena tekanan ekstrem, serta tekad yang mencapai batasnya.

Beberapa pendekar memang bisa memaksakan terobosan seperti ini, namun risikonya sangat besar. Salah sedikit saja, hasilnya bisa berujung pada kehancuran tubuh atau bahkan kematian.

Namun, Zoran tidak punya pilihan lain. Saat ia masih diliputi euforia singkat karena terobosan itu...

Boom!

Cakar Harimau Pemutus Nafas sudah lebih dulu menghantamnya.

Tubuh Zoran kembali terhempas, merobohkan sebuah pohon kecil dengan suara keras. Batang pohon itu patah, salju berjatuhan dari dahan-dahan di sekitarnya.

Namun kali ini,

Zoran langsung bangkit. Ia berdiri tegak, darah mengalir dari sudut mulutnya, namun tatapannya justru berubah semakin buas. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi kepanikan.

Boom!

Zoran meledakkan kekuatan Raga Spiritual tingkat tujuh miliknya.

Tanah di bawah kakinya pecah saat ia melesat maju, kecepatannya meningkat drastis. Pedang di tangannya bergetar hebat, lalu diselimuti kelopak-kelopak bunga ungu yang menari liar di udara.

Harimau Pemutus Nafas meraung keras lalu menerjang, cakarnya terayun tepat ke arah Zoran dengan kecepatan brutal.

Wus!

Tepat sebelum cakar itu mengenainya, Zoran menghilang.

Tubuhnya lenyap seolah tersapu angin, namun bukan menghilang sepenuhnya. Sosoknya berkedip-kedip, meninggalkan bayangan samar di udara saat bergerak.

Ini adalah teknik yang ia ciptakan sendiri.

Teknik Angin Lewat.

Cara kerjanya sederhana namun berbahaya, dengan cara Zoran meledakkan seluruh kekuatan Raga Spiritual tingkat tujuh secara instan dan memaksa tubuhnya mencapai kecepatan ekstrem dalam satu tarikan napas.

Jika berhasil sempurna, tubuhnya akan melesat seperti angin, datang dan pergi tanpa bisa ditangkap mata.

Namun...

Harimau Pemutus Nafas terkejut melihat Zoran menghilang dari pandangannya.

Detik berikutnya, sosok Zoran yang berkedip-kedip itu muncul di belakang harimau.

Boom!

Namun bukannya menyerang, Tubuh Zoran justru terpental keras, seolah ditolak oleh udara itu sendiri. Ia meluncur liar, menghantam salju dan terguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti.

Zoran segera bangkit dengan napas tersengal. “Apa-apaan ini?!” umpatnya kesal.

Seharusnya, teknik ini membuatnya bergerak mulus, secepat angin yang hanya lewat, tanpa suara, tanpa jejak. Namun yang terjadi justru sebaliknya, tubuhnya kehilangan keseimbangan, jalurnya tidak stabil, dan energi spiritualnya tersebar kacau.

Teknik itu terlalu mentah.

Tubuhnya belum sepenuhnya mampu menahan ledakan kecepatan sebesar itu.

Namun, Zoran tidak mundur. Ia menggeram pelan, menggenggam pedangnya erat-erat, lalu kembali meledakkan energinya.

Teknik Angin Lewat!

Boom!

Tubuh Zoran kembali melesat.

Kali ini lebih cepat, namun sosoknya masih berkedip-kedip, muncul dan menghilang di sepanjang jalur yang ia lewati. Salju terhambur, udara bergetar, dan napasnya mulai terasa berat.

Harimau Pemutus Nafas tampak kebingungan melihat Zoran menghilang dari pandangannya. Kepalanya bergerak cepat, matanya menyapu sekeliling dengan waspada, mencoba menangkap jejak sekecil apa pun.

Brak!

Tiba-tiba suara benturan keras terdengar.

Harimau itu menoleh, dan seketika melihat Zoran terkapar, tubuhnya menabrak batang pohon dengan keras hingga salju berjatuhan dari dahan.

Rawr!

Raungan marah menggema. Harimau Pemutus Nafas langsung melesat, tubuhnya melayang rendah saat menerkam ke arah Zoran yang belum sempat bangkit.

Pupil mata Zoran mengecil.

Cakar tajam itu sudah tepat di depan matanya.

Wus!

Sosok Zoran menghilang lagi, berkedip-kedip seperti bayangan yang terseret angin, lalu muncul beberapa meter jauhnya.

Namun sebelum ia sempat menstabilkan tubuhnya,

Brak!

Tubuhnya kembali terhempas, kali ini menghantam tanah dan terguling tak terkendali.

Harimau Pemutus Nafas menoleh cepat, lalu tanpa ragu kembali mengejar.

Zoran tidak berani berhenti. Dia kembali meledakkan kecepatan tubuhnya.

Teknik Angin Lewat!

Wus!

Brak!

Wus!

Brak!

Kejar-kejaran brutal pun terjadi.

Zoran terus-menerus memaksa tubuhnya bergerak dengan kecepatan ekstrem. Setiap kali ia menggunakan Teknik Angin Lewat, tubuhnya memang lolos dari serangan, namun selalu berakhir dengan benturan keras, seolah udara dan tanah menolaknya.

Sementara itu, Harimau Pemutus Nafas tampak tidak mengenal lelah. Nafasnya tetap stabil, gerakannya liar namun presisi, matanya dipenuhi niat membunuh.

Uhuk!

Zoran memuntahkan darah dari mulutnya, darah merah kontras dengan putihnya salju. Namun ia sama sekali tidak memperlambat langkah.

Rasa sakit di dadanya semakin parah. Tulangnya berteriak. Otot-ototnya terasa seperti robek dari dalam.

Namun dia tetap berlari.

Harimau Pemutus Nafas meraung keras setiap kali Zoran lolos dari serangannya. Raungan itu bukan sekadar amarah, melainkan frustrasi karena mangsanya selalu berada di ujung jangkauan, namun tak pernah benar-benar bisa ditangkap.

Dan Zoran tahu,

Jika ia berhenti satu detik saja, jika tubuhnya gagal bergerak sekali saja, maka cakar berikutnya akan menjadi yang terakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!