NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

"Crasss!"

"Krakkkk!"

"Swinnngg!"

Suara tulang patah dan kulit tergores, beradu dengan logam. Saling tindih terdengar. Korban berjatuhan dari makhluk primata. Sungguh pertarungan tidak seimbang!

Tiga orang lawan puluhan makhluk primata yang entah dari mana munculnya. Carol terdesak saat salah satu manusia kera berhasil menangkap lengannya. Carol mencoba bertahan. Dan menyerang membabi buta.

Melihat Carol terdesak, Zach melompat ke depan Carol untuk melindunginya. John tidak kalah sibuknya. Berusaha mati-matian melawan gerombolan manusia kera. Pakaian mereka sudah penuh darah. Bau amis membuat perut mual.

"Zach, mundur! Masuk ke dalam mobil. Kamu bisa menyetir?" teriak John seraya memukul salah satu manusia kera yang mencoba menyerangnya.

"Bisa Om!" teriak Zach berusaha mundur. Ditariknya Carol supaya tidak jauh dari sisinya.

"Pergilah, hidupkan mesinnya. Om akan mengalihkan perhatian mereka." Zach berlari menuju mobil. Tetapi tidak mudah untuk mendekati mobil John. Manusia kera itu terus mengejar mereka. Sehingga Zach saat bergerak mundur tetap melawan manusia kera itu.

"Crassss!"

"Cressss!"

Satu persatu manusia kera itu akhirnya tumbang kena sabetan senjata John. Pakaian John dipenuhi darah. Begitu juga senjatanya. Pedang kecil yang terselip dari jari-jari tangannya.

Entah berasal darimana senjata itu. Tiba-tiba saja Om John memilikinya. Guman Zach merasa aneh. Terlebih lagi saat melihat John juga berubah. Seperti mereka. Sekujur tubuhnya dipenuhi bulu.

"Zach membunyikan klakson. Karena John masih berdiri mematung setelah puluhan manusia kera tewas dibantai olehnya. Dan tiba-tiba menyadari kalau dirinya juga telah berubah wujud.

John mengedipkan kedua matanya. Wujud berubah lagi seperti semula. Lalu berbalik dan berlari ke arah mobil. Zach terkejut, saat melihat perubahan wujud John.

"Ayo, kita segera pergi dari sini. Sebelum.yang lain datang." John meminta Zach bergeser hendak mengambil alih kemudi. Tapi Zach seperti orang linglung tidak bereaksi.

"Zach! Kamu tidak apa-apa? Ayo, bergeser!" sentak John. Zach terkejut dan spontan bergeser ke kiri. "Kamu kenapa?"

"Om, Om juga berubah tadi?" ucap Zach masih tidak percaya. John membalas tatapan Zach, santai. Seolah sudah terbiasa dengan pertanyaan itu.

"Kita beda Zach. Ayo, kita harus bergegas pergi."

"Tapi Om, Om sebenarnya siapa?" Zach semakin penasaran. Tadi saat mereka bertarung, Zach tidak menyadari kalau John juga berubah. Setelah pertarungan itu selesai, Zach baru melihatnya.

"Kita bicara nanti. Kita harus segera pergi dari sini."

Zach hanya diam saja. Bukan saatnya memaksa. Mereka harus mencari tempat yang aman. Sementara kotanya sudah tidak aman sekarang. Lantas dimana mencari tempat berlindung?

"Apa kita kembali saja ke villa itu. Karena di kota sepertinya sudah tidak aman?" desis John.

"Bagaimana kalau mereka juga ada disana, Om.?" Carol balik bertanya.

"Itu artinya sudah tidak ada lagi tempat yang aman." sahut John datar.

"Trus, tujuan kita ke mana? Tidak mungkin juga kan mutar-mutar di kota ini?"

"Tentu tidak. Tapi tidak mudah pergi dari sini. Semua jalan masuk dan keluar sudah diblokir. Kita hanya bisa bertahan." guman John.

"Apa Om akan menyerah begitu saja. Bukankah Om sudah berjanji akan melindungi kami?" kejar Carol.

"Om janji akan melindungi kalian. Tapi tidak mudah keluar saat ini. Sekarang kita harus beli persediaan dulu. Mengisi bahan bakar supaya kita mudah menghindari mereka."

"Apa kita tidak akan menarik perhatian orang-orang Om?" Zach khawatir kalau mereka akan diburu orang yang tidak dikenal.

"Sebisa mungkin kita harus menghindari keramaian." John melajukan mobil seraya memperhatikan dimana ada pom bensin. Selang berapa saat mereka melihat pom bensin. Ada juga mini mart. "Sepertinnya kita juga bisa belanja. Zach temani Carol belanja, Om akan isi bensin."

"Baik Om." Zach dan Carol keluar dari mobil.

"Tetap waspada!" John mengingatkan. Suasana tampak sepi. Tidak ada petugas yang menjaga. John menghampiri posko. Tapi tidak ada orang. John mengambil selang dispenser lalu menekan nozzle untuk mengalirkan bahan bakar ke tangki mobil.

Suasana terlalu senyap untuk hari yang masih sore. Desau angin terlalu dingin. Daun kering melayang dan jatuh tepat di depan kaki John. John menoleh ke arah Zach yang menuju mini market.

"Zach, aku ke toilet dulu, ya!" seru Carol saat melihat toilet tidak jauh dari mini market. Zach mengangguk dan mendorong pintu mini market. Sepi! Tidak ada seorang pun di dalam.

Sementara Carol telah keluar dari toilet. Di lihatnya pintu toilet pria, bergoyang dipermainkan angin. Suara pintu berderak.

Iseng, Carol melangkahkan kakinya hendak memeriksa pintu. Sepertinya ada yang menggajal dari dalam sehingga pintu tidak bisa tertutup rapat. Carol hendak melongokkan kepalanya, ketika Zach keluar dari mini market memanggilnya.

"Carol!" Zach melambaikan tanganya. Carol tersentak kaget. Urung memeriksa ke dalam toilet. Buru-buru dia menyusul Zach ke dalam mini market. Ternyata di dalam toilet itu adalah mayat yang terbujur kaku.

"Kok sepi Zach, pada kemana orang-orang?" Carol menatap ke sekeliling.

"Sudah abaikan saja. Ayo, cepat ambil apa yang bisa kita bawa."

"Jadi kita menjarah mini market ini?"

"Ini darurat Carol. Lagian kamu mau bayar kemana? Ayo cepat!" Zach mengambil plastik besar. Mengisinya dengan dengan berbagai snack. Setelah selesai Zach menarik lengan Carol supaya segera keluar.

"Tunggu Zach! Aku mau ambil sesuatu." tiba-tiba Carol ingat siklus haidnya sudah dekat. Dia kembali mengitari rak, mencari benda yang dia butuhkan. Saat itulah Carol, melihat dua karyawan mini market tergeletak dengan kepala nyaris putus.

Carol menjerit, berlari ke arah Zach. "Ada apa Carol?"

"Di-disana ada mayat!" teriak Carol ngeri. Dia berlari melewati Zach. Zach menyusul.

"Ada apa?" seru John mematikan ponselnya. Saat mendengar teriakan Carol.

"Om, ayo segera pergi dari sini." seru Carol.

"Tenang Carol, ada apa?" John berusaha menenangkan Carol.

"Ada mayat di dalam mini market Om. Semua orang mati satu persatu." ucap Carol shock. Zach juga berusaha menenangkannya.

"Sudah, kita pergi dari sini." John menghidupkan mesin. Dan keluar dari area pom bensin.

"Brukk!"

Tiba-tiba sesuatu jatuh menimpa kap mobil. Ada mayat yang masih mengeluarkan darah dari lehernya.

Carol menjerit histeris. John memundurkan mobilnya lalu bergerak maju. Mayat itu terjatuh menyisakan darah yang masih segar di kaca mobil. Tanpa memeriksa dari mana mayat itu jatuh. John melajukan mobilnya meninggalkan area pom bensin.

"Carol, kamu harus tenang. Kita sudah aman." Zach masih berusaha menenangkan Carol yang terguncang.

Rembang petang sudah turun, ketika John berhenti di sebuah penginapan. Mereka butuh istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Menjauh dari kota.

"Kita beristirahat dulu." John mematikan mesin mobil.

"Apa tempat ini aman Om?" tanya Zach padahal dia sadar pertanyaannya tidak akan ada jawaban pasti. ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!