NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11Kejujuran di Balik Pelarian

Kelopak mata Rina yang lentik itu bergerak perlahan, seolah sedang berjuang melawan beban yang sangat berat. Bunyi monitor jantung yang tadinya monoton kini berubah menjadi ritme yang lebih cepat. Perlahan, mata itu terbuka. Pandangannya masih kabur, namun hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan yang menyengat.

Gus Azkar dan Bian serentak berdiri lebih dekat. "Rina? Dek, kamu bisa dengar Mas?" tanya Azkar dengan nada yang sangat lembut, hampir seperti bisikan doa.

Rina menolehkan kepalanya sedikit. Air mata langsung menggenang di sudut matanya saat melihat dua pria itu ada di sana.

"Mas..." suara Rina sangat serak, hampir tidak keluar.

"Iya, ini Mas di sini. Jangan banyak gerak dulu," ucap Azkar, jemarinya mengusap dahi Rina yang masih dingin.

Rina memejamkan mata sejenak, isaknya mulai terdengar. "Maafin Rina... Rina kabur bukan karena Rina benci Mas..."

Azkar dan Bian terdiam, mendengarkan dengan seksama.

"Rina cuma takut... Rina belum siap," lanjutnya dengan napas yang masih pendek-pendek. "Rina dari dulu cuma pengen hidup tenang sendiri sampai Allah jemput... Rina capek sama dunia, capek sama harapan orang-orang. Rina pikir dengan menikah, beban Rina bakal nambah... Rina takut gagal lagi, Mas. Rina takut dunia makin pahit kalau Rina nggak bisa jadi istri yang baik buat Mas."

Ternyata, alasan Rina berlari bukan karena sosok Gus Azkar, melainkan karena trauma hidupnya sendiri. Rina sudah terlalu sering dikecewakan oleh keadaan, hingga ia merasa hidup sendiri tanpa terikat pernikahan adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Baginya, menikah adalah pintu menuju ekspektasi orang lain yang lebih besar, dan ia merasa pundaknya sudah terlalu lelah untuk memikul itu semua di usia 17 tahun.

Janji yang Baru

Mendengar kejujuran itu, Gus Azkar merasa hatinya tersayat. Ia menyadari bahwa ancaman-ancamannya sebelumnya justru memvalidasi ketakutan Rina bahwa dunia pernikahan itu "pahit".

"Dengar Mas, Dek," Azkar menggenggam tangan Rina dengan kedua tangannya, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya. "Mas yang salah karena membuatmu makin takut. Mas janji, mulai sekarang Mas nggak akan jadi bebanmu. Mas nggak akan menuntut kamu jadi apa pun. Kalau kamu mau sekolah, sekolah. Kalau kamu belum siap jadi istri seutuhnya, Mas akan tunggu."

Bian yang berdiri di sisi lain mengangguk, ia mengusap air matanya sendiri. "Rin, Gus Azkar udah berubah. Dia udah baca mimpi kamu. Kamu nggak sendiri lagi sekarang."

Rina menatap Azkar dengan tatapan yang sulit diartikan—ada keraguan, namun juga ada binar harapan. Mimpi yang dulu ia anggap aneh tentang jatuh cinta pada pria galak ini mulai terasa nyata, meski perjalanannya masih panjang.

"Mas beneran... nggak akan buat Rina hamil?" tanya Rina polos, mengingat ancaman Azkar di ruang inap sebelumnya yang membuatnya sangat trauma.

Azkar tertunduk malu, wajahnya memerah karena menyesal. "Enggak, Dek. Demi Allah, tidak akan... kecuali kalau nanti kamu sendiri yang meminta dan saat kamu sudah siap secara lahir dan batin. Sekarang, fokus saja buat sembuh dan kembali ke sekolah, ya?"

___________________________________________________

Suasana menjadi jauh lebih tenang dan penuh haru. Rina mulai merasa aman.?"

___________________________________________________

Suasana haru dan serius di dalam ruang ICU itu tiba-tiba pecah oleh suara derap langkah kaki yang tidak sabaran. Pintu besar itu terdorong kasar, dan sesosok gadis remaja dengan kerudung yang sedikit berantakan berlari masuk.

Itu Ila. Begitu melihat Rina sudah membuka mata, ia tidak peduli lagi siapa yang ada di depannya. Dengan kekuatan penuh, Ila mendorong Gus Azkar dan Bian hingga keduanya terhuyung ke samping.

"Ya Allah, Bak Rina! Aku kira Bak sudah metong!" seru Ila pecah dalam tangis. Ia langsung menghambur, memeluk Rina yang masih terbaring lemas dengan hati-hati namun sangat erat.

Gus Azkar dan Bian hanya bisa saling pandang, tak berkutik melihat aksi nekat gadis berusia 14 tahun itu.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!