NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11Kejujuran di Balik Pelarian

Kelopak mata Rina yang lentik itu bergerak perlahan, seolah sedang berjuang melawan beban yang sangat berat. Bunyi monitor jantung yang tadinya monoton kini berubah menjadi ritme yang lebih cepat. Perlahan, mata itu terbuka. Pandangannya masih kabur, namun hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih dan bau obat-obatan yang menyengat.

Gus Azkar dan Bian serentak berdiri lebih dekat. "Rina? Dek, kamu bisa dengar Mas?" tanya Azkar dengan nada yang sangat lembut, hampir seperti bisikan doa.

Rina menolehkan kepalanya sedikit. Air mata langsung menggenang di sudut matanya saat melihat dua pria itu ada di sana.

"Mas..." suara Rina sangat serak, hampir tidak keluar.

"Iya, ini Mas di sini. Jangan banyak gerak dulu," ucap Azkar, jemarinya mengusap dahi Rina yang masih dingin.

Rina memejamkan mata sejenak, isaknya mulai terdengar. "Maafin Rina... Rina kabur bukan karena Rina benci Mas..."

Azkar dan Bian terdiam, mendengarkan dengan seksama.

"Rina cuma takut... Rina belum siap," lanjutnya dengan napas yang masih pendek-pendek. "Rina dari dulu cuma pengen hidup tenang sendiri sampai Allah jemput... Rina capek sama dunia, capek sama harapan orang-orang. Rina pikir dengan menikah, beban Rina bakal nambah... Rina takut gagal lagi, Mas. Rina takut dunia makin pahit kalau Rina nggak bisa jadi istri yang baik buat Mas."

Ternyata, alasan Rina berlari bukan karena sosok Gus Azkar, melainkan karena trauma hidupnya sendiri. Rina sudah terlalu sering dikecewakan oleh keadaan, hingga ia merasa hidup sendiri tanpa terikat pernikahan adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Baginya, menikah adalah pintu menuju ekspektasi orang lain yang lebih besar, dan ia merasa pundaknya sudah terlalu lelah untuk memikul itu semua di usia 17 tahun.

Janji yang Baru

Mendengar kejujuran itu, Gus Azkar merasa hatinya tersayat. Ia menyadari bahwa ancaman-ancamannya sebelumnya justru memvalidasi ketakutan Rina bahwa dunia pernikahan itu "pahit".

"Dengar Mas, Dek," Azkar menggenggam tangan Rina dengan kedua tangannya, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya. "Mas yang salah karena membuatmu makin takut. Mas janji, mulai sekarang Mas nggak akan jadi bebanmu. Mas nggak akan menuntut kamu jadi apa pun. Kalau kamu mau sekolah, sekolah. Kalau kamu belum siap jadi istri seutuhnya, Mas akan tunggu."

Bian yang berdiri di sisi lain mengangguk, ia mengusap air matanya sendiri. "Rin, Gus Azkar udah berubah. Dia udah baca mimpi kamu. Kamu nggak sendiri lagi sekarang."

Rina menatap Azkar dengan tatapan yang sulit diartikan—ada keraguan, namun juga ada binar harapan. Mimpi yang dulu ia anggap aneh tentang jatuh cinta pada pria galak ini mulai terasa nyata, meski perjalanannya masih panjang.

"Mas beneran... nggak akan buat Rina hamil?" tanya Rina polos, mengingat ancaman Azkar di ruang inap sebelumnya yang membuatnya sangat trauma.

Azkar tertunduk malu, wajahnya memerah karena menyesal. "Enggak, Dek. Demi Allah, tidak akan... kecuali kalau nanti kamu sendiri yang meminta dan saat kamu sudah siap secara lahir dan batin. Sekarang, fokus saja buat sembuh dan kembali ke sekolah, ya?"

___________________________________________________

Suasana menjadi jauh lebih tenang dan penuh haru. Rina mulai merasa aman.?"

___________________________________________________

Suasana haru dan serius di dalam ruang ICU itu tiba-tiba pecah oleh suara derap langkah kaki yang tidak sabaran. Pintu besar itu terdorong kasar, dan sesosok gadis remaja dengan kerudung yang sedikit berantakan berlari masuk.

Itu Ila. Begitu melihat Rina sudah membuka mata, ia tidak peduli lagi siapa yang ada di depannya. Dengan kekuatan penuh, Ila mendorong Gus Azkar dan Bian hingga keduanya terhuyung ke samping.

"Ya Allah, Bak Rina! Aku kira Bak sudah metong!" seru Ila pecah dalam tangis. Ia langsung menghambur, memeluk Rina yang masih terbaring lemas dengan hati-hati namun sangat erat.

Gus Azkar dan Bian hanya bisa saling pandang, tak berkutik melihat aksi nekat gadis berusia 14 tahun itu.

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!