NovelToon NovelToon
A WINTER OF MY HEART

A WINTER OF MY HEART

Status: tamat
Genre:Karir / Angst / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Sinopsis
Aruna Rembulan Maharani
Gadis dengan kata-kata yang membelenggu.
Ia adalah editor handal yang hidup di balik tirai kata-kata puitis namun kosong. Di permukaan, Aruna terlihat tenang dan terkendali, seorang gadis yang pandai memoles keburukan dunia menjadi narasi yang indah.
Biru Laksmana Langit
Laki-laki dengan lensa yang memburu kebenaran.
Lahir di tengah gelimang harta keluarga Laksmana, Biru justru memilih menjadi anomali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Geometri rahasia biru

Kehidupan Biru Laksmana Langit ternyata tidak sesederhana kemeja flanel dan kamera tua yang ia bawa. Seminggu setelah kejadian di pantai, aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah kulakukan sebelumnya: mencari tahu.

Aku datang ke kantor lebih awal dan mencari berkas profil vendor. Di sana, aku menemukan sesuatu yang mengejutkan. Nama asli perusahaan yang menaungi Biru bukan sebuah agensi foto kecil, melainkan bagian dari korporasi besar milik keluarga Laksmana.

"Laksmana..." gumamku. Nama itu sangat familiar di kalangan pengusaha properti.

Sore itu, aku tidak pergi ke kafe. Aku mengikuti mobil Biru dari jauh. Dia tidak pulang ke apartemen sederhana yang pernah ia ceritakan. Dia berhenti di sebuah rumah sakit swasta kelas atas. Dengan jantung berdebar, aku membuntutinya masuk.

Aku melihatnya di lorong kamar VIP. Biru melepaskan jaket flanelnya, menyisakan kemeja putih yang tampak mahal. Wajahnya yang biasa tenang kini terlihat sangat lelah dan tertekan. Di dalam kamar itu, aku melihat seorang pria tua yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis.

Namun, bukan itu yang membuat duniaku berputar.

Di sudut ruangan, di atas meja samping tempat tidur, ada sebuah bingkai foto tua. Foto itu menunjukkan Biru yang jauh lebih muda, berdiri bersama seorang pria lain. Pria itu adalah Abhinara Bagas Semesta.

Napas daku tertahan. Mereka tidak hanya saling kenal. Mereka tampak seperti... saudara? Atau sahabat lama?

"Kenapa kamu di sini, Aruna?"

Suara itu muncul tepat di belakangku. Aku tersentak dan berbalik. Biru berdiri di sana, matanya tidak lagi hangat. Ada kilatan rahasia yang tertangkap basah.

"Kamu mengenal Abhi," tuduhku dengan suara bergetar. "Pesan itu benar. Kamu bukan orang asing yang kebetulan lewat. Kamu... kamu adalah bagian dari rencana ini?"

Biru menghela napas panjang, ia memijat pangkal hidungnya. "Duduklah, Aruna. Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan melihat satu foto."

"Jelaskan sekarang, Biru! Atau aku tidak akan pernah menemuimu lagi!"

Biru menatap pintu kamar pasien itu, lalu kembali menatapku. "Pria di dalam itu adalah ayahku. Dan Abhinara... dia adalah sepupuku. Dia adalah orang yang seharusnya memimpin perusahaan keluarga ini, sebelum dia mengacaukan segalanya dengan meninggalkanmu dan memilih Maira karena tekanan bisnis dari keluarga Maira."

Aku tertegun. Jadi selama ini, Biru adalah bagian dari lingkaran yang menghancurkanku?

"Aku mendekatimu bukan karena perintah siapa pun, Aruna," lanjut Biru, langkahnya mendekat, mencoba meraih tanganku tapi aku mundur. "Aku mendekatimu karena aku membenci apa yang sepupuku lakukan padamu. Aku melihat bagaimana dia menghancurkan fajar seseorang hanya demi angka-angka di saham perusahaan. Awalnya, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja. Tapi kemudian... aku benar-benar jatuh ke dalam musim dinginmu."

"Jadi semua ini... riset proyek, pertemuan di kafe, itu semua sudah direncanakan?" suaraku hampir hilang.

"Pertemuan pertama di kafe itu nyata, Na. Tapi benar, aku yang meminta Pak Hendra agar aku bisa masuk ke proyekmu. Aku hanya ingin melindungimu dari Abhi yang mulai mencarimu lagi setelah dia sadar bahwa pernikahannya dengan Maira adalah penjara."

Aku tertawa pahit. "Melindungiku? Dengan cara membohongiku tentang siapa kamu sebenarnya? Kamu bilang kamu samudra, Biru. Tapi ternyata kamu adalah palung yang paling gelap."

Aku berbalik dan berlari keluar dari rumah sakit itu. Di kepalaku, pesan misterius itu kembali terngiang. Jangan percaya pada langit yang tenang. Biru memang tidak membakarku seperti Abhi, tapi dia menenggelamkanku dalam kebohongan yang jauh lebih dalam.

Malam itu, musim dinginku kembali dengan badai yang lebih hebat. Aku pulang, mengunci pintu, dan mematikan semua lampu. Dalam kegelapan, aku menyadari satu hal yang paling menyakitkan: Es di hatiku tidak pecah karena benci, tapi karena ia dipaksa mencair oleh seseorang yang ternyata adalah bagian dari sumber luka itu sendiri.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Wiwik Darwasih
bagus👍
deepey
bikin meleleh..
deepey
salam kenal kk.
Isti Mariella Ahmad: Salam kenal 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!