Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
"Maaf saya telat," ucap Kellano.
"Tidak apa-apa, Tuan. Saya mengerti," jawab Zidan.
Keduanya saling berjabatan tangan, lalu duduk saling berhadapan.
Kellano harusnya datang satu jam yang lalu, namun gara-gara kedatangan Regita waktunya menjadi terhambat.
Ternyata benar, Tuan Kellano masih muda, batin Zidan.
Ini adalah pertama kalinya Zidan bisa berhadapan langsung dengan Kellano Gavintara. Seorang pengusaha muda berbakat yang belakangan ini namanya sedang santer diberitakan.
Zidan sangat mengagumi sosok Kellano, karena di usianya yang masih muda, pria tampan itu sudah berhasil menjadi pengusaha tersukses di negeri ini.
Pertemuan Zidan dan Kellano bertujuan untuk merealisasikan kerja sama yang sebelumnya sempat dibicarakan. Setelah membaca hasil audit, dan memastikan tidak ada masalah, Kellano akhirnya menyetujui proposal yang Zidan ajukan. Selain bekerja sama, Kellano juga akan menanam modal untuk perusahaan itu.
"Baiklah, saya setuju."
Ucapan Kellano itu membuat Zidan bersorak dalam hati. Pria itu tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Ini adalah pencapaian pertamanya yang luar biasa. Karena sebelumnya, selalu Azelva yang menjadi alasan klien-klien besar berada di perusahaannya.
Lihatlah, aku juga bisa diandalkan. Bahkan aku bisa mendapatkan klien yang hebat seperti Gavintara Corp, batin Zidan.
Zidan seolah ingin membuktikan pada orang-orang yang selama ini meremehkannya. Jika dirinya bukanlah parasit yang hanya menumpang hidup, bukan benalu yang hanya menjadi beban.
Tok tok tok
Di tengah-tengah proses meeting, tiba-tiba saja Venya masuk sambil membawa nampan di tangannya.
"Ini kopinya, silahkan diminum!" Ucap Venya sambil memperlihatkan senyum di bibirnya.
Niat hati ingin membuat Kellano terkesan, namun tindakan Venya itu justru membuat Kellano murka. Pria tampan itu bahkan menghentikan gerakan tangannya yang hendak menandatangani kontrak kerja sama.
"Kenapa wanita itu masih di sini?" Tanya Kellano sambil memicingkan matanya. Mata tajamnya menatap Venya penuh kebencian.
Ditatap seperti itu oleh Kellano membuat tubuh Venya sedikit bergetar. Ia tidak menyangka wajah tampan Kellano yang 11/12 dengan Dylan Wang, ternyata memiliki aura mencekam bak dewa kematian. Venya sampai bergidik ngeri saat tak sengaja bersitatap dengannya.
"Maaf, Tuan. Dia sekretaris saya," ucap Zidan.
Zidan pikir Kellano mempertanyakan Venya, karena wanita itu tiba-tiba masuk ke dalam ruang meeting.
"Saya tahu, yang saya tanyakan, kenapa wanita ini masih menjadi sekretaris Anda? Bukankah dalam hasil audit, Dia terbukti korupsi?"
Kellano cukup terkejut, ia tidak menyangka Zidan masih mempertahankan wanita itu di perusahaan. Jika itu karena cinta, sungguh sangat miris. Cinta Zidan melampaui realistis.
Sial, batin Zidan.
Zidan lupa jika Kellano mengantongi hasil audit. Di sana tertera dengan jelas kecurangan yang dilakukan Venya. Dan satu hal yang pasti, Kellano bukan orang yang mentolerir sebuah kecurangan apalagi pengkhianatan.
"Se-sebenarnya semua yang terjadi hanya kesalahan pahaman, Tuan. Venya---"
"Anda pikir saya bodoh?" Kellano murka. Ia merasa dipermainkan oleh Zidan. "Dia melakukan penggelapan dana hampir 2 milyar rupiah, dan Anda menganggap ini hanya kesalahan pahaman?"
Prakkk
Kellano melemparkan berkas hasil audit di depan mata Zidan.
"Anda benar-benar meremehkan saya, Tuan Zidan." Kellano mengeraskan rahangnya, ia benar-benar murka.
"Maafkan saya, Tuan Kellano. Saya tidak bermaksud meremehkan Anda. Saya hanya ingin memberikan kesempatan pada Venya," ucap Zidan dengan hati-hati. "Karena Venya sudah berjanji akan mengembalikan uang perusahaan yang sudah dia ambil," imbuhnya.
Tentu saja Zidan hanya mengarang, dan sayangnya Kellano membaca dengan jelas kebohongan di wajah Zidan.
Azel... Azel... kenapa punya suami bodoh begini?Batin Kellano.
"Saya tidak peduli. Yang namanya maling tetap maling," ucap Kellano tanpa bantahan. "Jika Anda masih ingin bekerja sama dengan saya, pilihannya cuma satu, pecat dia dari Shawn Lane. Karena, saya tidak mau bekerja sama dengan perusahaan yang di dalamnya ada maling," ucapnya lagi penuh penekanan.
Zidan terlihat bingung, di satu sisi, ia tidak ingin kehilangan kesempatan bekerja sama dengan Gavintara Corp. Bukan hal mudah bisa mendapatkan kepercayaan dari seorang Kellano. Banyak perusahaan-perusahaan besar di luar sana yang mengantri ingin bekerja dengan Gavintara Corp. Dan sebuah kehormatan besar, Gavintara Corp lebih memilih Shawn Lane sebagai partner.
Namun di sisi lainnya, Zidan sudah terikat perjanjian dengan Venya. Walaupun ia sangat ingin mengingkarinya, namun Zidan takut karena Venya memegang rahasianya yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam.
Dasar bodoh, memutuskan hal mudah begini saja dia susah. Tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak aku ketahui, gumam Kellano dalam hati.
Dari raut wajah Zidan yang terlihat frustasi, Kellano yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Zidan dan Venya. Hubungan diantara keduanya bukan hanya sekedar cinta. Dan itu terlihat dari cara Venya yang menatap Zidan penuh intimidasi.
Tapi sepertinya aku bisa menggunakan kesempatan ini, gumam Kellano. Diam-diam pria itu menyunggingkan senyum iblisnya.
Kellano memberikan kode pada Zola, sang asisten. Dan hanya lewat kedipan mata saja, asistennya itu bisa paham maksud sang Tuan.
"Baiklah, Tuan Zidan. Sepertinya saya tahu pilihan Anda." Zidan mulai bangkit dari kursinya, disusul oleh Zola yang mengekor di belakangnya.
"Tuan Kellano, apa tidak ada pilihan lain?"
Kena kamu, batin Kellano dengan seringai di bibirnya. Pria itu sudah menduga Zidan akan mengatakan itu.
"Sebenarnya, ada satu pilihan lagi. Tapi saya tidak yakin Anda mau menyetujuinya," ucap Kellano. Pria itu kembali duduk di kursinya.
"Apa Tuan?" Zidan terlihat antusias, begitupun Venya yang merasa keberadaannya mulai aman di perusahaan itu.
"Saya minta 50% saham Shawn Lane."
...----------------...
Sementara itu, setelah Azelva mengetahui jika Regita adalah istri Kellano, wanita cantik itu terlihat mengurung dirinya di dalam kamar. Entah kenapa Azelva merasa tidak rela jika Arlend terlahir dari rahim wanita itu.
"Arlend anak mama kan, Sayang?" Azelva memeluk erat bayi tampan itu. Ia takut Regita akan mengambil Arlend darinya. Apalagi jika Kellano dan Regita benar-benar bercerai, bukan tidak mungkin Regita akan memperjuangkan hak asuh Arlend.
Mommy Yumna diam-diam menitikkan air matanya. Wanita paruh baya itu ikut sedih mendengar ucapan Azelva.
"Sayang, Tante bawakan makan siang."
Mommy Yumna masuk ke dalam kamar Azelva sambil membawa makan siang untuk Azelva. Yumna sangat khawatir karena seharian ini Azelva tidak makan apa pun, sementara ia harus tetap menyusui Arlend.
"Azel gak laper, Tante."
"Sayang, Kamu harus makan. Kamu gak kasihan sama Arlend, kalau Kamu sakit bagaimana?"
Azelva terdiam. Ia menatap Arlend dengan mata berkaca-kaca. "Tante benar, aku gak boleh sakit. Aku harus jagain Arlend."
Mommy Yumna mengambil alih Arlend dari tangan Azelva. Ia membiarkan Azelva mengisi perutnya lebih dulu. Walaupun Yumna tahu, saat ini Azelva tidak memiliki selera untuk makan, tapi Azelva berusaha menghabiskan makanannya demi Arlend. Dan Yumna sangat kagum melihat betapa tulusnya wanita yang sudah ia anggap putrinya itu.
"Kamu jangan khawatir, Sayang. Arlend akan selalu bersama kita. Kellan tidak akan membiarkan wanita gila itu mengambil Arlend," ucap Yumna.
Azelva menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air mata. Ia sangat ingin mempercayai ucapan Yumna, namun Azelva tidak bisa membuang keraguan dalam hatinya.
Sejahat apa pun Regita, dia tetaplah seorang ibu. Pasti dia ingin bersama anaknya. Yaa Tuhan... apa aku egois jika berharap Arlend terus bersamaku?
To be continued