Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertama kali bertemu
Sepuluh tahun kemudian
Seorang gadis cantik dan lembut melangkah sembari menggandeng tangan seorang pria paruh baya. di depan semua orang, mereka tengah berdiri . begitu banyak yang kagum akan kecantikan gadis itu
" Selamat malam semuanya. malam ini perkenankan saya untuk memperkenalkan Putri semata wayang saya. dan dia akan menggantikan posisi saya kelak di perusahaan kita. Hanaya Santoso" ucap pria itu yang tak lain adalah Rinto Santoso
" Setelah nanti putri saya menyelesaikan pendidikannya, maka dia akan menggantikan saya. jadi, saya harap kerjasama kalian semua" ucap pak Rinto lagi
" Semoga saja Nona Hana bisa menjalankan perusahaan sebaik anda Pak Rinto" ucap seseorang di antara mereka
" Kalian tenang saja, maka dari itu saya akan mengirimnya ke luar negeri untuk belajar agar bisa menjalankan perusahaan dengan baik" jawab pak Rinto dengan senyum ramah
" Kalau begitu saya sangat setuju, Pak" ucapnya kembali
Setelah acara perkenalan itu selesai Mereka pun akhirnya pulang
" Sayang, besok kamu akan berangkat. Ayah harap, kamu baik-baik di sana. belajarlah dengan giat" pinta Rinto
" Iya. Ayah tenang saja, aku janji tidak akan mengecewakan Ayah" jawab Hana dengan senyum yang sangat manis
" Ayah percaya padamu, nak. setelah kamu kembali, jadilah pemimpin perusahaan yang ayah bangun dengan susah payah" ucapnya
Setelah mengucapkan itu, Rinto seketika mengenang masa sulitnya saat Rina meninggalkan mereka. saat itu, dia rela membanting tulang agar bisa menghasilkan uang yang banyak. tanpa dia sadari, akhirnya dia bisa membangun kembali perusahaannya yang dulu sempat bangkrut
******
Hana keluar dari bandara negara Los angeles. di sana, sudah ada seorang gadis cantik yang tersenyum bahagia sembari melambaikan tangan begitu melihat kedatangan nya
Garis itu segera berlari ke dalam pelukan Hana
" Long time no see" ucapnya saling berpelukan
" Akhirnya kita bertemu lagi, senang banget aku" ucap Hana terlihat bahagia
" Iya aku juga senang banget, makanya aku tuh semangat empat lima waktu kamu bilang akan melanjutkan pendidikan di sini" ucapnya
Mereka menggunakan sebuah taksi untuk pergi dari bandara dan menuju tempat tinggal yang akan hana tempati
" Oh iya, gimana kabar Ayah?" tanya Vira. sahabat hana sedari kecil. dia memang memanggil Rinto dengan sebutan ayah. dia sudah menganggap Hana dan ayahnya sebagai keluarga
" Ayah baik-baik saja" jawab hana
" Syukurlah. ayo aku tunjukkan kamar kamu" ucap vira
Setelah beberapa hari menyiapkan segalanya, Hana pun akhirnya akan menjadi mahasiswi di kampus ternama itu. Dengan bantuan Vira yang setia menemaninya
" Gak salah?" Ucap Vita sedikit terkejut melihat penampilan sahabatnya
" Apanya yang salah?" Tanya Hana kembali
" Penampilan kamu seperti ini. Itu yang salah, Hana" jawab Vira
" Kenapa dengan penampilanku? Bukankah sedari dulu aku selalu seperti ini?" Tanya Hana
" Bukan gitu maksud aku. Tapi sekarang kita tuh berada di luar negeri Hana, kamu gak bisa merubah sedikit penampilan kamu? Maksud aku, biar cowok tuh ada yang klepek sama kamu, sayang" ucap vira
" Hahaha.., aku gak butuh sayang. Aku kemari untuk belajar, agar bisa melanjutkan perusahaan ayahku. Aku memang sengaja berpenampilan culun seperti ini. Dengan kaca mata ini, aku yakin gak akan ada yang akan tertarik padaku" jawabnya
" Ya sudahlah, terserah kamu saja. Ini hari pertama kamu bergabung di kampus itu. Aku harap semua akan baik-baik saja" ucap Vira
" Kamu tenang saja. lebih baik sekarang kita jalan" ajak Hana melangkah lebih dulu
_________
Tak terasa, sudah 2 tahun hana di sana. dia benar-benar belajar dengan giat. hingga suatu hari dia tak sengaja menabrak seorang pria
" Maaf aku tak sengaja" Ucap pria itu tertunduk
Tentu saja ucapan pria itu membuat hana sedikit terkejut tapi merasa senang juga
" Maaf kamu dari indonesia" tanya Hana penasaran
" Iya, kamu juga?" ucap pria itu
" Iya aku juga dari indonesia" jawab Hana tersenyum
" Hahaha.. kok bisa kebetulan kita sama-sama dari indonesia" ucap Rangga
" Ya karena emang aku belajarnya di sini. Tapi aku senang karena ternyata ada warga negaraku di sini" ucap Hana kembali tersenyum manis
" Kalo begitu, kenalin aku rangga" ucapnya mengulurkan tangannya
" Aku hana" jawabnya menyambut uluran tangan pria itu
" Wah nggak nyangka bisa ketemu orang indo di sini ya ucap Rangga
" Hehehe.. iya sih, sku juga berpikiran kayak gitu. Oh iya kamu kuliah di sini juga?" Ujar hana
" Iya, aku ingin belajar tentang bisnis untuk melanjutkan perusahaan keluarga ku" jawabnya
" Benarkah?"
" Iya, kalau kamu gimana?"
" Aku juga sama" jawabnya tersenyum
" Hana..."
Hana memalingkan wajahnya ke asal suara, terlihat dari jauh Vira melangkah menghampirinya
" Han, siapa dia?" Tanya Vira
" Vir, kenalin ini Rangga, dia orang Indonesia juga" ucap hana tersenyum
" Oh ya? Benarkah? hai, aku Vira. salam kenal, ya" ucap Vita mengulurkan tangannya
" Hai, aku Rangga" jawabnya tersenyum
" Ya udah yuk, kita jalan sekarang aja, takutnya telat kita" ajak Vira pada Hana
"Baiklah, maaf ya Rangga kita harus pergi" ucap Hana pamit dan di jawab dengan senyuman oleh Rangga
Setelah beberapa hari pertemuan itu, hana mendapat sebuah pesan dari nomor barum dia hanya mengabaikan pesan itu tanpa membacanya
Tok... Tok...
" Han, aku masuk ya" ucap Vira
" Masuk aja, Fir" jawabnya dari dalam kamar
Hana sedikit terkejut melihat Vira yang masuk dengan menenteng sebuah koper
" Kamu mau ke mana?" Tanyanya dengan wajah bingung
" Aku akan balik ke Indonesia untuk sementara"
" Kenapa? kok tiba-tiba?"
" Papaku sakit. kamu gak apa-apa kan aku tinggal sendiri?"
" Gak apa-apa, tapi kamu akan kembali, kan?"
" Aku juga gak tahu. tapi doakan saja semoga kesehatan papaku cepat membaik"
" Aamiin, aku pasti doain"
" Ya udah kalau gitu, aku jalan dulu" ucapnya memeluk Hana
Sejak kepergian Vira, Hana menjadi sendiri. biasanya dia ke kampus atau pulang ke asrama selalu bersama Vira, ada rasa kesepian yang kini dia rasakan
Beep... Beep...
Suara klakson mengejutkan hana yang sedang berjalan seorang diri
" Hai" ucap sang pengemudi pada Hana saat menghentikan laju mobilnya
" Rangga?" Ucap Hana
" Ini mobil siapa?" Tanya Hana
" Mobil sewaan" jawabnya sedikit tersenyum malu
" Oiya, kamu mau pulang? aku anterin, ya. aku dengar, Vira balik ke Indonesia, ya" ucap Rangga
" Iya, papanya sedang sakit" jawab Hana dengan wajah sedih
" Oh, pantas saja aku perhatikan kamu akhir-akhir ini selalu sendirian"
" Kamu memperhatikanku?"
" Iya, udah lama malah. sejak aku bertemu pertama kali dengan gadis cantik yang bernama hana" jawab rangga
" Dasar tukang gombal"
" Hehehe.. yuk, aku antar. kebetulan aku juga lewat sana" tawarnya
" Gak usah, aku bisa jalan sendiri. lagian aku udah biasa jalan kok" tolak Hana sopan
" Ayolah, please..." ucap Rangga sedikit memohon
" Baiklah" jawab Hana akhirnya luluh
Rangga membuka pintu mobil untuk Hana. sebenarnya Hana kurang nyaman dengan sikap seperti itu. Tapi tetap saja dia tak lupa mengucapkan terima kasih
" Mulai sekarang, aku akan menjemput dan mengantarmu pulang" ucap Rangga begitu dia melajukan mobil
" Gak usah, aku gak enak sama kamu" tolak Hana
" Gak apa-apa, aku hanya ingin lebih dekat sama kamu. soalnya kalau aku chat gak pernah direspon"
" Maksudnya? jadi yang selalu ngirim pesan ke aku itu kamu?"
" Iya susah banget sih dihubungin"
" Maaf, aku pikir itu hanya nomor orang iseng"
" Tapi sekarang kamu sudah tahu, kan? jadi jangan lupa simpan kontak ku "
" Baiklah "
" Ya sudah masuklah beristirahat, aku akan menghubungimu nanti. tolong dijawab, jangan dicuekin lagi, ya"
" Iya, terima kasih karena sudah mengantarku pulang" ucapnya sebelum Rangga melajukan mobilnya