semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RARA DAN JON JADIAN
AWAS ADA ADEGAN PANAS***
satu bulan telah berlalu setelah pertemuan rara dengan keluarga jon, dan setelah kejadian itu rara dan jon semakin akrab keduanya sering jalan bersama, telepon bersama bahkan sesekali jon datang kerumah rara dan kedua orang tua sangat menyukai lelaki itu.
seperti saat ini, jon membawa rara kesebuah restauran dan jon akan mengungkapkan perasaan nya pada rara, sebisa mungkin lelaki itu membawa rara keliling agar susana hatinya bahagia setelah mengunjungi beberapa tempat akhirnya rara memutuskan untuk pulang,
"loh.. kita mau kemana?? " tanya rara karna jon mengambil jalan arah lain, Jon hanya tersenyum
Jon memutar mengambil arah menuju pantai, setelah sampai rara sedikit terkejut
"Jon.. kita ngapain kesini, ini sudah jam sebelas? "
Jon turun dari mobil lalu mengitari mobilnya dan langsung membuka pintu untuk rara, rara pun keluar , jon menuntunnya menuju pinggir pantai yang cuacanya tidak gelap dan juga tidak terang
disana ada beberapa kursi dan jon memilih kursi yang berkuasa dua orang
"jon..? "
"udah duduk dulu aja! "
Rara pun menurut dan duduk di kursi laku jon ikut duduk
"dingin ya? " tanya jon
"sedikit sih.. lagian kamu kenapa bawa aku kesini sih.. ini sudah larut malam loh? "
Jon terdiam beberapa menit , lalu tangannya tiba tiba menyentuh tangan rara, rara sedikit terkejut,
"ra?? "
Rara menoleh
"kamu tau gak? "
"nggak? "
"husst... diam dulu napa.. aku belum bicara langsung kamu potong"
"ih iya. maaf"
"kamu tau nggak.. pertama kali kita bertemu? "
"ingat... dirumah sakit kan? " potong rara lagi
"bukan! " rara mengerutkan kening nya
"pertama kali kita bertemu saat kita gak sengaja bertabrakan, kamu sangat cuek saat itu, kamu tau.. aku langsung memiliki perasaan pada saat itu, namun sebisa mungkin aku membunuh perasaan ku itu, namun siapa sangka Tuhan selalu mempertemukan kita, dan disitulah aku yakin , aku benar benar jatuh cinta sama kamu dan usahaku untuk melupakan mu aku ganti menjadi berusaha mengejarmu "
"JON!! "
"ssttt" jon meletak kan jari telunjuk nya pada bibir rara
"Ra.. aku tidak bisa melupakan mu, setelah sekian lama ku menutup hati pada seorang wanita, hanya satu wanita yang bisa membuka nya dan wanita adalah kamu,, aku ingin kamu menjadi PEMILIK HATIKU aku menyukaimu ra" jantung rara berdetak kencang mendengar pengakuan JON
"RA.. aku tidak memaksamu, jika kamu tidak memiliki perasaan padaku, aku mohon jangan menjauh dariku, biarkan aku mencintamu meski cintaku tidak terbalas dengan begitu aku juga merasa bahagia " Jon melihat tidak ada reaksi, jawaban atau pun penolakan pada rara
Jon mendekat pada rara perlahan wajahnya mendekati wajah rara jantung rara makin berdegup saat wajah keduanya sudah berdekatan, rara memejamkan mata
"cup"
Jon mengecup bibir rara,
"cup" jon mencium kedua kalinya dan ciuman ketiga jon mencium rara dalam waktu lama perlahan jon melumat bibir manis rara entah dorongan hasrat, nafsu, GOdaan shaytan atau perasaan rara yang juga sama akhirnya rara menerima ciuman itu, keduanya berlarut dalam Ciuman panas tersebut jon memegang pipi rara lalu tangan nya kebelakang memegang tengkuk rara untuk memperdalam ciuman nya setelah merasa hampir kehabisan oksigen keduanya melepas parutan mereka wajah rara sangat merah karna menahan malu begitu pun dengan jon... ada rasa bahagia dihatinya, dengan rara menerima ciuman nya tadi ada sedikit harapan bahwa wanita itu juga memiliki perasaan terhadapnya
"Ra? "
"udah malam.. kita pulang yuk? " potong rara cepat dan jon pun mengangguk lalu keduanya meninggalkan pinggir pantai
"RA maaf ya soal yang tadi,, aku!! "
"iya.. " jon sedikit terkejut, sangkanya rara marah tau-taunya ,, ah sudah lah
"Ra,, soal perasaan ku tadi apa kamu kamu membalasnya?? "
"sudah sampai!! " jawab rara, dan benar saja, jon baru sadar kalau mobilnya sudah berada di depan rumah rara, rara keluar dari mobil laku kembali menutupnya namun sebelum pergi rara berbalik
"JAWABAN NYA IYA! " ucap rara lalu meninggalkan mobil jon dengan wajah bahagia sekaligus malu
Jon lagi lagi terkejut dengan jawaban rara
"YES" jon sangat bahagia lalu kembali memutar mobil untuk pulang ke rumah nya