Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18+
"Sayang.."Erang Jeon meraba sisi tempat tidur. Dia membuka mata karena merasakan sunyi dan dingin di kamar mereka. Jeon segera bangkit dari kasur dan mencari kekasihnya.
"Sayanggg...."Tangan Jeon melingkari pinggang ramping Emily. Gadis itu sedang sibuk dengan spatulanya dan sedikit terkejut mendapati Jeon memeluknya. Emily tertawa sembari mengusap punggung tangan Jeon yang berada di perutnya.
"Ada apa...ini masih pagi dan kamu sudah bangun..?"
"Bagaimana aku tidak bangun,aku kedinginan karena tak ada yang bisa dipeluk.."
"Alasan..cibir Emily sembari membalik telur di wajan. "Cucilah muka,ayo sarapan "
Tangan Emily berusaha melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Tapi Jeon begitu erat memeluknya,hidung bangirnya sibuk menciumi rambut Emily yang masih terlihat sedikit basah. Jeon menggigit main-main telinga Emily membuat sang empu terkikik geli.
Jeon mematikan kompor sembari mengusap perut Emily sensual.Tangannya bergerilya kesana kemari membuat Emily mendesah tanpa dia sadari.
"Ehmmm..."Jeon tersenyum disela lumatan pada bibir mungil Emily. Pria itu menggendong Emily dan menaikkan tubuhnya ke atas meja makan.Piyama yang di kenakan gadis itu sudah separuh terbuka, wajahnya terlihat sangat cantik dengan bibir membengkak karena lumatan pria Jeon.
"Sayangggg...aku mau ya"Rengek Jeon terdengar.
Emily hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari mengelus sudut bibir Jeon yang masih terlihat membiru. Sesekali Emily menggigit bibirnya karena menahan desahannya sendiri.
"Bibirmu masih luka, nanti saja ya.Kita sarapan dulu..ehmmm..ahhhhh" Desahan kembali lolos dari bibir mungilnya.
Jeon tidak mengindahkan ucapan kekasihnya,dia semakin gencar mencumbu Emily.Tangannya sibuk meremas dua gunung kembar milik Emily, sedangkan bibirnya sudah turun ke arah kemaluan gadis itu.
"Ahhhh...ahnnnnn ahnnnnn, Jeonnnn"Rengek Emily menahan gelora nafsu yang sudah membumbung tinggi.
Bunyi kecipak basah kembali terdengar saat Jeon kembali memagut bibir merah Emily.Lidah mereka saling membelit tak ada yang mau mengalah. Desahan dan geraman terdengar seperti harmoni yang indah.
Pria Jeon membuka celana tidur yang dia kenakan sehingga terpampang lah kejantanan yang sudah menegang. Dia menggesekkan kejantanannya yang besar dan berurat itu di luar kemaluan Emily.
"Ehmmmm...sayangggg...ayo masukinnn"Rengeknya lagi.
Pria Jeon tertawa mendengar Emily yang terdengar merengek dan memohon untuk segera menghancurkan lubang sempit itu.Dia memasukkan sedikit demi sedikit kejantanannya sengaja menggoda kekasihnya.
"Jeonnnnnn... hentikan,fuck meeee
Ohhhhh....fuck me, please"
Jeon menusukkan seluruh kejantanannya kedalam lubang sempit milik Emily. Pria itu meringis merasakan ngilu karena pijatan dari kemaluan Emily.Lubang sempit itu seakan meremas kejantanan Jeon Respati.
"Ahhhhh...ahhhh..ahhhhh sayangggg.lebih dalam lagi... Ohhhhh..."
Suara Emily memacu semangat Jeon untuk terus memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Geraman Jeon terdengar karena rasa nikmat yang luar biasa dia rasakan.
"Ahhh...aku mau keluarrr,ahhhhh"Kaki Emily sedikit tertekuk saat pelepasan kesekian kalinya.Jeon membiarkan kekasihnya merasakan kenikmatan yang baru dia dapatkan. Tangannya membelai perut Emily dengan lembut.
Jeon kembali menggerakkan pinggulnya setelah dirasa Emily siap untuk kembali dihancurkan. Kedua kaki Emily dibawa naik ke atas bahu kokoh sang pria. Badan mungil itu terlihat sudah sangat lelah dengan pergulatan panas mereka. Setelah beberapa kali hentakkan akhirnya pria Jeon mengeluarkan cairannya didalam tubuh Emily.Badannya ambruk di atas perut sang kekasih. Sudah sangat sering mereka melakukan hubungan intim tapi rasanya masih sangat luar biasa bagi Jeon.
Emily mengusap peluh yang menetes di dahi kekasihnya. Dia membelai rambut hitam milik Jeon sembari membisikkan kata cinta. Emily juga memuji betapa perkasanya Jeon Respati. Pria itu memeluk erat tubuh Emily yang masih berada di atas meja makan mereka.
"Ayo nanti kerumah besar keluarga Jeon..kita meminta restu untuk menikah"
Emily terkejut mendengar ucapan kekasihnya, kenapa tiba-tiba pikirnya. Pria itu mengelus perut Emily beberapa kali dan menciumnya.
"Aku ingin kamu segera hamil.."ucapnya lagi.
Haii para readers yang baik, terimakasih sudah membaca cerita ini. Diharapkan bijak untuk melihat tanda ya..aku juga minta tolong untuk selalu like dan komen yaaa.Semoga kita semua selalu bahagia dan sehat selalu..❤️