NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sebulan berlalu, kandungan Sari semakin hari semakin membesar. Aldo semakin tidak nyaman hidup bersama Sari yang selalu menekannya dan mengontrol dirinya. Sari juga selalu menaruh curiga pada Aldo setiap kali Aldo terlambat pulang dari kantor.

  Sari: "Kamu terlambat pulang lagi dari kantor, mas. Biasanya kamu sudah berada di rumah pukul 6 sore." ucapnya dengan wajah yang cemberut.

  Aldo: "Kebetulan hari ini jalanan macet, Sari. Aku telat 20 menit saja, kan?" sahutnya pelan.

  Sari: "Jangan bohong padaku, mas. Kamu pasti menemui Sari dan Kenzo." ucapnya dengan suara lantang.

  Aldo: "Aku tidak pernah bertemu dengan mereka. Hana juga tidak sudi melihat wajahku lagi." ucapnya pelan.

  Sari: "Jadi, kamu punya keinginan untuk bertemu Hana?" tanyanya. "Jawaaab, mas." bentaknya.

  Aldo: "Jangan membuatku tambah pusing, dong. Aku sudah banyak pekerjaan di kantor." teriaknya. "Aku tidak tahan denganmu, Sari. Kamu selalu menekanku dan mengontrol kegiatanku." ucapnya dengan suara yang keras.

  Sari: "Aku bilang, aku tidak suka kamu bertemu dengan Sari dan Kenzo." bentaknya.

  Aldo: "Aku tidak bertemu dengan mereka. Berapa kali harus aku katakan padamu, Sari." ucapnya. Pertengkaran itu selalu terjadi saat Aldo pulang telat dari kantornya, mbok Surti yang merupakan asisten rumah tangga mereka terkadang merasa sangat terganggu dan ketakutkan saat mendengar teriakan Sari terhadap Aldo.

  Sari: "Aku akan menelpon Hana sekarang." ucapnya dengan penuh amarah. Aldo menatap wajah Sari dengan tatapan tajam, ia tidak menyangka Sari sebenci itu pada Hana padahal Aldo dan Hana tidak pernah bertemu sejak mereka berpisah.

  Aldo: "Untuk apa kamu menelponnya Sari?" tanyanya dengan heran. "Kami sudah tidak pernah berkomunikasi lagi." ucapnya lagi. "Kamu hanya mempermalukan dirimu saja." ucapnya dengan suara yang keras. "Kita berdua sudah menghianatinya, jangan membuat Hana semakin membenci kita." ucapnya dengan perasaan bersalah.

  Sari: "Kamu selalu memikirkan perasaan Hana, mas." teriaknya. "Kamu tidak pernah memikirkan perasaanku." ucapnya lagi.

  Aldo: "Aku tidak bisa memahamimu, Sari." ucapnya dengan perasaan tertekan. Saat mereka masih beradu mulut, seseorang mengetuk pintu rumah itu. Mbok Surti berlari kecil menuju ke pintu utama dan membukakan pintu itu.

  Mbok Surti: "Cari siapa, mbak?" tanyanya sambil menatap wajah wanita cantik yang berdiri di depannya. Wanita itu memakai rok mini dan pakaian yang agak terbuka.

  "Apakah pak Aldo ada?" tanya wanita muda itu sambil tersenyum tipis.

  Mbok Surti: "Ada di dalam, mbak." sahutnya pelan.

  "Katakan saja aku mencarinya." ucap wanita muda itu.

  Mbok Surti: "Maaf, siapa nama mbak?" tanyanya lagi dengan bingun.

  "Namaku Cindy. Aku sekretaris pak Aldo." ucapnya dengan suara lembut.

  Mbok Surti: "Sebentar, ya, mbak Cindy." ucapnya. Mbok Surti membalikkan badannya, ia berjalan pelan menemui Aldo dan Sari yang berada di ruang tengah.

  Mbok Surti: "Maaf, tuan. Di depan ada yang mencari tuan. Namanya Cindy." ucapnya terbata-bata. Sari menatap wajah Aldo dengan tatapan tajam.

  Sari: "Siapa Cindy, mas?" tanyanya dengan penuh kecurigaan.

  Aldo: "Cindy adalah sekretarisku." ucapnya pelan. Aldo menoleh pada mbok Surti dan berkata: "Katakan padanya, aku akan menemuinya." ucapnya lagi.

  Mbok Surti: "Baik, tuan." sahutnya sambil kembali berjalan pelan menemui Cindy yang masih berdiri di depan pintu rumah Aldo.

  Sari: "Aku ikut denganmu, mas. Kita temui berdua." ucapnya dengan wajah tegang. Aldo dan Sari melangkah sampai ke depan pintu, Sari memegang tangan Aldo dengan erat dan menatap wajah Cindy dengan penuh kecurigaan.

  Sari: "Maaf, saya adalah istri mas Aldo." ucapnya. "Ada keperluan apa kamu mencarinya?" tanyanya dengan ketus.

  Cindy: "Aku hanya mau memberikan file ini, mbak. Pak Aldo lupa membawanya. File ini penting untuk rapat besok pagi." ucapnya sambil menyerahkan file kantor itu ke tangan Aldo.

  Sari: "Jangan coba-coba menggoda suami saya di kantor, ya. Saya akan menghancurkanmu jika mengetahuinya." ancamnya dengan tegas. Cindy menatap wajah Sari dengan penuh keheranan, Cindy sudah bekerja di kantor Aldo selama bertahun-tahun dan tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu sebelumnya.

  Cindy: "Jangan khawatir, bu. Saya sudah punya tunangan." ucapnya sambil tersenyum tipis.

  Sari: "Semoga kamu memegang perkataanmu." ucapnya sambil tersenyum sinis.

  Aldo: "Terima kasih, Cindy. Aku memang lupa membawanya tadi." ucapnya.

  Cindy: "Saya permisi, pak." ucapnya sambil tersenyum kecil kepada Aldo. Cindy melangkah pergi tanpa memandang Sari. Setelah Cindy pergi, Aldo menatap wajah Sari dengan penuh kekesalan. Aldo melangkah dengan terburu-buru masuk ke dalam kamarnya sambil memegang file. Sari mengikuti Aldo dari belakang.

  Sari: "Sekretarismu cukup seksi, ya." ucapnya. "Apakah setiap hari ia berpakaian minim di kantor?" tanyanya dengan sinis.

  Aldo: "Cukup, Sari. Cindy sudah bekerja di kantorku sebelum aku menikah denganmu." ucapnya dengan suara yang agak keras. "Aku benar-benar tidak tahan denganmu, Sari." ucapnya dengan perasaan tertekan. "Aku bingun menghadapimu. Kamu selalu cemburu buta terhadapku." ucapnya lagi.

  Sari: "Apakah kamu menyesal menikah denganku, haa?" tanyanya dengan suara yang lantang.

  Aldo: "Aku tidak berkata seperti itu. Kamu selalu salah paham denganku." sahutnya. "Aku selalu salah di matamu." ucapnya lagi dengan suara yang keras. Aldo keluar dari dalam kamarnya sambil membanting pintu kamar itu dengan keras, mbok Surti yang sedang menyiapkan makanan di dapur terkejut, namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Dengan terburu-buru Aldo keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya lalu melaju dengan kencang di jalan raya. Sari mengejarnya, namun sudah terlambat karena Aldo telah pergi. Sari sangat kesal dengan sikap Aldo yang tidak memperdulikan dirinya. Sari menelpon Aldo berkali-kali namun Aldo tidak memperdulikan panggilan Sari.

Aldo terus melaju dengan mobilnya tanpa tujuan yang pasti, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya pergi ke rumah Hana untuk bertemu dengan Kenzo. Aldo terus melaju dengan kecepatan tinggi di malam itu, hingga akhirnya ia tiba di depan rumah Hana. Aldo menelpon Hana agar menemuinya di depan rumah, Hana terkejut karena Aldo sudah menunggunya di depan pagar rumah Hana.

Aldo: "Tolong, Hana. Keluarlah, aku mohon padamu." pintanya dengan suara yang gemetar. Tanpa berkata-kata, Hana segera keluar menemui Aldo.

Hana: "Mengapa kamu ke sini?" tanyanya dengan heran.

Aldo: "Maafkan aku, Hana. Aku bersalah padamu. Aku salah karena telah memilih Sari." ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku bertengkar dengan Sari." ucapnya lagi.

Hana: "Itu bukan urusanku, mas. Pulanglah, Kenzo sudah tidur." ucapnya dengan pelan.

Aldo: "Aku butuh bicara padamu, Sari." ucapnya dengan pelan. Aldo bersujud di kaki Hana membuat Hana menjadi serba salah. Aldo terus memohon pada Hana agar mau keluar bersamanya.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!