Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5.
Beberapa hari pun berlalu. Kehidupan di rumah mewah Abraham nampak berjalan normal seperti biasa.
Dan Qiara sendiri memilih untuk belajar beberapa tugas yang dirinya emban. Karena ia benar benar mulai melakukan tugasnya saat libur sekolah telah usai.
Karena sekarang masih dalam posisi libur sekolah. Para kembar juga terlihat lalu lalang pergi keluar rumah. Walaupun kadang saat makan di meja makan, ke tiga kembar itu sedikit melakukan interaksi dengan Qiara.
Seperti Nolan yang hanya berbicara seperlunya dengan Qiara, Natan yang selalu berdebat dengan Qiara dan Noah yang selalu membantu Qiara untuk belajar melakukan tugasnya sebagai baby sitter di rumah ini.
Qiara sedang duduk sendirian di dalam kamarnya. Wajahnya sekarang ini terlihat begitu berantakan.
"Besok apa yang harus aku masak? Mana aku gak bisa masak masakan orang kaya." Qiara nampak berbicara sendiri di dalam kamarnya. Ia benar benar di buat bingung sendiri.
Qiara teringat saat berpapasan dengan Nolan dan juga Natan pagi tadi. Saat itu dirinya di goda dan dihina perihal nilai akademiknya yang buruk oleh Natan, bahkan kembar ke dua itu juga mengatainya 'Otak udang'.
Hingga baik Qiara maupun Natan berdebat hebat di depan Nolan.
Akhirnya Nolan nampak menengahi ke duanya dengan memberikan tantangan untuk memasak sarapan pada Qiara, sarapan yang biasanya di makan oleh para kembar.
"Spaghetti ... Apa itu? Ini juga apaan minta burger ... Pasta, Gusti ... Ya Tuhan ku. Mana masih banyak lagi yang harus aku hafalkan," ucap Qiara dengan nada kesal, wajahnya terlihat seperti orang menyerah. Lalu ia merebahkan tubuh nya ke atas ranjang. Bahkan ia melempar buku masakan yang sebelumnya di berikan oleh Abraham kepada dirinya.
"Mana aku bisa ingat, bahan bahan nya kebanyakan menggunakan bahasa inggris. Mana bisa aku itu mengingatnya?" Lagi lagi Qiara nampak menggerutu, sesungguhnya ia begitu menyesal. Kenapa dirinya itu harus setuju kala menyanggupi tantangan yang di berikan para kembar yang bagi Qiara begitu menyebalkan itu.
"Akh ... Dari pada tambah pusing, lebih baik tidur aja! Biar lah besok menjadi urusan besok. Sementara waktu aku bisa memasak masakan yang aku bisa, mau dikatain bodoh atau pun otak udang terserah mereka lah! Yang penting aku tidak sebodoh yang mereka katakan, walaupun hasil tes IQ itu memiliki angka yang begitu rendah." gumam Qiara, ia memilih untuk memejamkan matanya.
Qiara memang terhitung orang yang sangat rajin. Namun, ia akan mudah sekali kelelahan jika di hadapkan dengan permasalahan yang menyangkut pikiran atau pun membuat otaknya itu harus bekerja.
Qiara tertidur begitu pulas, karena ia mendapatkan fasilitas yang begitu bagus di kamarnya. Ia yang begitu menyukai dingin, tetap tidur pulas. Walaupun sekarang ini dirinya hanya memakai baju dan juga celana pendek.
Ceklek. Pintu kamar Qiara pun tanpa sadar di buka dari arah luar. Tanpa ijin seorang laki laki nampak masuk begitu saja ke dalam kamar Qiara.
"Qiara ... Gue mau bicara sama lo ..." ucapan Noah terhenti, kala melihat Qiara yang tertidur pulas dalam posisi menungging. Bahkan kali ini Qiara mengenakan celana hot pants dan juga tank top saja.
Walaupun Qiara dari desa. Ia yang sedari kecil hidup dengan bergelimang harta (sebelum orang tuanya meninggal) sudah terbiasa hidup dengan pendingin ruangan (AC), jadi selepas orang tuanya meninggal.
Agar bisa tidur dengan nyenyak, saat di kamar. Qiara hanya menggunakan pakaian pendek, kalau tidak begitu. Dirinya tidak akan bisa tidur.
"Astaga, apakah dia baik baik saja? Kenapa tidur nya begitu, dan ... " Ke dua bola mata Noah nampak membuat sempurna, kala pandangan nya tak sengaja terfokus pada pinggul Qiara.
Sontak, Noah pun membalikan badannya.
"Apapun yang terjadi? Aku gak boleh melihat hal yang tidak boleh untuk di lihat," gumam Noah dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di jelaskan.
Bahkan semburat merah juga tercetak jelas dari ke dua pipinya.
"Lo udah bilangin sama babu baru kita? Kalau malam ini dia gak boleh turun ke lantai bawah!" celetuk Natan yang tiba tiba masuk.
Noah pun dengan sigap berusaha untuk menutupi pandangan Kakak kembarnya, agar tidak melihat ke arah pinggul Qiara yang sedang menungging.
"Sttt ... Dia sedang tertidur pulas kak, ayo lebih baik sekarang ini kita keluar dari sini!" pinta Noah kepada kakak kembarnya. Bahkan ia tak segan segan mendorong dorong punggung Natan, agar kakak kembarnya itu segera menjauh dan keluar dari dalam kamar Qiara.
"Apaan sih lo! Dorong dorong punggung gue seperti ini!" tegur Natan dengan nada kesal, ia terlihat menghempaskan tangan adik kembarnya itu dengan kasar.
"Qiara sedang tidur Kak, kita gak boleh mengganggu nya!" titah Noah sembari menarik pergelangan tangan Kakak nya.
"Dia itu hanya babu di rumah ini! Gak perlu buat diistimewakan. Kalau lo gak mau beritahu dia soal party nanti malam, biar gue aja yang beritahu. Soalnya gua gak mau dia itu bikin ulah dengan buat gue malu di acara yang udah gue bikin!" Natan nampak menyingkirkan tubuh adik kembarnya yang menghalangi dirinya dengan mudah.
Iya, mudah. Karena Natan mempunyai postur tubuh yang lebih tinggi dan juga badan yang lebih berisi juga jika di bandingkan dengan Noah.
Tinggi badan Natan 180 cm dengan berat badan 70 kg.
Sedangkan Noah, memiliki tinggi badan 170 cm dengan berat badan 55 kg.
Jadi secara badan, Noah sudah kalah dengan kakak kembarnya. Apalagi soal stamina, Natan itu mempunyai hobi gym dan juga lari. Jadi secara stamina pun tetap mumpuni Natan. Apalagi Noah itu lebih suka memasak di dapur, nonton tv dan rebahan jika di bandingkan dengan olah raga fisik.
Walaupun kembar, baik Nolan, Natan dan juga Noah. Memiliki wajah yang berbeda, postur tubuh yang berbeda dan juga watak yang sangat berbeda juga.
"Qiara ... Ntar malam ada acara di rumah ini. Gue harap lo untuk tidak keluar kamar. Karena ... " Natan nampak menghentikan ucapannya. Kala melihat sebuah pemandangan yang ada di hadapannya.
Natan nampak melongo, melihat Qiara yang tidur menungging dan memperlihatkan bagian pinggul yang mengenakan celana hot pants.
Jakun Natan terlihat naik turun, bahkan tiba tiba ia merasa kepanasan. Bukan hanya itu saja. Ada sesuatu di bagian bawah nya yang sebelumnya tidur, sekarang ini nampak berdiri.
Sementara Noah dari jauh. Hanya bisa menepuk jidatnya, karena ia tahu.
Kakak kembarnya yang ke dua itu sangat mesum.
****
Malam pun tiba, dan ketenangan yang sebelumnya nampak menyelimuti sekitar. Tiba-tiba, berubah menjadi suara bising mengganggu tidur Qiara yang sebelum nya terlihat begitu pulas.
"Suara apa ini? Bukankah kamar ini kedap udara? Tak seharusnya ada suara yang bisa masuk," gumam Qiara, yang baru saja terbangun. Bahkan ada hal aneh, ia merasa kesakitan di bagian bawah tubuh nya.
"Kenapa rasanya begitu sakit? Apa yang salah?" Sebuah pertanyaan terlintas di dalam otaknya.
Qiara akhirnya menyadari dengan posisi tidur nya yang memalukan, rasa panik mulai menyergap dirinya.