NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Trauma masa lalu / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Ibu Pengganti
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shalema

Kanara, enam tahun, memilih diam dan takut pada cermin.

Nura datang hanya untuk menolong, tapi malah terikat pada Elang, ayah Kanara, duda kaya yang menyimpan luka dan penyesalan.

Di antara tangisan dan kasih yang tumbuh perlahan, cinta hadir tanpa rencana. Namun saat masa lalu mulai terkuak, Nura harus memilih, pergi untuk melindungi diri atau bertahan mencintai dua hati yang sama-sama terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shalema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak yang terukur

Perubahan sikap Nura tegas seketika, seperti musim yang berganti dalam semalam. Pagi harinya, Elang tidak lagi disambut dengan senyuman hangat. 

Nura memang ada di sana, membantu Kanara sarapan, tapi ia mengenakan pakaian formal seperti layaknya seorang terapis, sesuatu yang sudah lama tidak ia kenakan lagi. 

“Selamat pagi, Pak,” sapa Nura tanpa menoleh, fokus menata piring Kanara. Suaranya datar, dingin, sangat profesional, dan terdengar tegas. 

Elang yang baru saja turun dengan harapan bisa melanjutkan momen kebersamaan mereka semalam, mendadak merasa asing di rumahnya sendiri. “Ra, soal semalam–”

“Maaf, Pak. Saya harus segera menyiapkan sesi terapi Kanara.” Ia tidak duduk bersama lagi, tapi berdiri di samping dengan tangan tertaut di depan, seperti seorang pegawai yang menunggu instruksi berikutnya. 

Elang menghela napas panjang, selera makannya menguap. “Nura, tidak perlu sekaku ini. Ibu sudah pulang, dia tidak ada di sini.”

“Justru karena itu, Pak,” jawab Nura, kini ia memberanikan diri menatap Elang, namun tatapannya kosong dari binar yang sebelumnya ada. “Saya tidak ingin saat Ibu dan Ayah Bapak kembali secara mendadak, mereka mendapatkan celah untuk menyalahkan Pak Elang lagi. Fokus Pak Elang di kantor. Fokus saya hanya pada Kanara. Itu batasan yang paling aman untuk kita semua.”

Sepanjang sarapan, suasana terasa begitu sunyi. Hanya ada suara denting sendok dan tawa kecil Kanara yang sesekali mencoba menarik perhatian Nura. Elang merasa seperti sedang dihukum, tanpa tahu apa kesalahannya.

Setiap kali Elang mencoba membuka percakapan, Nura selalu punya alasan untuk menghindar. Ia mendadak jadi sangat sibuk dengan hal-hal kecil, merapikan mainan, memeriksa persediaan vitamin Kanara, atau sekadar berpindah ruangan tiap kali Elang mendekat. 

Puncaknya adalah saat Elang akan berangkat ke kantor, biasanya Nura akan mengantarnya sampai pintu utama bersama Kanara, tapi kali ini Kanara ditemani Bu Yati. Nura hanya berdiri di ambang pintu ruang tengah. 

“Hati-hati di jalan, Pak,” ucapnya singkat dari kejauhan. 

Elang berhenti di depan pintu utama, memutar tubuhnya. Ia menatap Nura dengan sorot mata yang terluka sekaligus frustasi. “Satu bulan Nura. Aku hanya butuh satu bulan untuk membereskan kekacauan ini. Setelah itu, aku tidak akan membiarkan siapapun mengatur bagaimana aku harus bersikap di rumahku sendiri. Termasuk ibuku.”

Nura hanya menunduk, tidak membalas janji itu. Baginya, satu bulan adalah waktu yang lama untuk menahan debaran jantung yang menyakitkan ini. 

Begitu mobil Elang keluar gerbang, Nura menyandarkan punggungnya ke dinding, memejamkan mata erat-erat. Menjaga jarak dari pria itu ternyata lebih menguras energi daripada menghadapinya secara langsung. 

Sementara itu di dalam mobil, kemarahan Elang memuncak. Rasa frustasinya karena dijauhi Nura, justru berubah menjadi bahan bakar yang membara. Ia mencengkram kemudi kuat, matanya menatap lurus ke depan dengan tajam.

“Kamu ingin satu bulan, Ayah? Aku akan menyelesaikannya lebih cepat dari itu,” desis Elang. 

Ia mengambil ponsel dan menghubungi Rian lewat handsfree. “Rian, batalkan semua pertemuan rutin hari ini. Panggil tim IT forensik yang paling ahli. Aku ingin akses penuh ke server pribadi semua jajaran direksi. Jangan ada yang terlewat sepeser pun.”

***********

Di ruang kerjanya yang hanya diterangi lampu meja, Elang menatap layar monitor dengan mata merah akibat kurang tidur. Di sampingnya, Rian menyodorkan sebuah folder audit internal yang dilakukan secara rahasia.

“Pak, hasilnya auditnya sudah keluar,” bisik Rian. “Kebocoran dana itu menggunakan faktur vendor fiktif yang seolah-olah menyuplai kebutuhan operasional pabrik kita di Jawa Barat. 

Elang memijat pangkal hidungnya. “Vendor fiktif? Siapa yang menandatangani otoritas pembayarannya?”

Rian ragu sejenak sebelum meletakkan sebuah dokumen di atas meja. “Semua tanda tangan digital Dan manual mengarah pada satu orang, Pak. Hendra Atmadja, Kepala Departemen Keuangan.”

Elang tertegun. Pak Hendra adalah orang lama. Dia sudah mengabdi sejak perusahaan ini masih dipegang ayahnya. “Pak Hendra? Kamu yakin? Dia orang yang paling teliti yang pernah kukenal.”

“Itu belum semuanya, Pak,” lanjut Rian. “Kami menemukan catatan mutasi rekening pribadi Pak Hendra. Ada aliran dana masuk secara berkala dalam jumlah besar tepat satu hari setelah vendor fiktif itu dibayar. Dan yang lebih memberatkan… Pak Hendra baru saja melunasi tunggakan cicilan rumah mewah di kawasan BSD secara tunai minggu lalu.”

Elang menyandarkan punggungnya ke kursi. Bukti-buktinya terlalu sempurna. Terlalu nyata. Seolah-olah Hendra memang sengaja meninggalkan jejak agar bisa ditemukan.

Pintu ruangan terbuka. Aditya masuk membawa dua cup kopi hitam, wajahnya tampak sangat prihatin.

“El, aku baru dengar soal Pak Hendra dari tim audit,” ucap Aditya sambil meletakkan cup kopi di atas meja Elang. “Aku benar-benar gak menyangka. Aku sempat curiga waktu melihat dia sering pulang larut malam belakangan ini, tapi aku pikir dia cuma lembur biasa.”

Elang menatap sepupunya itu. “Kamu lihat dia lembur?”

Aditya mengangguk mantap. “Iya, sering sekali. Aku bahkan sempat melihat dia membawa beberapa berkas fisik keluar kantor, tapi aku nggak berani nanya, dia kan seniorku. Maafkan aku, El. Harusnya aku lebih waspada.”

“Jangan salahkan dirimu, Dit,” sahut Elang datar. “Ini tanggung jawabku sebagai CEO.”

“Lalu, apa rencanamu? Ayahmu sudah mulai dengar desas-desus di luar. Dia pasti akan marah besar kalau tahu orang kepercayaannya sudah berkhianat,” tanya Aditya, suaranya terdengar tulus namun penuh tekanan. 

Elang diam sejenak. Matanya tertuju pada folder di depannya. “Aku akan memanggil Pak Hendra besok pagi. Sebelum itu, jangan biarkan informasi ini bocor dari ruangan ini.”

*********”

Malam itu, Elang pulang dengan beban yang lebih berat dari biasanya. Nura turun untuk membuat secangkir teh hangat di dapur ketika Elang tengah makan malam.  Seperti tadi pagi, Nura hanya menyapanya dengan formalitas kaku. 

“Ra, menurutmu… apakah orang yang sudah bekerja selama tiga puluh tahun bisa tiba-tiba berubah jadi pencuri?” tanya Elang tiba-tiba memecah keheningan. 

Nura menatap Elang. Ia teringan kata-kata Bu Sofia untuk tidak ikut campur, namun lagi-lagi mata ayah dari pasiennya itu membuatnya luluh. 

Ia menarik napas dalam sebelum menjawab. “Saya tidak tahu soal bisnis, Pak,” ujarnya hati-hati. “Tapi dalam psikologi, pengkhianatan biasanya punya dua alasan, desakan kebutuhan yang mendesak atau manipulasi dari pihak lain yang jauh lebih cerdas.”

Elang menatap Nura dalam-dalam. “Manipulasi?”

“Seseorang bisa dijebak untuk terlihat sebagai pencuri, padahal dia cuma pion yang digerakkan,” lanjut Nura pelan.

Kalimat Nura seperti sebuah alarm di kepala Elang. Banyak hal janggal dalam semua bukti yang mengarah pada Pak Hendra. Jejak digitalnya terlalu ceroboh, dan kenapa dia melunasi tunggakan cicilan rumah di saat audit sedang berlangsung? 

“Terima kasih, Ra,” gumam Elang. 

Nura hanya mengangguk sopan dan segera beranjak pergi sambil membawa teh hangat di tangannya, ia kembali menjaga jarak yang dibangunnya. 

Namun, di bawah remang lampu jalan, sebuah mobil hitam terparkir tidak jauh dari gerbang rumah Elang. Seseorang di dalamnya sedang memotret interaksi mereka dari balik kaca film yang gelap. 

1
Ayank~Oma
Jaga jarak, jaga hatimu Nura, manusia kayak gitu sulit untuk berubah. Jangan harap menjalani hubungan serius dengan Elang akan berjalan mulus tanpa kendala.
Ayank~Oma
Jadi curiga sama bapaknya sendiri. Jangan jangan Darmawan ingin menghancurkan anaknya sendiri 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
seneng bgt interaksi semakin membaik 🥺
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
pak, apakah ini sebuah kecemburuan? /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
duh bener2 hrs diperhatikan inimah, semoga tepat keputusan nura buat stay dirumah elang
PrettyDuck
elang ini mungkin tipe yang susah ngungkapin rasa sayang ya, makanya kanara susah deket sama dia 🥲
PrettyDuck
yaudah, ajak pacaran dulu minimal /Chuckle/
-Thiea-
Nura itu wanita istimewa mas. percayalah.🤭
-Thiea-
sekarang emang belum jadi siapa-siapa. tapi nanti siapa yang tahu🤭
Ramun🍓😈
siapa iblis itu. kok aku merasa itu ayahnya. Krena keknya mencurigakan cara bicaranya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
memang tugasnya. tapi, setidaknya kamu bisa melihat. hanya Nura yang bisa membuat Kanara nyaman. eh /Chuckle/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
saking sunyinya. bahkan elang merindukan kekacauan yang di buat oleh anaknya /Whimper/
Alessandro
wahhh..... wah...... babak baru, nih... bs berlanjut
Alessandro
org2 dg panic attack bgini.. bs hidup dg normal gasi?
kasian kl tiba2 histeris
Ramun🍓😈
Kita kan tidak bisa mencegah kemana hati kita akan berlayar Nura😩. positif thinking saja, smoga pak Elang juga menyukaimu
WDY
cie cie mulai tumbuh ni kayaknya benih benih cinta🤭🤭🤭
WDY
keluarga cemara 😄😄😄😄 dah lah jadiin terus Thor mereka
Meee
Hm. Kayaknya mereka emang harus jadi satu keluarga beneran, deh. Soalnya Kanara keknya bakal makin parah traumanya semisal dipisah dari Nura. Sedangkan untuk kerja terus-terusan kan gak mungkin juga. Mumpung sama-sama single, ya... yaudah. Marketing KUA berhasil tandanya 🤣
Meee
Mungkin karena itu aku gabisa jadi kek Nura. Soalnya sarannya Zoya terasa menggiurkan untuk dicoba 🤣
An_ Nas ywa
Hallo Author ... aku baru bergabung d platform ini krn mengikuti Author kesayanganku dr platform F. Yang akhirnya aku menemukan 1 cerita yg membuat aku tertarik utk baca. Tentang Nura, Elang & Kanara. Smp Akhir nya mulai baca Karya Author yg lain ...
Aku seneng bacanya, aku seneng membaca cerita yg seolah nyata tdk terlalu terasa Fiktif. Semoga Karya Author terus bisa kami nikmatii ... 😍😍
Nuri_cha: waaah, terima kasih banyak ya kak 🥺🙏
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!