Warning ***
Cerita Berganti di bab 27,
Berlian seorang Dokter modern yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional Cina yang ia dapatkan dari keluarganya.
Dokt
er cantik dan cerdas serta masih mudah tanpa sadar harus berpindah kedimensi lain setiap bulan purnama.
Berlian memasuki tubuh seorang wanita muda yang juga seorang tabib yang tinggal di hutan bersama neneknya.
Kehidupan modern berubah menjadi zaman kuno kerajaan. Cinta, Cemburu, pengorbanan dan penghianat terjadi pada Berlian.
Menjalani dua kehidupan yang berbeda dengan kemampuan pengobatan yang sama tidak menyulitkannya, ia menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi
Istana Merah
Red, duduk termenung seorang diri, menatap langit yang indah
Seorang gadis cantik dan seksi dengan atasan terbuka berjalan mendekati Red.
"Gadis dua dunia itu sudah datang" ucap Revina adik Red.
"Benarkah, Bagaimana kamu tahu? tanya Red.
"Dia sedang mengobati Ratu Flower yang sedang sakit akibat sihir ku" Revina tersenyum.
"Kamu menyukai Rain, tetapi menyakiti ibunya" mata merah Red menatap Revina.
"Rain sangat sombong seperti dirimu, padahal dia pria yang lemah dan hanya mengurung diri di istana" Jelas Revina.
"Dimana Berlian sekarang?" tanya Red bersemangat.
"Sebentar lagi, mereka akan melewati istana kita" Revina memejamkan matanya.
"Mereka?" Red bingung.
"Jika kamu berani, rebutlah gadis itu dari Shadow" Revina tertawa.
"Raja kegelapan membawa gadis pengobatan" Red tersenyum.
"Dia benar-benar seorang Tabib yang hebat, ia tahu aku yang mengirimkan sihir itu" ucap Revina.
"Ia tahu segalanya jika ia mau melakukannya, ia bahkan bisa melihat masa depan Dunia Pelangi" jelas Red.
"Berlian tahu cara menghancurkan Shadow dan kerajaannya" lanjut Red.
"Ia tidak akan melakukannya gadis kecil itu penuh dengan cinta kasih, ia tidak akan pernah melukai siapapun" ucap Revina
"Maksud kamu?" tanya Red.
"Berlian Tabib Cantik, ia hanya mau menolong dan mengobati, sejahat apapun kamu ia akan tetap menolong dirimu" Revina tersenyum.
"Aku akan mendapatkan Berlian" ucap Red.
"Semua orang menginginkan dia" Revina beranjak dari kursi.
"Lihat awan Hijau itu" Revina menunjuk ke atas.
"Shadow" Ucap Red dan melesat ke udara dengan kuda terbangnya.
"Senangnya menjadi rebutan banyak Pria, dia sangat cantik tetapi Sayang terlalu baik" Revina tersenyum.
Red telah berada di depan Shadow, hanya dia yang berani menantang Shadow.
"Red" ucap Berlian terkejut.
"Shadow, Berlian adalah milikku, aku yang pertama kali menemukan dia" ucap Red.
Berlian kebingungan, apa yang diucapkan Red memang benar.
"Aku mengambilnya dari Green" tegas Shadow.
"Apa mengambil, ah aku benar-benar seperti barang, di lempar kesana kemari, semoga bulan purnama segera terbit" pikir Berlian.
"Red, aku akan ikut bersama Shadow" ucap Berlian, ia tidak mau ada pertarungan.
"Ikutlah bersama ku satu kali saja" ucap Red.
"Andai bisa aku tidak mau ikut siapapun, aku mau menjelajahi dunia ini sendirian dengan bebas" Berlian berbicara di dalam hatinya.
"Aku tidak mengizinkan Berlian ikut siapapun" tegas Shadow mulai emosi.
"Apa yang akan terjadi pada diriku?" Berlian hanya bisa berbicara di dalam hatinya.
"Dragon bawa Berlian pulang" perintah Shadow pada Naga Hijau.
"Tidak akan aku biarkan" ucap Red.
"Hey, para pria tampan, untuk apa kalian memperebutkan diriku?" ucap Berlian bercanda.
"Karena mencintaimu" ucap Red dan Shadow kompak.
"Oooww" Berlian ingin tertawa.
Shadow dan Red saling bertatapan, ada kilatan permusuhan di antara mereka.
"Kita akan bertarung, biarkan Berlian di sini" ucap Red.
"Baiklah" Shadow turun dari Naga Hijau.
"Hey hey, apa yang kalian lakukan, aku tidak mau ada pertarungan" Berlian kebingungan.
"Shadow aku akan pergi kemanapun aku suka" Berlian menatap Shadow.
Namun tidak ada yang mempedulikan ucapan Berlian.
Naga dan kuda terbang menjauh dari lokasi pertarungan Shadow dan Red.
"Aaarrrrgg, Kuno sekali" Berlian merebahkan tubuhnya di atas punggung Naga.
"Aku mau tidur saja, mataku tiba-tiba mengantuk" Berlian memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Naga dan Kuda terbang ikut tertidur, entah apa yang membuat mereka mengantuk.
Seorang pria dengan pakaian putih tersenyum melihat pertarungan antara Red dan Shadow.
Secepat kilat bayangan putih membawa pergi Berlian.
Hilang dari pandangan, dua pria yang sedang asyik bertarung dengan kekuatan masing-masing, tidak menyadari gadis yang mereka perebutan tidak ada lagi di atas tubuh Naga.
***
Istana King.
Berlian masih tertidur pulas efek dari serbuk bunga tidur milik King.
Tempat tidur indah bernuansa putih bersih, begitu nyaman.
King memperhatikan wajah Berlian, mengusap lembut pipi yang putih bersih dan mulus.
Bibir merah merona sangat menggoda, King menelan ludahnya berkali - kali.
Lidah King menjilati bibir Berlian dan mengecup sekilas.
"Dia sangat cantik dan unik, rambut hitam yang sangat indah" King membelai rambut Berlian.
"Bulu matanya sangat panjang" King menyentuh bulu mata Berlian.
"Kamu lebih pantas menjadi seorang Bidadari daripada seorang tabib" King mencium pipi Berlian.
"Aku tidak tahan lagi ingin memiliki dirimu" King bergerak menjauh.
"Belum ada yang menyentuh tubuhnya" King tersenyum.
"Tidak ada yang boleh menyentuhnya, itu akan merusak ramalan" King memutar pedang putih miliknya.
Pria tampan serba putih, dari rambut sampai kaki, bibir merah dan bola mata hitam pekat.
Sangat berbeda dengan pria yang ada di Dunia Pelangi karena ia seorang siluman.
King keluar dari kamar meninggalkan Berlian yang masih tertidur pulas.
King tidak sanggup melihat gadis cantik dengan wajah yang sangat menggoda dan menggemaskan.
Berlian membuka matanya perlahan, ia merasakan bibirnya basah bekas jilatan King.
"Dimana lagi ini?" gerutu Berlian menyadari ia telah berada di tempat yang berbeda.
"Takdirku harus dilempar kesana kemari" Berlian beranjak dari tempat tidur.
Ada banyak buah-buahan di atas meja, dengan warna yang terang sangat kontras dengan nuansa putih kamar, bagaikan lukisan buah di atas kain kanvas.
"Ah, buah lebih menggoda dari pria tampan" Berlian tersenyum dan melahap buah yang ada di atas piring.
"Uuuh, manis sekali" Berlian menikmati buah segar dengan air yang menetes.
Buah di Dunia Pelangi dapat menghilangkan rasa haus dan lapar.
"Ah benar-benar berbeda dengan buah di duniaku, nikmat sekali"Berlian mengerikan mulutnya yang basah karena memakan buah.
Berlian melihat sekeliling ruangan yang di tutupi kain berwarna putih, ia tidak melihat ada pintu.
Tangan Berlian menyentuh dinding kamar, begitu lembut dengan tirai yang menggantung Indah.
"Tidak ada Pintu" gumam Berlian.
Tidak ada yang bisa melihat istana milik King kecuali para siluman, tidak ada yang boleh masuk tanpa seizin King sang Raja Siluman.
"Hmmm, kamar yang Indah tapi aneh" Berlian duduk kembali di atas tempat tidur empuk.
Tirai putih terbuka dan Pria serba putih tersenyum kepada Berlian.
"Hah, pria itu sangat cantik" gumam Berlian.
"Ah, tunggu dulu, siapa lagi pria ini?" Berlian mengusap wajahnya.
"Halo gadis kecil yang cantik" King berjalan mendekati Berlian.
"Siapa kamu?" Berlian menatap tajam pada King, sebenarnya ia sangat kagum dengan King begitu unik dan Indah.
"Aku King, raja Siluman" King tersenyum duduk di kursi samping meja dengan buah yang hampir habis dimakan Berlian.
"Ah, akhirnya aku bertemu dengan Siluman" Berlian tersenyum kecut.
"Siapa yang akan takut dengan Siluman setampan ini" gumam Berlian.
Rambut putih berkilau bagaikan perak, sangat indah.
"Kenapa kamu menculik diriku?" tanya Berlian.
"Karena Aku menginginkan dirimu" King tersenyum manis.
"Baiklah, sepertinya di sini manusia bagaikan barang, jika mau tinggal ambil dan bawa pergi" ucap Berlian kesal.
King memperhatikan Berlian, ia tidak mengerti maksud perkataan Berlian.
"Mengapa kamu menginginkan diriku, apakah kamu perlu diobati?" tanya Berlian.
"Tidak" Ucap King beranjak dari kursi dan berjalan mendekati Berlian.
"Lalu" Berlian naik ke tempat tidur menjauh dari King.
"Entahlah Aku hanya ingin memiliki dirimu" tegas King.
"Itu namanya Obsesi" ucap Berlian.
King terdiam melihat Berlian.
"Entah apa yang akan terjadi pada diriku ketika berada di dekat siluman?" Berlian menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Thanks for Reading 😊 Love You Readers
Mohon dukungannya, Like Komentar Vote dan Bintang 5 😘 Terimakasih 🤗
semangat thor