Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Kedatangan arion
Kamipun menikmati masakan Daniel, sungguh maskaan yang enak,
"lain hari aku harus belajar masak kepadamu dan"ucapku sambil mengunyah makananku,
"biar kei saja yang mengajari Tante cantik masak, kei juga pintar dalam masak, iya kan yah.."ucapnya sambil menoleh kearah ayahnya, Daniel hanya menatapnya dan tersenyum, di malam hari pemandangan di pantai terasa sangat sejuk, aku menikmati pemandangan itu, dan ku lihat kei dan daniel bermain gambar di pasir, aku tersenyum menatap mereka, ada kebahagiaan tersendiri, seharian ini, aku benar-benar menikmati hariku, bersenang-senang sesuai keinginanku, meski terkadang ucapan Arion masih terngiang di telingaku, mungkin saja, Arion tidak ingin melepaskan aku karena mamanya, itulah alasan yang tepat untuk Arion menahanku, tapi aku juga punya perasaan yang ingin di cintai, di sayangi dan di hargai, apakah salah jika aku berharap Arion lebih bersikap hangat tehadapku, tapi ... faktanya dia mempunyai wanita lain, apakah Arion ingin mempunyai istri dua..? yang satu untuk merawat keluarganya dan perusahaan nya sedangkan yang satu untuk memuaskannya, aku berperang sendiri dengan fikiran gilaku,
mana mungkin aku punya fikiran seperti itu, tunggu... Daniel bilang, akun Arion sudah tutup 10 bulan yang lalu, itu sudah jelas, akunnya di tutup 2bulan sebelum kita menikah, lalu... postingan wanita itu .. apakah Arion tidak mengetahuinya, ataukah Arion memang sudah mengetahuinya,
aku terus memandang arah langit dimana, bintang dan bulan menampakkan keindahannya di tengah lautan, lautan yang tenamg seakan menambah keindahan malam ini, malam ini kami menginap di pondok kecil itu bertiga, dan besok hari pertama aku ke kantor Daniel, Daniel belum pasti memberikan aku posisi, entah apa yang di fikirkan Daniel aku juga tidak mengerti,
malam ini terlewat begitu cepat, saat matahari sudah nampak, kami sedang ada di tengah perjalanan, sedangkan kei masih sangat nyenyak dalam tidurnya,
"Ara, kita langsung ke kantor saja ya, asisten ku sudah menyiapkan pakaianmu, dan Masalah kei nanti ada sopir yang akan menjemputnya,"ucap Daniel sambil fokus menyetir namun kulihat ia melihat ku dari kaca spionnya,
"baiklah, terserah kamu saja,"ucapku sambil menengadahkan kepala ku, pagi ini ponselku begitu tenang tidak ada dering sama sekali, membuatku semakin nyaman, beberap jam kemudian kamipun sampai di kantor daniel, sudah ada banyak karyawan yang datang, semua memberi hormat kepada Daniel, namun terheran menatapku, mungkin mereka bertanya-tanya, siapa aku ..? entahlah, namun tatapan itu banyak yang aku tebak tidak menyukaiku, mungkin kah mereka menaruh harapan kepada atasannya yang berstatus duda itu, aku tertawa geli dalam fikiranku saat aku memikirkan hal itu, membuat langkah Daniel terhenti,
"apakah ada hal yang lucu yang membuatmu tertawa seperti itu"ucapnya sambil menatapku heran,
"ahh tidak,aku hanya senang saja akhirnya aku bisa tau kantormu, lumayan besar"ucapku,
"ini hanya kantor kecil, ketimbang perusahaan Arion suamimu"ucapnya sambil melnjutkan langkahnya, akhirnya kami sampai di ruangan Daniel yang terlihat begitu besar, di susul oleh asisten Daniel yang sedang membawa dua paper bag,
"tuan ini pakaian yang Anda pesan, tapi untuk nona Ara, saya kurang tau selera anda, ini cocok apa tidak ke anda saya minta maaf"ucapnya sambil menundukkan kepalanya,
"aku bisa memakai apapun asal masih di jalan batasnya"ucapku sambil tersenyum kepada asisten Daniel, akupun mengambil paper bag yang Daniel berikan padaku,
"disana adalah ruang ganti, gantilah pakaianmu duluan"ucapnya sambil menunjukkan arah ruang ganti, aku pun berjalan menuju ruang ganti itu, sungguh pakaian yang sesuai denganku, Hem cewek berwarna putih dan jas berwarna abu-abu, denga rok selutut ku, sesuai dengan pakaianku saat di Surabaya, setelah aku ganti baju, akupun keluar dan ternyata Daniel sudah selesai juga mengganti bajunya, aku bekerja di ruangan Daniel, dan menggambar semua rancangan yang di minat oleh beberapa klien Daniel lainnya, yang lain tidak serewel kliennya yang kemaren, semua yang ku gambar langsung cocok hingga langsung bisa di proses,
"Ara kau sangat luar biasa, kau sangat mahir dalam segala bidang, dalam bidang desain, direktur, keungan, semua kau kuasai, tidak heran jika perusahaan paman bisa cepat sukses dari sebelumnya, paman memiliki kau sebagai ratu dalam perusahaan nya"puji Daniel kepadaku,
"benarkah aku se ahli itu, aku berhutang banyak pada keluarga mama dan papa sebab itulah aku mempelajari setiap bidang yang ada di perusahaan mama dan papa, sedangkan dalam seni menggambar itu hanyalah hobi yang ingin aku samakan dengan hobinya Arion, namun itu sia-sia, tapi tidak apa-apa, sekarang hobiku bisa berguna untuk perusahaanmu"ucapku sambil tersenyum manis pada Daniel, kami pun keluar untuk memantau setiap karyawan, Danil berjalan di sampingku, membuat semua mata karyawan perempuannya fokus menatapku lagi, ada yang berbisik ada yang berdesis, entahlah aku hanya melihatnya, perjlanan dalam kantor Daniel hari ini berjalan dengan lancar jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, akhirnya aku dan Daniel pulang dengan tubuh yang sangat lelah,
"Ara... kamarmu ada di sebalah kamar kei, masuklah kesana,barangmu sudah ada di dalam, jangan masuk kekamar kei, biar kau bisa istirhat"ucapnya sambil membuka kancing tangannya,
"ok"ucapku sambil ku berjalan ke atas dan langsung ku masuk kedalam kamar yang Daniel tunjukkan, aku langsung merebahkan tubuhku sejenak sebelum membersihkan diri, rasanya tubuhku remuk semua, ini pertama kalinya aku bekerja lembur, setelah rasa capekku berkurang akupun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diriku, terasa sangat segar sekali tubuh ini, sesaat aku melihat arah jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, kantukku sudah tiba, aku sudah membaringkan tubuhku di kasur, dan tak perlu menunggu lama, mataku sudah terpejam rapat, rasa lelahku telah menyenyakkan tidurku, hingga aku merasa bermimpi ada Arion di sampingku,
"Kau..."ucapku sambil terbangun dari tidurku,
"Aku datang Ara... bukankah ini yang kau mau??"Arion berkata dengan sangat dekat dengan wajahku, hingga aku merasakan nafasnya yang hangat,
"kau... untuk apa kau kesini...?"ucapku lagi sambil menjauhkan diriku dari tubuh Arion,
"jelas aku datang kepada istriku.."ucapnya sambil mendekatiku lagi, hingga kini aku sudah menyandarkan tubuhku di sandaran ranjangku,
"Arion... pergilah... kita sudah bercerai..."ucapku dengan suara terbata-bata
"kata siapa kita sudah bercerai .. ini surat yang kau tandatangani, aku membawanya kemari dan lihatlah apa yang akan aku lakukan dengan surat ini"ucapnya sambil menyobek kecil-kecil surat perceraian itu, lalu Arion mendekat lagi kearah tubuhku kini wajahnya hampir menyentuh wajahku,
aku berusaha mendorong wajahnya,
"kenapa Ara... bukankah ini yang kau mau selama ini, kau marah kepadaku dan kau pergi dan menuntut cerai kepadaku karena aku tidak menyentuhmu bukan...?"ucapnya reflek tanganku melayang di pipinya tanpa aku sadari sudah membuat pipinya Arion memerah, sungguh ucapannya sangat menyakiti ku, merendahkan ku, bahkan menghinaku,
"cukup Arion..sekarang kau pergilah..."bentakku kepadanya.
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅