NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Melawan Waktu

CHAPTER 26

Kali ini, Shun dan kawan-kawannya telah menyusun rencana untuk menghabiskan kemampuan regenerasi Nine secara total.

Semua pihak telah siap menghadapi serangan Nine, dan rencana akan segera dimulai tanpa perlu menunggu lebih lama. Tak lama kemudian, Nine menghujam dengan kecepatan tinggi menuju mereka.

Shun, Yuzuriha, dan Shinji segera menjauh dari lokasi. Sisa yang tinggal menghadapi Nine hanya Frank dan Frederica. Tanpa ragu, Nine langsung menerkam Frank yang berdiri tenang di tempatnya.

Namun, dalam sekejap Frank menghilang dari pandangan—bergerak dengan kecepatan luar biasa hingga berada di belakang Nine. Ia langsung melancarkan tinjuan hook yang tepat mengenai area tulang rusuk lawannya.

Nine terpental jauh akibat ledakan dari tinju itu. Tak berhenti sampai di situ, Frank langsung mendekat kembali sambil Nine pun sudah berdiri dan menghadanginya.

Mereka hampir bersinggungan, dan saat Nine hendak menyerang, Frank telah lebih dulu menghindar dan memberikan tinjuan hook yang tepat mengenai wajah Nine.

Sekali lagi Nine terpental, wajahnya hancur berkeping-keping namun segera mulai beregenerasi. Dalam benaknya, Nine yakin bahwa Frank mampu melihat masa depan sehingga bisa dengan mudah menghindari setiap serangannya.

"Kenapa? Kau takut?" ucap Frank dengan nada santai sambil mengejek Nine.

"Hah!! Kau kira aku akan kalah!" Tiba-tiba Nine berlari menuju Frank dengan kecepatan yang melampaui batas.

Namun sekali lagi, Frank menghindari dengan mudah—hanya dengan sedikit menggeser tubuh ke samping, ia telah lolos dari serangan Nine.

Segera setelah itu, Frank melancarkan serangan uppercut yang tepat mengenai dagu Nine. Meskipun mampu bangkit kembali, Nine terus menerus menyerang Frank.

Tetapi semua serangan itu sia-sia; Frank tetap menghindari dengan mudah, bahkan sempat memberikan tinjuan jab yang tepat mengenai wajah Nine.

Nine terpental dan tergeletak tak berdaya di tanah. Kali ini ia benar-benar yakin bahwa Frank bisa melihat masa depan.

Ya, Frank mampu menghindari setiap serangan Nine berkat bantuan Frederica. Dengan kemampuan matanya yang bisa melihat tiga detik ke masa depan, Frederica memberitahu Frank arah serangan Nine melalui alat komunikasi. Hanya saja Nine masih tidak tahu rahasia di balik kemampuan "melihat masa depan" yang dimiliki Frank.

"Kecewa, aku sangat kecewa!" teriak Frank dengan nada penuh semangat. "Nine! Aku mau bertarung sampai mati! Bukan sekadar latihan gratis!" lanjutnya sambil menunjukkan senyum yang penuh kebanggaan.

"Berisik!!" Tanpa basa-basi, Nine melangkah dan melompat sambil menyerang Frank.

Nine terus menerus menyerang, namun dengan bantuan Frederica dan kecepatan yang dimilikinya, Frank tetap menghindari setiap serangan dengan mudah.

Nine tidak pernah berhenti memukul, sampai akhirnya Frank menyerang balik dengan kecepatan tinggi—tinjuan demi tinjuan menghantam tubuh dan kepala Nine, memaksa tubuhnya untuk terus melakukan regenerasi. Ledakan terus bergema di tubuh Nine akibat serangan Frank, yang terlihat benar-benar menikmati setiap detik pertarungan.

Dengan gerakan yang lincah, ia meninju Nine sambil berputar mengelilinginya. Hal itu membuat Nine sulit menghindari dan bingung bagaimana cara membalas serangan.

Sampai akhirnya datang serangan terakhir dari Frank—tinjuan jab dengan Fix yang terkonsentrasi di tangan kanannya. Tinju itu meluncur deras menuju wajah Nine, dan saat mengenai target...

Ledakan besar menggema dan membuat wajah Nine hancur lebur. Frank kemudian mendekati Frederica sambil melihat tubuh Nine yang perlahan mulai terjatuh.

Di sisi lain, di tempat evakuasi warga, suara ledakan dari pertarungan Frank dan Nine terdengar jelas. Paman Jiro yang ada di sana pun menatap arah sumber ledakan itu.

Ia ingin mendekat untuk melihat apa yang terjadi, namun segera menghentikan niatnya—Paman Jiro merasa bahwa jika ia datang ke lokasi pertarungan, akan hanya menyulitkan Shun dalam menghadapi musuhnya sendiri.

Kembali ke lokasi pertarungan, Nine perlahan bangkit dan kepalanya yang hancur mulai tumbuh kembali. Frank dan Frederica melihatnya dengan bingung, tidak tahu sampai kapan kemampuan regenerasi Nine akan bertahan.

"HAHAHAHAHA!!!" Tawa Nine terdengar sangat keras. "Baru kali ini! Aku merasakan rasa sakit yang luar biasa seperti ini!!" teriaknya dengan jelas.

"Begitu ya." Senyum tetap terpampang di wajah Frank.

Saat Nine hendak melangkah, ia dihentikan oleh sinyal gerakan dari Frederica—seolah memberi tahu bahwa saatnya telah tiba bagi mereka untuk mengambil tindakan.

Betul saja, saat Nine membelokkan tubuhnya menuju Frank dan Frederica, yang muncul bukanlah keduanya melainkan Shinji, yang dengan cepat menusuk kedua mata Nine berulang kali.

Setelah itu Shinji menjauh, sementara Nine menutup kedua matanya dengan telapak tangan. Namun ia tidak menyadari bahwa di belakangnya sudah ada Shun yang sedang memegang sebuah korek api.

Jari Shun menggerakkan mekanisme korek api. Dengan cepat alat itu menyala dan mengeluarkan nyala api yang sangat besar, yang langsung menghantam tubuh Nine.

Nine terbakar dengan hebat, namun malah tersenyum karena ia sangat menikmati rasa sakit yang dirasakannya. Ketika kedua matanya telah beregenerasi, Nine langsung melihat sekeliling, namun tidak ada seorang pun yang terlihat di sekitarnya.

Ketika ia melihat arah pepohonan, jarum-jarum panjang dan lebar tiba-tiba meluncur dengan cepat dan menusuk tubuhnya berulang kali.

Nine perlahan mundur akibat dorongan dari tusukan jarum itu. Saat ia sedikit menunduk dan kembali melihat arah pepohonan, dua buah jarum langsung meluncur menuju kedua matanya.

Sekali lagi matanya tertusuk, dan Nine dengan cepat melepas jarum-jarum itu serta mencabut semua jarum yang tertancap di tubuhnya.

Setelah selesai, Frank terlihat tersenyum, begitu juga Frederica. Di balik pepohonan, Yuzuriha juga menunjukkan senyum yang penuh kegembiraan.

Ya, mereka melihat bahwa kemampuan regenerasi tubuh Nine semakin lama semakin melambat—menandakan bahwa kemampuan itu sudah hampir habis.

Tak lama kemudian kedua matanya pulih total, dan Nine langsung melihat ke arah depan di mana Shun berdiri tegak.

Nine menunjukkan senyum lebar.

"Ketemu kau, Shun!"

Shun juga menyambutnya dengan senyum lebar. Ia mengarahkan korek apinya ke arah Nine yang sedang mendekat, kemudian dengan santai menyalakannya.

Sekali lagi nyala api yang besar muncul dan menghantam tubuh Nine, membakar seluruh bagian tubuhnya.

Segera setelah itu, goresan pedang muncul dengan sangat cepat di seluruh tubuh Nine. Goresan itu terus muncul dan akhirnya memotong lengan kirinya, diikuti kedua kakinya, lalu lengan kanannya.

Di sisi Shun, Shinji muncul dan langsung menusukkan pedang ninjanya ke tanah—ternyata serangan pedang itu berasal dari dirinya.

"Pintar juga kau, memilih benda itu," ucap Shinji dengan nada dingin.

Shun tersenyum karena dipuji oleh seseorang yang lebih kuat darinya. "Ya-yahh... Tidak juga kok, hehehe," jawabnya sambil menggosok-gosok kepalanya.

Terlihat Shinji seolah tidak percaya dengan perubahan yang terjadi pada tubuh Nine. Ia segera menyuruh Shun untuk mundur, begitu juga Frank, Frederica, dan Yuzuriha—mereka semua diminta untuk berlari ke tempat yang dianggap aman.

Terlihat tubuh Nine yang masih terbakar dan luka-luka di tubuhnya tidak lagi beregenerasi. Anehnya, tubuhnya mulai berubah bentuk secara terus menerus.

Kakinya yang terpotong tiba-tiba berubah menjadi kaki monster, begitu juga dengan lengannya. Nine meneriakkan suara kesakitan yang luar biasa karena tidak sanggup menahannya.

Saat tengah berlari, Shun tiba-tiba berhenti dan melihat Nine yang sudah kehilangan kesadaran sementara tubuhnya terus membesar. Shun, Yuzuriha, Frank, Frederica, dan Shinji pun berhenti bersama dan merasakan bahwa Nine akan berubah menjadi monster.

8 detik

Tubuh Nine terus membesar dan mulai memancarkan sinar ungu.

4 detik

Sinar di tubuhnya semakin terang.

3 detik

Di sinilah Shun merasa ada sesuatu yang salah, begitu juga dengan Shinji. Semua anggota Nightshade yang menyaksikan kelainan pada Nine hanya bisa terdiam seolah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

2 detik

Sinar ungu di tubuh Nine semakin terang dan menyelimuti seluruh tubuhnya.

Tubuhnya kemudian mengecil dan dalam sekejap berubah menjadi sebuah kelereng kecil.

1 detik

Kelereng itu seolah akan meledak. Semua orang mengira hal itu tak terhindarkan dan hanya bisa berdiam karena Shinji telah memperkirakan bahwa tidak ada tempat yang aman sekalipun mereka berlari jauh.

Seolah Yuzuriha menangis, air matanya mulai menetes. Namun tiba-tiba sebuah cahaya biru muda yang berbentuk tombak meluncur dengan kecepatan luar biasa dari tak jauh dari mereka menuju kelereng yang akan meledak itu.

Semua orang menyaksikan cahaya ungu yang mulai membesar seperti akan meledak, bahkan warga desa yang dievakuasi serta petugas pemadam kebakaran yang baru saja menyelesaikan tugasnya juga melihat cahaya itu.

Cahaya ungu semakin membesar dan suara gemuruh mulai terdengar di telinga semua orang yang melihatnya. Namun semuanya tiba-tiba berhenti ketika tombak berwarna biru muda tersebut menghantam kelereng hingga lenyap tak tersisa.

Suara gemuruh pun hilang, dan cahaya ungu yang membesar juga menghilang begitu saja. Shun dan kawan-kawannya kembali sadar dan bernapas lega.

"I-Itu..." ucap Shun yang masih gemetaran.

Yuzuriha mengelap air matanya dengan lengan.

"Tombak biru muda?"

"H-hebat..." Frank terjatuh duduk di tanah.

"Syukurlah." Frederica menunjukkan senyum tipis.

Shinji melangkah ke depan.

"Neir ya?" ucap Shinji dengan singkat.

Mereka semua melihat sebuah tombak berwarna biru muda tertancap di tanah, dengan sebuah lubang besar di sekelilingnya akibat benturan tombak tersebut.

Tak lama kemudian, sinar matahari pagi mulai muncul sedikit demi sedikit. Dari balik pepohonan, seorang pemuda dengan wajah tanpa ekspresi melangkah keluar, dan di belakangnya terlihat Fin yang bersandar di batang pohon.

Pemuda itu menatap arah Shun dan kawan-kawannya lalu mengambil tombak biru muda itu—yang tampaknya merupakan miliknya.

"Yo," sapanya dengan nada santai.

Sinar matahari pagi menyinari sosok pemuda itu. Ya, dia adalah sosok yang disebut Shinji—yaitu Neir, salah satu dari empat Demon General.

The Spearhead

1
Pencinta Novel
Alurnya bagus, karakter bagus, gada karakter yang kayak robot semuanya ada kepribadian masing-masing, world building lumayan. Novel ini bisa populer menurut ku ya, semangat thorrr😁✌
Bisquit Kairifz: Mantap ni yee😄👍
total 1 replies
Pencinta Novel
kece bet Kai🤣
Feni sang penulis novel
hello kak izin komen ya aku sudah ngebaca Noval kakak yang aku suka semuanya dengan alur cerita kakak yang bagus dan juga alurnya berjalan dengan mulus izin ya kak aku ingin memberikan 5 bintang oh ya sebelum aku ngasih bintang 5 sama kakak aku pun sudah mempunyai novel yang baru saja 21 yang berjudul sang mafia wanita cantik tolong like ya semuanya kak ke-21 babnya semoga kakak suka kalau tidak suka gak apa-apa yang penting tetap semangat untuk kakaknya😍💪
Bisquit Kairifz: terimakasih udah baca👍
total 1 replies
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Panda: oh oke makasih infonya kak
total 2 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
Bisquit Kairifz: mantap bro👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!