NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Pria Dewasa

Tawanan Cinta Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:CEO / Pernikahan Kilat / Obsesi / Beda Usia / Tamat
Popularitas:25.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Sequel Gairah Cinta Sang Presdir.

-Harap bijak memilih bacaan-

Menjadi penyebab utama kecelakaan maut hingga menewaskan seorang wanita, Mikhayla Qianzy terpaksa menelan pil pahit di usia muda. Tidak pernah dia duga pesta ulang tahun malam itu adalah akhir dari hidup manja seorang putri Mikhail Abercio.

Keyvan Wilantara, seorang pria dewasa yang baru merasakan manisnya pernikahan tidak terima kala takdir merenggut istrinya secara paksa. Mengetahui jika pelaku yang menyebabkan istrinya tewas adalah seorang wanita, Keyvan menuntut pertanggungjawaban dengan cara yang berbeda.

"Bawa wanita itu padaku, dia telah menghilangkan nyawa istriku ... akan kubuat dia kehilangan masa depannya." - Keyvan Wilantara

------
Ig : desh_puspita

....

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 - Cenat-Cenut

"Ini," ucap Keyvan berakhir dengan memilihkan pakaian Liora untuk Mikhayla, nampaknya gadis itu hanya akan membuat Keyvan pusing malam ini jika dipaksa melakukan tugasnya sebagai istri.

Perbedaan postur tubuh antara mendiang istrinya dan Mikhayla membuat tubuh pemilik manik cokelat itu tenggelam. Kalau tidak celananya kepanjangan ya bajunya kebesaran.

"Yang lain," pinta Mikhayla mulai berani meminta lebih, jika kemarin malam dia menerima-menerima saja lantaran takut pada Keyvan. Malam ini dia memilih untuk mengatakan apa maunya, toh memang sudah jadi istrinya.

"Coba ini," titah Keyvan memberikan kandidat kelima untuk baju tidur Mikhayla malam ini.

"Celananya kegedean, melorot kalau aku pakai."

Keyvan menghela napas kasar, dia juga salah kenapa tidak memiliki pikiran untuk membelikan istrinya pakaian sejak tadi. Agenda malamnya bukan ini, bahkan dia sempat berpikir untuk membuat istrinya tidur dalam keadaan polos.

"Terus pakai apa? Bajuku mau?" tanya Keyvan mulai menyerah, belum apa-apa kesabarannya mulai diuji bahkan kepalanya nyut-nyutan.

Mikhayla menggeleng, dan dengan sabar yang dipaksakan Keyvan membuka lemari yang sudah lama tidak dibuka sejak beberapa bulan lalu. Tepatnya setelah istrinya hamil, pakaian yang tidak muat di tubuh Liora disimpan rapih di sana.

"Ini."

Dia masih bersikap dingin sebenarnya, tapi tidak kasar saja. Mikhayla juga sama sabarnya, rambutnya bahkan kering demi menunggu sang suami menyiapkan pakaiannya.

"Lumayan, aku pakai yang ini ... tapi *un*derware sama bra-nya mana? Aku risih kalau tidak pakai," protesnya usai menerima baju tidur satin yang menurut Liora kekecilan tapi di tubuh Mikhayla masih sedikit longgar.

Kepala Keyvan rasanya seperti ditusuk-tusuk setelah dia meminta ini dan itu tanpa jeda. Padahal mencari pakaian saja sudah lama, kini justru dibuat repot untuk kedua kalinya.

"Sebentar, aku cari dulu."

Keyvan mengingat dimana letak perlengkapan Liora. Biasanya belum terpakai dan itu sengaja dibeli untuk sekadar disimpan, belum sempat dia pakai.

Beberapa menit mencari kini Keyvan kembali dengan satu kacamata merah merona dan underware senada di sana. Mikhayla memerah kala Keyvan menyerahkannya, sesaat dia terdiam dan mengecek ukurannya. Wajah Mikhayla tampak kecewa dan dia menghela napas kasarnya.

"Kebesaran, yang lebih kecil dari ini ada?"

Ya Tuhan, dikasih hati minta jantung. Begitulah kira-kira kata yang pas untuk Mikhayla, pria itu memejamkan mata sembari menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Liora saja tidak secerewet ini, heran juga kenapa gadis yang seharusnya takut usai dia nikahi secara paksa justru berani meminta hal yang aneh semacam ini.

"Tidak ada, hanya punya itu ... pakai jika mau, kalau tidak juga tidak masalah. Kamu sendiri yang bisa merasakan nyaman atau tidaknya," tutur Keyvan enggan untuk menuruti keinginan istrinya kali kesekian ini.

Mikhayla mengangguk pelan, dia berlari untuk mengambil jarak dan memakai bajunya di tempat yang lain, yang jelas tidak di hadapan Keyvan.

"Aah sepertinya aku harus tidur cepat," ucap Keyvan mengusap wajahnya kasar, gairrah untuk mendapatkan mahkota atau sebagainya hilang begitu saja. Yang ada kini hanya menyisakan sakit di kepala Keyvan.

Sementara di sisi lain, Mikhayla tengah terbahak tanpa suara. Selesai dengan pakaiannya, dia menatap Keyvan dari kejauhan. Terlihat jelas suaminya frustasi usai dia meminta ini dan itu, setelah sempat memberikan jawaban yang membuat Keyvan berhenti membahas teman tidur dan lainnya, kali ini dia kembali berulah.

"Itu baru permulaan ... nikmati saja, nyahok sekalian!!" umpat Mikhayla dalam hati, kemampuan dia dalam berakting jangan ditanya. Bakat sang papa turun padanya tanpa sisa, Mikhayla memang pembohong dalam beberapa situasi.

Sejak Keyvan bicara masalah menggantikan teman tidur, jelas saja dia paham. Hanya saja, seperti kata mamanya jangan pernah bersikap seolah tahu segalanya di hadapan pria yang sudah dewasa karena itu sama halnya dengan bunuh diri.

.

.

.

Selesai ganti baju, Mikhayla kembali dengan langkah pelan. Ya, meski dia sudah berani usil begitu tetap saja rasa takut itu ada. Apalagi kali ini dia sudah terpaksa menuruti kemauan Keyvan untuk mandi, pertahannya melalui bau badan sudah terpatahkan.

Keyvan masih duduk di tepian ranjang, wajahnya terlihat datar dan menatap Mikhayla yang kini semakin dekat. Cantik, istrinya begitu muda dan jelas saja masih imut-imutnya.

"A-aku tidur dimana?"

"Sini," jawab Keyvan pelan, seadanya dan dia tidak banyak bicara.

Mikhayla yang mendapat izin begitu tanpa dosa naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya seolah di kamar sendiri. Akan tetapi, sebelum itu dia menyusun guling di tengah-tengah sebagai pembatas di antara mereka.

Keyvan berdecak sebal melihatnya, sejak dulu dia paling benci benda itu. Secepat mungkin dia mengambil posisi di sisi Mikhayla, dengan sekali gerakan dia melempar guling itu hingga terhempas di lantai.

"Kenapa dibuang? Aku tidurnya jelek kalau tidak pakai guling."

Dia takut sebenarnya, hanya saja dengan keberanian yang berusaha dia satukan jelas saja hal itu dia ungkapkan.

"Ini kamarku, dan peraturan tidur bersamaku tidak boleh menggunakan benda siallan itu." Dia bicara santai seperti biasa, sama sekali belum ada keramahan. Mikhayla yang terbiasa dengan kehangatan sang papa sebenarnya ingin menangis mendapatkan pria seperti ini.

"Kalau nanti tidurku jelek bagaimana?"

Dia tidak menjawab, Keyvan mematikan lampu dengan sekali tepukan tangan. Canggih sekali, pikir Mikhayla kagum sesaat. Dia paham ada tekhnologi itu, tapi memang di rumahnya tidak menggunakan hal unik itu.

"Gelap, aku tidak terbiasa tidur gelap," gumam Mikhayla begitu pelan, sungguh dia sebenarnya takut tidur dalam keadaan gelap gulita begini.

"Tidurlah, jangan membuat kepalaku semakin sakit ... aku tidak bisa jamin bisa menahan diri jika kamu terus bicara lagi." Mikhayla terdiam, cepat-cepat dia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya tanpa tersisa. Suara berat khas ngantuknya benar-benar membuat Mikhayla merinding.

- To Be Continue -

Mental aman, Bang?

1
Cipika Cipiki
asiikk nih bisa runut bacanya 👍👍
Cipika Cipiki
oh ini toh pertemuan pertama sama jodohnya bang Justin
Cipika Cipiki
dapet aja lagi gambarnya 😄
Cipika Cipiki
iya lah ngasih namanya jangan yg mirip² seperti papa Mikhail dan Mikhayla 😁
Cipika Cipiki
bisa²nya aku ngakakkk baca ini 🤣🤣
Cipika Cipiki
3 sekawan ini selalu rariweuh semua pas istri temannya mau lahiran 🤣
Cipika Cipiki
seru banget nih anak sama papa 😄
Cipika Cipiki
sampe nangis gitu ya padahal ini pernikahan ke 2 bagi Evan 😄
Cipika Cipiki
di antara mereka cuma Evan yang muslim jadi mungkin cuma Evan yg barangnya paling bagus karena ada ukirannya 🤣🤣
Cipika Cipiki
oh Zidan nikahin Erika toh , syukurlah dapetnya yang sama² baik
Cipika Cipiki
mati sendiri katanya 😄😄
Cipika Cipiki
berarti semua pekerja di rumah Keyvan di bayar Mike buat bersekongkol
Cipika Cipiki
apa jangan² Mike ini selingkuhannya Liora
Cipika Cipiki
wah ternyata Mike duri dalam karung
Cipika Cipiki
masukan jari terus cium aromanya ya bang 😄 lagi serius gini ada aja kelakuannya 😁
Cipika Cipiki
kasian Mikhayla 😭 kok sampe terjadi 😭
Cipika Cipiki
makanya Khail kamu tuh mudanya jangan bangor 😄
Cipika Cipiki
ngapain si Zidan ikutan datang 😄 lagian harusnya Zidan di sebut opa bukan om 🤭
Cipika Cipiki
nah kalo yang ini Mikhayla udah menjelma jadi anak pintar 😁
Cipika Cipiki
Mikhayla bener ² masih anak mama 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!