Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.
Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.
Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.
Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.
"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -
Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?
Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan pertunangan
Pertunangan tinggal besok malam, tapi sampai hari ini, orang suruhan Elgard belum melaporkan apa pun tentang Meriana. Padahal menurut Elgard, jika ada sesuatu menyangkut Meriana, pasti itu bisa menjadi senjatanya untuk membatalkan pertunangan itu.
Sebenarnya Elgard bisa saja membangkang, dia melepas semua yang dia punya saat ini. Tapi kalau dia tak punya apa-apa bagaimana dia membantu Bianca. Lalu, kalau Elgard melawan Ayahnya dengan batalnya pertunangan besok, pasti sasarannya adalah Bianca.
Padahal Bianca baru saja bersemangat untuk proyek parfumnya. Elgard tidak tega jika semua itu hancur karena ulah Ayahnya dan juga Meriana.
Mungkin memang menjalani pertunangan dengan Meriana untuk saat ini adalah yang terbaik untuk Bianca. Hanya pertunangan yang kapan saja bisa batal sesuai dengan omongan Ayahnya waktu itu.
Sedangkan dirinya akan seidkit menjauh sementara waktu dari Bianca untuk melindungi Bianca dari sasaran Ayahnya dan Meriana. Sampai Elgard menemukan sesuatu tang bisa membuat Ayahnya membatalkan sendiri pertunangannya dengan Meriana.
"Bagaimana menurutmu El?" Meriana berputar menujukkan gaun berwarna hitam yang ia coba untuk dikenakan besok malam.
"Bagus, tapi belahan bagian kakinya terlalu tinggi, pahami terlihat sepenuhnya bahkan sampai ke pangkal paha. Agak ditutup sedikit!"
Sesungguhnya Elgard sudah tak peduli Meriana mengenakan apapun, lagi pula orang-orang sudah pernah melihat yang lebih dari itu saat Meriana menegakkan bikini, tapi pemandangan itu membuatnya tidak nyaman. Menurutnya Meriana terlalu murahan untuk memakai gaun seperti itu di saat acara pertunangan mereka.
"Kalau ditutup sedikit, gaun ini tidak cantik lagi El. Gaun ini memang menonjolkan kaki jenjang pemakainya!" Meriana menolak dengan keras.
"Terserah padamu!" Elgard tidak ingin lagi berdebat dengan Meriana. Baginya semuanya sudah tak penting kecuali berakhirnya hubungan mereka.
"Kau kenapa El? Kau seperti tidak bersemangat sama sekali menurut hari besar kita besok!" Meriana terlihat begitu kesal.
"Lalu aku harus bagaimana saat aku harus melakukan pertunangan yang tidak aku inginkan?!"
"El!!" Geram Meriana sembari menghentakkan kakinya.
"Lakukan apa pun yang kau mau, aku akan mengikutinya. Asal jangan sentuh Bianca, karena aku melakukan ini hanya untuk Bianca!"
Jawaban Elgard benar-benar membuat Meriana semakin murka. Dia kira pertunangan ini akan mengubah sikap Elgard kepadanya,tapi Elgard justru semakin menjadi.
"Oh, jadi sekarang kau mencintainya?"
"Cinta?" Tanya Elgard dalamdalam hati.
"Apa benar aku mencintainya?"
Elgard mengingat saat pertama kali bertemu Bianca setelah delapan tahun. Hatinya terenyuh melihat penampilan Bianca yang sungguh berbeda. Apanlagi ketika menatap mata sayu dengan pipi tirus yang menyedihkan itu.
Dari rasa iba itu, muncullah rasa bersalah yang mendalam dalam hati Elgard, hingga semakin lama perasaan itu semakin aneh. Elgard mulai tak nyaman dengan perasaan yang belum teraba oleh pikirannya. Tapi Elgard selalu merasa tidak nyaman ketika tidak melihat Bianca. Jantungnya terus berdetak dengan keras ketika mengingat Bianca atau berada di dekatnya.
Penolakan Bianca, tatapan kebencian dari matanya yang bening itu, justru membuat Elgard semakin gila. Di pelupuk matanya selalu ada Bianca yang menatapnya dengan penuh kebencian.
Tapi karena tatapan itu, Elgard merasakan Bianca terus menggantinya. Menyelipkan sedikit rasa ke dalam hatinya yang kini sudah mulai menjalar kemana-mana.
"Kau mencintanya El?" Ulang Meriana.
"Iya!" Jawab Elgard dengan lugas tanpa berpikir kalau itu akan menyakiti Meriana atau tidak. Tapi dia mengikuti kata hatinya. Meski pertemuannya dengan Bianca baru beberapa bulan ini, namun dia yakin dengan perasaannya. Dia yakin kalau jantingnya tidak pernah salah ketika berdetak untuk orang yang ia cintai.
"Apa?" Meriana menatap Elgard dengan nanar. Bahkan suaranya terdengar lirih seolah hilang seolah tertelan kembali.
Elgard menatap Meriana, minat kekecewaan Meriana itu, jantungnya sama sekali tidak berdebar-debar. Tidak sama seperti saat melihat tatapan kecewa dari Bianca, baik dulu ataupun sekarang.
Dulu, saat Elgard mengakhiri hubungannya langsung di depan Bianca, dia sempat ingin berbalik untuk mengurungkan niatnya, tapi dia tidak bisa. Banyak hal yang ia pertimbangkan saat itu. Hingga akhirnya Elgard melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Bianca seorang diri.
Tapi sampai saat ini, Elgard masih ingat. Jantungnya berdetak dengan kencang. Mati-matian dia menahan kakinya untuk tetap melangkah melawan hatinya yang ingin sekali berbalik kembali saat itu.
"Kau tega El!" Meriana menggeleng tak percaya.
"Sudah ku katakan kemarin kalau aku tidak ingin hubungan kita berlanjut karena aku ragu dengan hubungan kita. Tapi kau yang keras kepala dan membujuk Ayahku untuk segera melangsungkan pernikahan ini. Jadi terima saja kalau aku menjalani pertunangan kita ini dengan terpaksa dan aku sudah tidak seperti dulu lagi!"
"Tidak El, kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini. Kita sudah lama menjalin hubungan, aku tau kau mencintaiku. Kau mungkin sedang lelah sampai kau berpikir keman-mana!"
"Aku seratus persen sadar Mer!" Jawab Elgard karena dia yakin dengan semua ucapannya.
"Wanita s*alan! Semua ini pasti gara-gara dia!" Geram Meriana.
"Jangan hanya bisa menyalahkan orang lain Mer. Coba lihat dirimu sendiri, apa yang membuatku akhrinya memilih mundur dari hubungan kita?"
"M-makdumu?"
"Apa kau pernah mendengarkan aku sedikit saja Mer? Aku tidak melarangmu menjadi model, tapi aku juga tidak ingin kau terlalu bebas. Aku memintamu menolak foto syut yang mengekspos sebagian besar tubuhmu. Apa kau mendengarkan aku tentang itu? Tidak, kau justru semakin menjadi bahkan membiarkan teman modelnya memeluk dan menyentuhmu ketika kalian berpose di depan kamera dengan busana minim seperti itu!"
"El...."
"Aku belum selesai bicara!" Potong Elgard.
"Kau juga tidak ingin punya anak buru-buru padahal aku sangat menginginkan anak. Kau melarangku dekat dengan wanita lain, kau selalu marah-marah saat aku berada di dekat seorang wanita, tapi kau sendiri? Kau malah bersenang-senang di luar negeri sana dengan teman-temanmu sedangkan aku di sini bekerja dan selau menunggu kabar darimu. Aku selau melihat ponselku, menunggu kabar darimu, tapi kalau kau sudah bersama temanmu, kau sama sekali tidak mengingatku!"
Setelah semua itu terungkap dari bibir Elgard, Meriana hanya bisa terperangah dengan keterkejutannya.
"Silahkan pikirkan sendiri, kenapa aku merasa ragu dan tidak mau untuk melanjutkan hubungan kita. Kalaupun kita jadi bertunangan, aku melakukannya dengan sangat terpaksa! Renungkan sendiri!"
Elgard melepas jas yang ia kenakan karena itu salah jas pertunangan mereka besok. Kemudian mengganti dengan jas miliknya sendiri. Dia masih membiarkan Meriana terdiam di pisisinya dengan tangan yang mengepal begitu kuat.
andai masih hidup si janin akan mengikat lebih kuat hubungan Elgar Bianca
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!