NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan pertunangan

Pertunangan tinggal besok malam, tapi sampai hari ini, orang suruhan Elgard belum melaporkan apa pun tentang Meriana. Padahal menurut Elgard, jika ada sesuatu menyangkut Meriana, pasti itu bisa menjadi senjatanya untuk membatalkan pertunangan itu.

Sebenarnya Elgard bisa saja membangkang, dia melepas semua yang dia punya saat ini. Tapi kalau dia tak punya apa-apa bagaimana dia membantu Bianca. Lalu, kalau Elgard melawan Ayahnya dengan batalnya pertunangan besok, pasti sasarannya adalah Bianca.

Padahal Bianca baru saja bersemangat untuk proyek parfumnya. Elgard tidak tega jika semua itu hancur karena ulah Ayahnya dan juga Meriana.

Mungkin memang menjalani pertunangan dengan Meriana untuk saat ini adalah yang terbaik untuk Bianca. Hanya pertunangan yang kapan saja bisa batal sesuai dengan omongan Ayahnya waktu itu.

Sedangkan dirinya akan seidkit menjauh sementara waktu dari Bianca untuk melindungi Bianca dari sasaran Ayahnya dan Meriana. Sampai Elgard menemukan sesuatu tang bisa membuat Ayahnya membatalkan sendiri pertunangannya dengan Meriana.

"Bagaimana menurutmu El?" Meriana berputar menujukkan gaun berwarna hitam yang ia coba untuk dikenakan besok malam.

"Bagus, tapi belahan bagian kakinya terlalu tinggi, pahami terlihat sepenuhnya bahkan sampai ke pangkal paha. Agak ditutup sedikit!"

Sesungguhnya Elgard sudah tak peduli Meriana mengenakan apapun, lagi pula orang-orang sudah pernah melihat yang lebih dari itu saat Meriana menegakkan bikini, tapi pemandangan itu membuatnya tidak nyaman. Menurutnya Meriana terlalu murahan untuk memakai gaun seperti itu di saat acara pertunangan mereka.

"Kalau ditutup sedikit, gaun ini tidak cantik lagi El. Gaun ini memang menonjolkan kaki jenjang pemakainya!" Meriana menolak dengan keras.

"Terserah padamu!" Elgard tidak ingin lagi berdebat dengan Meriana. Baginya semuanya sudah tak penting kecuali berakhirnya hubungan mereka.

"Kau kenapa El? Kau seperti tidak bersemangat sama sekali menurut hari besar kita besok!" Meriana terlihat begitu kesal.

"Lalu aku harus bagaimana saat aku harus melakukan pertunangan yang tidak aku inginkan?!"

"El!!" Geram Meriana sembari menghentakkan kakinya.

"Lakukan apa pun yang kau mau, aku akan mengikutinya. Asal jangan sentuh Bianca, karena aku melakukan ini hanya untuk Bianca!"

Jawaban Elgard benar-benar membuat Meriana semakin murka. Dia kira pertunangan ini akan mengubah sikap Elgard kepadanya,tapi Elgard justru semakin menjadi.

"Oh, jadi sekarang kau mencintainya?"

 "Cinta?" Tanya Elgard dalamdalam hati.

"Apa benar aku mencintainya?"

Elgard mengingat saat pertama kali bertemu Bianca setelah delapan tahun. Hatinya terenyuh melihat penampilan Bianca yang sungguh berbeda. Apanlagi ketika menatap mata sayu dengan pipi tirus yang menyedihkan itu.

Dari rasa iba itu, muncullah rasa bersalah yang mendalam dalam hati Elgard, hingga semakin lama perasaan itu semakin aneh. Elgard mulai tak nyaman dengan perasaan yang belum teraba oleh pikirannya. Tapi Elgard selalu merasa tidak nyaman ketika tidak melihat Bianca. Jantungnya terus berdetak dengan keras ketika mengingat Bianca atau berada di dekatnya.

Penolakan Bianca, tatapan kebencian dari matanya yang bening itu, justru membuat Elgard semakin gila. Di pelupuk matanya selalu ada Bianca yang menatapnya dengan penuh kebencian.

Tapi karena tatapan itu, Elgard merasakan Bianca terus menggantinya. Menyelipkan sedikit rasa ke dalam hatinya yang kini sudah mulai menjalar kemana-mana.

"Kau mencintanya El?" Ulang Meriana.

"Iya!" Jawab Elgard dengan lugas tanpa berpikir kalau itu akan menyakiti Meriana atau tidak. Tapi dia mengikuti kata hatinya. Meski pertemuannya dengan Bianca baru beberapa bulan ini, namun dia yakin dengan perasaannya. Dia yakin kalau jantingnya tidak pernah salah ketika berdetak untuk orang yang ia cintai.

"Apa?" Meriana menatap Elgard dengan nanar. Bahkan suaranya terdengar lirih seolah hilang seolah tertelan kembali.

Elgard menatap Meriana, minat kekecewaan Meriana itu, jantungnya sama sekali tidak berdebar-debar. Tidak sama seperti saat melihat tatapan kecewa dari Bianca, baik dulu ataupun sekarang.

Dulu, saat Elgard mengakhiri hubungannya langsung di depan Bianca, dia sempat ingin berbalik untuk mengurungkan niatnya, tapi dia tidak bisa. Banyak hal yang ia pertimbangkan saat itu. Hingga akhirnya Elgard melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Bianca seorang diri.

Tapi sampai saat ini, Elgard masih ingat. Jantungnya berdetak dengan kencang. Mati-matian dia menahan kakinya untuk tetap melangkah melawan hatinya yang ingin sekali berbalik kembali saat itu.

"Kau tega El!" Meriana menggeleng tak percaya.

"Sudah ku katakan kemarin kalau aku tidak ingin hubungan kita berlanjut karena aku ragu dengan hubungan kita. Tapi kau yang keras kepala dan membujuk Ayahku untuk segera melangsungkan pernikahan ini. Jadi terima saja kalau aku menjalani pertunangan kita ini dengan terpaksa dan aku sudah tidak seperti dulu lagi!"

"Tidak El, kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini. Kita sudah lama menjalin hubungan, aku tau kau mencintaiku. Kau mungkin sedang lelah sampai kau berpikir keman-mana!"

"Aku seratus persen sadar Mer!" Jawab Elgard karena dia yakin dengan semua ucapannya.

"Wanita s*alan! Semua ini pasti gara-gara dia!" Geram Meriana.

"Jangan hanya bisa menyalahkan orang lain Mer. Coba lihat dirimu sendiri, apa yang membuatku akhrinya memilih mundur dari hubungan kita?"

"M-makdumu?"

"Apa kau pernah mendengarkan aku sedikit saja Mer? Aku tidak melarangmu menjadi model, tapi aku juga tidak ingin kau terlalu bebas. Aku memintamu menolak foto syut yang mengekspos sebagian besar tubuhmu. Apa kau mendengarkan aku tentang itu? Tidak, kau justru semakin menjadi bahkan membiarkan teman modelnya memeluk dan menyentuhmu ketika kalian berpose di depan kamera dengan busana minim seperti itu!"

"El...."

"Aku belum selesai bicara!" Potong Elgard.

"Kau juga tidak ingin punya anak buru-buru padahal aku sangat menginginkan anak. Kau melarangku dekat dengan wanita lain, kau selalu marah-marah saat aku berada di dekat seorang wanita, tapi kau sendiri? Kau malah bersenang-senang di luar negeri sana dengan teman-temanmu sedangkan aku di sini bekerja dan selau menunggu kabar darimu. Aku selau melihat ponselku, menunggu kabar darimu, tapi kalau kau sudah bersama temanmu, kau sama sekali tidak mengingatku!"

Setelah semua itu terungkap dari bibir Elgard, Meriana hanya bisa terperangah dengan keterkejutannya.

"Silahkan pikirkan sendiri, kenapa aku merasa ragu dan tidak mau untuk melanjutkan hubungan kita. Kalaupun kita jadi bertunangan, aku melakukannya dengan sangat terpaksa! Renungkan sendiri!"

Elgard melepas jas yang ia kenakan karena itu salah jas pertunangan mereka besok. Kemudian mengganti dengan jas miliknya sendiri. Dia masih membiarkan Meriana terdiam di pisisinya dengan tangan yang mengepal begitu kuat.

1
antha mom
happy ending 👍👍👍👍👍👍👍👍
antha mom
makan thor ceritanya keren banget dan happy ending 👍👍
antha mom
bisa kok 😂😂
juwita
pdhl g udh dinpkirin dr spa itu. yg penting kenyang. klo ada sisa buat nanti mlm kan bisa drpd kelaparan🤣🤣
antha mom
uang bukan yang
antha mom
"terima kalah"atau terimakasih thor
Ayla Anindiyafarisa
karna aku cemburu bee😅😅
Ayla Anindiyafarisa
emang ayahmu setuju kalau kau sama Bianca El kurasa tidak
Ayla Anindiyafarisa
aku bacanya kok sambil nangis y thor😭😭
Ayla Anindiyafarisa
miris banget y Bianca tu beli mie aja g cukup duitnya😭
Suharti
👍👍👍👍👍👍
Suharti
ya soal cerita itu terserah otor .kan aku hanya tinggal menikmati.trimakasih.
Hera sasuwe
👍🏻
Wirly Pena
karya yg bagus thor, semangat 💪

halo temen2, jangan lupa mampir di " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sudah saatnya kalian bahagia.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Salah mu karna ga bijak untuk bicarakan dulu dengan Adel sebagai iatri mu dan mengambil keputusan sendiri... iatri mana yang ga akan salah paham kalau harus berhadapan dwngan masalah yang sama dan orang yang sama di saat Adel mulai memberi kamu kesempatan dan kepercayaan Kevin.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Iya lah MUAK sama istri suruh ngirit tapi uang mu bebas keluar besar²an demi Sofia... kan ga waras
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Banyak sekali typo Thor di tiap bab, dari kekurangan kata, kadang salah penempatan kata dan kadang kata yang hilang jadi bacanya suka bingung.. coba kroscek lagi ceritanya biar enak di baca.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm... syukurlah kamu sadar Sofia jadi jangan ganggu lagi RT Kwvin Adel meaki dwngan alasan minta tolong...
mending jual saja rumahnya dari pada pusing² dan jadi beban trs kalau ada sisa uang bisa beli rumah yang kecil dan kalaupun ga ada sisa yang penting angsuran gadai sudah lunas dan kamu bisa kerja lagi buat kebutuhan sehari².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hah syukurlah, akhirnya kamu sadar juga Vin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!