Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.
Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu
Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara
happy reading 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 15
Di sebuah bar terdengar suara musik yang sangat kencang dan banyak para wanita dan pria berjoged menikmati malam yang indah menurut mereka.
Berbeda dengan wanita yang berada di ujung sedang menangis sambil memegangi segelas wine di tangannya dengan wajah melasnya.
Di bawah kerlap Kerlip nya lampu wanita itu sangat menikmati minumannya di temani rasa sedih, kesunyian hati, kosongnya tatapan dan mulutnya yang terus saja mengoceh melampiaskan amarah dan rasa sakit hatinya pada pria yang sudah mencampakkan nya.
"Apa lebih nya wanita kampung itu hingga kau lebih memilih dia dari pada aku ... Kenan!" teriak Helen yang sekali lagi menenggak minumannya.
Tang
Gelas yang baru saja di letakkan itu ia genggam dengan begitu kuat tatapan nya berubah tajam seolah ia mengingat penolakan Kenan pada dirinya saat itu.
Lamunan nya buyar saat ia melirik gelas yang terisi oleh seseorang lalu ia beralih menatap pria yang tidak asing baginya,"Apa juga yang hebat dari Kenan hingga kau terus saja menolak ku, Helen,"
Mata Helen terbelalak menatap pria yang dulu selalu mengejarnya, tetapi ia tidak pernah menerimanya.
"Narendra," lirih Helen.
"Ternyata kau masih mengingatku," senang Naren yang bertambah mendekat pada wanita yang sangat ia rindukan.
Flashback
"Kenan, ada yang sedang jatuh cinta," ucap Jimmy.
"Siapa?" tanya Kenan yang mana melihat Jimmy melirik ke arah Narendra membuat pria itu salah tingkah.
Kenan, Jimmy, dan Narendra mereka bertiga sahabat baik dan bersekolah di SMA yang sama begitu pun dengan Helen.
Mereka berempat sangat akrab, dan menjadi geng terpopuler di sekolah. Helen adalah wanita yang sangat beruntung selalu di dampingi ketiga pria tampan itu hampir semua pria tidak ada yang berani mendekatinya.
Helen pun selalu baik pada ketiga pria itu tapi Jimmy sedikit tidak suka pada sifat Helen yang sedikit sombong walaupun ia adalah wanita yang selalu bertutur kata lembut hanya jika di depan mereka bertiga.
Bukan tanpa alasan karena Jimmy pernah memergoki Helen sedang melakukan kekerasan pada seorang wanita yang terlihat akrab dengan Kenan. Ingin sekali ia mengatakan pada Kenan dan Narendra tapi di sisi lain walaupun ia punya bukti dirinya tidak ingin persahabatan mereka hancur apalagi Kenan dan Narendra yang terlihat menyayangi Helen.
Kenan menghampiri Narendra dan menanyakan siapa gadis yang tengah membuatnya kasmaran.
Dengan malu-malu Narendra menjawab,"Helen, dia orang nya,"
Kenan merasa senang, tetapi tidak dengan Jimmy ia yang sudah tau jika Helen menyukai Kenan itu pun merasa apa yang ia takutkan akan terjadi.
"Baiklah, aku akan membantumu mendapatkan Helen ... Bagaimana Jimmy kita harus buat rencana agar mereka jadian," tanya Kenan pada Jimmy.
"I ... Iya ...," gugup Jimmy menggaruk lehernya yang tidak gatal sembari cengengesan.
"Terimakasih, Kenan kau memang sahabat ku yang terbaik," Narendra memeluk Kenan dengan rasa percaya dan bahagia sedangkan Jimmy hanya memandang dengan tatapan memelas pada mereka berdua.
Hingga saat mereka lulus dan kuliah di universitas yang sama juga Narendra yang belum sempat menyatakan perasaannya pada Helen karena menunggu waktu yang tepat mendengar dari mulut Helen sendiri jika ia akan di jodohkan dengan Kenan. Narendra melihat raut wajah Helen yang sangat bahagia kala ia bercerita dengan teman-teman nya di situlah Narendra merasa di khianati lalu ia langsung menemui Kenan dan langsung menghajarnya.
"Tunggu ... Naren apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukul ku!" pekik Kenan.
Naren mendekat seraya mencengkram baju Kenan,"Dasar pengkhianat, kau tau kan aku sudah mencintai Helen sejak lama tapi mengapa kau menikung ku dari belakang!" marah Narendra menatap tajam sahabatnya itu.
Raut wajah Kenan terlihat bingung dengan apa yang dikatakan Narendra,"Jelaskan padaku aku tidak mengerti yang kau maksud Narendra," ujar Kenan.
Akhhhh
Bugh
Bukannya menjelaskan Narendra malah memukul kembali Kenan hingga ia tersungkur di lantai,"Mulai sekarang persahabatan kita cukup sampai di sini aku benci pengkhianatan seperti mu!" pekik Naren.
Sejak saat itu persahabatan mereka benar-benar hancur hanya karena salah paham Jimmy yang sudah tau itu pun hanya melihat mereka dari kejauhan. Kemudian Narendra dan Kenan memutuskan untuk berkuliah di luar negri. Jika Kenan pergi atas dasar kemauan sang papi berbeda dengan Narendra ia pergi untuk menenangkan diri.
Padahal Kenan sudah punya wanita pilihannya saat SMA dulu tapi karena rasa malunya ia pun tidak berani mengutarakan perasaannya pada wanita itu yaitu Arumi. Baru saja ia ingin meminta pendapat Narendra malah pria itu keburu salah paham padanya.
Helen mencoba berdiri untuk menghindari Narendra, tetapi karena ia dalam keadaan mabuk Helen pun duduk kembali kali ini ia terjatuh di pelukan Naren.
Dengan senang hati pria itu menyambut wanita yang dari dulu ingin sekali ia miliki,"Lepaskan aku, aku mau pu ... emphh,"
Helen mengehentikan ucapannya karena buru-buru Naren membungkam mulutnya dengan menciumnya dengan penuh perasaan rindu, sayang , dan juga cinta nya yang selama ini ia pendam selama bertahun-tahun.
Sekuat tenaga Helen mendorong tubuh pria itu karena ia hampir saja kehabisan napas. Naren pun menyadari itu dan segera melepaskan Helen yang langsung berdiri dan berusaha pergi meninggalkan Narendra walupun harus jalan sempoyongan. Sedangkan Narendra hanya tersenyum memegangi bibirnya dan berkata,"Sangat manis," ia beranjak dari duduknya dan segera mengikuti Helen.
***
"Sudah dua jam berlalu kenapa dokter lama sekali," gerutu Kenan yang sangat panik.
"Minum dulu pak, kita berdoa saja yang terbaik untuk Arumi," Anita menyodorkan air mineral untuk mantan bosnya itu.
"Terimakasih," ungkap Kenan yang langsung membuka tutup botol itu lalu meminumnya.
"Maaf ya pak Kenan tentang ucapan ku tadi, aku hanya menebak saja dan sedikit bingung," ucap Anita.
"Nanti akan ku ceritakan bagaimana aku bisa menikah dengan Arumi sekarang kau ceritakan bagaimana bisa Arumi seperti ini siapa yang melakukannya," ujar Kenan.
Anita pun menceritakan kejadian di restoran tadi, dia hanya menyebut seorang wanita karena ia tidak tau siapa wanita itu.
"Dia mengaku jika pak Kenan adalah calon suaminya, lalu Arumi bertanya siapa calon suaminya malah wanita itu mencengkram wajah Arumi lalu ia mendorong Arumi sampai tersungkur ke lantai,"
Anita menjelaskan seraya memperagakan apa yang di lakukan Helen pada Arumi. Sudah dipastikan wanita itu sangat Kenan kenal ia pun merasa geram terlihat dirinya mengepalkan tangannya dan wajahnya pun berubah menjadi sangat menakutkan.
Anita yang melihatnya pun merasa takut, tetapi ia hanya diam tertunduk tidak berani menatap Kenan,"Helen, akan ku pastikan kau akan membayar semua yang kau lakukan pada istri ku apalagi kalau sampai terjadi apa-apa dengan mereka berdua aku akan menjebloskan mu ke penjara," ucap Kenan dengan penuh penekanan.
Oaaaaa oaaaa
Raut wajahnya berubah ketika mendengar suara tangisan bayi, Anita yang mendengarnya pun ikut merasa bahagia. Akan tetapi, wajah Kenan justru memperlihatkan seperti orang yang sedang panik membuat Anita bingung.
Baru saja Kenan ingin masuk seorang suster membawa box bayi yang di dorong menuju keluar,"Selamat ya pak bayi nya perempuan," ucap dokter tersebut.
Bayi mungil nan cantik dengan wajahnya yang masih merah itu pun diabaikan oleh Kenan yang memilih menanyakan ibunya.
"Bayinya selamat, bagaimana dengan istriku kenapa kau menyelamatkan bayinya bukaan ibunya," pekik Kenan.
"Dia ..."
*
*
Bersambung.