NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 23_Karena Aku Bodoh

Tangannya gemetar saat menyentuh luka terbuka di perut Marco.

Ia tahu ia harus membersihkan pasir dan kotoran laut dari sana agar tidak terjadi infeksi fatal.

Begitu kain kasa itu menyentuh lukanya, tubuh Marco tersentak hebat dia mengerang keras, sebuah suara parau yang penuh penderitaan.

"Sstt... diamlah Marco, aku di sini dan aku sedang mencoba menolongmu," bisik Anya, dia menekan luka itu untuk menghentikan pendarahan.

Dalam remang cahaya Anya menatap wajah Marco, tanpa tatapan tajam yang mengintimidasi, tanpa aura kekuasaan yang biasanya melingkupinya, Marco terlihat sangat rentan.

Dia terlihat seperti pria biasa yang bisa hancur kapan saja dan ironisnya, di gubuk kotor ini, Anya merasa memiliki kendali penuh atas hidup pria yang selama ini mengontrol setiap hembusan napasnya.

Ia bisa saja membiarkan pendarahan itu berlanjut, ia bisa saja berjalan keluar, mengambil perahu motor yang masih memiliki sedikit bensin, dan pergi meninggalkan pria ini untuk mati dalam kesunyian.

Jika ia melakukan itu, ia akan bebas. Benar-benar bebas.

Namun, saat ia menatap tangan Marco yang tadi memegang tangannya di atas perahu, hati Anya luluh.

Ia teringat bagaimana Marco mendorongnya ke lubang rahasia demi menyelamatkannya, ia teringat bagaimana Marco rela terjun dari tebing demi mengalihkan perhatian musuh.

'Kamu bukan sekadar monster, Marco. Kamu adalah monster yang mencintaiku dengan cara yang salah.' batin Anya.

Malam mulai jatuh, suara deburan ombak di luar gubuk terdengar semakin keras, seolah-olah sedang mencari keberadaan mereka.

Anya terus bekerja dalam kegelapan yang hampir total, hanya mengandalkan indra perabanya.

Ia membebat perut dan bahu Marco dengan kain kasa yang tersisa, mencoba menjaga suhu tubuh pria itu agar tidak terkena hipotermia dengan menyelimutinya menggunakan sisa gaun putihnya sendiri yang ia robek-robek.

Anya duduk di samping Marco, menyandarkan punggungnya pada dinding kayu yang berderit.

Ia merasa sangat lelah, secara fisik maupun mental, ia memeluk lututnya, menatap ke arah laut lepas yang kini tertutup kegelapan.

Di luar sana, Antonio mungkin sedang merayakan kemenangannya atau mungkin dia sedang memerintahkan anak buahnya untuk menyisir setiap teluk di sekitar pulau.

"Kita tidak akan selamat jika tetap di sini," gumam Anya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia merasakan sebuah pergerakan di sampingnya, tangan Marco yang dingin merayap mencari tangannya.

Anya segera menyambut tangan itu, menggenggamnya erat.

"A-Anya...?" suara Marco terdengar sangat lemah, nyaris seperti embusan angin.

"aku di sini, Marco. Jangan banyak bergerak. Luka-lukamu sangat parah," jawab Anya, mendekatkan wajahnya ke wajah Marco agar pria itu bisa melihatnya.

Marco sedikit membuka matanya, di tengah kegelapan ia bisa melihat siluet Anya.

Sebuah senyum tipis yang penuh kepedihan muncul di sudut bibirnya.

"Kamu... kamu tidak pergi? Kenapa kamu masih di sini?" tanya Marco dengan lemah.

Anya terdiam sejenak, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang ia sendiri belum tahu jawabannya.

"Karena aku bodoh Marco, karena aku tidak bisa membiarkanmu mati setelah apa yang kamu lakukan di pulau tadi."

Marco berusaha mengatur napasnya yang pendek-pendek. "Harusnya kamu lari... Harusnya kamu bebas..." serunya.

"Dan hidup dengan rasa bersalah karena membiarkanmu mati? Tidak Marco, aku tidak sepertimu karena aku punya hati," sahut Anya dengan nada sedikit tajam, meski tangannya tetap mengusap rambut Marco dengan lembut.

Marco menarik napas panjang yang terasa menyakitkan. "Terima kasih... Anya. Kalau aku mati malam ini... di kantong celanaku... ada sebuah kunci kecil. Itu adalah kunci ke sebuah kotak di pelabuhan Jakarta, di sana ada dokumen identitas baru untukmu dan uang yang cukup untuk... untuk membuatmu menghilang selamanya." ucap Marco.

Anya tertegun di saat sekarat pun Marco masih memikirkan cara untuk mengontrol masa depannya atau mungkin, ini adalah bentuk cinta terakhirnya yang mencoba menebus segala kesalahannya.

"Simpan kuncimu Marco, kamu tidak akan mati karena kamu harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini," ucap Anya tegas, meski air matanya kembali jatuh.

Keheningan kembali melanda, Marco tampaknya kehilangan kesadaran lagi, namun genggaman tangannya pada tangan Anya tidak terlepas.

Ia memegang tangan gadis itu seolah-olah itulah satu-satunya hal yang menghubungkannya dengan kehidupan.

Malam itu Anya tidak tidur, iya terjaga di antara suara ombak dan rintihan pelan Marco.

Ia menatap bintang-bintang dari sela-sela atap gubuk yang bocor, ia menyadari bahwa dunianya telah berubah secara permanen.

Ia bukan lagi pelayan kedai kopi yang lugu, dan ia bukan lagi sekadar tawanan mafia, ia adalah penyambung nyawa bagi seorang penguasa kegelapan.

Saat fajar mulai menyingsing di cakrawala, Anya melihat sebuah kapal nelayan kecil melintas di kejauhan, itu bukan kapal Antonio tapi itu hanya nelayan lokal.

Anya berdiri kakinya terasa kaku, ia menatap Marco yang masih bernapas meskipun tersengal.

Ia harus membuat keputusan lagi, meminta bantuan nelayan itu berarti mempertaruhkan keberadaan mereka, tapi tetap di sini berarti membiarkan Marco mati perlahan.

Anya berjalan keluar menuju pantai, ia berdiri di sana, di antara pasir dan air laut, menatap kapal itu.

Tangannya terangkat hendak melambai namun ia berhenti, jika ia membawa Marco kembali ke peradaban, perang akan berlanjut.

Marco akan kembali menjadi monster, dan ia akan kembali ke sangkarnya.

Namun, saat ia berbalik dan melihat gubuk tempat Marco terbaring, ia tahu ia tidak punya pilihan lain.

Obsesi Marco telah berhasil mengubahnya, dia tidak bisa membiarkan Marco pergi, bukan karena dia mencintainya setidaknya belum tapi karena hidup mereka sudah menjadi satu anyaman yang rumit dan berdarah.

Anya mulai melambaikan tangannya sekuat tenaga ke arah kapal nelayan itu.

"Tolong! Di sini!" teriaknya.

Suaranya terbawa angin memecah keheningan pagi dan jauh di dalam gubuk, Marco Valerius yang sedang berjuang melawan maut, merasakan secercah harapan.

Bukan harapan untuk hidup, tapi harapan bahwa ia masih memiliki cahayanya di sisinya.

Obsesi ini belum berakhir, justru di gubuk nelayan yang kumuh ini, sebuah babak baru yang lebih gelap dan lebih terikat baru saja dimulai.

Sangkar emas itu mungkin sudah hancur, namun rantai tak kasat mata di antara mereka justru semakin kuat.

Kapal nelayan itu mendekat dengan suara mesin diesel yang berat dan berasap.

Namanya Bintang Timur, sebuah kapal kayu kusam yang sudah kehilangan sebagian besar catnya karena dimakan usia dan air garam.

Di atasnya ada seorang pria tua dengan kulit sewarna tembaga dan kerutan sedalam jurang menatap Anya dengan penuh kecurigaan.

"Tolong! Tolong kami!" teriak Anya, suaranya parau hingga terasa menyakitkan di tenggorokan.

Pria tua itu adalah Pak Yusuf, awalnya ragu karena di dunianya orang asing yang terdampar dengan noda darah biasanya berarti masalah besar.

Namun ketika matanya menangkap sosok Anya seorang gadis muda yang tampak hancur, memeluk pria yang nyaris tak bernapas, rasa kemanusiaannya mengalahkan rasa takutnya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

JANGAN LUPA FAVORIT KAN CERITANYA, ULASAN DAN BINTANGNYA, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YAAAAA,, DITUNGGU MAWARNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA

KOMEN GIMANA YA SAMA CERITANYA

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!