Menikah adalah hal sakral yang tidak boleh di permainkan. Namun, pernikahan Elena terjadi karena semata-mata ingin menyelamatkan nyawa papanya yang sedang terancam. Dan tanpa diketahui, ternyata dirinya menjadi istri kedua dan bukanlah istri satu-satunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anasta_syia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Bangunan megah bernuansa putih dan emas berdiri kokoh di depan mata Elena seolah menyambut dirinya. Para pelayan berjajar di depan pintu utama untuk menyambut kedatangan nyonya baru mereka. Elena tersenyum ke arah para pelayan. Ia tak pernah bersikap semena-mena pada para pelayan. Dirinya menghormati setiap orang tanpa memandang mereka siapa.
"Selamat datang, nyonya muda" Elena mengangguk dan tersenyum dengan sangat anggun. "Seperti inilah menantu keluarga William" ucap Arthur pada istrinya. Rachel pun melihat sikap Elena yang memang layak menjadi bagian dari keluarga mereka.
Elena berjalan beriringan dengan Rafael masuk ke dalam mansion. Ia melihat seluruh penjuru rumah terhias dengan bunga yang sangat indah. Di depan matanya sudah berjajar berbagai makanan di atas meja makan.
"Ada apa ini?" tanya Elena pada Rafael namun pria itu juga tak mengetahui apapun soal ini. "Untuk menyambut kedatangan menantuku. Apakah ada yang salah?" tanya Arthur. Elena menggelengkan kepalanya. Tak ada yang salah dengan semua ini. Namun, mengapa semua ini dilakukan? Bukankah dia hanyalah seorang menantu yang di pilih hanya karena perjanjian semata? Ia menjadi bagian dari keluarga William karena dirinya ingin menyelamatkan nyawa papanya. Lalu mengapa ia diperlakukan dengan begitu hormat?
Elena mengira jika dirinya masuk ke dalam mansion ini akan seperti dirinya menginjak neraka. Ia disingkirkan, dicaci, dihina ataupun mungkin di siksa. Namun semua itu tidak ia dapatkan dan justru sebaliknya. Bahkan ia bisa melihat dari mata Arthur jika pria itu melakukannya benar-benar dengan ketulusan. Apa maksud dari semua ini?
"Bisa kita makan bersama?" tanya Rachel
Mereka semua duduk di kursi masing-masing. Elena melirik aktivitas Rachel yang sedang menyiapkan makanan untuk Arthur. Wanita itu terinspirasi dan melakukan hal yang serupa pada Rafael. Bahkan pria itu keterangan dengan sikap Elena yang tiba-tiba sangat manis. Namun nyatanya memang Elena melakukan itu semua dengan ketulusan dan tanpa paksaan. Wanita itu menghormati keluarga Arthur yang sudah memperlakukannya dengan baik dan memberikan dia kehormatan di rumah ini.
"Kau salah minum obat?" tanya Rafael heran.
Arthur dan Rachel tersenyum melihat sikap manis Elena yang mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya. "Apakah aku salah memilih, Rachel?" tanya Arthur dengan senyuman penuh bangga.
"Tidak Arthur. Kali ini kau benar dan aku mendukungmu" ucap Rachel.
"Apa aku melakukan ini adalah suatu kesalahan? Bukankah kau sendiri yang memintaku untuk menjadi seorang istri yang baik. Jadi mulai sekarang kau juga harus menjadi suami yang baik" ucap Elena dan memberikan piring yang berisi nasi beserta lauknya pada Rafael.
Keluarga itu makan bersama dengan suasana hangat. Elena bisa merasakan jika dirinya diterima dengan baik disini. Bahkan mungkin seluruh pikiran buruknya tentang pernikahannya ini akan lenyap begitu saja.
"Boleh aku tanya sesuatu sama papa dan mama?" tanya Elena yang berusaha memanggil Arthur dan Rachel dengan sebutan papa mama.
"Apa sayang?"
"Aku hanyalah anak dari musuhmu pa. Kemudian papa memintaku untuk menikah dengan Rafael jika ingin nyawa papaku selamat. Lalu mengapa kalian melakukan semua ini seolah kalian benar-benar menginginkanku menjadi seorang menantu?" tanya Elena.
"Diterima dengan baik salah apalagi jika diperlakukan dengan buruk mungkin akan semakin salah" oceh Rafael dan kembali melanjutkan makannya.
"Kau akan mengetahuinya nanti seiring berjalannya waktu" ucap Rachel lembut.
Elena mengangguk dan kembali melanjutkan aktivitas makannya yang sempat ia tunda sejenak karena ia kepalang penasaran dan ingin melontarkan pertanyaan itu.
Sebenarnya ada apa ini? Elena tak memahami sedikitpun situasi yang sedang ia jalani sekarang. Apakah semua ini hanyalah kebohongan? Lalu bagaimana bisa Elena menemukan ketulusan di mata Rachel dan Arthur untuk dirinya? Awalnya ia sangat membenci Arthur karena telah membuat dirinya mempertaruhkan hidupnya dengan menikahi Rafael. Dan sekarang? Sikap Arthur yang begitu baik padanya membuatnya sedikit ragu dengan apa yang dia yakini.