NovelToon NovelToon
Tawanan Pria Gila

Tawanan Pria Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: AngelKiss

Syakira Aurelia Devi seorang wanita yang berhubungan dengan pria beristri, tak tahu jika kekasihnya memiliki seorang istri. Membuatnya harus berurusan dengan seorang pria kejam dan dingin yang sangat menyayangi adik perempuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TPG : Bab 29

Syakira berjalan bersama dengan Alaric untuk menjenguk Mak Endah, namun langkah mereka langsung di hentikan oleh seorang satpam.

"Maaf, anak kecil tidak boleh masuk." Jelas Satpam.

"Tapi biasanya kan Alaric bisa masuk, kok sekarang enggak bisa?" Tanya Syakira seraya menatap kesal ke arah satpam di depannya, keduanya memang sudah saling kenal karena Syakira sering berkunjung untuk menemui Mak Endah.

"Ini perintah, jadi mohon maaf. Alaric bisa tunggu di luar saja dulu, gimana?" Tanya Satpam itu.

Syakira diam sejenak, ia melihat putra kecilnya. Ia masih terlalu kecil untuk di tinggalkan sendirian, namun Alaric tersenyum ke arah Syakira.

"Mama pergi aja, Al bisa tunggu di sini kok." Jawab Alaric dengan senyuman di wajahnya, melihat senyuman putranya membuat jantung Syakira seakan di panah oleh panah cinta.

"Putra ku sangat tampan, seperti malaikat..." Gumam Syakira.

"Mamah masuk dulu ke dalam yah, Al tunggu di sini. Mamah enggak akan lama kok.." Jawab Syakira dengan senyuman di wajahnya, meski ia ragu untuk meninggalkan Alaric sendirian di luar.

"Mbak Syakira tenang aja, Al nanti saya yang jagain." Jawab Satpam dengan senyuman.

"Makasih yah pak." Setelah itu, Syakira langsung masuk ke dalam rumah sakit.

Syakira berjalan ke ruangan rawat Mak Endah, ia melihat neneknya itu tengah berbaring di atas ranjang dengan selang infus yang terpasang di tangannya.

"Syakira.." Panggil Mak Endah dengan nada lemah saat melihat Syakira datang dengan membawa rantang berisikan makanan untuk Mak Endah.

"Dimana Al?" Tanya nya lagi, karena biasanya Alaric akan ikut bersama dengan Syakira.

Tapi Syakira langsung menjelaskan jika sekarang Alaric tidak bisa masuk karena peraturan, dan satpam yang biasa mengizinkan pun tidak bisa melanggar peraturan rumah sakit.

Syakira langsung membuka rantang dan menyuapi Mak Endah dengan makanan yang sudah ia siapkan, tapi Mak Endah nampak sangat lemah. Sakit yang di derita oleh Mak Endah sudah sangat parah, tubuhnya seakan sudah tak kuat menahan obat-obatan yang sering di masukkan ke dalam tubuhnya.

"Mak.." Panggil Syakira dengan nada lembut, ia berusaha untuk membujuk Mak Endah untuk makan.

"Mak ingin pulang, Syakira..." Ucap Mak Endah dengan tatapan mata yang sayu.

"Iya, nanti Mak akan pulang setelah Mak sembuh." Jelas Syakira dengan senyuman di wajahnya.

Mak Endah langsung menggelengkan kepalanya dengan perlahan, "Mak tahu, kamu sudah menghabiskan banyak uang untuk biaya rumah sakit Mak. Tapi meski begitu, kesehatan Mak tetap tidak ada kemajuan malah semakin buruk, Mak sudah tua Syakira... Mungkin memang ini sudah waktunya." Ucap Mak Endah dengan nada lembut.

Mendengar hal itu Syakira langsung terdiam seketika, ia lalu tersenyum tipis. "Mak jangan bicara kayak gini, Mak itu keluarga Syakira satu-satunya." Jelas Syakira dengan senyuman tipis namun mata yang mulai berkaca-kaca.

Mak Endah menghela nafas panjang, "Sebenarnya kau masih punya ayah, Syakira... Ayahmu belum meninggal." Jelas Mak Endah dengan sorot mata yang serius namun sayu.

Syakira terdiam saat mendengar perkataan dari Mak Endah, karena yang ia tahu jika ayahnya sudah lama meninggal. Dan mendiang ibunya pun selalu mengatakan jika ayahnya sudah meninggal karena kecelakaan mobil.

"Sudahlah Mak, meski aku memang masih memiliki seorang ayah. Semua itu tidak penting.. Yang terpenting sekarang, adalah kesembuhan mu." Jelas Syakira dengan senyuman di wajahnya.

Mak Endah sama sekali tidak menunjukkan wajah bahagia, ia lalu memegang tangan Syakira. "Di dalam lemari pakaian ku, ada sebuah kotak berwarna hitam.. Buka kotak itu." Jelas Mak Endah dengan tatapan mata yang serius.

Syakira hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.

.

.

Sementara itu, Alaric duduk di atas kursi tunggu dengan mata yang sesekali melirik ke arah orang-orang yang sedang berlalu lalang. Ia juga melirik ke arah pak Satpam yang nampak tengah sibuk membantu para pasien.

Hingga Alaric melihat sebuah dompet yang jatuh dari saku seorang wanita paruh baya, Alaric langsung bangkit dan mengambil dompet itu. Tidak ada niatan untuk mengambil isinya, Alaric langsung berlari mengejar wanita paruh baya itu.

"Bu..." Panggil Alaric.

Citra yang sedang berjalan di bantu dengan Jesslyn langsung menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya, ia menoleh melihat seorang anak kecil dengan wajah yang tampan serta imut berjalan ke arahnya.

Alaric langsung menyerahkan dompet yang jatuh itu ke Citra, Citra nampak terkejut. Ia lalu memeriksa isi tas nya dan benar saja dompetnya terjatuh.

"Terimakasih yah.." Ucap Citra senang, ia lalu mengeluarkan dua lembar yang seratus ribuan untuk anak yang telah membantunya menemukan dompet miliknya.

Namun Alaric langsung menolak karena ia membantu tanpa meminta imbalan, Citra merasa senang bertemu dengan anak baik seperti Alaric.

"Siapa nama mu, Nak?" Tanya Citra dengan senyuman senang.

"Alaric." Jawab Alaric dengan senyuman di wajahnya.

Tapi beberapa detik kemudian Citra terdiam saat melihat Alaric yang tersenyum ke arahnya, lalu Alaric langsung pamit untuk segera pergi. Melihat ibunya yang terus bengong seraya melihat ke arah Alaric yang mulai pergi menjauh, membuat Jesslyn heran. Ia langsung menegur Citra hingga wanita itu tersadar dari lamunannya.

"Ma.. Kenapa kok bengong, ayo." Ajak Jesslyn.

Citra hanya menganggukkan kepalanya pelan, ia lalu berjalan bersama dengan Jesslyn masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi.

"Kamu lihat anak itu kan?" Tanya Citra dengan mata yang menatap ke arah Jesslyn, Jesslyn langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan.

"Anak itu terasa sangat mirip dengan Kakak mu saat dia masih kecil." Sambung Citra.

Jesslyn tersenyum saat mendengarnya, "Perasaan mama aja kali, mana mungkin ada anak yang mirip dengan Kakak. Mama juga tahu kan, Kakak belum menikah." Jelas Jesslyn, ia langsung meminta supir untuk segera berangkat.

Perlahan mobil yang di tumpangi oleh Jesslyn dan juga Citra pergi meninggalkan rumah sakit.

1
guest1053527528
mantap Thor begitu doong
Mualifah Rohman
lanjut. seru bgt
Mualifah Rohman
lanjut Thor
As Lamiah
mungkin Adrian mulai sadar dia salah dan akan berusaha lebih bersikap baik dan merebut hati Syakira dan aleric
vj'z tri
orang ganteng mah bebas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 memang kenyataan bukan bos travel 🤣🤣🤣🤣
Desmeri epy Epy
lanjut thor
yuning
Adrian mulai melunak
Manix Dewi
sangat menarik ceritanya
nyaks 💜
👍
nyaks 💜
mampir
guest1053527528
maaf lahir dan bathin thor
yuning
sad
vj'z tri
maaf lahir batin ya Thor 🥳🥳
angel
bener" Gilak ortunya si Adrian ini😤😤, lanjut lagi donk thor🌹
Jepiani
lnjut thor
As Lamiah
minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏 semoga outour sehat selalu 💪💪💪 semangat tour
As Lamiah
hadeh pantesan Bae Adrian dan jeslyin kayagitu watak dan tabiatnya wong simbok e gitujuga selalu memandang rendah orang
semoga Syakira bisa pergi jauh bersama aleric dan ada yg membatu kehidupan Syakira apalagi itu dari rival bisnis Adrian tak apalah demi memberi pelajaran pada keluarga Adrian
As Lamiah
semoga setelah ini Syakira bisa merengkuh kebahagiaan bersama aleric dan menyadarkan keluarga Bu citra bahwasanya cinta sejati yg tulus tidak terukur dari harta dan derajat kasta yg sama bisa iklhas menerima keadaan
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Adinda
coba kamu jadi korban pemerkosaan Dan hidup menderita jadi kamu akan tahu seperti apa rasanya jangan suka merendahkan atau mengambil anak yang susah payah dilahirkan Dan dibesarkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!