Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Bisa Mengelak
Mulan begitu terkejut setengah mati saat melihat Angga berdiri didepan pintu apartemennya.
"A..ada apa yank malem malem gini kesini?? Kangen ya??" Mulan mencoba menetralkan kegugupannya.
"Kenapa kamu begitu berantakan??"
"Oh ini, tadi aku mau man...." Belum Mulan menyelesaikan ucapannya, Alex keluar menghampiri Mulan.
"Ada siapa sayang??" Alex merangkul pinggang Mulan dan mencium pipinya. Alex begitu kaget saat melihat Angga yang berdiri di depan pintu.
"ANGGA!"
"Iya, rupanya kamu pria yang bersama Mulan?"
"Iya ngga. Aku belum kasih tau ke kamu kalau aku dan mulan udah jadian" Jawab alex dengan tampang tak berdosa. Karena memang Alex tidak tau kalau Mulan adalah kekasih Angga.
Sementara Mulan sudah pucat pasih wajahnya, tubuhnya bergetar hebat melihat kobaran api membuncak dari sorot mata Angga.
"Ohh begitu.... Selamat ya lex, Selamat bersenang senang bersama kekasihmu. Sorry ganggu!
"Eh Angga, kamu ada perlu apa sama Mulan??"
"Tadi aku cuma mau nanya masalah kantor. Tapi besok aja aku tanya. Aku pulang dulu!"
Angga langsung meninggalkan Mulan dan Alex di apartementnya. Ada rasa marah di benaknya saat itu. Ia benar benar salah menilai Mulan selama ini. Begitu bodohnya ia selama bisa bisanya mempercayai Mulan.
**
Angga masuk kedalam mobil,
"Kak Angga gak papa??"
Angga menoleh ke arah Gea dan membalasnya dengan senyum datar. Kemudian Angga menjalankan mobilnya pulang kerumah. Sepanjang perjalanan Angga hanya diam saja, dan Gea pun tak berani bersuara.
Sampailah mereka di rumah,,,,
Angga tampak lesu dan begitu kacau, Gea melihatnya begitu cemas. Gea membuatkan segelas es jeruk kemudian membawanya ke kamar Angga.
"Gea masuk ya kak"
Gea membuka pintu kamar dan melihat Angga yang tengah berdiri di balkon kamarnya. Gea menaruh gelasny di atas meja kemudian ia mendekati Angga.
"Kak Angga"
Angga berbalik kebelakang dan melihat Gea
"Iya Ge"
"Gea buatkan Es Jeruk, biar hati kakak dingin"
"Makasih"
Gea memegang tangan Angga tanpa melepas tatapan matanya.
"Kalau kak Angga butuh teman untuk bercerita, Gea siap mendengarkan semua cerita kakak. Kak Angga masih cinta ya sama Mbak Mulan??"
Ada rasa bersalah didalam diri Angga saat melihat sorotan mata sendu Gea.
"Kakak gak cint lagi sama Mulan semenjak kakak tau dia menghianati kakak waktu itu. Kakak hanya merenung dan menyesal atas kebodohan kakak sendiri. Kakak begitu dibutakan cinta sehingga kakak gk bisa melihat keburukan Mulan selama ini. Padahal Mama selalu saja mengingatkan kakak tapi kakak gak pernah mau dengar"
"Gea gak tau rasanya kehilangan orang yang pernah ada didalam hidup kita, Gea juga belum pernah merasakan bagaimana patah hati. Dan Gea berharap tidak akan pernah merasakan itu semua. Makanya gea gak bisa memberi nasehat apapun ke kak Angga. Cuma satu hal, disini Gea hanya bisa memberikan semangat ke kakak, Gea yakin kaka Angga bisa melewati semua ini".
Gea tersenyum menyemangati Angga, kemudian Angga melepaskan genggaman tangan Gea dan memeluknya
"Terima kasih sayang... kamu sudah jadi pengobat sakit hati yang aku rasakan. Kehadiranmu adalah takdir terindah untuk ku" Gea membalas pelukan Angga.
"Kita masuk yuk, udah malem udaranya dingin"
Angga menggandeng Gea dan mengajaknya masuk kedalam tak lupa Angga menutup pintu balkonnya. Mereka duduk di sofa sambil menikmati Es jeruk buatan Gea.
"Enak es nya"
"Udah adem ya??"
"Udah dong,,, kan tadi udah kakak bilang, kamu itu pengobat rasa sakit hati kakak angga"
"Dihhhh gombal" Wajah Gea pun langsung merah.
Angga menatap Gea begitu intens dan membuat Gea Gugup.
"Kak Angga mau apa??"
Gea tambah gugup saat Angga begitu dekat
"Malam ini, kak Angga pengen tidur bareng kamu"
"Emm tidur aja kan??"
"Lebih" Angga sengaja menggoda Gea yang sedari tadi pipinya selalu merona.
CUP
Angga mengecup Gea seringan kapas , namun masih begitu terasa di bibir Gea. Tanpa aba aba Angga langsung menggendong Gea dan membawa ke ranjangnya.
"Kak, Gea besok masih ada ujian" Gea merengek seperti anak kecil.
"Iyaa kak Angga tau. Besok pagi kak Angga bangunkan biar kamu bisa belajar"
Gea begitu tenang karena Angga tak melakukan lebih malam itu hanya sekedar bercumbu mesra sebelum mereka tertidur. Angga membawa Gea kedalam pelukannya dan menyelami Alam mimpi berdua.
.
.
.
Bagaimana dengan besok??? Kita lihat saja nanti🤐