NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Teraniaya

Pembalasan Istri Yang Teraniaya

Status: tamat
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda / Romansa / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Selama ini aku percaya saja hubungan ini akan baik-baik saja walau di tempa jarak yang jauh. Tapi suatu hari, ucapan sahabatku membuatku sedikit resah hingga terbesit niat ku untuk memberi kejutan kepada suami di rumah dinasnya di kota lain.
Tetapi bukan hanya suamiku yang terkejut, aku pun terkejut mendapati ada wanita lain di rumah dinas suamiku. Apalagi aku memergoki mereka tengah berduaan di terik panas siang ini. Ternyata selama ini suamiku dijaga oleh wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Sidang Pertama

Bab 24

Sidang Pertama

Ku tutup pintu rapat-rapat lalu menguncinya setelah Jihan kembali ke kamar kosannya. Tenagaku sudah cukup terisi untuk menghadapi hari ini.

Hari ini sidang perceraian pertama ku di gelar. Sedari pagi jantungku berdebar tak menentu menunggu momen ini sejak kemarin. Menghadapi proses perceraian hanya di dampingi Pak Sandi sebagai pengacara ku, tidak membuatku gentar menghadapi Mas Heru dan keluarganya.

Ada Ibu mertua serta adik Mas Heru dan pacarnya yang mendampingi Mas Heru. Tetapi tidak ada Wina di antara mereka. Aku yakin Mas Heru berusaha menutupi kesalahannya dengan sengaja tidak meghadirkan Wina disana.

Sidang pertama ini adalah tahap mediasi. Pada perkara perceraian, seperti cerai gugat dan cerai talak, hakim wajib mendamaian kedua belah pihak berperkara pada setiap kali persidang ( Pasal 56 ayat 2, 65, 82, 83 UU No 7 Tahun 1989. Dan selanjutnya jika kedua belah pihak hadir dipersidangan dilanjutkan dengan mediasi PERMA No 1 Tahun 2008. Kedua belah pihak bebas memilih Hakim mediator yang tersedia di Pengadilan Agama Pelaihari tanpa dipungut biaya. Apabila terjadi perdamaian, maka perkaranya dicabut oleh Penggugat/Pemohon dan perkara telah selesai. Begitu lah isi penjelasan dari sidang itu yang di sampaikan oleh wali hakim.

Kami pun di hadapkan di sebuah ruangan terpisah dari ruang sidang.

"Jadi bagaimana Bapak, Ibu? Apa benar-benar sudah yakin akan berpisah?"

"Saya pribadi tidak ingin berpisah sampai kapanpun." Ujar Mas Heru serius.

Aku berdecak kesal dalam hati. Sampai di ruang ini pun Mas Heru masih saja kekeh dengan keinginannya.

"Lalu bagaimana dengan Ibu?"Tanya wali hakim kepadaku.

"Saya sudah tidak mencintainya. Dan merasa tidak sanggup menjalani rumah tangga bersamanya lagi."

Begitulah kata-kata yang di ajarkan oleh Pak Sandi untuk aku ucapkan di hadapan wali hakim. Karena syarat dan rukun pernikahan itu salah satunya adalah Atas keinginan diri sendiri dan tidak dalam paksaan pihak mana pun. Dalam poin ini sudah jelas jika salah satu tidak mencintai lagi maka biduk rumah tangga dalam pernikahan yang akan di jalani bersifat terpaksa dan tidak adanya keikhlasan.

"Apa ada hal yang membuat keputusan Ibu seperti itu?" Tanya wali hakim lagi.

"Ada, suami saya menikah tanpa persetujuan dari saya. Untuk kejelasan lebih lanjut perkara ini sudah saya limpahkan kepada pengacara saya Pak."

"Baik kalau begitu. Dalam hal ini saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuka hati dan pikiran Bapak, Ibu mengenai pernikahan.

Pada hakikatnya Islam tidak melarang atau bahkan membolehkan seorang istri menggugat seorang suami layaknya seorang suami menalak sang istri, demikian juga dalam hukum Undang-undang atau peraturan pemerintah, tidak melarang sama sekali selama dengan maksud dan tujuan serta alasan yang kuat. Namun perlu kiranya dipahami bahwa segala perbuatan dan tindakan tidak semudah yang dipikirkan, terlebih penikahan yang dianggap sesuatu yang sakral oleh Agama Islam. Putusnya ikatan pernikahan berarti putus juga ikatan silaturrahim yang telah dijalin selama pernikahan, dan inilah salah satu sebab kenapa Allah sangat membenci perbuatan yang halal tersebut (perceraian).

Demikian pula tentang poligami, boleh menikah lebih daripada 1 istri dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan jangan pernah berpoligami yang tidak mengikuti syarat-syarat serta ketentuan yang berlaku serta tidak disidangkan di pengadilan agama.

Seseorang yang ingin berpoligami juga harus menandatangani surat pernyataan untuk dapat berlaku adil kepada istri pertama dan begitu pun istri ke dua di atas materai. Jadi dalam surat pernyataan ini seseorang harus membagi tidak hanya harta namun juga kasih sayang dan cintanya, nanti dari situ majelis hakim dapat melihat apakah bapak ini bisa berlaku adil kepada istri pertama dan istri ke dua. "

Begitulah wali hakim tersebut menjelaskan panjang lebar kepada kami.

"Saya melakukan poligami itu kan sunah Pak." Ujar Mas Heru berusaha membela dirinya.

"Memang benar poligami itu sunah, tapi ada banyak sunah lain yang bisa kita kerjakan yang jauh lebih mudah selain berpoligami. Lagi pula poligami belum tentu halal, karena bisa menjadi haram jika dikerjakan tidak mengikuti syariat. Nah disini, apa Bapak berpoligami sudah ijin dengan istri pertama?"

Ucapan Wali Hakim pasti menyentil hati Mas Heru hingga ia hanya mampu menjawab dengan gelengan kepala.

"Lalu untuk Ibu sendiri, adakah keikhlasan hati untuk menerima poligami ini?"

"Tidak." Jawabku tegas.

"Baiklah. Hari ini, saya anggap mediasi gagal. Dan kita akan bertemu lagi selasa depan untuk mediasi berikutnya. Saya masih berharap, Bapak Ibu menemukan jalan yang lebih baik dari pada perceraian. Kalau begitu, mediasi hari ini saya akhiri."

Satu tahap sudah aku lalui. Aku harus bersabar lagi menunggu tahap berikutnya.

"Untuk mediasi berikutnya, Ibu Indah tidak perlu hadir dan bisa menyerahkan perkara ini kepada kami." Bisik Pak Sandi, yang sudah paham menangani kasus seperti ini.

Dalam hati aku pun bersyukur tidak perlu datang di mediasi ke dua. Setidaknya aku tidak perlu melihat wajah masa Heru dan keluarganya yang pura pura bersedih atas perceraian ini.

Begitu wali hakim meninggalkan ruangan, aku pun melangkahkan kaki ikut meninggalkan ruangan.

"Indah! Tunggu Indah!"

Napasku sesak mendengar suara Mas Heru berseru memanggilku. Bola mata ini berputar jengah karenanya.

"Tunggu Indah!" Ujar Mas Heru langsung menangkap lenganku.

"Lepas Mas! Mau apa lagi sih?" Kataku ketus dengan menarik paksa tangan ku hingga terlepas dari genggaman Mas Heru.

"Aku serius Indah, ayo kita bicarakan baik-baik! Kita tidak perlu mengakhiri pernikahan ini. Kita masih bisa memperbaikinya. Kamu mau apa? Rumah atas namamu kan? Baiklah aku bisa turuti. Tapi ijinkan Wina nanti tinggal bersama kita."

"Dasar gila!" Umpat ku lalu melanjutkan lagi langkahku.

Enak saja Mas Heru berkata demikian tanpa memikirkan perasaanku. Sudah jelas di depan hakim aku mengatakan sudah tidak mencintainya lagi. Bagaimana bisa aku menjalani kembali rumah tangga yang sudah hancur lebur oleh kesalahannya sendiri.

"Indah, berhenti Indah! Beri aku waktu satu tahun. Setelah Wina melahirkan, aku akan menceraikan dirinya."

Aku terkesiap mendengar ucapan Mas Heru.

"Lihatlah Mas, bagaimana bisa aku percaya lagi padamu. Baru kemarin kamu begitu memuji dan membela Wina, bahkan Wina adalah Ibu dari anakmu, tapi dengan mudahnya kamu berencana menceraikan dirinya. Benar-benar egois! Apa hati nuranimu sudah benar-benar mati Mas?!" Ku keluarkan semua isi hatiku.

Begitu parahnya Mas Heru, mengambil dan membuang sesuka hatinya. Cukup aku wanita yang ia sakiti, cukup aku yang merasa teraniaya, tapi ia tidak perlu melakukan itu terhadap ibu dari calon anaknya. Sekalipun aku tidak menyukai wanita itu, tapi tetap saja aku tidak bisa melihat wanita disakiti seperti itu.

"Tapi bukankah ini yang kamu mau Indah?!"

"Bukan! Keinginan dan harapan ku sudah mati ketika kamu berselingkuh dan menikah lagi Mas. Sekalipun kamu berusaha memperbaiki, namun kaca yang sudah pecah tidak akan bisa kembali utuh tanpa keretakan."

"Ada apa Bu Indah?"

Tiba-tiba saja ada Pak Sandi yang sudah berada dekat di antara kami bahkan Ibu dan adik Mas Heru.

"Sudah Heru! Jika dia mau bercerai kabulkan saja." Ujar Ibu mertua melirik ku sinis.

"Tidak Bu. Sampai kapan pun aku tidak akan menalak Indah. Aku mencintainya Bu."

Perih, sungguh kata-kata Mas Heru begitu menusuk hatiku. Di saat nasib pernikahan kami sudah di ujung tanduk, ia mengatakan kalau dirinya mencintaiku di hadapan Ibunya. Mengapa Mas Heru harus mengucapkan kata cinta di akhir perjalanan kisah kami, sedangkan jalan yang sudah ku pilih tidak mungkin ku ubah lagi.

Aku berlari meninggalkan mereka, bahkan tanpa berpamitan dengan Pak Sandi. Mas Heru yang masih berusaha mengejarku di tahan oleh Ibunya.

Air mata yang sudah tidak ingin mengalir kini berjatuhan tanpa diminta. Rasa sesak begitu menghimpit di dada ini. Tak kuasa menahan aku pun menangis tanpa peduli orang lain melihat ke arahku. Aku terus melangkahkan kaki tanpa tahu kemana arah yang pasti.

Perasaan apa ini, sungguh aku tidak mengerti. Apakah ini cinta yang tersisa di hati untuk Mas Heru? Sekelebat kenangan manis kami terbayang di kepalaku bagai roll film yang berputar. Bagaimana cinta dan kasih sayang yang di berikan Mas Heru kepadaku begitu membuai hatiku. Tapi sekejap kenangan itu pergi berganti luka saat mengingat pengkhianatan Mas Heru.

Benar, ini hanyalah kesedihan hati karena harus berpisah tanpa pernah terlintas saat menerima lamaran Mas Heru dulu.

Tuhan, bantu aku menguatkan hati ini. Bantu aku melepas Mas Heru pergi.

Bersambung...

Note : jangan lupa untuk selalu like dan komen setiap bab ya, karena jejak kalian sangat berharga bagi Author. Terima kasih 🙏😊

1
Rizky Sandy
laporin saja kasus kdrt,,,,
ferdi ferdi
jangan bodoh kamu indah dan jangan mau di injak2
ferdi ferdi
siiiiip keren indah
Akbar Razaq
harusnya fandi lebih intens ngawasi siska coba aja dia suruh orang pasti akan bs melihat fakta yg luar biasa.
Akbar Razaq
Yah....setelah di tampar baru kau mau beryindak tegas.karena kelemahanmu lah mereka seenaknya indah.lihat sudah di zalimi sedemikian skrg kau di tampar bak sampah.
Arbaati
Luar biasa
Nur Lela
luar biasa
Ifa Tul Jannah
maaf Yee awak sya trgelak rsanx lain pulak dngn bhsa mlyu ape2 pun sya suka BCA novel Wak ni Slam from mlysia ☺️☺️
Ran Tea
Luar biasa
N Wage
itu si siska sbg anak angkàt gak tau diuntung sekali ya.
gak sadar apa ya kalau gak dipungut kel.fandi entah gimana nasibnya.dicampakan orangtuanya di pinggir jalan.
N Wage
astaga!!!! otakmu taruh mana Ru?
N Wage
Luar biasa
N Wage
heru...heru...hanya orangtua bodoh yg mau mendukung kemauanmu.
kalea rizuky
najis indah dpet bekass jalang
kalea rizuky
pernikahan bkn permainan bodoh
kalea rizuky
indah jangan mau bekas mira mending cari perjaka qm bkn baby sitter
juwita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
juwita
suka cerita nya
juwita
mmaf Thor knpa pake bahasa daerah kita yg g ngerti jd aq bacanya di loncat2
N Wage: tp maaf kk...bahasa daerahnya mudah dimengerti kok.makanya othornya gak pake traslet.😁
total 1 replies
Nouva Quinny
didunia nyata adakah yg seperti siska....rasa²nya mo getok aja klo yg kayak siska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!