Di temukan oleh seseorang di pinggir jalan dengan keadaan sangat kurus dan lemas Senia di bawa pulang dan di rawat dan dibesarkan dengan kasih sayang dan perhatian .
Ketika suatu hari kedua orang tuanya secara paksa membawanya pulang ke rumah dengan berbagai macam alasan membuat Senia merasa bingung antara bertahan bersama keluarga baru atau kembali bersama kedua orang tuanya .
Kejadian demi kejadian kembali teringat dipikirannya dan menyadarkannya akan perbuatan kedua orang tuanya di masa lalu tapi ia mempunyai rencana sendiri .
Ikuti terus kisahnya sampai selesai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27. LUAPAN EMOSI
Senia tidak takut sedikitpun ketika mendapat ancaman dari Adit . Ia memaksa Adit mengatakan apa yang sedang dilakukannya di hotel itu .
"Kamu itu yang membuat orang tuaku kecelakaan sampai bapakku meninggal , kamulah yang bertanggung jawab semuanya , dan satu lagi hutang bapak kamu yang melunasi ," kata Adit menekan kata-katanya .
"Apa kamu lupa perkataan ibu kalau aku bukan anaknya itu berarti hutang bapak tanggung jawab anak kandungnya atau saudara kandung , jadi bukan aku dong yang bertanggung jawab atas hutang bapak ," jelas Senia dengan lantang .
Mata Senia berair hendak menetes namun ia menahannya agar tidak jatuh . Adit menampar wajah Senia . Sebuah pukulan mengarah ke perut Adit membuatnya tersungkur ke belakang .
"Kurang ajar ," runtuh Adit di bantu perempuan yang bersamanya .
"Siapa dia berani sekali memukulmu kelihatannya bukan perempuan baik-baik ," kata perempuan tersebut melirik Senia .
Adit berdiri tegak sambil membetulkan pakaiannya . "Dia anak yang tidak tahu berterimakasih , " jawab Adit dengan senyum sinis .
" Kamu yang memulai dari awal bukankah dari kecil kamu sudah menyuruhku seperti pembantu dan kamu yang awal mula menghasut ibu dengan mulut pedasmu itu ,"Kata Senia .
"Kamu perempuan tidak ada sopan santun sama orang yang lebih tua , kuwalat kamu ," sahut perempuan itu membelai Adit .
Senia tidak mempedulikan perkataan perempuan itu kemudian pergi dari sana . Adit melihat kepergian Senia merasa tidak nyaman , ia takut jika Senia akan memberitahu keluarganya termasuk istrinya .
Perasaan adit menjadi gelisah ia bingung mau pulang atau melanjutkan malam bersama selingkuhannya karena malam ini ia akan mendapatkan uang dari perempuan itu jika berhasil mengencaninya sampai pagi .
”Kita jadi kan malam ini ?" tanya perempuan itu kepada Adit .
Adit yang terlihat frustasi menarik napas panjang lalu mengangguk . Perempuan itu tersenyum senang akhirnya malam ini bisa bersenang-senang dengan Adit .
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam hotel dan memesan kamar . Selesai menerima kunci kamar hotel mereka berjalan masuk melalui lift .
" Senia ," panggil tari dari dalam hotel sambil berlari mengejar Senia masuk ke dalam mobil .
Begitu masuk ke dalam mobil Tari melihat Senia seperti habis marah wajahnya merah , Tari merasa terjadi sesuatu pada Senia .
Senia duduk bersandar sambil memejamkan mata lalu menarik napas dan menghembuskan ke udara .
"Senia , kamu ... Kenapa ?" tanya Tari menjeda kata-katanya dengan hati-hati takut Senia akan marah padanya .
Senia menoleh melihat wajah Tari seperti ketakutan , tersenyum .
"Aku tidak apa-apa, maaf tadi aku tinggal lama karena ada sesuatu yang aku urus ," kata Senia sambil menyalakan mesin mobil kemudian keluar dari area hotel .
"Kalau kamu tidak mau cerita juga gak apa-apa, aku tidak memaksa . Tapi kalau masalahmu berat cerita juga gak apa-apa," Tari merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini melihat Senia sedang ada masalah .
"Iya terimakasih. Nanti aku akan cerita dan untuk saat ini aku hanya butuh ketenangan ," sahut Senia .
Ponsel Senia berdering saat melihat ternyata Andra yang menelpon lalu di angkat .
"Senia , ini sudah malam kamu dimana kenapa tidak kasih kabar kalau pergi . Bikin orang rumah khawatir ," kata Andra dengan nada marah .
"Maaf , tadi aku buru-buru karena takut terlambat ke acara ulang tahun teman , ini aku sama Tadi sedang di jalan mau pulang kok ," jawab Senia .
" Ya sudah cepat pulang , hati-hati di jalan ," Andra menutup panggilan lalu duduk sambil bersandar .
Sementara Bu Ayu dan Suwignyo tersenyum melihat sikap Andra terhadap Senia .
" Dimana Senia ?" tanya Bu Ayu .
" Sedang dalam perjalanan pulang ," jawab Andra .
”Besok kamu ada meeting apa tidak ?" tanya Suwignyo
"Ada , Pak . Tapi meeting nya di luar ," jawab Andra .
"Bagaimana dengan sistem keuangan apakah ada kenaikan atau mengalami penurunan ?" tanya Suwignyo .
"Lancar , beberapa hari lalu sempat mengalami penurunan berkat kerjasama dengan klien bernama Yandi bisa di atasi ," jawab Andra dengan wajah senang .
Di luar terdengar suara mobil beberapa menit kemudian terlihat perempuan cantik masuk ke dalam rumah sambil mencium tangan pasangan suami istri paruh baya lalu duduk dengan perasaan sungkan .
"Maaf aku pulang terlambat ," kata Senia sambi menunduk .
Ketiga orang di sana melihat Senia dengan perasaan iba . Ada sesuatu yang selalu membuat mereka ingin merangkul dan memeluk perempuan malang tersebut .
" Kamu pasti capek , pergilah beristirahat besok berangkat kerja kan !" kata Bu Ayu .
Senia melihat orang di sana satu per satu , hatinya merasa tidak enak . Selama tinggal di rumah itu ia selalu membuat mereka khawatir .
"Lain kali kalau mau pergi itu pamit kalau tidak sama kami kan bisa sama bibi ," sahut Andra beranjak meninggalkan ruang tamu masuk ke kamar .
Senia tertegun mendengar perkataan Andra , ia merasa bersalah dan menyesal .
"Bapak , ibu . Maafkan aku jika selama ini selalu merepotkan kalian dan membuat kalian khawatir . Kalau diijinkan aku ingin mandiri , maksudnya tinggal di kontrakan ," Senia memberanikan diri mengungkapkan keinginannya .
Bu Ayu dan suaminya terkejut mendengarnya . Mereka tidak menyangka Senia bisa berpikiran seperti itu . Keduanya saling pandang Bu Ayu menggelengkan kepala tidak menyetujui permintaan Senia .
Suwignyo menghembuskan napas panjang lalu berkata ." Apa kamu merasa tidak nyaman tinggal di rumah ini atau sudah tidak betah tinggal di sini ?" tegasnya menatap Senia tanpa ekspresi.
Mata Senia terasa panas tapi airmata itu tidak ingin keluar . Hatinya benar-benar bimbang jika harus terus tinggal di rumah ini .
”Bukan begitu , Pak . Maksud aku ... Aku ingin mandiri karena pekerjaanku akan menyita waktu jika pulang ke rumah sangatlah jauh buat pulang pergi jadi aku harus tinggal di dekat tempat kerja ," jelas Senia berdalih agar bisa mendapat ijin .
" Maaf Senia kami tidak mengijinkan kamu tinggal sendirian di luar sana , perasaan kami tidak tenang mengingat banyaknya orang jahat mengintai mu," alasan Suwignyo agar Senia tidak jadi pergi dari rumahnya .
Bu Ayu setuju dengan perkataan suaminya . " Itu benar sekali , kamu itu perempuan kalau tinggal sendiri dan tidak ada saudara yang mengawasi bagaimana , tidak baik tentunya ," sahut Bu Ayu .
Senia berpikir sejenak mengenai permintaan Suwignyo . Jujur Senia sebenarnya enggan dan ragu mengatakan hal itu .
" Lebih baik pikir matang-matang sebelum memutuskan sesuatu biar tidak menyesal nantinya ," nasehat Bu Ayu untuk Senia .
" Baiklah kalau begitu aku masuk kamar ya , Pak , Ibu ," Senia beranjak pergi ke kamar .
Pasangan suami istri itu merasa kasihan melihat Senia . Keduanya meninggalkan rung tamu berjalan ke kamar .
Ponsel Senia berbunyi sebuah chat terkirim , ia melihat isi chat tersebut .
" Kak , tadi ada beberapa orang datang ke rumah menagih hutang bapak ," tulisan chat tersebut di kirim oleh Imran .
semasa hidup aja bian tak pernah kasih uang jajan sm mu tak pernah sayang pada mu 🤭🤣🤣🤣