NovelToon NovelToon
CINTA DUA DUNIA

CINTA DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deii Haqil

Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.

Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DUA DUNIA

Bab 17

Setelah semua orang menyantap hidangan bersama. Mereka pun berkumpul di ruang keluarga.

"Sam. Jangan lupa bingkisan yang untuk teman mu itu, di pisahkan yah.. kalau makanan untukmu, sudah ibu taruh di dalam ransel merah." ucap sang Ibu. Sambil ia mengemas beberapa pakaian putrinya ke dalam tas.

"Ibu.. Kenapa bawaan nya banyak banget sih, kayak mau hajatan aja.. ini gimana aku bawa nya nanti..?" keluh Sam. Merasa tak percaya dengan perbekalan yang akan ia bawa nanti.

"Sudah. Kamu jangan khawatir, tadi Abang sudah minta tolong teman abang Ridwan, untuk mengantarmu sampai ke kota, jadi tidak usah pakai angkutan umum." sela Surya memberi saran kepada Sam adiknya.

"Memangnya teman abang itu sopir" tanya Sam memastikan.

"Iya, tapi hanya sampingan saja, karena ia juga sama pegawai desa seperti abang. Dan kebetulan di kantor tidak terlalu sibuk jadi, dia mau abang mintain tolong." jawab Surya menjelaskan.

"Oh, syukur deh kalo begitu, jadi aku nggak kerepotan nanti"

Sam pun telah siap dengan barang bawaannya. Semua telah di kemas dengan sangat rapi. Tak terasa waktu satu minggu di kampung halamannya telah usai. Rasanya belum puas untuk melepas rindu bersama keluarga. Tapi Sam harus kembali dan menjalani hari-harinya di kota sana.

//Bruum!

Suara mobil terdengar dan memasuki halaman rumah. Semua keluarga berkumpul mengantarkan Sam yang hendak pergi, satu persatu dari mereka memberikan salam perpisahan untuk Sam. Sang ibu pun tak kuasa menahan air mata melihat kepergian putrinya. Mereka lalu berpelukan cukup lama.

"Hati-hati ya nak.. Awas jangan telat makan, jangan sering bergadang.. Pokok nya harus ingat nasehat Ibu dan Ayah ya." ucap ibu nya sedih.

"Iya bu. Pasti Sam selalu ingat."

Walau dari luar tampak tegar. Sang ayah pun tak kalah sedih, namun ia menyembunyikan nya hanya di dalam hatinya saja.

"Ayah, abang, kakak. Sam berangkat sekarang ya, Dadah.. Bakpao nanti kita main lagi yah." pamit sam kepada semua orang.

Sam berjalan memasuki mobil dan duduk di bangku belakang.

"Tolong titip adikku ya Wan. hati-hati di jalan." ucap Surya. Sambil menepuk sebelah pundak kawan nya itu.

"Iya. kamu tenang saja.. Mbak,

Pak, Bu.. kami pamit ya, Assalamualaikum." Ridwan berpamitan dan langsung memasuki kendaran nya.

Semua orang melambai kan tangan saat mobil pergi meninggalkan halaman.

Sam yang berada di dalam mobil pun tak kuasa menahan sedih. Karena tak kuasa meninggakan keluarga nya.

Saat Sam terdiam sambil melihat jalanan di luar, Tiba-tiba sebelah tangan nya terasa dingin.

Saat ia menoleh terlihat Alfin sudah duduk di sebelahnya dengan tersenyum menenangkan sambil menatap nya.

"Sudah. Jangan sedih lagi ya.. Mulai saat ini kamu nggak sendirian." Alfin sambil menggenggam tangannya erat.

Sam tanpa sadar ikut tersenyum kepada Alfin, namun saat sang sopir melihatnya dari kaca spion, Sam bergegas mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil.

Karena perjalanan masih panjang dan suasana terasa merasa canggung, akhirnya sang sopir pun memulai obrolan.

"Ngomong-ngomong. Mbak Sam ini tinggal sendiri dikota, apa bersama teman." tanya Ridwan mulai memecah keheningan.

"Panggil Sam saja bang. Aku tinggal sendiri di kost an" balas Sam menanggapi

"Abang Ridwan ini, teman abangku sewaktu SMA dulu kan.. Aku lupa-lupa ingat." Sam pun mencoba mengingat masa lalu tentang kawan Abangnya ini.

"Iya. Waktu itu kamu masih kelas 5 SD kan, ya.." Ridwan tersenyum kal teringat masa remajanya dulu.

"Oh, iya.. Lama tidak berjumpa ya bang. Aku ingat dulu, Abang suka menyelinap keluar malam bersama bang Surya, pasti karena selalu mengajak untuk balapan liar kan." seru nya.

Sam pun ikut tersenyum dimana ia teringat saat ia masih kecil dan memergoki abang nya pulang hampir subuh setiap malam.

Dan karena itu, ia selalu membelikan apa saja yang di ingin kan Sam setiap saat sebagai sogokan.

Saking asyik nya berbincang, mereka sampai tak sadar telah memasuki kawasan perkotaan, Kurang dari satu jam lagi mereka akan segera sampai.

"Nah,,di pertigaan simpangan sana,belok kanan ya bang,yang ada tulisan KOST PUTRI MELATI, itu tempat tinggal Sam." kata Sam memberi tahu.

Mobil pun melaju ke arah yang di tunjukan oleh Sam. Dan akhirnya mereka sampai di depan gerbang kostan. Lumayan pegal juga saat berada di dalam mobil dalam waktu yang cukup lama.

Sesampainya disana, mereka keluar dari mobil dan mulai mengambil beberapa barang bawaan Sam dari dalam bagasi.

Sam pun membuka pintu ruangan kostannya. Didalam sana. Masih terlihat sama saat ia tinggalkan satu minggu yang lalu.

"Bang Ridwan mau ngopi dulu?. Aku buatin sebentar ya." Setelah berkata seperti itu, Sam hendak masuk ke arah dapur kecilnya. Tapi, suara Ridwan menghentikan langkahnya.

"Sam"

Ridwan yang sedang menurun kan beberapa tas pun, menghentikan kegiatannya dan menghampiri Sam yang hendak membuatkannya kopi.

"Tidak usah. Terimakasih, abang mau langsung pulang saja, biar nanti tidak kemalaman." tolaknya dengan tersenyum ramah

"Oh. Ya sudah bang.Terimakasih banyak ya.. Sudah nganterin aku sampe sini, sampai repot bantuin turunin barang juga." cap Sam,tersenyum sambil membungkuk kan badan.

"Iya, sama sama. Abang berangkat sekarang ya. Assalamualaikum." pamit Ridwan.

" Waalaikum salam..hati-hati di jalan ya bang." Balas Sam. Sambil mengantar Ridwan ke depan pintu.

Ridwan tersenyum sambil mengganggukkan kepalanya, lalu pergi keluar kost menuju mobilnya yang terparkir di depan sana.

Ridwan memasuki mobilnya lalu mulai menghidupkan nya. Setelah itu ia langsung melaju pergi meninggalkan kawasan pemukiman yang Sam tinggali.

Sebenarnya ia sangat lelah,setelah hampir tiga jam berkendara, beruntung hari ini tidak terjadi macet, jadi bisa lebih cepat sampai untuk mengantarkan Sam sampai tujuan.

Mungkin nanti ia akan beristirahat sebentar di Rest Area, untuk sekedar ngopi dan istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah dan pegal di badan.

.

.

Saat ini Sam sedang sibuk merapikan barang bawaan dari keluarganya. Ada oleh-oleh khas desanya, makanan berat juga beberapa pakaian. Ia langsung mengeluarkannya dari dalam tas. Setelah semua selesai. Sam merasa perutnya sangat lapar dan memilih untuk menyegarkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum ia mengisi perut nya yang keroncongan.

Setelah segar dan wangi, Sam teringat pada keluarga nya dirumah. Cepat-cepat ia mengambil ponsel yang ia letakan di atas meja kecilnya. Tanpa menunggu lama Sam membuka layar ponselnya lalu menekan aplikasi berwarna hijau untuk memanggil nama Ibu disana.

//Tut,,Tut..

"Halo,nak.. apa sudah sampai.." Sapa sang ibu di sebrang sana.

"Iya Bu. Alhamdulilah. Sam, sudah sampai dengan selamat. Bang Ridwan juga langsung pulang, karena takut kemalaman katanya." balas nya memberi tahu.

"Syukurlah kalau begitu, nanti jangan lupa makan makanan yang IBu sudah siapkan untukmu ya, kamu pasti lelah..istirahat lah.."

"Iya Bu. Nanti aku makan kok, kebetulan aku juga sudah lapar, ya sudah. Salam untuk semuanya ya Bu.

Assalamualaikum.." ucap sam menyudahi panggilan teleponnya.

Karena cacing di perut nya sudah memanggil-manggil minta di isi. Sam pun membuka bekal makanan yang ibu buat dari rumah.

Sam mengambil makanan itu sambil duduk bersila di atas karpet. Terlihat makanan kesukaannya sudah tersedia di hadapannya.

Dengan mata berbinar, lidah yang mencecap sampai meneteskan air liur nya, Sam langsung saja Gass menyantap makanan itu.

Saat sedang asyik mengunyah. Tiba-tiba Alfin muncul dan menghampiri Sam, yang sedang makan. Lalu ia duduk di dekatnya sambil memperhatikan gadis itu yang sedang makan dengan sangat lahapnya.

"Sam. Kamu, kerasukan atau belum makan selama sebulan. Itu mulut sampai penuh. Ternyata badan kecil tapi, makan nya gembul juga ya." ejek Alfin sambil mengamati gadis di depan nya ini.

"Enak aja! Ini itu porsi standar aku tau." Dengan mulut penuh makanan ia berusaha membalas ucapan Alfin.

Alfin dibuat melongo dengan jawaban yang Sam berikan, merasa tak percaya dengan yang ia lihat.

Sam dengan lahap nya menyantap 2 piring nasi penuh, dengan 6 potong ayam sekaligus serta beberapa lauk pendamping lain nya.

"Kamu mau saingan sama Shafa ya.." imbuhnya. Alfin sampai menahan senyum dengan punggung tangan nya.

Sam memandang sinis ke arah Alfin, lalu menghentikan acara makan nya.

"Maksud kamu sama-sama bulet. Gitu..?!" ucap Sam kesal di buatnya.

"Udah,ah. Aku gak mau makan lagi. Seleraku sudah hilang" Sam pun menyudahi acara makan nya yang ternyata sudah hampir habis.

Niat hati ingin makan dengan tenang dan masih ingin menambahkannya lagi. Tapi malah di gangguin sama si hantu biang rese ini.

"Iyalah sudah hilang, orang makanan nya sudah ludes.." Alfin pun tambah mengejek nya dan tertawa karena tak tahan melihat kelakuan Random nya Sam

"Siapa bilang, masih ada tuh di kulkas.. wlee!!" ujar Sam sambil menjulurkan lidah nya

"Ya sudah, buat nanti saja.. sekarang istirahat ya, kalo kebanyakan makan nanti perutnya kembung.." katanya lembut.

Seketika rasa kesal yang Sam rasakan pun hilang, Sam di buat meleleh oleh perhatian yang di tunjukan Alfin padanya.

Setelah beberapa saat Sam akhirnya tersadar dari lamunannya, lalu ia melirik ke arah Alfin dan kembali terdiam.

"Alfin, Kalo punya pasangan hantu itu waras gak sih.." tanya Sam spontan

Tiba-tiba saja perkataan itu keluar dari mulut Sam tanpa sadar, sehingga membuat Alfin yang mendengarnya saja langsung terkejut.

"Maksud kamu..?" tanya Alfin merasa sedikit heran.

Sam yang tersadar akan perkataannya itu seketika langsung menggelengkan kepalanya dengan tertawa canggung.

"Gak jadi, bukan apa-apa kok! Aku cuma bercanda, haha..."

Alfin yang dibuat heran pun hanya bisa terdiam. dan mengurungkan niat nya untuk mengejek Sam lagi, namun tidak jadi karena takut gadis itu kembali mengamuk.

*Bersambung..*

ALFIN GUMILANG SANJAYA

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih/Smile/
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
emhh visualnya, guanteng🤭
Deii Haqil: diliatin mulu sama aku ge, kak.😅😅
total 3 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf kak klo boleh kasih saran, jangan ada kata-kata yang disingkat, semangat terus kak🤗
Deii Haqil: 😭😭 haturnuhun, kak. makasih😅😅 ini juga lagi di benerin tapi baru separo😂 maklum kemaren belum tempe🙏🤭👍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👍🏼
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak qku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): siip kak, enak bncanya👍🏼
total 2 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
boleh minta folbacknya jga kak🤗
Deii Haqil: syiapp..🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih, 🙏🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir kak👋
Deii Haqil: terimakasih..🙏🙏 semangat terus yah 💪
total 1 replies
Bunga Jati
sangat bagus....menarik smngt yh untuk mba femula💪🤭
Deii Haqil: terimakasih 😁😁🙏
total 1 replies
Deni Hamdani
cerita nya bagus semangat untuk para pemula,,buat karya yang lebih bagus lagi.
Bunga Jati: sangat bagus cerita nya...semngat mba🤭💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!