NovelToon NovelToon
Dendam Berselimut Gairah

Dendam Berselimut Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Cinta Paksa / Menikah dengan Musuhku / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:262k
Nilai: 4.2
Nama Author: Meta Janush

Jaysen Avshallom seorang pria tampan dan kaya raya yang menjadi buta akibat kecelakaan yang menimpanya. Tragedi itu terjadi di malam saat dia memergoki kekasihnya sedang berselingkuh. Dia berniat membalas dendam pada wanita yg membuat dunianya kini menjadi gelap.

Emily Vionetta yang baru tiba di bandara, di culik dan ditawan oleh orang tak dikenal. Ternyata mereka telah salah menangkap orang. Mereka mengira Emily adalah Eleanor saudari kembarnya. Dia terpaksa menjalani hari-hari menyakitkan dan ketakutan.

Ternyata Jaysen adalah dalang penculikannya. Tanpa dia sadari, perasaan cintanya tumbuh. Dia tahu kalau gadis itu bukan Eleanor. Dia tak ingin melepaskannya. Tapi demi balas dendamnya, dia menjebak Emily dalam pernikahan.

Hingga suatu hari Eleanor kembali dan menyesal. Dia ingin kembali pada Jaysen sehingga mengancam Emily. Akankah Eleanor berhasil merebut kembali Jaysen? Benarkah Jaysen buta atau hanya pura-pura buta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. ORANG-ORANG BODOH

“Ele! Coba katakan padaku, katakan apa yang kamu mau? Apa yang ingin kamu mak---”

“Lepaskan aku!”

Jaysen sontak terdiam mendengar permintaan Emily,wajahnya seketika menegang. “Apa?

“Lepaskan aku. Biarkan aku pulang kerumahku.”

“TIDAK!” bentak Jaysen. Pemikirannya bahwa gadis itu pergi dan tidak lagi berada disisinya, membuat lelaki buta itu menjadi luar biasa gusar.

“TIDAK! Jangan pernah lagi kamu katakan hal bodoh seperti itu! Ele, sudah kukatakan bahwa aku tidak akan pernah melepaskanmu.”

“TAPI AKU BUKAN ELEANOR!!!! BANGSAT! BRENGSEK!” teriak Emily membalas dengan teriakan kencang memekakkan telinga. Dia sudah sangat muak dengan segala tingkah laku lelaki buta dihadapannya itu dan jika boleh jujur, gadis itu sangat membenci Jaysen.

“Harus berapa kali kukatakan hah? Aku bukan Eleanor! Namaku Emily Vionetta! Apa kalian ini semua kumpulan orang-orang bodoh hah? Kalian bisa cek pasporku! Cek visaku! DASAR MANUSIA-MANUSIA NGAK PUNYA OTAK KALIAN!!! dia semakin kehilangan kendali dan berterika sekencang-kencangnya hingga dadanya naik turun karena emosi.

Argya hanya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Lelaki paruh baya itu memang menyadari ada yang berbeda dari ‘Nona Eleanor’ yang dijemputnya secara paksa dari bandara, tapi dia tidak bisa berbuat lebih. Tanpa perintah dari Jaysen dia tidak bisa melakukan penyelidikan latar belakang gadis itu.

Perintah Jaysen adalah mutlak dan tuan mudanya itu sudah memberikan perintah agar mereka tidak perlu repot-repot mencari tahu lebih jauh tentang Emily Vionetta. Bagi lelaki buta itu, gadis ini adalah Eleanor Milena. Titik.

Argya mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar dan mendapati ada yang aneh. Ada sesuatu yang menghentakkan hatinya seolah hendak memberi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tapi apa?

“Ele! Sampai kapan kamu mau bermain pura-pura seperti ini?” tanya Jaysen. Dari suaranya Argya tahu kalau lelaki itu tengah menahan amarahnya.

“Siapa? Siapa yang sedang berpura-pura hah? Aku memang bukan Eleanor! You f*cking idiot! Go to hell! AKU BUKAN ELEANOR stupid!” bentaknya penuh kemarahan.

Argya hanya bisa menghela napas berat dan memijit keningnya yang sakit mendengar suara teriakan yang melengking memekakkan telinganya.

Dia merasa iba atas apa yang dirasakan gadis itu tetapi entah apa yang menyebabkan dia merasakan itu, bahkan dia sendiri tidak memahami dirinya. Bukankah gadis ini yang sudah mencelakai tuan mudanya sehingga buta? Tapi kenapa dia malah merasa iba padanya? Argya adalah orang kepercayaan Jaysen, pria paruh baya itu ditempatkan oleh ayah Jaysen disisinya.

Pria Polandia itu memang menempatkan banyak pengawal kepercayaan untuk melindungi putra semata wayangnya, termasuk Argya. Selama ini Argya tidak pernah mempertanyakan sedikitpun perintah yang Jaysen berikan padanya. Apapun itu, meski tidak masuk akal atau bahkan brutal sekalipun semua dilaksanakan dengan sempurna.

Termasuk tugas untuk membawa kembali ‘Nona Eleanor’.

“Tetapi kenapa kesannya sangat berbeda? Seperti ada dua gadis yang berbeda. Atau jangan-jangan apa yang mereka katakan itu benar? Bahwa mereka kembar? Dan yang aku bawa ini bukan Eleanor?

Sejauh ini Argya sudah berhasil menyelidiki keluarga Maleakhi dan memang secara hukum hanya tertulis nama Eleanor sebagai anak dari pasangan suami istri Titus dan Naura.

“Ada revisi dicatatan keluarga Maleakhi sekitar empat belas tahun yang lalu.” Argya mengeryitkan dahinya dan tak habis pikir karena dia merasa ada yang salah disini. “Tapi aku belum bisa menemukan alasan pastinya kenapa perubahan itu ada?”

Kalau saja dia bisa menyelidiki lebih lanjut, mungkin dia bisa menemukan sedikit petunjuk tentang siapa sebenarnya Emily Vionetta yang sebenarnya.

Pria paruh baya itu menghela napa berat, pandangan matanya mengapa makanan untuk sarapan dan makan siang yang sama sekali belum tersentuh.

Dan segelas susu putih hangat yang sudah dingin, semangkok bubur yang sudah mengeras dan segelas jus jeruk yang sudah mengental dan sepiring daging panggang yang masih utuh.  Tak ada satupun yang tersentuh.

Argya mengeryitkan dahinya lagi dan dia menyadari bahwa gadis itu benar-benar menolak untuk makan dan minum sejak acara minum teh tiga hari yang lalu.

Waktu itu memang Argya sengaja mencampurkan sesuatu kedalam teh dan cemilan yang dihidangkan. Semua itu atas perintah Jaysen. Dan sekarang mungkinkah gadis itu merasa curiga sehingga dia menolak makan dan minum? Semua yang dihidangkan untuknua tidak ada satupun yang disentuhnya.

“Bahkan sampai mogok makan selama tiga hari.” Argya bergumam merasa khawatir.

Hal seperti ini sangat jarang dialaminya karena selama ini dia sangat jarang terpancing emosinya.

“Baiklah Ele. Kalau memang kamu tetap keras kepala, maka aku akan memaksamu!” suara Jaysen terdengar menyentak keras membuat Emily terlonjak kaget dan semakin bergetar ketakutan. Argya berdecak didalam hatinya, dia merasa sedikit menyayangkan sikap tuan mudanya.

Jaysen selalu ingin menang snediri dan sangat angkuh. Rasanya merupakan hal yang mustahil bagi Jaysen untuk bersikap lembut pada apapun dan siapapun. Lelaki buta itu saat ini sedang memaksa Emily makan. Tangannya mencengkeran erat dagu gadis itu yang tentu saja mengerang kesakitan dan mulai memberontak.

“Tuan muda, kalau bisa saya mohon agar bersikap lebih lembut.” gumamnya kali ini memilih mengamati buah-buahan yang terletak diatas nakas. Sepasang alisnya mengerut menyadari bahwa pisau buah tidak ada disana seperti biasanya. Kenapa hari ini tidak ada pisau buah disana? Apa pelayan lupa menaruhnya disana? Atau…?

“STOP! Jangan sentuh aku bajingan!” teriak Emily. Argya bisa merasakan kalau gadis itu tengah berusaha menghindari Jaysen yang berusaha untuk menciumi dan merabanya seperti orang kesetanan.

Argya yang melihat itu merasa malu tapi tuan mudanya itu entah kenapa semakin tidak tahu malu dan tak tahu tempat untuk melampiaskan hasratnya.

“Hentikan!” teriak Emily lagi. Gadis itu sudah menangis dan wajahnya memerah karena amarah. Sebelah tangannya mencoba menahan Jaysen sementara tangan yang satunya meraba kebalik bantal dan tiba-tiba--- “Jangan sentuh aku lagi! Jangan pernah!”

Argya tertegun sejenak dan membeku ditempat, dia hanya punya beberapa detik saat gadis itu mengangkat tangannya dengan pisau terhunus.

Lalu tanpa ragu menghunjamkan ujung tajamnya kearah dada Jaysen. “Berhenti!” teriaknya menerjang maju sementara Jaysen masih belum menyadari apapun.

“Jangan!” teriak Argya dan detik berikutnya terdengar jeritan kesakitan disertai semburan warna merah.

Sejenak keheningan kembali hadir dalam kamar tidur itu sebelum akhirnya sebuah tubuh akhirnya tersungkur bergelimang darah. Seketika Jaysen terpaku tak tahu apa yang baru saja terjadi, dia tadi mendengar suara teriakan Argya yang berlari kearahnya lalu dia mendengar suara jeritan kesakitan lalu suara gedebuk sesuatu yang berat jatuh ke lantai.

Emily tak kalah terkejutnya karena dia telah menghunjamkan pisau buah itu mengenai seseorang. Tapi orang itu bukan Jaysen. Tadi dia memang menargetkan lelaki buta itu tapi pengawal kepercayaannya lebih cepat berlari dan menjadi perisai bagi lelaki buta itu. Sehingga pisau buah itu mengenai Argya dan bukan Jaysen.

1
Azlina85
Gian sdh jd Gio?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bingung si jaysen buta tp bisa tau si emily cuma diam ditempat tu dr mana? siapa tau emily sambil kayang kan wkwk
Agus Tina
aBagus ceri
Agus Tina
Thor sudah berganti tahin kenapa tidak up lagi?
Firdausy Dhewy
waooww keren2 visualnya thor 🤩🤩🤩
Maya Ellydarwina
di tunggu thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Catur
kenapa lama Up nya tor
Agus Tina
/Casual//Casual/
Yunita Widiastuti
😊😊
Inah Ilham
eiitttt.... tunggu..tunggu...nih kayaknya ngga cuma emily deh yg dibohongi tp kita juga. jaysen sudah bisa melihat kan.?
Meta Janush IG@Meta_Janush: penasaran kan, ikuti terus ya ceritanya
total 1 replies
Yunita Widiastuti
weleh...
Inah Ilham
sekelas mafia pun ketika dia jatuh cinta....ternyata bisa melakukan tindakan bodoh dan konyol 😄😄😄
Maya Ellydarwina
lanjut Thor lanjut yang banyak dong thor sayang 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ajeng Sri Pramudya
akhirnya, jaysen tau juga bahwa wanita yang slalu di sakiti adalah emily bukan eleanor,
nyesel kan jaysen,
semoga akhrnya nanti bahagia
Agus Tina
kenapa lama upnya. semoga jay mau menerima emily stl tau kevenarannya
Nrlx3
jempol 10
Nrlx3
kakak ditunggu upnya. aku bolak balik cek ternyata belum up 😭
Nie Nie
bagus
Kris Wru
semangat thor..
Zian
kak lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!