NovelToon NovelToon
Jodohku

Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Adira amna

perpisahan kedua orang tuanya itu,membuat seorang gadis bernama Adira Amna (21) sulit untuk menjalin sebuah hubungan serius dengan laki-laki.

hingga dengan tiba-tiba, Amna dilamar oleh seorang pria yang baru dikenal nya selama beberapa minggu! lalu,apakah Amna akan menerima lamaran dari pria tersebut?


penasaran sama kelanjutan ceritanya? yuk baca👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

"Assalamualaikum sayang." ucap Radit, ketika memasuki rumah dengan membawa kantung belanjaan.

Tadi Amna meminta tolong pada suami nya itu, untuk membeli beberapa bahan untuk membuat kue. Karna di hari Minggu yang cerah ini, Amna ngidam ingin membuat kue kering.

"Waalaikumsalam mas, dapet semua ga bahan nya?" tanya Amna, dengan semangat.

"Lengkap sayang, Aman!" jawab Radit, tersenyum lebar.

"Makasih ya mas" ujar Amna, Radit mengangguk seraya mengusap kepala sang istri.

Lantas Amna mengambil alih kantung belanja itu dan membawa nya ke dapur. Di sana mbok har sedang mencuci piring, bekas mereka sarapan tadi.

Semalem altaf Yaya dan fajar pamit pulang sehabis bakar bakaran dan makan malam. Tadi nya Altaf masih ingin menginap di rumah kakak nya itu, Namun di larang oleh Yaya dan langsung di tarik untuk pulang.

"Mau mbok bantuin mbak?" tanya mbok har.

"Gausah mbok, makasih, biar nanti Amna di bantuin sama mas Radit aja." jawab Amna, dengan tersenyum lembut.

"Yaudah kalau gitu mbak, mbok mau kebelakang dulu nyelesain cucian." sahut mbok har, dan Amna hanya mengangguk seraya tersenyum.

Saat Amna sedang menyiapkan semua bahan untuk membuat kue, ada tangan besar yang melingkar di pinggang nya. Saat ia menoleh, bibir nya langsung di kecup oleh sang suami.

"Mas, bikin kaget aja sih." gerutu Amna cemberut.

Radit tersenyum lebar, "Maaf sayang, mas gemes banget sama Ade, jadi pengen peluk terus."

***

Amna dan Radit duduk berhimpitan di sofa ruang tv, sambil menikmati kue yang di bikin tadi. Saat ini, Amna tengah menyenderkan kepala nya di pundak sang suami.

"Minggu depan periksa dede lagi ya sayang?" tanya Radit, dengan mengusap perut Amna.

"Iya mas, Tapi jadwal periksa nya hari kamis." jawab Amna, kembali memasukan kue ke dalam mulut nya.

"Gapapa, nanti mas izin sama kantor." sahut lelaki itu. Amna hanya mengangguk saja, Karna ingin melarang pun percuma.

Amna merasa kan pinggang nya sedikit pegal, sebab terlalu lama duduk. Jadi ia merebahkan tubuh nya, berbantalkan paha sang suami.

"Mau pindah ke kamar aja, sayang?" tanya lelaki itu.

Amna hanya menggelengkan kepala, dengan mata yang terus fokus pada film komedi di depan nya.

Radit meraih ponsel nya yang berada di meja, lalu mengetikan pesan pada seseorang.

Hingga 2 jam kemudian, Yaya datang dengan membawa tv berukuran 32 inci dan juga antena digital. Sontak amna pun, langsung mengerutkan alisnya bingung.

"TV siapa?" tanya Amna, dengan nada bingung.

"Punya lu lah, yakali punya bude Salma gue bawa-bawa kesini na." jawab Yaya, dengan wajah menyebalkan.

"Siapa yang pesen?" tanya Amna lagi.

Radit yang baru keluar dari kamar mandi pun, langsung menyahut, "Mas yang pesen sayang, tadi minta tolong sama Yaya buat beliin".

Radit langsung membawa tv itu ke dalam kamar, dan memasang nya di sana.

"Mas, Amna kan udah bilang, gausah beli tv lagi!" ujar Amna cemberut.

"Biar Ade enak nonton nya, bisa sambil rebahan" jawab lelaki itu, dengan mengusap kepala sang istri.

Amna hanya menarik napas panjang, tapi diam-diam ia tersenyum juga, karna sang suami yang begitu pengertian pada nya.

"Gue langsung balik ya na, mau ke rumah fajar soal nya!" ucap Yaya, yang menyusul ke dalam kamar.

"Thanks ya de, udah mau nolongin." ujar Radit, pada adik ipar nya itu.

"Sama-sama bang, makasih juga buat ongkir nya" jawab Yaya, dengan menunjukan deretan gigi nya.

Amna hanya memutar bola mata nya, karna sudah paham, pasti suami nya itu memberi uang yang tak sedikit pada adik nya itu.

Setelah mengantar Yaya sampai depan pintu, Amna pun kembali lagi ke kamar. Ia melihat sang suami yang sedang fokus memasang tv di tembok kamar. Amna duduk di pinggiran kasur, sambil terus memperhatikan sang suami.

"Udah pas belum sayang?" tanya Radit, ketika tv sudah terpasang.

"Udah mas." jawab Amna singkat.

Radit langsung lanjut memasang antena nya, dan setelah terpasang semua, ia mencoba menyalakan saluran tv nya. Dan ia pun langsung tersenyum puas, ketika semua Chanel sudah di dapat kan.

***

Keesokan hari nya, Radit ada meeting di restoran yang berjarak 30 menit dari kantor. Namun ia di kejutkan oleh keberadaan Nadia, di restoran tersebut.

"Radit, akhir nya kita bisa ketemu lagi" ujar Nadia, dengan senyum mengembang.

Radit hanya diam tak menanggapi wanita itu, dan di saat ia ingin melangkah kan kaki nya untuk keluar dari restoran, Nadia menghalangi jalan nya.

"Mau kamu apa?" tanya Radit, dengan ekspresi datar.

"Kasih aku kesempatan buat ngobrol sama kamu dit, aku mohon" ujar Nadia, dengan wajah memelas.

"Bukan nya kamu udah berjanji, ga akan pernah mengganggu saya lagi?" sahut Radit, dengan nada yang di tekan.

"Kasih aku waktu 10 menit, setelah itu aku akan menyingkir dari hadapan kamu." mohon wanita itu lagi.

Akhir nya dengan sangat terpaksa, radit pun menyetujui keinginan wanita itu. Karna saat ini, banyak pasang mata yang sedang melihat ke arah mereka.

Nadia mengajak Radit duduk di meja yang sudah ia pesan tadi, lalu wanita itu menawarkan Radit untuk makan terlebih dulu.

"Waktu kamu tersisa 8 menit, kalau ga ada yang mau di omongin saya permisi." Saat Radit hendak beranjak dari sana, tangan nya langsung di tahan oleh Nadia.

"Aku ga bahagia dit, setelah pisah dari kamu" ucap wanita itu dengan wajah sendu.

"Aku udah nikah sekitar 3 bulan yang lalu, tapi suami aku selalu ngelakuin kdrt sama aku dit," sambung wanita itu.

"Apa yang kamu alami itu, bukan tanggung jawab saya Nadia, dan kamu ga pernah memberitahu saya, karna saya pun ga akan peduli akan hal itu" sarkas Radit.

Setelah ngomong begitu, Radit pun langsung beranjak dan meninggalkan Nadia yang tengah terisak.

Saat sudah berada di dalam mobil, Radit terus mengucap kalimat istighfar seraya menggumamkan kata maaf untuk sang istri. Setelah merasa tenang, ia langsung melajukan mobil nya kembali ke kantor.

Pukul 4 sore, Radit sudah bersiap untuk pulang. Ia berjalan dengan santai menuju lift, dan banyak karyawan yang menyapa nya, namun hanya di balas dengan anggukan ramah oleh lelaki itu.

Setelah berada di parkiran, lelaki itu segara memasuki mobil dan tak lupa memasang seatbelt. Lalu Radit melajukan kendaraan nya dengan pelan, membelah jalan yang cukup padat pada sore hari.

"Assalamualaikum sayang." ucap nya begitu memasuki rumah.

"Waalaikumsalam mas" Amna menyambut suami nya itu, dengan pelukan hangat.

Kedua nya memasuki kamar, lalu Amna meminta Radit untuk langsung membersihkan tubuh nya. Selang beberapa menit kemudian, lelaki itu keluar hanya menggunakan selembar handuk yang melingkar di pinggang nya.

Walau sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu, namun Amna tetap merasa gugup. Apalagi saat sang suami berganti pakaian di depan mata nya.

"Sayang, mas boleh cerita ga?" tanya Radit, usai memakai baju.

"Ya boleh lah mas, masa mau cerita aja amna larang sih" jawab Amna, dengan terkekeh pelan.

"Tapi Ade janji ya, jangan marah?" sambung Radit lagi.

"Emang mau cerita apa, sampe Amna ga boleh marah?" tanya Amna, dengan kedua alis yang menyatu.

Radit menghela napas panjang, "Tadi siang, mas ketemu sama nadia waktu habis meeting."

"Dia ngajak mas ngobrol, mas udah nolak sayang tapi dia maksa. Karna semua orang ngeliatin, jadi mas iyain ajakan nya itu" jelas lelaki itu dengan pelan. "Dia cerita kalau dia udah nikah, tapi dia ga bahagia, suami nya selalu ngelakuin kdrt sama dia" sambung Radit lagi.

"Terus mas mau nolongin dia lepas dari suami nya gitu? terus mas mau nikahin dia gitu supaya dia ada yang jagain?" sahut Amna dengan sedikit emosi.

"Astagfirullah ya engga lah sayang, mas udah nikah ga mungkin mas nikahin dia" sahut Radit dengan panik.

"Terus kalau mas belum nikah, mas bakal nikahin dia, iya?" sewot Amna.

"De dengerin mas dulu, Ade kan udah janji tadi buat ga marah kalau mas cerita" ujar Radit, yang langsung memeluk Amna.

Radit kembali menjelaskan semua nya dengan detail. Namun istri nya itu hanya diam, tak menanggapi.

"Sayang maaf..." ujar Radit lirih.

"Mas ga akan ninggalin Amna kan?" tanya wanita itu, dengan mata berkaca-kaca.

Happy Reading 💜

Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya guys 🥰

1
Dinar
mas Radit mohon pengertiannya, luka hati anak broken home itu memang dalam 🥺
Dinar
Radit ini meresahkan sekali Tuhan 🥳
💜 Naa 💜
bagus
Greenindya
perlakuan Radit itu bikin hatiku dan para perempuan lainnya meleleh
kapan ya suamiku begitu 🤧
Greenindya: amin 🤲🤲
💜 Naa 💜: in syaa Allah kak, semua akan indah pada waktu nya ☺️
total 2 replies
♡ ECHI ♡
mau yang kaya Radit, di po Thor 😁
💜 Naa 💜: boleh, tapi waktu nunggu nya seumur hidup ya, mau gak?
total 1 replies
Dinar
Yang kaya Radit maksudku Tuhan 🥲
♡ ECHI ♡
lanjooottt
Dinar
Radit bisa gak kalau semuanya gak usah diborong?
💜 Naa 💜: udah setelan pabrik nya begitu kak wkwkwk
total 1 replies
💜 Naa 💜
aku pun mau kak, tapi langka kaya nya
Dinar
Mau yang kaya Radit, co di mana ya Thor?
paket lengkap banget si Radit Radit itu Tuhan
Dini Mariani s
bagus
KoriZen _ Zaa
bagus banget kak ceritanya, saya sukaa
♡ ECHI ♡
lah ayang aku kenapa ada di sini /Smirk/
♡ ECHI ♡
lanjootttt
♡ ECHI ♡
lanjutttttt
♡ ECHI ♡
lanjut dong, yang banyak
♡ ECHI ♡
bagus
♡ ECHI ♡
mampir 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!