Maria, berasal dari keluarga miskin di desa. saat ayahnya sedang sakit keras, ia terpaksa mengikuti tawaran dari tetangganya bekerja di kota, namun sayang, ia justru di jual sebagai wanita penghibur. saat hendak melayani tamu pertamanya, ia kabur dan ditemukan oleh Diaz.
Diaz adalah duda 39 tahun yang kaya raya namun ia diceraikan oleh istrinya karna dianggap tak bisa memberikan keturunan. ia masih sangat mencintai sang istri namun juga sakit hati karena ditinggal sebelah pihak.
Maria pikir ia sudah aman karena diselamatkan Diaz namun ternyata Diaz malah menyekap dan memanfaatkan keadaan Maria yang membutuhkan uang dengan mengajaknya kawin kontrak. Maria dipaksa untuk melayani Diaz, sampai Maria mampu memberikan anak untuknya. ia menggunakan Maria untuk membuktikan pada sang mantan istri bahwa ia tidak lah mandul
akankah keinginan Diaz terpenuhi atau perasaan cinta lambat laun tumbuh diantara mereka?
Fllw ig othor bunda, kakak sekalian sebangsa setanah air : unchiha.sanskeh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Good luck Diaz
"halo? hei!! Sial, langsung di matikan" umpat Diaz saat pria itu mematikan telpon.
Diaz memegang kuat ponsel di genggamannya, kemudian membantingnya ke tanah, tangannya mengepal kuat menatap jalanan di depan.
"Gudang Helle... Maria tunggu aku sebentar ya, aku pasti akan membawa kamu pulang dengan selamat" katanya
mobil melaju cepat saat Diaz menginjak gas dalam. lokasi yang diberikan oleh pria asing itu memang cukup jauh dari pusat kota sehingga Diaz tak ingin buang waktu agar Maria dapat lebih cepat diselamatkan.
ia menuruti keinginan pria yang menculik Maria itu untuk pergi sendiri, tak ada yang ia beri tahu termasuk Sebastian.
"bertahanlah sebentar lagi Maria, aku pasti akan menyelamatkan kamu"
...****************...
beberapa pria lain masuk kedalam gudang tempat Maria di sekap, membuat Maria melotot saat melihat kedatangan mereka para pria berbadan besar itu masuk membawa benda tumpul.
"Kamu menyuruh Suamiku datang sendirian, sedangkan kamu sudah menyiapkan orang sebanyak ini!!" pekik Maria terus memberontak berusaha membuka simpul yang mengikat tubuhnya.
"Memang itu yang aku rencanakan, hahaha" Pria itu membelakangi tubuh Maria.
DUBRAK
"MARIA!! kamu dimana? aku sudah datang" Pekik Diaz menendang pintu masuk gudang
"haa? kamu dengar? dia sudah datang, hahaha" ucap pria itu tersenyum menyeramkan menghadap Maria, dia kemudian pergi ke depan bersama para pria lain menemui Diaz.
DOR!! DOR!!!
Tiba-tiba Diaz di tembaki oleh lawannya, para pria yang datang dari tempat Maria. Pria bertato kalajengking itu tertawa riang melihat Diaz di hujani Peluru oleh anak buahnya.
Diaz dengan cepat berlindung di tembok gudang, ia menarik pistol di pinggang membalas tembakan-tembakan yang di hantam kan padanya.
dengan kemampuan menembaknya, dia mampu menumbangkan beberapa pria. namun itu tak bisa bertahan lebih lama, karena lawannya terlalu banyak. Tiba-tiba....
PRANG
Kaca yang pecah di belakangnya, mau tak mau membuat Diaz berkelit dan menunduk di antara tong-tong besi.
GLONTANG
Salah satu tong terguling saat Diaz berlindung di baliknya. membuat celah terbuka bagi musuh untuk kembali menembakinya.
namun sekali lagi, meskipun peluru yang ia miliki hanya tersisa satu Diaz menarik pelatuk kali ini sengaja tak ia kenakan di tubuh Pria pria itu, ia menembak lampu teplok yang ada di depan para lawannya itu. lampu yang masih hidup membuat api cepat menyebar saat menyatu dengan minyak tanah yang tumpah sehingga mampu menghalangi lawannya.
ia bergerak cepat bermodal tongkat besi yang ia bawa, Diaz menghantam para lawannya menggunakan besi dengan keras. dia cepat mengambil pistol milik musuhnya yang terlepas dan pergi masuk ke dalam.
pria bertato kalajengking itu sudah tak terlihat, ia masuk ke dalam lebih dulu mendatangi Maria. ia merasa tersudut setelah melihat anak-anak buahnya habis di pukuli Diaz.
"Maria!!" Diaz masuk ke dalam.
Namun ia tak dapat berkelit saat pria bertato itu sudah menodongkan pistol ke kepala Maria.
"Lepaskan pistol itu, atau peluru ini akan menembus kepala istrimu" kata pria Itu licik.
Diaz menelan Saliva, kali ini ia merasa dirinya jauh lebih tersudut.
"Sial" umpat nya.
Maria menggeleng-gelengkan kepala tanda agar Diaz jangan menuruti kehendak pria itu namun Diaz tak ada pilihan agar Maria dapat selamat.
"CEPATT!!" pekik pria itu lagi
ancaman pria itu mau tak mau membuat Diaz menyerah ia menjatuhkan pistol ke bawah, membuat pria itu tertawa puas.
"Jangan mencoba melawan, kalau kamu melawan kepala istrimu taruhannya" sambungnya lagi.
Diaz menurunkan badannya berlutut, ia diam menatap marah pria itu karena megancam keselamatan Maria.
"Hajar!!" pria itu memerintah pria-pria yang datang dari depan, para pria yang tadi di pukul Diaz.
BUK
benda tumpul menghantam punggung Diaz dari belakang.
BUK
beberapa Pukulan mentah melayang di wajah tampan Diaz
DHUAK
pria lainnya menendang badan Diaz, sehingga Diaz tersungkur di lantai.
mereka tertawa puas saat melihat wajah Diaz penuh memar dan darah namun Diaz hanya diam tak melawan.
"DIAZZZZZ!!!" Pekik Maria menangis saat melihat suaminya lemah tak berdaya di hadapannya.
"HENTIKAN!! AKU MOHON BERHENTI... DIAZZZ!!!" Maria terus memberontak karena masih di ikat dengan kursi, ia jatuh ke lantai bersama dengan kursi yang didudukinya.
"Ma... ria" Diaz memanjangkan tangan berharap dapat menggapai Maria.
"Hiks... hiks" air mata Maria terus mengalir.
...****************...
Sebastian datang ke taman dekat bangunan interogasi milik Diaz, matanya bergerak kanan kiri mencari Diaz di sekeliling taman.
namun yang ia temui hanya ponsel milik Diaz yang ada di bawah bangku taman. Sebastian membungkukkan badan mengambil ponsel di tanah.
"kurang ajar!!"
Sebastian menggertakkan gigi saat melihat foto Maria yang di sekap saat menghidupkan ponsel Diaz.
"Lacak nomor itu, cari tahu di mana lokasinya sekarang!!!" kata nya menelpon seseorang.
bos, kenapa kamu bergerak sendiri, ucap Sebastian kembali dalam hati.
buat Maria nya hamil ya Thor biar happy ending
dan kita yang baca pun happy ending juga /Sneer//Sneer/