Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Puk
"Hayo siapa yang elo maksud cinta sama elo?" Tanya Gilang ntah dari mana muncul sembari memukul punggung Naura yang sedang asyik ber gumam.
Dag Dig dug
Asli nih Naura kaget. Dia menatap sinis ke arah Gilang sembari memegang dada nya.
"Untung ... Untung gue punya stok nyawa banyak. Jadi gue gak bakal koid cuman gara gara elo bikin kaget. Kenapa sih elo bikin kaget gue mulu" ucap Naura jengkel sembari meniup poni Korea kebanggan nya.
Dari jauh Vince melihat Naura meniup poni. Membuat Vince tambah terpesona melihat kecantikan Naura Isabella. Tepat nya Naura Isabella Bouven.
Saat meniup poni dengan wajah sinis dan jengkel . Tapi di mata vince Seakan menambah damage kecantikan Naura.
"Semakin cantik" gumam Vince.
"Ck gitu aja elo sewot sih" ucap Gilang dengan mencibir. Karena bagi dia Naura terlihat lebay.
"Dih, mana tas elo?" Ucap Naura jengkel.
"Buat apa?"
"Susu pisang gue"
"Nih bocah ya, udah di bilangin. Gue hari ini gak bawa susu pisang. Elo tahu kan di sekolah ujian, masuk sekolah saat ujian jam 8. Gue baru tahu kalau gue ikut lomba pagi tadi. Bis sekolah berangkat pukul setengah delapan. Gue buru buru jadi gak beliin susu pisang buat elo" ucap Gilang menjelaskan panjang lebar. Tapi dengan wajah bodohnya Naura malah menirukan apa yang Gilang ucap kan.
"Dih bocah lama lama ngeselin deh" ucap Gilang lalu meninggal kan Naura sendiri. Dan berfikir Naura akan takut sendirian dan mengejar nya.
Naura melihat Gilang pergi meninggal kan dengan wajah bodoh amat.
"Gue laper. Uang tinggal ceban. Mana belum ketemu Rebecca, Rhania, Cecil ma Maria lagi. Arghhhhh mereka masih ngutang gue. Karena belom bayar tugas matematika yang udah gue kerjain" ucap Naura frustasi sembari mengacak acak poni nya.
"Nih!" Ucap Vince sembari menyodorkan susu pisang dan juga sandwich kesukaan Naura.
"Hah" Naura melongo heran.
"Kenapa?" Tanya Vince bingung.
"Kenapa gak sekalian aja elo beli sama pabrik nya, ha ha ha" ucap Naura dengan tertawa renyah. Melihat Vince membawa sekantong kresek susu pisang kalau dihitung sekitar 25 botol susu pisang dengan berbagai merek. Dan juga satu kotak penuh yang berisi roti sandwich berbagai rasa.
"Maaf ... Gue kan gak tau merek susu apa yang elo suka. Sama sandwich isian apa yang jadi favorit elo. Tapi gue harap elo mau Nerima makanan dan susu ini. Gua capek capek cari dan beli. Sayang kalau di buang." ucap vince langsung duduk di sebelah Naura.
"Elo beliin gue, apa gue harus bayar. Kalau gue harus bayar mending elo buang gak pa pa. Soal nya uang gue tinggal ceban. Mana uang terakhir bentuk nya buluk lagi kek gue!" ucap Naura polos sembari menunjukan uang 5 ribu rupiah yang buruk dan menjijikkan.
"Buluk apa nya. Elo cantik banget kali! Ini gue Beliin elo, gue gak minta bayar sama uang sih, tapi kalau elo memang mau bayar sama cinta elo. Gue siap Nerima" ucap Vince dengan senyuman penuh pesona.
Tapi malah membuat Naura muak.
"Hoek. Elo gak pantes kalau Ter lihat manis apalagi di depan gue. Pantasnya elo kasar kek biasa nya" ucap Naura.
Rrr rrr rrr
Terdengar bunyi perut Naura yang ber bunyi. Karena cacing cacing yang Naura pelihara di perut minta makan.
"Yakin gak mau Nerima. Ya udah harga diskon deh. Elo temenin gue aja liat pertandingan Aron sama Ronald di sana" ucap Vince tersenyum sembari menunjuk ke arah gedung yang ada di sebelah gedung yang Naura tempati kini.
"Ya udah gue mau. Karena elo maksa. Fix ya gue bayar cuman temenin elo doang.. tapi gue makan dulu nih! Bener bener laper gue." Ucap Naura yang langsung mengambil 3 sandwich. Dengan rakus memakan 3 sandwich dalam waktu 3 menit.
Glek glek glek
Naura mengambil 2 susu pisang. Dan langsung menenggak nya sampai tandas. Tanpa malu di depan Vince.
Memang kadang cinta itu buta yah. Author aja yang bayangin makan dan minum Naura kek kuli bangunan aja ngeri.
Tapi di mata vince Naura tetap cantik dan mempesona.
Bagi Vince. Kalau sampai Naura mau dengan nya. Cuman Membelikan pabrik sandwich dan juga pabrik susu pisang pun Vince rela. Demi agar Naura betah berada di dekat nya.
"Ayo" ucap Vince sembari menarik tangan naura.
"Eh tunggu, itu susu pisang sama sandwich kok di biarin di kursi" ucap Naura heran. Karena ada rasa takut kalau Vince membuang buang makanan. Seperti apa yang Vince ucap kan tadi.
"Mas tolong bagikan ke anak jalanan yang ada di sekitar gedung ya" ucap Vince ramah ke pada petugas kebersihan dan memberikan uang pecahan seratus ribu 3 lembar.
'dih .. enak kali jadi orang kaya. Gak perlu mikir besok nya. Tinggal buang buang uang teros' batin Naura tapi dia akui. Salut dengan kebaikan Vince.
Vince menarik lembut tangan Naura menuju gedung yang di gunakan untuk lomba. Mereka sudah memasuki gedung dan sedang mencari tempat duduk.
Naura melongo kaget. Saat melihat Maria ada di sana duduk dengan seorang perempuan yang memakai masker dan memakai hodie hitam.
'kok gak asing sorot mata perempuan itu' batin Naura.
"Eh Maria elo disini" ucap Naura.
"Gue mau lihat Ronald. Elo duduk sini aja" ucap Maria tulus sembari memperlihat kan 2 tempat duduk kosong yang ada di sebelah nya.
Naura mengangguk dan mengajak Vince duduk di sana. Sebenar nya ada rasa curiga Naura ke pada sahabat nya itu. Tapi dia memilih acuh.
Perempuan ber masker itu berdiri. Dan pergi meninggal kan Naura dan Maria yang asik cekikikan. Ntah apa yang mereka bahas.
Naura sesekali menatap kagum Ronald yang lihai dalam berenang. Karena sekarang Ronald sedang bertanding gaya kupu kupu. Terlihat para juri memberikan score paling banyak untuk Ronald.
"Naura gue ke toilet dulu, gue dah kebelet." Ucap Vince dengan wajah yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
"Okey" ucap Naura tersenyum ramah.
"Kapan elo deket ma Ronald?" Tanya Naura penasaran.
"Hmm.. udah semingguan sih. Bahkan dia ngundang gue untuk melihat pertandingan nya ini!. Ya gue sempetin. Lah demi dapat kan hati nay Ronald" Ucap Maria ragu.
"Berarti elo bolos sekolah dong" ucap Naura dengan wajah tidak percaya.
"Eh .. di bilang bolos ya gak salah juga. Gue gak ikut ujian mapel ke dua. Matematika gue gak bisa. Gue ikut remidi aja gak pa pa" ucap Maria yakin.
Tring tring tring
Ponsel Maria tiba tiba ber bunyi.
"Eh Naura bokap gue telpon. Elo bisa gak ngasih ini ke Ronald. Gue ada urusan" ucap Maria tiba tiba menyerah kan sebuah botol minum, handuk dan makanan.