NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Siapa Kamu Sebenarnya?

"Ah kan aku udah bilang tadi om, sewaktu kuliah punya temen dari berbagai negara, makanya itu aku bisa bahasa jepang" ucap Hani menyangkal, ia tak ingin Darren mengetahui bahwa ia memiliki beberapa perusahaan diluar negeri.

...----------------...

"Jadi? " ucap Darren.

"Jadi apaan om? jadi ya gitu, aku punya temen disana dan kita sering telponan" jawab Hani sembari tersenyum.

"Jadi siapa kamu sebenarnya? " balas Darren, bahasa nya yang tegas dan dingin seperti ingin menginterogasi mangsanya.

'Wah wah bisa mati aku kalo ketauan nih' ucap Hani dalam hati. "Aku? oh om belum kenal ya sama aku, nih ya kenalin nama aku Hani Ravenna Arclight, biasa di panggil Hani" ucap Hani dengan mengulurkan tangannya ke arah Darren untuk berjabat tangan.

'Jadi dia menyembunyikan sesuatu dariku' batin Darren.

Hani menarik kembali tangan nya dan bersedekap didepan dada "Om jadi kenalan ga sih? " tanya Hani sembari mengerucut kan bibirnya.

"Tidak" jawab Darren singkat.

"Ish nyebelin,yaudah sana om tidur aja" ucap Hani.

"Eh om, anak buah om pada kemana sih? kok ga ada yang jemput om kesini, dasar tu anak buah ga becus. Dan.. " Hani mengambil pisau yang tadi tertancap ditubuh Darren yang ia letakkan diatas nakas, lalu ia naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Darren. Kemudian ia melanjutkan ucapan nya. "Pisau ini kalau dilihat lihat bukan pisau biasa, ini kaya pisau rancangan khusus yang digunakan sekelompok orang tertentu, lihat nih ada huruf S di pisau ini. Siapa itu S? Steven Lorenzo De Luca ya om? " tanya Hani.

Darren sedikit terkejut akan pernyataan yang diucapkan Hani, bagaimana bisa seorang gadis biasa bisa meneliti bahwa pisau tersebut rancangan khusus dan merupakan pisau milik Steven Lorenzo De Luca, yaitu musuh terbesar dari Darren.

"Bagaimana kau bisa tau mengenai hal itu?" tanya Darren.

" Ya simpel sih om, nih ya jawaban nya itu. Yang pertama aku kenal siapa itu Steven Lorenzo De Luca, nah yang kedua aku juga punya dendam sama dia, jadi kalo dia musuh om, kebetulan dia juga musuh aku. Dan soal pisau ini aku pernah liat dipake sama anak buahnya Steven jadi tau deh." ucap Hani santai sembari memputar putar pisau kecil yang ia pegang. 'E-eh mampus gue kebablasan kasih tau alasan nya, waduh makin curiga nih om kutub. Apa gue jujur aja ya sebenarnya gue siapa biar bisa kerjasama sama om kutub ini' Pikir Hani.

"Dendam apa kau dengan dia? " tanya Darren penasaran. 'Sepertinya dugaan ku benar, gadis ini bukan gadis biasa' batin Darren.

'Shit bodoh nya Hani, gue harus jawab apa nih' batin Hani menyalahkan diri nya. "Ya adalah pokoknya, mending sekarang om telpon deh anak buah om yang ga becus itu, suruh dia kesini buat jemput om." ucap Hani mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"Hmm ponsel ku lowbatt" jawab Darren singkat.

"Yaudah mana ponsel nya om, biar ku isi daya dulu, kalo gitu om tidur aja" minta Hani.

Darren kemudian menyerahkan ponsel nya kepada Hani untuk di isi daya, "Nah type charger nya kebetulan sama, jangan jangan kita jodoh om ahaha" ucap Hani sembari bercanda.

Darren pun tidak menghiraukan ucapan Hani, ia memilih untuk memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Hani melihat ke arah Darren yang sudah menutup matanya, ia pikir Darren sudah tidur. "Huh baguslah kalo om kutub udah tidur, gue jadi lebih leluasa untuk beraksi" lirih Hani dan masih bisa didengar oleh Darren, karena selain indra pendengaran nya yang tajam Darren juga belum sepenuhnya tidur ia hanya menutup matanya saja.

"Ini om kutub beneran tidur ga ya? nanti dia pura-pura lagi" Hani pun naik ke atas ranjang dengan hati-hati takut jika Darren terbangun padahal sebenarnya Darren belum tidur ahaha.

"Hallo om" ucap Hani seraya melambai-lambai kan tangan nya di depan muka Darren. 'Huh menurut insting ku sih dia belum tidur, tapi menurut penglihatan ku dia kaya nya udah tidur beneran deh, jadi bodoamat ah' ucap Hani dalam hati.

Karena penasaran akhirnya tangan Hani pun menyentuh setiap inci wajah Darren yang banyak terdapat bekas bekas luka. "Huh sebenarnya om tuh ganteng, liat nih alis tebel, hidung mancung, rahang nya tegas, bulu mata nya lebat juga. Tapi sayangnya sedingin kutub utara di tambah nyebelin banget sih, tapi ya bonusnya dompet tebel sih." ucap Hani lirih dengan tangan yang masih menelisik setiap wajah Darren, tanpa Hani sadar Darren mendengar setiap lontaran kata yang ia ucapkan.

"Badan nya juga bagus sih om hihihi" ucap Hani sembari terkekeh.

Akhirnya Hani pun memutuskan untuk menjalankan misi nya yang pertama yaitu menyelidiki pelaku tabrak lari kecelakaan kedua orang tua nya. Ia membuka laptop baru nya dan mulai memasukkan kode kode rahasia seorang hacker profesional yang menampilkan deretan kunci kode kecil pada layar laptop, ia meretas CCTV jalanan hingga mendapatkan bukti-bukti berupa jenis mobil yang digunakan oleh pelaku dan juga plat nomor polisi nya. Langkah selanjutnya ia menelisik siapa pemilik dari mobil tersebut hingga menemuka satu nama yaitu yang tak lain ialah Steven Lorenzo De Luca.

"Steven Lorenzo De Luca, rupanya anda telah bermain-main dengan orang yang salah, tunggu pembalasan ku selanjutnya." ucap Hani dingin, menciptakan ketegangan ruangan, dan Darren pun mendengar akan hal itu karena ia belum bisa tidur sampai sekarang. 'Apa yang membuatmu dendam dengan Steven gadis kecil' batin Darren.

Tak lama kemudian dering suara ponsel bergetar, Hani melihat layar ponsel nya yang ternyata bukan ponsel miliknya yang berdering.

Drreett.. Dreett

Dreett..

Bunyi ponsel Darren yang sedang di isi daya, Hani pun melangkah ke arah bunyi ponsel tersebut dan melihat layar ponsel Darren, ternyata yang menghubungi Darren adalah mama nya. "Aduh mama nya om kutub nelpon lagi, mana orang nya udah tidur. Tapi kalo ga gue angkat pasti khawatir, kan kasian. Yaudah deh gue angkat aja." ucap Hani, padahal Darren juga masih belum bisa tidur hingga sekarang ntah apa yang sedang ia pikiran.

"Halo Darren kamu dimana nak? mama khawatir sama keadaan kamu" ucap seorang di sambungan telepon, terdengar lembut dan juga penuh kekhawatiran, yang merupakan mama Darren.

"Emm halo tante, sekarang om Darren ada di apartemen saya, dan orang nya sudah tidur jadi saya terpaksa mengangkat telpon tante karena takut tante khawatir dengan om Darren, keadaan om Darren tadi cukup parah tan, tapi sudah saya obati luka lukanya." ucap Hani dengan sedikit ragu karena takut mama Darren akan marah.

Mama diana yang mendengar suara perempuan dari nomor telepon Darren pun sedikit terharu karena ada yang menolong putranya "Oh iya nak, syukur lah jika Darren ada bersamamu, kalau boleh tau nama mu siapa ya? " tanya mama Diana.

"Nama saya Hani tante, dan emm... sekarang om Darren ada di apartemen saya alamat nya dijalan melati nomor 10, dilantai 5 pintu nomor 120 tan, jika para anak buah om Darren akan menjemput nya tolong bawakan baju ganti ya tante, karena baju Darren yang dia pakai sekarang banyak noda darah." ucap Hani langsung menjelaskan dimana sekarang Darren berada, karena dia tak ingin berlama-lama dengan laki-laki di apartemen nya.

"Baiklah sayang, besok pagi akan tante perintahkan anak buah Darren untuk menjemput nya, sementara malam ini Darren boleh menginap dulu di apartemen mu kan? " tanya mama Diana dengan maksud agar Darren dapat lebih dekat dengan Hani.

"Emm baiklah tante tidak masalah" ucap Hani berbohong, jujur saja dia ingin agar Darren cepat pulang dan dia dapat beristirahat di apartemen nya itu sendirian.

"Baiklah kalau begitu tante tutup dulu ya telepon nya" ucap mama Diana.

"Baik tante." ucap Hani ramah.

Tutt

Panggilan telepon dimatikan oleh mama Diana, Hani pun pergi untuk membereskan laptop dan juga berkas berkas yang sudah ia teliti tadi sembari menggerutu. "Huh kenapa jadi di suruh nginep sih sama mama nya om kutub, terus gue tidur dimana coba kalo om kutub tidur diranjang gue, masa mau tidur berdua sih." ucap Hani.

Dengan terpaksa akhirnya Hani memutuskan untuk tidur di sofa panjang apartemen nya, walaupun sedikit sempit tapi ia tidak ada pilihan lain.

Sementara malam itu di mansion keluarga Vireaux sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, Tuan Marco bersama asisten Jack sedang berada diruang keluarga untuk menunggu kabar mengenai pencarian Darren akibat serangan dari Steven.

Nyonya Diana yang telah berhasil menghubungi Darren setelah beberapa kali mencoba akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kamar dan menghampiri tuan Marco bersama Jack diruang keluarga.

"Sayang ada baiknya kita hentikan pencarian putra kita." Ucap Mama Diana sembari tersenyum lalu pergi duduk disebelah tuan Marco.

"Tapi putra kita belum ditemukan ma, mana mungkin papa menghentikan pencarian itu." ucap Tuan Marco frustasi.

"Aku tadi sudah mencoba untuk menghubungi Darren beberapa kali, dan ternyata telepon ku di angkat oleh seorang wanita, yang rupanya wanita yang Jack pernah ceritakan kepada kita pa, dan dia bilang Darren sekarang berada di apartemen nya jadi mama fikir untuk membiarkan Darren menginap semalam di apartemen wanita itu agar hubungan mereka lebih baik." ucap Mama Diana antusias, ia sudah tidak sekhawatir tadi terhadap kondisi putranya.

Jack yang mendengar perkataan sang nyonya pun memberanikan diri untuk bertanya. "Apakah wanita yang nyonya maksud itu adalah Hani?"

"Seperti nya iya Jack, namanya Hani, dan suaranya lembut sekali. Sepertinya dia wanita yang baik, apakah papa setuju jika dia menjadi menantu kita pa?" tanya mama Diana.

"Hmm baiklah ma, jika mama suka dengan wanita itu aku setuju. Tetapi kita harus menanyakan hal ini keoada Darren, apakah dia benar-benar suka dengan wanita itu." ucap tuan Marco.

"Dan segera hubungi para anak buah untuk menghentikan pencarian putraku Jack" titah tuan Marco pada Jack.

"Baik tuan, saya permisi dulu" ucap Jack lalu berlalu dari ruang keluarga untuk menghubungi para anak buah.

"Ada baiknya kita mencari dulu latar belakang mengenai wanita itu ma, aku tidak ingin Darren dikecewakan seperti dulu" ucap tuan Marco pada mama Diana.

"Benar pa, mama setuju akan hal itu. Mama tidak ingin hal menjijikkan itu terulang lagi dan membuat putra kita kecewa." sahut mama Diana.

"Baiklah kalau begitu papa akan panggil teknisi IT untuk melacak data wanita itu ma" ujar tuan Marco.

Akhirnya tuan Marco, memanggil teknisi IT keluarga Vireaux untuk melacak data latar belakang dari Hani, memerlukan waktu 30 menit untuk melakukan hal tersebut namun data dari Hani tidak lengkap dan sangat unik yang membuat tuan Marco dan mama Diana heran.

"Tuan saya sudah mencoba untuk mencari datanya sedetail mungkin, tetapi sepertinya gadis ini bukan orang biasa, pasalnya hanya menampilkan beberapa informasi saja dan ada beberapa informasi yang tidak penting" ucap teknisi IT tersebut.

Tuan Marco dan Mama Diana saling pandang, ia tak menyangka akan hal itu.

"Katakan saja informasi nya" titah tuan Marco.

"Begini tuan dari hasil pencarian menunjukkan bahwa gadis tersebut bernama lengkap Hani Ravenna Arclight, dan juga beberapa informasi yang tidak penting disertai animasi, seperti makanan favorit, warna favorit dan juga hobi, di bagian bawah pencarian juga terdapat pesan yang berisi kata kata cukup aneh" jelas teknisi IT

"Tunjukkan padaku" ucap tuan Marco ia begitu penasaran akan hasil pencarian tersebut, pasalnya ia menggunakan teknisi IT terbaik dari keluarga Vireaux. Tetapi mendapatkan informasi yang tidak efisien, ini pertama kalinya terjadi.

Teknisi itu menyerahkan laptop yang ia pakai untuk melacak data diri dari Hani kepada tuan Marco dan mama Diana. Seketika tuan Marco melototkan mata nya tak percaya akan hasil pencarian yang di dapatkan.

......................

Dalam layar laptop tersebut tertulis.

Nama: Hani Ravenna Arclight

Hobi: Memasak

Makanan favorit: Sushi, Seafood

Warna favorit: Biru soft

Pesan penting:

Halo. Ya, kamu. Kalau sudah sampai sini berarti usahamu patut diapresiasi. Sayang sekali, layar ini adalah hadiah hiburan. Silakan dinikmati, jangan lupa tersenyum, karena datanya tetap di tempat.

Silakan kagum dari luar. Bagian dalam bukan untuk umum.

Terima kasih sudah berkunjung. Sayangnya, ini bukan open house.

Salam Hangat Hani🌹💋

......................

Tuan Marco dan Mama Diana saling pandang, mereka tak mampu berkata kata, apalagi teknisi IT yang sedari tadi menahan tawa setelah membaca pesan penting. Hingga akhirnya...

"Ahahhaahhaah" mama Diana dan tuan Marco tertawa secara bersamaan.

"Calon menantu kita benar-benar luar biasa ma" ucap Tuan Marco sembari mengeleng-gelengkan kepalanya.

"Benar pa, mama yakin pasti dia wanita ya baik, mama sangat setuju jika Darren menikah dengannya" sahut mama Diana antusias.

Hingga malam hari di mansion keluarga Vireaux itu pun diakhiri dengan candaan data pribadi seorang Hani yang diluar akal, mereka yakin bahwa Hani bukanlah orang biasa, dan nantinya dapat menghibur putra mereka.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!