NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15

Naya menunggu dengan duduk di tepi ranjang, gaun tidurnya jatuh membalut tubuh, rambutnya sudah disisir dengan rapi serta wangi parfum memenuhi kamar itu. Naya berharap pintu kamar akan terbuka dan menampakkan sosok Albiru masuk dengan senyuman.

Sepuluh menit berlalu.

Dua puluh menit.

Satu jam.

Dua jam.

Albiru sama sekali tidak datang ke dalam kamar Naya, bahkan langkah kaki dari pria itu pun tidak terdengar sama sekali. Naya berjalan ke arah pintu dan membukanya, kamar Alisha sudah tidak terdengar aktifitas apapun lagi, suasana rumah begitu hening, menunjukkan kalau Albiru dan Alisha sudah terlelap.

Naya berjalan ke arah kamar Alisha dan mengetuk pintu dengan hati kian terbakar. Dia sudah bisa menduga apa yang terjadi di kamar itu sampai suasana hening begini.

Suara langkah terdengar dan pintu terbuka menampakkan sosok Alisha dengan gaun malam yang seksi serta beberapa jejak percintaan di bagian leher dan dadanya. Naya mengepalkan tangan dengan kuat melihat kondisi Alisha saat ini, ditambah lagi Albiru tertidur setengah telanjang di atas ranjang Alisha.

“Malam ini adalah jadwal Mas Albi tidur denganku, kenapa kau malah memintanya untuk tetap denganmu?” bentak Naya tapi suaranya direndahkan agar Albi tidak mendengarnya.

“Maaf ya Nay, aku hanya minta dipijatkan tapi Albi meminta hal lebih. Setelah bercinta dengannya, kami kelelahan dan lihatlah, Albi ketiduran.” Alisha mengatakannya dengan nada rendah namun penuh ejekan.

“Minggir,” ujar Naya lalu menerobos masuk ke dalam kamar dengan menyenggol kuat bahu Alisha.

Alisha tersenyum saat dia berhasil membuat hati Naya terbakar, dia senang melihat Naya marah.

Naya mendekati ranjang Alisha dan berbaring di samping Albiru. Alisha mengerutkan keningnya dan mendekat ke ranjang itu.

“Apa-apaan ini?” tanya Alisha heran dengan sikap Naya.

“Aku mau tidur di sini, kau pindah kamar saja.” Alisha menaikkan satu alisnya dan berjalan mengitari ranjang. Naya melihat Alisha dengan kening berkerut.

“Kalau mau tidur bertiga, bilang aja, gak usah pakai acara bentak-bentak segala.” Alisha berkata sembari memunguti pakaiannya lalu mengenakan dengan baik. Dia keluar dari kamar itu dan memberi waktu bagi Naya berduaan dengan Albi. Walaupun rasanya sakit, tapi Naya masih berhak atas Albiru karena Albiru adalah suami Naya juga.

Alisha hanya mencoba bersikap biasa, dia tidak ingin juga menghancurkan hati Naya terlalu jauh. Cukup dengan membuatnya panas dan cemburu, itu sudah cukup karena target dendamnya hanyalah membuat Naya dihukum sepantasnya.

Alisha keluar dari kamar dan memilih untuk tidur di kamar lain, rumah itu sangat besar dan cukup banyak kamar. Alisha bebas memilih kamar mana saja yang ingin dia tempati.

Naya merasa bahagia bisa memeluk tubuh telanjang Albiru di balik selimut itu, sudah lama dia menginginkan posisi ini tapi tetap saja tak pernah dia dapatkan. Naya memejamkan mata sembari memeluk Albiru yang kini tidur telungkup.

Malam kian larut, Albi kini mengubah posisinya menjadi miring dan mencari keberadaan istrinya dengan kondisi mata masih terpejam. Dia usap pelan paha Naya yang dia kira Alisha lalu mendekapnya lebih erat lagi, Naya yang terbangun karena usapan itu tersenyum dan membalas pelukan Albiru. Hanya saja, Albi merasa perbedaan, baik dari segi tubuh maupun bau parfum. Albi segera membuka matanya dan menyalakan lampu kamar.

Betapa kaget dia saat melihat Naya yang tidur di dekatnya saat ini, bukan Alisha.

“Naya,” ujar Albiru refleks lalu menarik selimut menutupi pinggangnya, dia segera mengambil dan mengenakan pakaian lalu turun dari ranjang. “Apa yang kau lakukan di kamar ini? Mana Alisha?” tanyanya dengan nada tak suka.

“Aku dan Alisha sepakat untuk tukeran malam ini, Mas. Kamu tidur aja lagi aja Mas, aku temani kamu.” Naya mencoba meraih Albiru lagi tapi pria itu memutuskan keluar dari kamar dan mencari istri keduanya.

Naya meninju kasur berkali-kali karena kesal, dia juga meremas rambutnya sendiri. “Alisha lagi Alisha lagi, dia bilang mau adil tapi malah lebih mementingkan Alisha ketimbang aku. Ini gak bisa dibiarkan, Alisha harus segera aku singkirkan.” Naya berteriak histeris setelah mengatakan kalimat itu.

Albiru sendiri sibuk memeriksa kamar satu per satu, dia takut kalau Naya bertindak yang bukan-bukan pada Alisha lagi. Terakhir dia memeriksa kamar tamu dan Alisha tertidur dengan lelap di sana. Albiru bernafas lega dan memasuki kamar tersebut, tak lupa dia mengunci kamar itu agar Naya tak masuk sembarangan lagi.

Albi mendekati istrinya dan mencium kening serta bibir Alisha berkali-kali, ia bersyukur Alisha baik-baik saja. Alisha menggeliat dan memicingkan mata melihat siapa yang ada di dekatnya saat ini.

“Albi,” katanya dengan suara serak lalu duduk perlahan. Albiru memeluk erat tubuhnya dan mencium pipinya berkali-kali.

“Kenapa malah membiarkan Naya tidur denganku?” tanya Albi saat mata Alisha terbuka sempurna.

“Kasian juga sama dia, Bi. Kamu kan janji untuk berlaku adil, ya kamu harus bagi waktu sama dia juga.”

“Aku gak sudi tidur sama dia, Sha. Aku masih ingat bagaimana dia memisahkan kita dan bagaimana dia berlaku kejam padamu.”

“Aku mengerti tapi kalau diperlihatkan begini, rasanya sangat tidak adil. Aku kadang sedih juga ngeliat dia terasingkan begitu.”

“Berhenti merasa tidak enakan terus, Sha. Kamu selalu begitu, tidak enak sama orang dan ujung-ujungnya kamu sendiri yang tersiksa. Lebih baik sekarang kamu peluk aku, aku gak mau tidur sama dia.” Albiru merebahkan tubuhnya dengan menarik Alisha agar rebahan juga. Alisha menaruh kepalanya di dada bidang Albiru dan memejamkan mata kembali, sangat mengantuk yang dia rasakan saat ini.

...***...

Saat sarapan pagi, Naya mengutarakan rasa ketidakadilan dari Albiru pada dirinya. Alisha hanya diam memberi kesempatan untuk Naya dan Albiru menyelesaikan semua ini.

“Aku gak bisa terima kalau begini, Mas. Kamu sama sekali tidak berlaku adil padaku, aku tersiksa sama kelakuan kamu ini, padahal semalam aku udah bersiap menunggu kamu tapi kamu malah menghabiskan malam dengan Alisha.” Naya memprotes.

“Aku sudah pernah katakan padamu kalau aku harus belajar mencintaimu, Nay. Bagaimana aku bisa menghabiskan malam denganmu kalau aku belum bisa mencintai kamu seutuhnya?”

“Gimana kamu mau mencintai aku kalau ada Alisha di sini, dia yang membuat kamu berpaling dari aku Mas. Dia juga yang membuat aku jauh dari kamu, harusnya waktu itu aku gak izinin kamu menikah lagi.” Naya menunjuk Alisha dengan tidak sopannya dan itu menyulut emosi Albiru, saat hendak menjawab Naya, Alisha menahan tangan Albiru di bawah meja agar keributan tak berlangsung lama dan Albiru tidak keceplosan mengenai dia tahu ulah Naya pada Alisha.

“Makan dengan tenang, Nay. Aku tidak mau berdebat pagi ini, jangan memancing emosiku.” Albiru akhirnya mengakhiri pertengkaran mereka dan Naya justru menggebrak meja hingga Alisha dan Albiru tersentak kaget.

Albiru berdiri lalu melayangkan tamparan ke pipi Naya dengan kuat, Alisha ikut berdiri tapi Albi menatapnya dengan tajam. “Ini urusanku dengan Naya, kamu duduk aja, Sha.” Albi menekankan dan mau tak mau Alisha kembali duduk.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!