NovelToon NovelToon
Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Rangga (Cinta Yang Belum Usai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Rangga adalah pria sederhana yang hidup serba kekurangan, namun memiliki cinta yang tulus dan impian besar untuk membahagiakan kekasihnya. Selama bertahun-tahun, ia bertahan dengan pekerjaan kasar dan penghasilan pas-pasan, percaya bahwa cinta mereka cukup untuk melawan kerasnya hidup. Namun semuanya runtuh ketika ibu kekasihnya memutuskan menjodohkan sang putri dengan pria kaya demi masa depan yang dianggap lebih layak.

"maafin aku ya kak, aku ngga bisa lawan ibuku"

Rangga hanya bisa menatap kepergian sang kekasih yang mulai menjauh dari matanya yang mulai berembun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu baik-baik aja?

Malam harinya, Rangga sedang bersantai di balkon rumahnya sambil menikmati udara malam Bandung yang dingin. Ponselnya yang tergeletak di meja kayu bergetar. Nama Andi muncul di layar.

"Halo, Ndi. Gimana Jakarta? Aman?" sapa Rangga setelah menggeser tombol hijau.

"Aman, Mas. Oh iya, soal rencana lamaran bulan depan, Mas nggak usah pusing-pusing ya. Semuanya biar aku sama Rania yang siapkan dari sini. Vendor, tempat, sampai seserahan kecil-kecilan sudah mulai aku cicil," suara Andi terdengar bersemangat di seberang telepon.

Rangga tersenyum, merasa bangga adiknya sudah sedewasa ini. "Beneran? Mas nggak enak kalau cuma datang tangan kosong. Kamu kan adik Mas satu-satunya."

"Beneran, Mas. Mas Rangga datang saja sebagai perwakilan keluarga, itu sudah lebih dari cukup buat aku. Mas kan 'kepala keluarga' kita sekarang," jawab Andi tulus.

"Ya sudah kalau itu mau kamu. Masih ada tiga minggu lagi kan? Mas pastikan jadwal bengkel kosong di hari itu," balas Rangga.

"Iya, Mas. Masih tiga minggu lagi. Santai saja," Andi menjeda kalimatnya sejenak, lalu suaranya berubah menjadi sedikit menggoda. "Oh iya, Mas... kalau bisa, nanti pas acara lamaran, ajak kakak ipar ya?"

"Kakak ipar siapa maksud kamu? Mas belum ada calon, Ndi," jawab Rangga, mencoba tetap terdengar datar meski pikirannya langsung terbang ke kedai nasi Padang tadi siang.

"Ya makanya dicari, Mas! Masa aku duluan yang nikah? Siapa tahu ada teman lama atau orang yang lagi Mas taksir diam-diam. Pokoknya aku tunggu ya, siapa tahu ada kejutan," Andi tertawa renyah sebelum akhirnya pamit menutup telepon.

......................

Sore menjelang magrib, suasana di kedai nasi Padang sudah mulai sepi. Ayu sedang sibuk menyusun kursi ke atas meja dan menyapu lantai, sementara Nenek Tari sudah beristirahat di dalam. Saat itulah, suara deru motor berhenti di depan kedai.

Bukan motor besar milik Rangga, melainkan motor bebek tua milik Ayu yang suaranya kini terdengar jauh lebih halus, hampir tak terdengar getarannya. Motor itu dikendarai oleh seorang pemuda berseragam RG Custom Garage, diikuti oleh rekannya yang membonceng di belakang.

"Sore, Mbak Ayu ya?" sapa karyawan itu sambil turun dan mematikan mesin.

Ayu meletakkan sapunya, berjalan mendekat dengan raut wajah heran sekaligus lega. "Iya, benar. Wah, sudah selesai ya mas motornya?"

"Sudah, Mbak. Tadi instruksi dari Bos Rangga harus dicek total. Ternyata ada masalah di pengapian sama karburatornya sudah kotor banget. Ini sudah kami ganti sparepart-nya, olinya juga sudah baru. Sekarang sekali stater langsung nyala kok," jelas karyawan itu sambil menyerahkan kunci motor kepada Ayu.

Ayu menerima kunci itu, merasa tidak enak hati karena sepertinya perbaikannya cukup serius. "Aduh, jadi merepotkan sekali. Jadi totalnya berapa ya, Mas? Biar saya bayar sekarang."

Karyawan itu langsung tersenyum sambil menggeleng cepat. "Nggak usah, Mbak. Kata Bos Rangga sudah beres semua."

Ayu tertegun. "Tapi Mas, kan ada barang yang diganti? Masa saya nggak bayar?"

"Maaf Mbak, kami cuma jalankan perintah Bos. Kalau kami terima uangnya, malah kami yang bisa kena tegur nanti," jawabnya sopan. "Kami pamit dulu ya, Mbak. Mari."

Belum sempat Ayu mendebat lagi, kedua orang itu sudah memacu motor mereka meninggalkan kedai. Ayu berdiri terpaku di samping motornya. Ia mencoba menekan tombol stater, dan benar saja, mesinnya menyala dengan suara yang sangat renyah jauh lebih baik daripada kondisi motor itu saat pertama kali ia beli bekas dulu.

Ayu menghela napas panjang, menatap kunci motor di tangannya. Kebaikan Rangga yang tanpa pamrih ini justru membuatnya semakin merasa kecil.

Pagi itu di RG Custom Garage, suasana sudah mulai hidup dengan suara dentingan alat dan obrolan ringan para mekanik. Rangga berjalan masuk ke area kerja utama dengan segelas kopi di tangannya. Meski matanya terlihat fokus, pikirannya sebenarnya masih tertuju pada kejadian kemarin sore.

Ia menghampiri meja kerja salah satu karyawannya yang kemarin bertugas mengantar motor Ayu.

"Gimana, motor yang kemarin sore sudah sampai di tempatnya?" tanya Rangga.

Karyawan yang bernama Budi itu langsung mendongak dan mengangguk mantap. "Sudah, Bos. Kemarin magrib pas banget Mbaknya mau tutup kedai. Kondisi motor sudah fit total, karburator aman, oli sudah baru. Tadi malam saya tes jalan dulu sebelum diantar, tarikannya sudah enteng lagi."

Rangga mengangguk pelan, menyesap kopinya sedikit. "Reaksi orangnya gimana?"

"Mbak Ayu-nya sempat bingung, Bos. Dia maksa mau bayar, katanya nggak enak kalau gratisan apalagi ada barang yang diganti. Tapi ya sesuai perintah Bos, saya tolak halus. Saya bilang kalau saya terima uangnya, nanti saya yang kena SP," jawab Budi sambil terkekeh.

Rangga terseyum tipis mendengarnya. "Baguslah" ucapnya lalu berlalu.

......................

Siang itu, matahari Bandung sedang terik-teriknya. Seorang mekanik di bagian depan bengkel tertegun melihat sosok wanita berdiri di depan gerbang besar RG Custom Garage. Wanita itu membawa sebuah tas kecil dan tampak ragu untuk melangkah masuk ke area bengkel yang penuh dengan pria.

"Cari siapa, Teh?" tanya mekanik itu ramah.

"Maaf, Mas... apa ada Mas Rangga di dalam?" suara Ayu terdengar pelan namun jelas.

Mekanik itu segera memberi tahu Rangga melalui interkom. Tak lama kemudian, Rangga keluar dari ruangannya. Langkahnya terhenti sejenak melihat Ayu yang berdiri di gerbang, menolak untuk masuk lebih jauh. Ia tampak canggung berada di lingkungan kerja Rangga yang modern dan sibuk.

Rangga berjalan mendekat, "Ayu? Kenapa berdiri di sini? Ayo masuk, di dalam lebih adem."

Ayu menggeleng cepat, ia tetap pada posisinya. Ia segera membuka tasnya dan mengeluarkan sejumlah uang yang sudah ia siapkan sejak semalam.

"Maaf, Mas. Saya ke sini sebentar saja," ucap Ayu sambil menyodorkan uang itu ke arah Rangga. "Ini uang untuk perbaikan motor saya kemarin. Tolong diterima."

"Justru itu, Mas," potong Ayu cepat, matanya menatap Rangga dengan serius. "Saya nggak mau berhutang budi lebih jauh lagi. Hidup saya sudah cukup berat dengan banyak beban, saya nggak mau ditambah dengan perasaan berhutang pada Mas Rangga. Ini uang untuk perbaikan dan sparepart yang diganti. Saya tahu barang bengkel Mas pasti mahal, tapi tolong terima ini semampu saya."

Suasana di gerbang bengkel mendadak sunyi. Beberapa karyawan sempat melirik, namun segera pura-pura sibuk.

Rangga menarik napas panjang. Ia menyadari jika ia terus menolak, ia justru akan melukai perasaan Ayu lebih dalam.

"Baik," ucap Rangga akhirnya, mengambil uang itu dengan perlahan. "Uang ini saya terima. Tapi sebagai gantinya, karena kamu sudah jauh-jauh ke sini dan cuaca lagi panas begini, biarkan saya ambilkan air minum. Jangan ditolak, anggap saja ini keramahan pemilik bengkel pada pelanggannya."

Ayu terdiam, sedikit melunak melihat Rangga yang akhirnya mau menerima uang tersebut. Ia menyeka keringat di dahinya, tidak bisa memungkiri bahwa berjalan dari pangkalan angkot ke gerbang bengkel ini cukup menguras tenaga.

Rangga kembali dengan sebuah botol air mineral dingin. Ia menyodorkannya pada Ayu yang masih berdiri tegak di dekat gerbang. Ayu menerimanya dengan ragu, namun rasa haus karena terik matahari tak bisa dibohongi. Ia segera meneguk air itu perlahan.

Rangga memperhatikannya sejenak, lalu sambil menyandarkan bahunya di tiang gerbang, ia bertanya dengan nada yang sangat tulus.

"Yu... apa kamu benaran baik-baik saja?"

Ayu sempat terhenti saat menutup botol minumnya. Ia menatap ke arah jalan raya, mencoba mencari jawaban yang paling aman.

"Aku baik, Mas. Seperti yang Mas lihat sekarang."

"Dunia memang banyak berubah, Mas," jawab Ayu singkat, suaranya terdengar sangat tenang namun tegas. "Tapi saya baik-baik saja. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya."

Ayu merapikan tasnya, memberikan isyarat bahwa percakapan ini harus segera berakhir.

"Saya permisi dulu, Mas. Terima kasih banyak minumnya, dan terima kasih sudah mau menerima uang motor tadi," ucap Ayu sambil mengangguk kecil, memberikan penghormatan yang terasa formal namun sopan.

Rangga hanya bisa mematung di gerbang bengkelnya, menatap punggung Ayu yang perlahan menjauh dan hilang di antara hiruk pikuk jalanan. Jawaban Ayu yang singkat itu justru membuatnya merasa semakin jauh. Ayu tidak lagi mengandalkannya, bahkan tidak ingin berbagi beban dengannya.

1
kalea rizuky
gemes deh kalian
kalea rizuky
q uda kirim bunga lanjut banyak ya thor
kalea rizuky
lanjut donkk
Evi Lusiana
waduh rangga puny saingan y thor
Evi Lusiana
klo pura² sakit aj trs biar ayu kwatir dn perhatian sm km rangga🤭
Evi Lusiana
knp d bkin ribet sih yu,hrsny km trimakasih sm rangga
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ayu membatalkan pertunangan dan pergi harusnya Rangga benci ke Ayu dan ngga mau lihat Ayu lagi dong
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Padahal orang yang di suruh mengantar motornya Ayu sudah bilang kalau gratis tapi malah Ayu datang ke bengkel dan memberikan uang ke Rangga sebagai biaya perbaikan sepeda motor dan ganti sparepart
Evi Lusiana
rangga laki² baik bertahun² sjak dia gk lg nersm ayu dia hny fokus kerja tp tdk maen perempuan
Aidil Kenzie Zie
bicara dari hati ke hati
Evi Lusiana
ini yg nmany jodoh gk akn kmn y thor
Aidil Kenzie Zie
move on Rangga kalau nggak kejar lagi cinta itu
Aidil Kenzie Zie
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!