Demi menghindari kejaran para gadis Reby Putra Maheswara membawa seorang gadis desa yang bernama Rania untuk ia jadikan tameng agar tidak ada yang berani lagi mendekatinya, namun yang terjadi malah hatinya terikat pada gadis yang selalu mengklaim dirinya sebagai calon suami itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Rania sangat senang karena mendengar Reby akan menghukumnya. Tubuh kecil berjalan di belakang Reby dengan sangat riang karena sudah membayangkan yang tidak-tidak tentang ia dan juga Reby nanti di dalam sana, ia pun ingin segera sampai di kamarnya. Di dalam lift Rania sudah tersenyum tidak jelas sambil menutup mukanya dan kemudian cekikikan. Reby yang melihat tingkah Rania hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa bebek ini tidak waras, " gumam Reby.
Tak lama setelah itu mereka berdua pun sampai di apartment Reby, dengan segera Rania dan Reby masuk. Karena merasa haus Rania pun pergi sebentar untuk mengambil minuman dingin untuknya dan juga untuk Reby.
" A Reby ini minumannya, A Reby pasti haus kan," ucap Rania dan menyodorkan minuman dalam kaleng itu pada Reby. Reby pun kemudian mengambil minuman dari tangan Rania karena ia juga merasa haus dan otaknya terasa panas karena sudah membayangkan Rania dan Nathan duduk berdua di dalam mobil.
Reby membayangkan jika Rania yang selalu cerewet terus mengajaknya bicara dan itu pasti terlihat sangat menggemaskan, dan Reby sangat tidak rela momen itu dilihat oleh Nathan.
"Rania, kemarilah..." Ucap Reby, dan dengan senang hati Rania pun langsung menghampiri Reby dan duduk di sampingnya dengan senyum yang terus mengembang Ia terus memandangi wajah tampan Reby. Namun setelah Rania berada disampingnya Reby malah membelakangi Rania, Rania pun mengernyitkan keningnya merasa heran pada majikan yang statusnya masih gamang dengannya itu.
"Kok Rania malah dicuekin ?" Tanyanya.
"Kemarikan tanganmu, " pinta Reby sambil menepuk pundaknya, Rania pun tersenyum dan langsung memeluk Reby dengan mengalungkan tangannya di leher Reby dan kemudian memeluknya dengan erat hingga wajahnya tidak sengaja nenyusup di leher Reby, membuat Reby terkejut sekaligus meremang karena bukan itu maksud Reby sebenarnya.
"Jadi A Reby teh minta peluk, " ucap Rania di dekat telinga Reby hingga membuat Reby serba salah.
"Dasar bebek bodoh, bukan itu maksudku. Lepaskan pelukanmu, " ucap Reby. Karena jujur saja kini Reby merasa sangat gelisah dengan kedekatannya dengan Rania.
Dengan berat hati Rania pun melepaskan pelukannya dari Reby. Ia pun mengerucutkan bibirnya kesal karena ternyata Reby tidak ingin dipeluk oleh Rania.
"kirain Rania teh A Reby mau di peluk, ihh dasar es batu," ucapnya dengan kesal sambil menepuk bahu Reby yang keras.
"Jangan menyalahkanku, otakmu saja yang mesum " jawab Reby dan menyentil kening Rania dengan perlahan.
"Kan biasanya juga A Reby kalau hukum Rania suka di cium gitu, jadi kan Rania teh seneng" Rania tidak mau kalah
'Kenapa sekarang jadi aku yang terlihat mesum, ' gumam Reby dalam hati yang memang tidak menyadari jika selama ini, ia selalu mesum pada Rania. Meskipun sebenarnya Reby tidak pernah melakukan hal lebih selain menciumnya. Tapi tetap saja jika ada kesempatan Reby selalu mencium Rania habis-habisan.
"Tidak hari ini, kemarikan lagi tanganmu, " ucap Reby menepuk bahunya.
"Gak mau nanti di prank lagi, "
"Ishhh, kau nya saja yang bodoh tidak bisa mengerti perintah. Pijat aku cepat," titah Reby namun Rania masih mengerucutkan bibirnya.
"Jadi Rania teh cuma disuruh mijat gitu, aihh dasar nyebelin "
"Ayo cepat, tubuhku pegal-pegal karena terus bekerja " Reby pun mulai menelungkupkan tubuhnya di sofa kakinya yang panjang membuat Rania mengalah dan duduk di bawah.
"Kenapa gak nyuruh orang lain aja atuh padahal uangnya banyak, kenapa mesti nyuruh Rania, " jawabnya masih dengan muka kesal.
"Aku tidak suka tubuhku di sentuh oleh orang lain, cepat pijat jangan cerewet, ! " ucap Reby
"Serasa jadi inem Rania teh, " Rania duduk di bawah dan Reby di atas sofa. Memijat bahu Reby yang keras ternyata membutuhkan banyak tenaga.
"Kenapa pijatanmu tidak terasa, padahal aku selalu memberikamu makanan yang banyak !" protes Reby.
"Posisinya susah ihhh, dasar bawel !"
"Alasan saja, !"
Brukk....
"Hei Rania apa yang kau lakukan, ?" Tanya Reby yang terkejut karena tiba-tiba Rania duduk di punggungnya.
"Biar posisinya nyaman, " ucap Rania santai tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Reby yang kini tersiksa karena perbuatannya membuat Reby harus menahan sesuatu lagi.
"Nyaman kepalamu, " ucap Reby.
"Udah jangan bawel diam dan nikmati, "
"Astaga bocah ini selalu saja menguji kesabaranku,"
***
Udah 2 bab nihh💃💃💃 kasih mimin hadiah dong 😚😚😚
"
thanks ya Thor lucu tak membosankan ..