⚠️Ini hanya karya fiksi semata⚠️
“Kalau kau tak suka dengan sikap ku, kau boleh pergi, Dianna Chana.” Adipati Leon pemilik warisan yang takkan habis sampai 7 turunan dengan mudah mengganti Chana, bila wanita sebatang kara itu meminta pisah dengannya.
“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.”
Tes!
Chana yang miskin tak bisa berkata apapun pada Leon yang selalu menduakannya berulang kali karena ia masih butuh pria tampan itu untuk membiayai sekolahnya yang mahal.
Namun semua berubah saat Leon melakukan kesalahan yang sangat bagi Chana.
“Pada hal kau sudah mengambil segalanya dari ku, tapi kenapa! Kau lakukan juga dengannya?! bangsat!” pekik Chana.
Plak!
Chana yang naik pitam menampar wajah tampan Leon.
“Cih! Bukannya kita langganan pelac*r?! Lagi pula kau bertahan karena uang, bukan cinta kan, Chana!” pekik Leon.
Kata-kata Leon yang begitu menyakitkan membuat Chana mengambil keputusan besar, yaitu meningga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
Pukul 22:50 Leon terbangun dari tidurnya, ia yang mengira Chana telah kembali bangkit dari ranjang dan mencari ke segala ruangan.
Sayangnya ia tak mendapati kekasihnya dimana-mana. Ia pun memutuskan untuk menunggu beberapa hari namun Chana tak pernah datang ke sekolah mau pun kosan.
Leon yang ingin menemukan Chana melakukan berbagai cara mulai dari membuat brosur orang hilang sampai dengan mengerahkan beberapa detektif untuk mencarinya.
Aminah yang tahu persoalan anaknya langsung menemui Leon di kamarnya.
Tok tok tok!
Aminah mengetuk pintu kamar Leon, sontak Leon turun dari ranjang untuk melihat siapa yang datang.
Ceklek!
Krieett!!
“Ada apa bu? Aku lagi sibuk.” ucap Leon yang tak ingin di ganggu.
“Ibu juga sibuk, tapi demi dirimu ibu rela membagi waktu,” ujar Amina.
Kemudian wanita berkepala 4 itu masuk ke dalam kamar anaknya lalu duduk di atas sofa yang ada di dekat jendela.
“Apa ini?” Amina meletakkan brosur yang di buat Leon.
“Ibu bisa lihat sendirikan?” Leon memalingkan wajahnya dari Aminah yang terlihat marah.
“Duduk!” mata Aminah menunjuk ke arah kursi yang ada di sebelahnya. Lalu Leon menuruti perintah ibunya.
“Leon! Ibu sudah menyelidiki siapa perempuan ini, hum! Sangat menyedihkan! Latar belakangnya juga enggak bagus, anak yatim piatu lagi, yang terpenting! Dia pernah mengandung anak mu?!” mata Aminah membelalak pada putranya yang salah pergaulan.
“Itu salah ku, aku memperkosanya.” Leon menutupi kesalahan Chana.
“Leon! Kenapa kau bisa sesantai itu?! Ibu sendiri khawatir dengan perbuatan mu! Dan perempuan itu... akh!” Aminah yang emosional membanting meja.
Puk!
“Malah menggugurkan bayi kalian?! Kau dan dia sama-sama enggak beres! Hentikan pencarian mu! Atau ibu akan membereskan perempuan itu!” Aminah berniat membuang Chana ke luar Negara. Karena mereka yang berpendidikan tinggi dan juga menomorsatukan kehormatan keluarga tak ingin Chana yang telah cacat menjadi menantu mereka.
“Bu, aku yang salah! Tolong jangan campuri urusan ku!” pekik Leon.
“Hei anak setan! Selagi belum menghasilkan uang sendiri, membiayai hidup sendiri, diam! Kau benar-benar mencoreng nama baik keluarga kita!” Aminah bangkit dari duduknya seraya memukul kepala anaknya yang membuat ia muak.
“Ibu! Aku sudah dewasa!” Leon tak suka dengan perlakuan Aminah.
“Iya! Dewasa tapi bodoh! Dari pada wanita itu, lebih baik kau membangun hubungan dengan Jesika!” Aminah meminta Leon menjalin cinta dengan Jesika.
“Aku enggak mau.” Leon menolak karena tak mencintai Jesika.
“Dasar anak nakal! Dengar ya kata ibu, perempuan yang rusak sebelum menikah, tidak layak untuk di nikahi!” setelah mengatakan itu Aminah keluar dari kamar putranya.
Leon yang mendapat tekanan dari ibunya bertambah pusing.
“Akhh!!!” Ia yang gegabah mengikuti emosi sesaat menyesal besar, kepergian Chana yang begitu mendadak menyisakan kehilangan mendalam di hati Leon.
🏵️
Di sekolah Leon terus menatap kursi Chana dadanya terasa sesak menahan rindu yang tak dapat ia lukis kan dengan kata-kata.
Ia yang di selimuti rasa bersalah tak bisa lepas dari rentetan peristiwa masa lalu, dimana Chana selalu menangis karenanya, yang paling membuat ia merasa berdosa seumur hidup, ia berhasil mengubah Chana yang ceria jadi gadis yang pemurung dan lebih banyak menyendiri.
Dua minggu kemudian pencarian Chana tak kunjung menemukan titik terang, itu semua karena ulah Amina yang menahan Chana di sebuah perumahan yang siap menyembunyikan identitas penghuninya dari orang luar apabila tinggal disitu.
“Kau hanya punya dua pilihan, menetap akan melarat, atau jadi orang sukses dengan meninggalkan negara ini, tenang saja karena saya akan menyekolahkan mu sampai gelar tertinggi yang kau mau, tapi kalau kau menolak, saya akan blacklist kau dari perusahaan yang ada di negara ini, kau pasti tahukan, keluarga kami memiliki banyak koneksi dengan perusahaan lain?” Amina ingin Chana menghilang dari hidup putranya.
“Tanpa itu pun aku akan tetap menjauhi anak mu tante, jadi jangan khawatir kalau aku akan mengganggunya, tante tidak punya hak untuk mengatur hidup ku, kalau tante bukan wanita jahat seperti ku, tentunya tante tidak akan mematikan rezeki ku! Aku memang mempunyai masa lalu yang kelam, tapi aku sangat menyesali itu, sungguh!” Chana yang ingin pergi bangkit dari duduknya.
“Kau akan menyesal karena sudah melawan ku.” Aminah mengancam Chana.
“Sejak awal semua sudah jadi penyesalan, jadi tak masalah kalau di tambah satu lagi, tante maafkan aku sudah membuat Leon berubah, itu semua karena ekonomi, jadi ku mohon biarkan aku mencari uang dengan cara halal.” Chana tak gentar meski berurusan dengan orang kaya.
“Pokonya saya sudah memperingatkan mu.” Aminah menatap tak suka pada Chana.
“Aku mengerti tante.” Chana pun keluar dari rumah itu.
Cukup anak mu saja yang membeli harga diriku, batin Chana.
Saat Chana telah berada di luar gerbang perumahan ia pun memesan ojek online.
Saat ia sedang menunggu tanpa sengaja Aril yang ingin pergi menonton bola melihat Chana berdiri di tepi jalan dengan wajah muram.
Ciiit!!!
Sontak ia melakukan rem mendadak dan keluar dari dalam mobilnya.
“Chana!” Aril mendatangi Chana yang ada di belakang mobilnya.
“A-Aril?” Chana menghela napas panjang, karena Aril pasti menceritakan pertemuan mereka yang sekarang.
“Sedang apa kau disini? Kenapa kau tidak masuk sekolah? Kita sebentar lagi ujian loh!” Aril yang khawatir mengajukan beberapa pertanyaan pada Chana.
Chana yang merasa ia tidak dekat dengan Aril tak mau menjawab setiap pertanyaan sahabat mantan pacarnya itu.
“Maaf, aku harus pergi.” Chana yang ingin menghindar terpaksa berjalan kaki menuju jalan besar.
“Ayo, ku antar sampai kosan mu.” Aril menawarkan tumpangan.
“Tidak usah, tolong jangan ganggu aku,” ucap Chana.
“Chana, semua masalah mu sudah tersebar luas, itukan alasan kau tak datang ke sekolah? Tapi yakinlah aku enggak pernah ikut-ikutan untuk menghujat mu, aku juga enggak pernah jahat selama ini pada mu kan?” Aril tersenyum pada Chana.
“Aku tahu, tapi aku tak ingin bicara pada mu,” ucap Chana.
“Baiklah, aku hanya ingin bilang, jangan berhenti sekolah, sebentar lagi kita akan lulus, semua orang pernah melakukan kesalahan, kalau kau menyerah orang-orang yang tidak menyukai mu akan bahagia, karena telah berhasil menyingkirkan mu.” Aril menyemangati Chana.
“Aku tidak punya biaya, lagi pula aku malu untuk melihat orang-orang yang ada di sekolah, terimakasih sudah memberi masukan pada ku, tapi maaf... aku tidak akan kembali kesana lagi, Aril.” niat Chana tak pernah mubah, karena ia ingin membuka lembaran baru.
Saat Chana ingin melanjutkan langkahnya, ojek onlinenya pun datang.
“Jangan katakan pada siapapun kalau kau bertemu aku, tapi kalau bibir mu gatal, enggak apa-apa!” Chana yang telah naik ke atas motor melambaikan tangannya pada Aril.
“Jalan pak.” kemudian motor yang di tumpangi Chana melaju meninggalkan Aril yang masih berdiri di tempat.
...Bersambung......
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
makin kesini kenapa malah terlihat murahan. lagi² dgn alasan cita² mau jd duri rumah tangga wanita lain. 6 thn jadi istri simpanan ky biasa saja.. masa ga ada sedikitpun percikan cinta utk stefan(terlepas stefan sikopet/dia kan ga tau). malah berharap balikan lagi dgn aa leon...
helooooo..... kamu kapan suksesnya dan kapan balas dendamnya ke om dan tantemu....?????
maaf ya thor ini cm kesan pribadiku trhdp chana, bukan karyamu...kalau karyamu mah ky mengandung magis. begitu baca ga bisa berhenti sblm habis bab.
karyamu keren thor...
lagian itu sdh kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan