setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pasir ilusi
"Sudah dapat kan? Ayo pergi saja! Tempat ini mulai menggeser kesenangan jiwa kita!" Tang Yan tertawa riang sambil mengibaskan kipas bambu gioknya, lalu menyentuhkan ujung jarinya ke lantai aula dengan gerakan yang anggun.
"Sentuhan Penciptaan: Membangunkan Besi yang Tertidur!"
Lantai logam komposit melengkung seperti ombak yang menggelinding di lautan dalam, melemparkan para penjaga robot dan tentara dengan kekuatan terkontrol ke arah dinding kristal yang menjulang tinggi.
BAM! BAM!
Retakan halus menyebar seperti goresan di permukaan dinding, sementara Tang Yan menjentikkan jarinya dengan presisi ke arah jendela besar yang menghadap kota Neo-Ark.
PRANGGG!
Kaca tahan ledakan hancur menjadi serpihan kecil yang jatuh seperti hujan kristal di bawah hamparan cahaya hologram kota yang penuh warna. Iklan produk mewah dan simbol-simbol perusahaan besar berputar dengan anggun di langit, mencerminkan kilauan gedung pencakar langit dari kristal foton dan logam murni yang canggih. Tang Yan melompat terlebih dahulu dengan gerakan seperti burung elang yang menyebrang awan, diikuti Luna yang dengan cepat mengendalikan sistem portabel nya, dan Chu Ziyi yang sudah mengeluarkan pisau energinya dengan siap melindungi teman-temannya dari belakang.
Dari ketinggian seribu meter, mobil terbang hasil modifikasi Tang Yan sudah berada di sana dengan sabar, lampu navigasinya berkedip perlahan seperti mata makhluk ajaib yang sedang menyambut kedatangan tamu terkasih. Dengan panggilan, mobil terbang itu melesat turun menghampiri mereka.
"Tangkap mereka! Jangan biarkan Anomali Sektor 13 itu melarikan diri!" teriak Direktur Kael dengan suara penuh kemarahan dari balkon yang sudah hancur sebagian, prostetik lengan kirinya yang berwarna ungu menyala terang seperti bintang yang sedang menyala saat ia mengangkatnya ke atas.
Dalam sekejap mata, puluhan pesawat pengejar kelas Intersector-V melesat dengan kecepatan tinggi dari hanggar tersembunyi yang tersebar di antara puncak gedung-gedung tinggi. Pesawat-pesawat berbentuk runcing seperti kalajengking logam itu dengan cepat membentuk formasi jaring rapat di langit, mulai melepaskan jaring-jaring energi elektromagnetik berwarna biru muda yang menyebar seperti jala halus untuk mengunci jalur terbang mobil Tang Yan.
Tang Yan duduk dengan tenang di kursi kemudi, tidak menyentuh setir atau panel apapun. Ia merogoh kantong dalam jasnya dan mengeluarkan sebuah kuali kecil berwarna hitam pekat, hasil dari peleburan logam murni dari gunung api kuno dan sisa-sisa The Titan-Borg, "Luna, jagalah keseimbangan kapal ini dengan baik! Sistem medan energi mereka mulai mengganggu stabilitas gravitasi lokal! Aku akan menyediakan sesuatu yang bisa mengubah pandangan mereka yang terlalu gigih mengikuti kita!"
Dia mengambil beberapa komponen navigasi yang tidak terpakai lagi, melemparkannya dengan lembut ke dalam kuali bersama dengan sedikit energi murni yang mengalir seperti sungai hangat dari dalam dirinya. Api hijau zamrud alkimia segera berkobar dengan kuat di dalamnya, sementara Tang Yan menggerakkan tangannya dengan gerakan ritmis yang penuh makna, menjalankan teknik "Seni Pemurnian Api Hijau: Sembilan Refraksi". Hanya dalam hitungan detik, segenggam butiran pasir berwarna perak yang bersinar lembut seperti mutiara muncul di tangannya, "Pasir Ilusi Penutup Mata."
Tang Yan membuka jendela kapal dan melemparkan pasir itu ke arah rombongan pesawat pengejar dengan gerakan yang tepat. Butiran pasir itu tidak jatuh ke bawah seperti yang diharapkan, melainkan melayang di udara dan dengan cepat berkembang biak menjadi jutaan partikel kecil yang menempel erat pada setiap perangkat elektronik pesawat musuh. Energi misterius yang terperangkap dalam setiap partikel dilepaskan. Dalam sekejap, energi tersebut mulai menyebar seperti arus kehidupan yang tak terhentikan, menyatu dengan sistem visual dan bahkan menyentuh sistem saraf terhubung para pilot.
DI DALAM KOKPIT PESAWAT PENGEJAR
Pilot pertama yang menyaksikannya, seorang wanita muda dengan gelar terbaik dari Akademi Cyber-Core menjerit dengan suara yang penuh kekagetan hingga bergema di saluran perangkat komunikasi. "B-BAGAIMANA MUNGKIN! APA SAJA MAKHLUK TERSEBUT?!" Layar kontrol di depannya yang biasanya menampilkan peta digital dengan jelas kini penuh dengan gambar makhluk raksasa yang bersinar dengan kilau emas yang memukau. Naga-naga dengan tubuh sebesar kapal komersial, sisiknya memantulkan cahaya hologram kota hingga menghasilkan kilatan yang menyilaukan, sayap mereka yang luas membentang seperti tirai langit yang indah.
"Sisik mereka... setiap sisiknya tampak begitu nyata, seolah mereka adalah bagian dari alam semesta itu sendiri!" teriaknya sambil menepuk panel kontrol dengan tangan yang gemetar. Sensor panas menunjukkan suhu tinggi yang berasal dari napas naga-naga itu, bahkan sistem getaran kapal merasakan getaran yang seolah berasal dari langkah mereka yang tidak kelihatan. "Radar menunjukkan ratusan target yang bergerak dengan kecepatan tinggi, mereka telah mengelilingi kita dari segala arah!"
Di pesawat sebelahnya, seorang pilot berpengalaman yang sudah menjalani lebih dari lima puluh misi tempur juga tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dalam dirinya. Matanya membesar lebar, keringat dingin mengalir di dahinya meskipun sistem pendingin kokpit bekerja dengan sempurna. "Ini adalah hal yang mustahil! Sejak berdirinya Neo-Ark, belum pernah ada makhluk semacam ini menghiasi langit kita! Apakah ini hasil dari eksperimen bioteknologi yang telah menyimpang dari jalurnya? Ataukah senjata baru yang diciptakan oleh musuh yang belum kita kenal?"
Ia mencoba untuk hanya bergantung pada sistem radar, namun layar radar juga penuh dengan titik-titik merah besar yang bergerak dengan cara yang liar dan tidak terduga. "Radar juga telah terganggu! Semua target terdeteksi sebagai makhluk besar yang memiliki energi dengan intensitas tinggi! "
Suara kegelisahan dan keterkejutan memenuhi saluran komunikasi seluruh formasi. "Seekor naga sedang menghadapi ku dari arah depan! dia tampak akan menyerang dengan segera!" teriak seorang pilot muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan dari akademi, tangannya gemetar saat mencoba menekan tombol tembak dengan tepat. "Saya tidak dapat menghindarinya! Tubuh makhluk ini terlalu besar untuk bisa saya lalui!"
"Jangan panik! Semua ini pasti hanya sejenis racun khusus untuk membuat kita berhalusinasi!" jerit Komandan Formasi dari pesawat utama yang memimpin formasi, namun suaranya juga terasa penuh dengan keraguan yang mendalam. Ia mencoba untuk menggerakkan pesawatnya untuk menghindari serangan ekor naga yang tampak akan menghantam kapalnya dengan keras, namun gerakannya yang tergesa-gesa itu membuat pesawatnya hampir menabrak pesawat rekannya yang berada di sebelah kirinya.
"KOMANDAN! MEREKA TELAH MEMULAI SERANGAN!" teriak seorang pilot lain saat bayangan besar naga tampak melayang di atas pesawatnya. Karena ketakutan, dia menembak dengan sembarangan, peluru plasma berwarna merah menyembur keluar namun hanya mengenai udara kosong yang luas. "Saya telah menembak namun tidak memberikan efek apapun! Apakah mereka benar-benar kebal terhadap semua jenis senjata yang kita miliki?"