NovelToon NovelToon
My Boss My Son'S Father

My Boss My Son'S Father

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Militer / Rumah Tangga-Anak Genius / Single Mom / Tamat
Popularitas:27.5M
Nilai: 4.5
Nama Author: cacil

Perjuangan seorang Nayra Kalista yang menghadapi begitu kerasnya dunia ini, dunia yang tak adil untuk dirinya hidup. Dari kecil menjadi seorang yatim-piatu, hidup di panti asuhan, rela putus sekolah demi menjadi tulang punggung bagi saudaranya di panti asuhan. Sampai akhirnya harta satu-satunya yang dijaga selama ini direnggut oleh pria asing yang Nayra sama sekali tak kenal.

Hidupnya hancur bertubi-tubi. Apakah ia bisa menjalani hidup nya kembali setelah apa yang ia alami selama ini? Apakah Nayra bisa bahagia dengan cobaan yang begitu berat ini?

yuk mampir biar tau perjalanan hidup Nayra!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 24

🍁🍁🍁

"Hm..." jawab Andrian singkat.

Ketika Nayra sedang asyik-asyiknya menikmati makan siangnya. Ia melihat Andrian sedang berusaha memisahkan pinggiran rotinya sebelum dimakan.

"Apa Pak Andrian juga tak suka dengan pinggiran roti." gumam Nayra.

"Bapak kenapa repot-repot memisahkan pinggiran rotinya? Apakah Bapak tak suka dengan pinggiran roti?"

"Dari mana kamu tau aku tak suka pinggiran roti?"

"Soalnya Bapak dari tadi sibuk memisahkan pinggiran rotinya sampai Bapak belum makan sama sekali."

"Memang saya tak suka dengan pinggiran roti, rasanya begitu pahit."

"Kenapa perkataan Pak Andrian sama persis dengan Alden?" batin Nayra.

"Kalau gitu saya yang memisahkan pinggiran rotinya."

Nayra mengambil alih piringnya dari Andrian lalu Nayra memisahkan pinggiran rotinya sampai habis. Andrian tak henti-hentinya memandangi wajah Nayra yang fokus memisahkan pinggiran rotinya.

Terlihat Nayra begitu kesusahan karena rambut panjangnya yang terurai ke arah rotinya. Andrian pun berinisiatif untuk menalikan rambut Nayra.

Untung saja ada pita di atas meja itu membuat Andrian mengunakan itu menjadi tali untuk mengikatkan rambut Nayra.

"Bapak ngapain memegang rambut saya?" tanya Nayra refleks mengalihkan kepalnya agar Andrian tak memegang rambutnya.

"Sudah kamu diam saja! Aku hanya ingin mengikat rambutmu."

"Biar saya saja Pak!" Nayra merasa risih ketika Andrian memegang rambutnya, tapi apa boleh buat ia tak boleh membantah perkataan bosnya itu.

"Lebih baik kamu diam saja biar ikatannya tidak rusak."

Andrian lalu mengikat rambut Nayra dengan tali pita itu. Entah mengapa melihat leher jenjang Nayra dan mencium aroma rambut Nayra yang begitu wangi membuat hasrat Andrian menjadi naik. Entah mengapa ia ingin mencium leher jenjang Nayra tapi dengan cepat ia menyadarkan dirinya dari alam bawah sadarnya.

"Sudah!" ucap Andrian lalu kembali duduk di tempatnya. Begitu juga Nayra sudah selesai memisahkan pinggiran roti Andrian.

"Ini Pak rotinya, Bapak bisa makan sekarang."

Andrian pun mengambil kembali piring berisi roti itu dari Nayra. Lalu ia menikmati makan siangnya, apalagi isi rotinya adalah selai stroberi membuat Andrian lahap memakan rotinya.

"Ngomong-ngomong Bapak juga suka stroberi?" tanya lagi Nayra.

"Dari mana kamu tau?"

"I-itu aku hanya menebak saja."

"Saya curiga kalau kamu tau semua makanan kesukaan saya dan mana makanan yang tak saya sukai," Andrian terlihat menyipitkan matanya untuk mengintimidasi Nayra.

"Ah tidak Pak! Saya hanya cuma menebak karena makanan kesukaan Bapak dan Anak saya sama. Dia juga suka stroberi serta dia tak suka pinggiran roti."

"Apakah itu benar?" tanya lagi Andrian belum percaya.

"Iya Pak, memang Anak saya pemilih bila tentang

makanan."

"Bisa jadi anak kamu itu anakku..."

Seketika Nayra langsung terbatuk-batuk mendengarkan jawaban Andrian. Mana mungkin Andrian bisa berkata seperti itu."

"Kamu tidak pa-pa?" Andrian menyodorkan air minum kepada Nayra.

"Iya Pak saya tidak pa-pa."

"Oh ya kenapa kamu begitu terkejut dengan perkataan saya tadi? Saya hanya bercanda tadi jadi kamu tak usah memikirkan perkataan saya tadi."

"Iya Pak! Saya juga hanya kebetulan saja terbatuk."

***

Tengah malam Nayra terbangun dari tidurnya mendegar rengekan Alden yang tak henti-hentinya dari tadi.

"Mama... Mah... Mah... Mama..." rengek Alden yang masih memejamkan matanya.

"Iya Sayang ini Mama ada di samping Alden." Nayra memegang tubuh anaknya yang terasa hangat.

"Ya Tuhan! Kamu sakit Nak?"

Tak henti-hentinya Alden merengek dalam tidurnya. Hingga Nayra mengompreskan air hangat ke anaknya tapi tetap saja suhu tubuh anaknya masih tinggi, semakin malam semakin tinggi suhu tubuh anaknya tambah panas.

"Ya Tuhan bagaimana ini? Bila membawanya ke rumah sakit kendaraannya tak ada, nggak mungkin kan aku menganggu Baim tentang malam seperti ini."

Terpaksa Nayra menunggu sampai pagi untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Semalaman Nayra tak bisa tidur karena menjaga anaknya yang sakit, sepanjang malam Alden tak berhenti-hentinya merengek menyebut namanya dan menyebut 'Papa' dalam tidurnya.

"Apakah Alden merindukan sosok seorang Ayah dalam hidupnya? Apakah aku begitu egois memisahkan anak dengan seorang Ayah? Tapi aku tak rela bila Pak Andrian nanti mengambil Alden darinya, itupun bila Andrian mengakui bahwa Alden adalah anaknya kalau tidak! Mungkin ia dan anaknya akan dicaci maki oleh keluarga Andrian karena telah mengaku kalau Alden adalah bagian keluarganya.

Menjelang pagi Nayra masih saja belum tertidur setelah tengah malam itu terbangun. Nayra mengambil ponselnya di nakas untuk meminta izin agar tak masuk kerja hari ini.

**Telpon.

Nayra** :

Hallo Pak! Maaf mengganggu, saya hari ini izin nggak masuk.

Andrian :

Kenapa?

Nayra :

Anak saya sedang sakit Pak, jadi saya tak bisa untuk hari ini masuk bekerja.

Andrian :

Anakmu sakit apa?

Nayra :

Dia demam, dari semalam demamnya belum turun jadi saya takut untuk meninggalkannya pergi bekerja.

Andrian :

Kamu urus saja anakmu, setelah anakmu sembuh baru kamu kembali masuk kerja.

Nayra :

Terima kasih Pak!

Tut... (Suara telepon terputus)

Nayra kembali mengecek suhu tubuh anaknya, ia merasakan kalau suhu tubuh Alden lebih membaik dari semalam.

"Sayang, kamu mau nggak Mama bawa ke dokter?"

"Nggak! Alden nggak mau ke dokter."

"Alden mau ya di bawa ke dokter? Biar Alden cepat sembuh," bujuk Nayra agar Alden mau ke rumah sakit.

"Pokonya Alden nggak mau ke dokter, Alden udah sehat," Alden tetap kukuh agar tak dibawa ke dokter.

Akhirnya Nayra menyerah dan membiarkan Alden dirawat di rumah saja. Lagian Alden sudah lebih baik dari tadi, jadi Nayra tak terlalu khawatir melihat keadaan anaknya.

Nayra membuatkan anaknya bubur untuk menjadi sarapannya.

"Ayok Sayang makan dulu buburnya biar Alden cepat sembuh."

"Alden nggak suka bubur!" Alden membungkam mulutnya agar mamanya tak menyuapinya buburnya. Selain tak suka susu dan pinggiran roti Alden juga tak suka yang namanya bubur.

"Ayok Sayang makan buburnya, biar nanti Alden cepat sembuh."

Apapun perkataan Nayra untuk memaksanya memakan buburnya tetap saja Alden tak mau memakannya.

"Ayok makan bubu_" belum saja Nayra melanjutkan perkataannya terlebih dulu suara pintu kontrakannya diketuk oleh seseorang.

Tok... tok... tok...

Nayra sudah tau pasti itu Baim yang datang. Karena hanya Baim lah yang sepagi ini bertamu ke rumahnya. Dan memang benar bahwa itu adalah Baim yang datang ke kontraknya.

"Eh Baim, ada apa ke sini?"

"Perasaan ku tak enak tadi malam, jadi aku ke sini memastikan keadaan kamu dan Alden baik-baik saja."

"Keadaan ku tak pa-pa tapi keadaan Alden yang tak baik-baik saja."

"Memangnya Alden kenapa?" tanya Baim terlihat cemas.

"Suhu tubuh Alden tadi malam panas, jadi hari ini aku nggak masuk ke kantor untuk bisa menjaga Alden di rumah."

See you again...

LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^

1
Mazree Gati
senyum kecut senyum kecut jiancok
Anonymous
Wanita jalangkote aka pastel😆
Onzha Aloych
Luar biasa
Tri Utari Agustina
Ceritanya bagus banget Thor semoga novel yang lain bagus
Tri Utari Agustina
Amanda sadar Adrian itu bos mu
Tri Utari Agustina
Semoga Adrian dan Nayra jadi suami istri dan bucin
Rahma Lia
Luar biasa
Ghyta Kumala muchsin
kata2nya ga nyambubghgh
Yohana Kanta
kesel sama si nayra
Hurul Fatmi
Luar biasa
faraakila
lu kenapa kagak jujur ke emak lu sih kalo lagi cari cewek yang nginep ama lu 5 taun lalu
faraakila
anniv kali yakk
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Mazree Gati
uda di hina ,,trus katanya mau ngejauhi andrian,,,coba besok nayra masuk kerja tidak ,,klo masuk berarti bangsatttttt
Mazree Gati
penasaran,,,tolong jawab thorrr,,,nayra kerja dr pagi sampai sore trus aiden yg baru berumur 4 thn di rumah sama siapa thorrr,,???????????????!!
Indri Yudiawan
novel dukungan terakhir ini bagus yang jalan cerita ini
Ayachi
Niceee 👍
Ayachi
nangiss bangett di part ini, mana pas banget lagi part 100, udah di klimaxnya nih😭
Ayachi
Lo juga harus hati², jaga sikap sama sekretarismu itu, ga usah terlalu perhatian sampe hrus ngetawain tingkah konyolnya, sok² nganterin dia pulang, pinjemin dia jas segala lagi. Jadi Lakik yg udh ada pasangan ga usah terlalu baik ke wanita lain. Jangan sampai sifat playboymu dlu kambuh
Ayachi
gw kira hamil lgi dri hasil di hotel kmaren🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!