NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama penculikan

Di sebuah villa pinggir pantai yang kebetulan milik pribadi dari om Willy, mereka berembug bagaimana cara mencari informasi tentang keberadaan Karina, Mahendra hanya menggunakan insting nya, karena keberadaannya blank tak ada petunjuk sama sekali, satu satunya sarana komunikasi Karina yang ada petunjuknya hanyalah hape tetapi hape nya sengaja di matikan agar tak di curigai oleh sang penculik.

Om Jo menyalakan GPS tetapi hp Karina belum juga terlacak dimana keberadaanya, dan ketika Karina sendirian di dalam kamar dan dalam keadaan terikat dia dengan susah payah menggapai HP nya yang ada di saku blazer dan menghidupkannya, om Jo berteriak girang seakan ada harapan baru.

"Lihat, kita bisa melacak keberadaan Karina sekarang , ternyata tak jauh dari sini, coba aku telpon dia ya". teriak om Jo girang tetapi Mahendra segera melarang om Jo untuk menghubungi putrinya.

"Jangan om, jangan di telpon, kita selidiki dimana dia sekarang, jika om telpon takutnya si penculik tambah curiga nantinya". Larang Mahendra.

Om Jo segera berhenti, dan menuruti apa kata Mahendra.

"kita tunggu kabar dari sini saja Jo, biar yang muda yang beraksi kita amati dari sini tak usah ikut mereka melawan para begundal itu". Nasehat om Willy.

Dan Mahendra pun menyetujui tak ingin kedua lelaki kaya raya sepupu an itu celaka, biar para anak buah nya saja yang maju, akhirnya mereka pun mencari celah dan menyebar berpura pura jadi pelancong biasa dengan pakaian yang tak mencolok biar orang tak curiga.

Pasukan bayangan yang di pimpin oleh bang Arman itu terus maju ke suatu lokasi yang telah di ketahui oleh mereka, ketika bang Arman melihat hpnya dimana posisi Karina saat ini, GPS mati seperti nya para penculik sudah mengetahui jika Karina telah memberitahukan keberadaan dirinya pada keluarganya.

"Will, mati GPS nya, aku takut para penculik itu telah tahu jika Karina menyalakan hp nya dan pasti sekarang mereka menyiksa putriku ". Ucap om Jo kwatir seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

"Sabar Jo, kita percayakan saja semuanya pada mereka, semoga berhasil". Hibur om Willy.

Dan benar juga, seseorang mengirim WA dan foto Karina yang sedang babak belur dihajar oleh para preman itu, dan itu juga merupakan suatu kebodohan bagi si penculik, om Willy mengirimkan nomor WA sang penculik segera dengan aplikasi canggihnya ke nomor bang Arman, seketika mereka tahu posisi para penculik, ternyata memang sudah pindah ke suatu tempat, di pinggir pantai seseorang dengan boat nya telah siap menerima penumpang baru, Karina yang telah lemas lunglai, diikat kedua tangannya seraya mulutnya pun di sumpal kain, dia diseret oleh anak buah si penculik, para penculik yang asli tak mau menampakkan diri karena mereka hanya ingin meminjam tangan orang, tentunya para mafia bawah tanah yang telah dibayarnya dengan harga tak murah.

Mahendra dan bang Arman segera menyisir pantai, dari kejauhan dilihatnya sekelompok orang yang sepertinya sedang bertransaksi, dengan mengendap keduanya mendekati tempat tersebut, dan ternyata benar itu adalah transaksi penumpang, dan penumpang itu benar-benar seorang wanita yang Hendra kenal betul yaitu Karina.

Hati Mahendra sungguh merasa sangat panas dan emosi melihat keadaan Karina yang memprihatinkan, dengan membabi buta Mahendra mengayunkan senjata tajamnya yang tadi di bawa dan untuk pertama kalinya dia melukai seseorang dengan brutal, satu laki laki tumbang di bacok Mahendra yang tepat mengenai leher di sebelah kanan nya, karena Mahendra menyerang dari belakang dalam keadaan sang musuh tidak siap, bang Arman mencoba merebut Karina yang kini telah berada dalam boat itu, dengan keahliannya yang memang diatas rata rata bang Arman berhasil menumbangkan dua orang kini tersisa dua orang pengemudi boat yang ternyata tak bisa di remehkan, mereka membawa senjata beracun.

Mahendra juga telah berhasil menumbangkan musuh keduanya, dan berniat hendak menggendong Karina ke daratan tetapi sebuah belati menusuk pinggangnya, beberapa detik kemudian rasa panas yang tiada tara terasa di sekujur tubuh Mahendra, ternyata dia terkena sabetan senjata dari para penjahat itu, kemudian anak buah bang Arman mengambil alih untuk melumpuhkan mereka, bang Arman menggendong Karina ke daratan dan melepas ikatan tali yang ada di tangannya serta membuka pula kain yang menyimpan mulutnya, Karina yang masih tersadar langsung memeluk Mahendra yang kini pucat pasi.

"Mas kamu terkena senjata mereka?" tanya Karina.

"Kamu masih kuat mas?" tanya bang Arman juga.

Mahendra tak menjawab tetapi sedetik kemudian dia pingsan, bang Arman segera memanggul tubuh pingsan Mahendra sambil menuntun Karina, dan kemudian dia mendapati mobilnya yang terparkir di sisi hutan.

"Kita langsung kerumah sakit mbak Karin, tolong kabarin Daddy dan pamanmu". Saran bang Arman.

Karina segera menelpon Daddy nya agar segera meluncur kerumah sakit karena saat ini Karina dan Mahendra sedang dalam keadaan luka serius.

Di rumah sakit seorang perawat segera membaringkan Mahendra dengan tengkurap karena luka di pinggang belakangnya, darah dengan deras mengalir setelah pisau itu di cabut dari tempatnya yang terluka, dokter segera datang membersihkan dan mengobati luka Mahendra yang beracun, dokter menyuntikkan obat anti racun dan Mahendra yang tadi sudah sadar kini pingsan kembali bukan karena kesakitan tapi karena obat bius yang kini merasuk ke dalam darahnya.

"kita butuh darah golongan AB plus dengan segera". Teriak sang dokter dan om Willy dengan serta merta berdiri mengatakan bahwa golongan darahnya juga AB plus tetapi tanpa ada kecurigaan sedikitpun, di kiranya hanyalah kebetulan belaka.

Dokter heran sambil menelisik om Willy seakan ada yang aneh, sesama samanya golongan darah seseorang ini sama persis dan identik, tapi om Willy tetap tidak ngeh dengan apa yang di pikirkan sang dokter.

Sementara si Mahendra tertidur pulas setelah di obati dan dapat transfusi darah, di kamar sebelah om Jo menemani Karina yang sedang di periksa oleh dokter, di dampingi seorang anggota polisi yang menanyakan kejadian sebenarnya, Karina mengatakan bahwa dia tidak mengenal para penculik itu, dan tidak pula mencurigai siapapun, polisi pun harus melebarkan penyelidikan lebih lanjut, karena Karina memang tak mengenal para penculik itu, dari mulai dia keluar dari kantornya dengan todongan senjata, mereka tak ada satupun yang mengeluarkan suara, hingga dia di bawa ke suatu tempat di pinggir pantai itu tetap saja tak ada yang bersuara.

Dokter mengoles salep pada muka Karina yang lebam penuh goresan, setidaknya Karina bersyukur bahwa para penculik itu tak ada yang melecehkannya.

Di pojok ruangan dua saudara sepupu an berbincang pelan, " bagaimana menurutmu Willy jika setelah Karina dan Mahendra sembuh kita langsung menikahkan mereka, setidaknya Karina ada yang selalu mengawasi". tanya om Jo minta pendapat sepupunya, om Willy setuju dan merekapun berniat menikahkan Karina dan Mahendra setelah keduanya sembuh.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!