Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Identitas Baru di Alam Atas
Shen Long terbangun dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh meridiannya. Tubuh fananya kini benar-benar dalam kondisi kritis; hampir seluruh kekuatannya tertinggal di raga utamanya yang sedang bermeditasi di reruntuhan planet. Ia kini berada di hutan dengan pohon-pohon raksasa yang memancarkan energi alam (Qi) jauh lebih padat daripada di Alam Pertama.
"Sial... aku kembali menjadi semut." gumamnya sambil mencoba duduk.
Ia memeriksa ranah kultivasinya. Akibat pemisahan paksa, ia merosot jauh hingga kembali ke ranah Arus Qi. Meski teknik dan ingatannya tetap setingkat Kaisar Iblis, raga ini tidak akan kuat mengeluarkan jurus tingkat tinggi tanpa hancur menjadi abu.
Tiba-tiba, telinganya menangkap suara langkah kaki dan dentingan senjata. Tak jauh dari sana, sekelompok anak muda berpakaian seragam putih dengan sulaman awan biru sedang bertarung melawan seekor serigala bertaring es.
"Formasi Serangan! Jangan biarkan dia mendekati Kakak Senior!" teriak salah satu dari mereka.
Shen Long hanya menonton dari balik semak. Ia melihat teknik mereka—sangat rapi namun terlalu kaku. Di matanya, mereka penuh dengan celah. Namun, ia menyadari satu hal: seragam mereka adalah simbol dari Sekte Pedang Langit, salah satu sekte menengah yang memiliki akses ke perpustakaan kuno di Alam Kedua.
Ini kesempatanku, pikir Shen Long.
Saat serigala itu melompat hendak menerkam seorang gadis muda yang tampak kelelahan, Shen Long bergerak. Ia tidak menggunakan energi iblisnya, melainkan hanya mengambil sebuah kerikil dan menyentilnya dengan perhitungan presisi mengenai titik saraf di leher serigala tersebut.
DUAK!
Serigala raksasa itu jatuh tersungkur, pingsan seketika. Para murid sekte itu tertegun, melihat seorang pemuda berpakaian compang-camping keluar dari semak-semak.
"Siapa kau? Apa kau yang menolong kami?" tanya sang gadis, Kakak Senior mereka, yang bernama Mu Rong.
Shen Long memasang wajah lesu dan naif—sebuah akting yang sempurna. "Namaku... Long. Aku hanya pengembara yatim piatu yang tersesat. Aku tidak sengaja melempar batu itu karena takut."
Mu Rong menatap Shen Long dengan selidik. Ia melihat meridian pemuda ini tampak kacau namun memiliki potensi yang unik. "Kau memiliki bakat dasar, tapi tubuhmu sangat lemah. Daripada mati dimakan binatang buas di hutan ini, maukah kau ikut ke sekte kami? Kami sedang mencari pelayan untuk membantu urusan logistik dan murid luar."
Shen Long menunduk, menyembunyikan senyum dinginnya. "Terima kasih, Nona. Saya tidak punya tempat tujuan lain."
Beberapa hari kemudian, Shen Long resmi menjadi murid luar di Sekte Pedang Langit. Tugasnya sangat rendah: membersihkan tangga ribuan anak daki dan membelah kayu—pekerjaan yang ironisnya mengingatkannya pada masa-masa pahit di keluarga Shen.
Namun, di malam hari, saat murid lain terlelap, Shen Long duduk bersila di atas atap gubuknya. Ia menatap jepit rambut Lin Er di tangannya.
"Lin Er, aku akan membangun fondasi yang lebih kuat di sini. Tidak akan ada lagi pemisahan raga yang paksa. Aku akan melampaui Puncak Abadi dengan raga ini." bisiknya.
Ia mulai merapalkan teknik Sutra Jantung Iblis Langit, namun ia memodifikasinya dengan energi murni dari Alam Kedua agar tidak terdeteksi sebagai aura iblis. Perlahan, Qi di sekitarnya membentuk pusaran kecil, masuk ke dalam pori-porinya dan memperkuat tulangnya selapis demi selapis.
"Long! Cepat bangun! Murid inti sedang mengadakan latihan tanding, kau harus membersihkan arena!" teriak seorang murid senior yang sombong di luar gubuk.
Shen Long membuka matanya. Kilatan merah muncul sesaat sebelum kembali menjadi hitam pekat yang tenang.
"Sabar, Shen Long... biarkan mereka menikmati kesombongan mereka untuk sementara," gumamnya sambil bangkit berdiri.
Saat Shen Long sedang menyapu arena, seorang murid inti yang sombong sengaja menendang ember airnya hingga tumpah ke kaki Shen Long.
"Heh, pelayan sampah. Kau menghalangi jalanku. Berlutut dan jilat sepatuku sampai bersih sebagai permintaan maaf."