Cinta, bisa membutakan segalanya. Karena cinta.
Bianca menghalalkan segala cara, untuk memiliki seorang pemuda yang sangat di cintainya.
Bianca melakukan tindakan bodoh, yang menyebabkan dia mengandung anak dari pria yang di cintainya.
Apa yang terjadi pada Bianca??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puas
Happy reading guys 🥰
👇👇👇👇
🍂🍂🍂
"Joe, kau harus mencarinya sesegera mungkin. Bagaimana kehidupannya dengan seorang anak? makan apa dia? tinggal di mana dia, mungkin dia terlunta-lunta," ucap Maya sambil membayangkan, Bianca tidur di bawah terik matahari di kala siang. Kedinginan di kala malam.
"Maa, Bianca tidak akan mengalami apa yang ada dalam pikiran Mama itu. Yudistira itu orangnya sangat hemat, gajinya waktu menjadi kepala sekolah juga sangat besar," ucap Budi Dwipangga untuk menenangkan pikiran buruk sang istri terhadap kehidupan Bianca.
"Paa, walaupun ada uang. Tapi tidak bisa mengelola, tidak berguna..! bagaimana jika dia bertemu dengan orang jahat? Bianca itu gadis lugu Paa. Ini gara-gara si Otong itu yang tidak bisa menahan napsunya..!" ketus Maya dengan melirik sang putra.
"Lugu, apaan? dia sudah memperkosa aku." batin Jonathan.
"Paa, Maa. Joe kekamar dulu, Joe akan menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Bianca," kata Jonathan seraya berdiri dari duduknya.
"Kau harus serius untuk mencari keberadaan Bianca, kalau kau tidak serius. Mama akan menyuruh Papa untuk memecat mu dari kepala sekolah Bina bangsa, Mama akan melengserkan mu dari kepala sekolah..!" seru Mamanya.
"Mama yang akan mengambil posisi kepala sekolah, untuk menggantikan mu." sambung Mama kembali.
"Maa..!" seru Jonathan.
Sepertinya, ancaman sang Mama sudah berhasil membuat Jonathan sedikit cemas, karena dunia pendidikan suatu kesenangan bagi Jonathan yang sangat suka belajar. Walaupun sebenarnya, jabatan kepala sekolah tidak terlalu menjadi minatnya.
"Jangan merengek, Mama mau facial. Lihat, kerutan di wajah Mama bertambah karena menangis berjam-jam." sang Mama bangkit dari tempat dia duduk, dan berjalan menuju kamarnya.
Dagunya terangkat, saat melewati sang putra yang menatap wajah Mamanya.
"Paa." Jonathan menatap wajah Papanya.
"Cari Bianca, kau tidak akan di lengserkan oleh sang ratu." Papa Jonathan meninggalkan sang putra yang termangu, dengan keruwetan yang di akibatkan oleh Bianca.
"Aaahhh..! Bianca.. Bianca..kau telah mengacaukan hidupku bertahun-tahun."
***
Bianca, Elvan dan Ayu jalan-jalan ke Mall. Elvan sangat senang, karena dia tidak pernah pergi mengunjungi tempat bermain.
Setelah dari tempat bermain, Bianca dan Ayu membawa Elvan untuk pergi membeli mainan. Karena Elvan tidak pernah membeli mainan, dia hanya punya mainan bola.
"El mau mainan apa?" Tanya Bianca seraya menatap wajah sang putra, yang terlihat bingung menatap banyaknya mainan dihadapannya.
"Ayo El pilih, budhe juga akan membelikan El mainan sebagai hadiah. Karena sekarang, El sudah tidak cadel lagi," kata Ayu.
"El mau mobil-mobilan seperti punya Agus maa," kata Elvan.
"Yang seperti ini?" Bianca mengambil mobil remote control dan memberikannya pada Elvan.
"Iya maa." Jemari kecil Elvan meraih mobil remote control dari tangan Bianca, dan mendekapnya di dadanya.
Seakan-akan, mobil remote control tersebut barang sangat berharga baginya.
Elvan sebenarnya, sangat ingin memiliki mobil remote control seperti yang di miliki teman-temannya di desa.
Melihat Elvan memeluk mainan dengan begitu erat, ada perasaan sedih dalam diri Bianca. Karena dia tidak memberikan kemewahan pada sang putranya. Bukan dia tidak mampu, dia mampu. Tapi dia merasa tidak perlu memberikan mainan yang mahal kepada sang putra, karena mainan seperti mobil remote hanya trend sementara.
Ayu melihat Bianca yang terus memandang Elvan yang memandang mainan yang ada dalam genggaman tangannya.
"Bian." Ayu melingkarkan tangannya ke pundak Bianca.
"Aku tidak pernah membelikan mainan seperti itu Mbak, lihatlah. Ternyata, dia sangat menginginkan mainan seperti yang miliki oleh teman-temannya," kata Bianca.
"Tapi dia pernah memaksa untuk kau membelikannya mainan seperti itu," kata Ayu.
"Iya, masih kecil Elvan sudah tahu susahnya mencari uang," kata Bianca.
"Karena dia sering ikut nimbrung dengan emak-emak," ucap Ayu dengan tertawa.
"El, budhe belikan ini untuk Elvan. Mau?" Ayu membawa robot Transformer dan menunjukkannya pada Elvan.
"Mau..mau budhe..!" seru Elvan dengan sangat gembira.
"Agus tidak punya ini budhe," ucap Elvan dengan bangga, karena mainan robot Transformer yang dibelikan oleh Ayu. Tidak di miliki oleh temannya yang bernama Agus.
"Sekarang kita bayar dulu," kata Bianca.
Setelah membayar mainan yang dibeli untuk Elvan, Bianca mengajak Ayu dan Elvan untuk mengisi perut.
"Mbak, kita makan dulu. Baru kita ke toko pakaian, mau beli baju untuk Elvan," kata Bianca.
"Untukmu juga Bian, lihatlah. Bajumu sudah kusam," kata Ayu.
"Kusam, tapi masih bisa di pakai Mbak. Baju Elvan sudah kekecilan, baru Bian belikan. Tapi tidak ada yang sesuai," kata Bian.
"Kita makan di situ saja Bian," Ayu menunjukkan tempat yang menunya serba ayam.
"Boleh, ayo." ujar Bianca.
Mereka mengambil tempat duduk dipinggir, sehingga mereka bisa menatap keluar kaca.
"Tinggi sekali Maa," ucap Elvan, saat melihat kebawah.
"Kita berada di tingkat 10." beritahu Bianca.
"Tingkat 10 tinggi Maa?" tanya Elvan.
"Tinggi," sahut Bianca.
Saat menunggu pesanan mereka datang, tiba-tiba terdengar suara orang yang menyebut nama Ayu.
"Woo..! siapa ini, istri yang tidak diinginkan oleh sang suami," ucap seorang wanita yang datang mendekati meja tempat mereka duduk.
"Woo..! ternyata, wanita yang suka memungut barang bekas." balas Ayu dengan memberikan tatapan sinis pada wanita yang berdiri di dekatnya.
"kau...!" tangan wanita tersebut terangkat dan ingin menampar pipi Ayu.
Tetapi, Ayu berdiri. Tangannya memegang tangan wanita yang ingin menamparnya, dan melintirnya.
"Aduh..!" teriakkan keluar dari dalam mulut wanita tersebut.
Bianca spontan menutup mata Elvan, agar tidak melihat apa yang ada didepannya.
"Kenapa di tutup mata dan telinga Elvan Maa?" protes Elvan.
"Ada adegan no sensor, Elvan belum boleh lihat," ucap Bianca.
"Jangan berani-berani tanganmu menyentuh tubuhku sejengkal saja, akan aku patahkan..!" seru Ayu.
Para pengunjung restoran, berbisik membicarakan apa yang mereka lihat. Ada yang mengira Ayu sebagai orang kedua, sehingga di serang oleh istri tua.
"Maaf ibu-ibu dan bapak-bapak, saya bukan pelakor. Tapi dia yang masuk kedalam pernikahan saya, saat pernikahan saya baru berumur dua Minggu. Saya bertahan 6 bulan, tapi saya tidak sanggup lagi. Dan saya putuskan untuk memberikan suami saya kepada dia, saya sedekahkan. Karena saya melihat, dia orang yang tidak berkemampuan untuk mencari pria yang singel," ucap Ayu.
Safira, nama wanita yang masuk kedalam pernikahan Ayu dengan Wahyu. Seketika memerah.
"Ada apa ini? kenapa membuat keributan di restoran saya." suara keras terdengar, membuat Safira membalikkan badannya.
"Mas Anton!" Bianca terkejut, melihat siapa yang datang.
"Bianca ! ada apa?" Antonio mendekati Bianca.
"Itu mas, mbak itu menganggu," kata Bianca.
"Nyonya, jangan menganggu kenyamanan klien saya," ucap Antonio pada Safira.
"Sial ! ini restoran milik chef Antonio, Mas Wahyu ingin menjalin kerjasama dengannya. Kenapa aku lupa dengan nama restoran ini, ini semua gara-gara Ayu si janda itu." batin Safira kesal.
"Silakan nyonya." Antonio mempersilakan Safira untuk keluar dari restorannya.
Bersambung 👉👉👉
terima kasih ya kak 😍 😍😍😍