Stella Jung gadis keturunan Indonesia Korea sangat tergila-gila kepada seorang pemuda dingin Dave Smith.
Dave Smith seorang pengusaha kafe terkenal dan memiliki banyak cabang dimana mana selalu bersikap ketus pada Stella.
Hingga Stella mengusulkan dalam 100 hari akan mengejar cinta Dave dan kalau tidak berhasil ia akan meninggalkan nya.
Namun sebelum hari ke 100 Stella mengalami kecelakaan yang membuat nya hilang ingatan.Akan kah project cinta Stella berakhir ?
Season 2 - Krystal Dastell Smith putri bungsu Dave dan Stella terobsesi dengan idola favoritnya Dylan Zhang atau dengan nama panggung Lei.Ia rela merubah penampilan nya menjadi culun demi dapat bekerja bersama Dylan.
Dylan Zhang salah satu personil boyband yang terkenal. Namun karena titah sangat kakek sehingga ia terpaksa vacum dari dunia entartainer dan menjadi CEO LY corporation.
Berhasil kah Krystal mengejar Cinta Dylan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Namsan Tower
Setelah seharian jalan-jalan di mall kini mereka bertolak ke gembok cinta di Namsan tower.
Banyak pasangan muda-mudi berselfie ria disana.Stella mengingat ia pernah kesini saat masih duduk di sekolah bersama my baby bear nya.
" Kau tahu Dave dulu aku dan my baby bear pernah kemari akan tetapi mengapa Joon oppa tidak mengingat nya?" ujar Stella dengan mata sendu.
" Tentu saja dia tidak ingat,karena kamu ke sini sama aku sayang aku my baby bear kamu bukan si sipit itu" batin Dave.
Ingin rasanya Dave mengatakan apa yang ia pikirkan namun ia takut Stella merasa kesakitan apabila memaksa mengingat nya.Biarkan lah ia mengingatnya secara perlahan.
" Mungkin itu terjadi sudah lama" jawab Dave datar.
" Kamu benar Dave" ujar Stella lalu menatap ke arah Dave.Kini pandangan mereka saling bertemu, entah mengapa degub jantung Stella berdetak sangat kencang.Stella merasa ada yang tidak beres dengan dirinya ia merasa nyaman dengan pria lain yang baru saja ia kenal.
Mereka bercengkrama berbagi cerita di sana tak terasa hari sudah malam.
Suasana di Namsan tower di malam hari sangat indah.Tiba-tiba salju turun Dave pun memakai kan syall yang ia pakai kepada Stella.
" Untung saja tadi kamu ganti baju pake pakaian hangat" ucap Dave setelah selesai memakaikan syal dileher Stella.
" Kamu seperti cenayang yang tahu akan turun salju" ucap Stella tersenyum manis ke arah Dave.
Dave pun ikut tersenyum ,senyum Dave sangat tampan Stella terus saja memandangi bibir Dave.Entah mengapa ia ingin merasakan bibir itu,otaknya jadi traveling entah kemana.Stella segera menepis pikiran kotornya itu,ada apa dengan nya.
" Dave kau tahu kata orang apabila orang yang saling mencintai bertemu di Namsan tower saat salju pertama maka cinta mereka akan abadi"cerocos Stella panjang lebar.
" Kamu percaya?" tanya Dave yang kini duduk di bangku.
" Mungkin itu hanya mitos.." ujar Stella lagi.
" Tapi aku berharap iya dengan kita berada disini disaat salju pertama turun semoga cinta kita abadi walaupun banyak rintangan yang datang" batin Dave menangis.
" Kamu mau makan?disana ada restoran halal favorit kamu" ajak Dave.
Stella mengernyitkan dahinya," Dave kenapa kamu seperti hafal betul dengan ku..maaf aku tidak bisa mengingat semua,setiap kali mencoba mengingat kepala ku sakit banget" lanjutnya.
" Tidak apa,suatu saat kamu pasti akan ingat aku" ujar Dave sendu.
Hal yang paling menyedihkan adalah saat orang yang dicintai melupakan kita.Itulah yang Dave rasakan kini,Stella ada disampingnya namun ia tidak bisa mencium bahkan memeluk ibu dari anaknya itu.
" Besok aku ada pemotretan temanku Hyeri tidak bisa melakukannya jadi dia menyuruhku mengganti nya" ujar Stella sambil menggenggam tangan Dave berjalan keluar dari Namsan tower.
" Besok aku antar,sekarang kita makan aja dulu" ujar Dave sambil membukakan pintu mobil mempersilahkan Stella masuk.Setelah memastikan Stella masuk ia tutup pintu lalu ia berjalan mengitari mobil masuk ke dalam lalu duduk di kursi kemudi.
Dalam waktu lima belas menit mereka sampai di restauran tersebut.Dave memesan makanan sedangkan Stella sibuk memandangi mahakarya Tuhan yang sangat indah di hadapannya.Perasaan itu segera ia tepis karena ia mengingat akan Ha Joon tungan nya.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang,manik mata Stella terbelalak melihat banyak makanan favorit nya tersaji.
"Kamjagiya..( astaga) Dave your the best..nomu nomu joahaeyo ( aku benar-benar menyukai mu)" ujar Stella senang.
" Jinja?" tanya Dave (sungguh?)
Stella yang sedang makan mendadak gugup ia gigit sumpit yang sudah masuk kedalam mulutnya.
" Sudah nggak usah dipikirin.." ujar Dave tertawa kecil lalu ia mengusap sudut bibir Stella yang kotor oleh saus kimchi yang ia makan dengan ibu jarinya.
Stella terbelalak melihat kelakuan Dave, debaran jantungnya semakin cepat,kini ia merasa seolah banyak kupu-kupu mengelilinginya.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan obrolan ringan.Stella merasa bersama Dave ia merasa nyaman.Di sisi lain Ha Joon yang melihat kebersamaan mereka di luar sana hanya bisa mengepalkan tangannya.
" Oke kita lihat Dave sebesar apa cinta kalian" gumam Ha Joon lalu pergi melajukan mobilnya.