NovelToon NovelToon
Obsesi Rahasia Pak Dosen

Obsesi Rahasia Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:43.8k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Lima tahun lalu, Zora hanyalah mahasiswi biasa di mata Dimas. Kini, ia adalah obsesi yang tak bisa ia lepaskan.

Dimas adalah dosen Ekonomi yang kaku dan dingin. Baginya, segala sesuatu harus terukur secara matematis. Namun, rumusnya berantakan saat sang ibu memboyong Zora,mantan mahasiswi yang kini sukses menjadi juragan kain untuk tinggal di rumah mereka setelah sebuah kecelakaan hebat.

Niat awal Dimas hanya ingin membalas budi karena Zora telah mempertaruhkan nyawa demi ibunya. Namun, melihat kedewasaan dan ketangguhan Zora setiap hari mulai merusak kontrol diri Dimas. Ia tidak lagi melihat Zora sebagai mahasiswi yang duduk di bangku kelasnya, melainkan seorang wanita yang ingin ia miliki seutuhnya.

Zora mengira Dimas masih dosen yang sama dingin dan formal. Ia tidak tahu, di balik sikap tenang itu, Dimas sedang merencanakan cara agar Zora tidak pernah keluar dari rumahnya.

"Kau satu-satunya yang tak bisa kulogikakan,Zora!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.Ujian di hari pertama

Zora menutup laptopnya perlahan. Ia tidak membiarkan getaran di tangannya terlihat oleh mata rakus Mira. Dengan gerakan tenang, ia merapikan lembaran foto tersebut dan memasukkannya kembali ke dalam amplop cokelat.

"Sudah selesai?" tanya Zora datar. Ia mendongak, menatap Mira dengan sorot mata yang sulit dibaca.

Senyum kemenangan Mira sedikit memudar, digantikan rasa heran. "Kau... kau tidak ingin menangis? Atau setidaknya berkemas? Dimas itu dosen terpandang, Zora. Dia tidak mungkin serius dengan wanita sepertimu. Foto itu bukti kalau kau hanya... selingan sementara baginya."

Zora berdiri perlahan. Meskipun tubuhnya masih terasa lemas dan nyeri di bagian bawah akibat malam pertamanya, ia memaksakan diri tegak. Ia berjalan mendekati Mira, memangkas jarak hingga wanita itu sedikit mundur.

"Mira," panggil Zora pelan, namun nadanya mengintimidasi. "Teknologi editing zaman sekarang sangat canggih. Dan kau pikir, aku akan percaya pada potongan kertas ini hanya karena kau yang membawanya?"

"Kau menuduhku memalsukannya?!" Mira melotot. "Itu asli! Aku punya saksinya! Sadarlah, kau itu bukan siapa-siapa bagi Dimas. Kau hanya wanita yang kebetulan 'menempel' padanya belakangan ini. Pergilah sebelum kau makin dipermalukan."

Zora tersenyum miring,sebuah senyuman tipis yang terasa meremehkan.

"Kau begitu bersemangat mengurusi hidup orang lain, ya? Padahal, aku bahkan tidak perlu menjelaskan apa pun padamu," ucap Zora tenang. "Mau aku wanita yang 'dekat' dengan Dimas, atau siapa pun aku di rumah ini... itu bukan urusanmu. Hak apa yang kau punya untuk mengatur siapa yang boleh berada di sini?"

"Aku sepupunya! Aku keluarganya!" seru Mira mulai kehilangan kendali.

"Keluarga?" Zora mengangguk-angguk kecil, langkahnya makin mendekat hingga Mira terdesak ke arah pintu. "Kalau begitu, sebagai 'keluarga', seharusnya kau bicara pada Dimas, bukan datang padaku seperti penagih utang. Kau terlihat... menyedihkan, Mira. Datang ke sini hanya untuk memamerkan koleksi foto porno yang kau dapat dari entah mana."

"Kau...!"

"Keluar," potong Zora cepat, suaranya rendah namun penuh penekanan. Ia membuka pintu depan lebar-lebar. "Pintu ini terbuka untukmu keluar. Sekarang."

"Kau berani mengusirku? Di rumah Tanteku sendiri?!"

"Selama Bu Lastri tidak ada di sini, aku yang memegang kendali rumah ini. Keluar, Mira. Sebelum aku kehilangan kesabaranku dan melaporkanmu atas tindakan tidak menyenangkan," Zora menatap tajam ke dalam mata Mira. "Dan satu lagi... terima kasih fotonya. Ini akan menjadi bahan diskusi yang menarik antara aku dan Dimas nanti malam."

Mira menggeram, wajahnya memerah padam karena harga dirinya diinjak-balik. Ia menyambar tasnya dan melangkah keluar dengan hentakan kaki kasar. "Kau akan menyesal, Zora! Dimas akan membuangmu seperti sampah setelah ini!"

Brak!

Zora menutup pintu dengan tegas. Begitu kunci berputar, ia langsung bersandar pada pintu kayu itu. Napasnya yang tadi tertata kini mulai memburu. Keberanian yang ia tunjukkan hanyalah sebuah tameng.

Ia merosot ke lantai, memeluk lututnya sendiri. Pandangannya jatuh pada amplop di genggamannya. Di dalamnya ada foto suaminya—pria yang tadi pagi mengecup punggung tangannya dengan penuh khidmat,sedang bersama wanita lain.

"Aku tidak akan goyah hanya karena mulut wanita itu," bisik Zora pada dirinya sendiri. Tangannya mengepal kuat. "Tapi kalau ini benar...Pak Dimas, kau akan tahu apa artinya membangunkan singa yang sedang tidur."

Zora tidak menangis tersedu-sedu. Ia menghapus air matanya sebelum sempat jatuh membasahi pipi. Ia bangkit, menyimpan amplop itu di laci terdalam, lalu kembali ke mejanya. Ia akan menunggu. Ia akan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa sampai Dimas pulang, dan di sanalah ia akan menuntut kebenaran.

*

Malam telah melarut. Suara mesin mobil Dimas yang memasuki halaman terdengar jelas di telinga Zora. Zora yang sejak tadi duduk di ruang tengah tanpa menyalakan lampu utama,hanya ditemani cahaya temaram lampu sudut,menarik napas panjang. Ia merapikan piyamanya, memastikan wajahnya tidak menunjukkan jejak badai yang ia lalui siang tadi.

Pintu terbuka. Dimas masuk dengan wajah lelah, namun matanya seketika berbinar saat melihat sosok istrinya sudah menunggu.

"Belum tidur, Sayang?" tanya Dimas lembut. Ia mendekat, hendak mendaratkan kecupan di kening Zora.

Zora sedikit memiringkan kepala, membuat kecupan Dimas hanya mendarat di udara. Gerakan kecil itu membuat Dimas terpaku. Senyumnya perlahan memudar.

"Ada apa? Kamu sakit? Atau... masih terasa perih?" Dimas bertanya dengan nada cemas yang sangat tulus, tangannya terulur hendak menyentuh pipi Zora.

"Pak...."

1
Rusmini Mini
😮😮😮
Rusmini Mini
pak Rt pak Dosen bw cewek ke rmh /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
kalo Zora di bw ke rmh bu Lastri apa para tetangga gak gosip secara kan Zora
Rusmini Mini
pucuk di cinta ulam pun tiba... ada pak Dimas baru aja di batin eh nongol/Grin//Grin/
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
shadirazahran23: Terima kasih kak
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
dim komplain sama author nya gagal sampai tiga kali kasian 🤣🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
kasian sekali dua kali gagal 🤣🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
kondangan nya jauh nggak ya thor 🤔🤔
Iryani levana khrisna Khrisna
di tunggu undangan nya Thor jangan lupa 🤣🤣
Ila Aisyah
penggelapan uang perusahaan, pembunuhan berencana ayah dimas
Shifa Burhan
inilah enak pemeran utama wanita, berbuat salah tapi segampang itu dimaafkan dan kesalahan hal sepele

zora
*pergi (minggat) dari rumah tampa izin dan sepengetahuan suami kesalahan fatal
*lebih percaya orang lain dari pada suami, ingat asas kepercayaan wanita yang lebih berkoar2
*membuat suami cemas, bingung, khawatir,
*dia enakan tidur, suami tapi suami dia biarkan kayak orang bodoh, alasan HP mati, tinggal colok cas, hidupkan hubungi suami, ini malah enak2an tidur, kayak tidak ada beban sama sekali
*setelah melakukan banyak kesalahan dengan enteng dia merasa aman saja, zora pakai otak kau tidak mau memaafkan dengan mudah kesalahan suami tapi ketika kau salah kau semudah itu dimaafkan

thor mohon lah berlaku adil, jika sang suami buat salah tidak mudah dimaafkan dan dibuat berjuang dulu baru dimaafkan maka adil lah juga ketika sang istri melakukan kesalahan buat juga tidak semudah itu dimaafkan buat juga berjuang,

buang jauh jauh pemikiran yang selalu menormalisasi semua kesalahan pemeran utama wanita,


adil tidak membuat novel jelek tapi malah membuat novel bertambah berkelas
Shifa Burhan: dan thor jangan sepelekan kesalahn zora karena ini adalah kesalahan yang berulang2, zora bukan belajar dari kesalahan sebelum nya tapi malah makin jadi seenak karena dia merasa author membela dia dengan membuat dimas selalu jadi budak cinta yang Terima saja diperlakukan seperti apa saja

thor adil terhadap sang wanita dan sang pria, berlalu netral lah, author harus berdiri adil, buang jauh2 sudut pandang wanita saja
total 1 replies
Dodoi Memey
Dimas maen cium aja cepet banget nyosornya
Dodoi Memey
Thor keren banget dimasnya calon suami siaga
Dodoi Memey
sepertinya Dimas blom pernah berdekatan sama cewek
shadirazahran23: dia pernah naksir sahabatnya Zora lo 🤣
total 1 replies
Dodoi Memey
tambah seru lanjutkan
Dodoi Memey
asyiikkk seru
Wiwi Sukaesih
kebiasaan Zora kalau ad apa" g pernh nanya lngsung
g bljr dr msalt kemarin
Rahayu Ayu
Kalau Zora srkalu berasumsi buruk senditi tanpa bertanya dan mendengarkan apapun alasan dari Dimas,
itu membuat Zora terlihat kekanakan dan selalu mendrama.
Acih Sukarsih
mulai konflik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!