ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 24
setelah mandi Mega melihat Joni sedang memegang ponselnya sambil dicharger.
Joni tersenyum saat Mega masuk kamar,Joni melihat mata Mega yang sembab akibat banyak menangis dan kurang tidur.
"maaf kemarin tidak sempat menjawab telpon mu dan membalas pesanmu" Joni mengecup kepala Mega ketika melihat banyak panggilan dan pesan dari Mega.
"kemarin ponsel Abang keburu habis baterai"
Mega bersiap memakai baju persitnya." iya tidak apa-apa Bang"
Joni kembali tersenyum dan menatap Mega, "maaf karena telah memaksamu menjadi bagian dari hidup Abang, dan memaksamu untuk menjadi wanita yang kuat" gumam Joni.
Mega hanya tersenyum.
Joni sebenarnya tidak tega melihat Mega, bahkan anggotanya yang meninggal Mega sampai menangis semalaman, bagaimana kalau seandainya dia yang gugur.
"Abang mandi dulu,siapkan PDH abang"
"iya..." ucap Mega.
Mega telah selesai memakai baju persitnya.saat Joni selesai mandi.
"Bang, apa jenazah Om Imron dibawa dulu ke batalyon??"
"tidak,nanti dari bandara langsung di bawa pihak keluarga,nanti di bandara serah terima dari DanSatgas kepada DanKorum lalu ke pihak keluarga,dari batalyon menyiapkan untuk anggota untuk pemakaman militer.
mendengar kata pemakaman militer ingatan Mega kembali lagi kemasa lalu dan mengingat bagaimana pemakaman militer saat Bang Eki meninggal"
dadanya terasa sesak, dia ingat bagaimana rasa kehilangan itu. Hanya saja seiring berjalannya waktu semua kesakit hatian nya dahulu memudar dengan adanya Bang Jon di sampingnya sekarang.
"jadi Mega langsung ikut ke acara pemakaman??"
"iya" ucap Joni langsung memakai pakaiannya."
"Om Imron kan orang Jawa tengah,apa kita mengantar nya kesana??"
"Om Imron sudah yatim piatu, Jenazahnya akan dimakamkan dikampung halaman Istrinya di Jakarta"
"Apa Bu Imron langsung keluar dari asrama??"
"kalau kebijakan batalyon disini bu Imron boleh berada selama 40 hari di asrama sekalian mengurus gaji pensiun suaminya,uang kematian dari tempat Satgas Bu Imron dapat 40jt."
"40jt tidak bisa mengganti nyawa suami dan ayah anak-anaknya" ucap Mega.
"Nyawa dan hidup kami sudah milik negara" ucap Joni yang membungkam mulut Mega sekaligus.
Mega membuka ponselnya saat menunggu Joni bersiap-siap.
yang pertama Mega hubungi adalah Santi sahabatnya.Mega menanyakan kabar Om Rangga suaminya yang terkena malaria.
dan allhamdulillah ternyata kabar baik, keadaan Om Rangga sudah membaik.
Mega membuka grup Persit kompi A,isinya hampir semua ungakapan bela sungkawa untuk bu Imron dan motivasi untuk Bu Imron agar lapang menerima kenyataan bahwa suaminya telah meninggal.
Mega melihat nama-nama korban yang gugur di medan tugas ternyata bukan hanya dari batalyon tempat suaminya bertugas,tapi ada juga dari batalyon lain.
kemudian Mega melihat daftar nama beberapa prajurit yang terkena malaria,dari daftaran nama yang terkena malaria di Papua,Mega membaca nama yang dia kenal, Iya Serka Mohamad Ali dan Praka Doni maulana adalah orang yang dia kenal.
"'semoga mereka baik-baik saja" gumam Mega menarik nafas.
Mega melihat suaminya yang telah gagah menggunakan seragam nya.
Joni dan Mega beradu pandang, Joni tersenyum dan mengecup kening Mega.
jangan menangis lagi, kamu akan terbiasa dengan keadaan seperti ini. Beginilah kehidupan TNI. ucapan Joni yang malah mengurai kembali air mata Mega.
----
Mega dan Joni sarapan seadanya, sebenarnya mereka tidak bernafsu untuk sarapan. Mega terus menatap suaminya yang ada dihadapannya.
Mega membayangkan kalau yang gugur itu Joni suaminya.
"baru Abang bilang jangan menangis" ucap Joni mengusap air mata Mega.
Mega tidak bisa berkata apa-apa lagi. hanya membayangkan nya saja Mega menangis, apalagi hal tersebut menjadi kenyataan. mungkin dia bisa gila.
--------
Bandara *******
Mega selaku ibu Danki A bersama bu DanYon san Bu WadanYon mendampingi Bu Imron menyambut kedatangan jenazah suaminya.
telah berbaris puluhan prajurit guna menyambut datangnya jenazah.
Mega melihat beberapa Ibu persit dari batalyon lain yang berdiri sejajar dengan Bu Imron. Mega yakin itu juga salah satu Ibu persit yang suaminya gugur.
Mega melihat wanita tersebut sedang hamil besar seperti Bu Imron,usianya pasti dibawah Mega atau seumuran,dan pasti ini hamil anak pertamanya karena dia berdiri sendiri, tidak ada air mata disana, entah mungkin air mata mereka telah habis.
Mega juga melihat seorang ibu paruh baya dipelukan sorang laki-laki paruh baya, Mega yakin yang mereka sambut adalah jenazah anaknya yang masih remaja(lajang). tangisan Ibu tersebut lebih dalam di banding ibu-ibu persit seperti Bu Imron yang memang memaksa mereka mau tidak mau harus kuat menerima takdir Tuhan menjadi seorang janda.
Mega juga melihat seorang ibu persit menggandeng kedua anak kecil sekitar umur 9 dan 5 tahun, Mega tersenyum getir, mereka juga pasti menyambut jenazah suami dan ayah mereka.
Mega berdiri dibelakang Bu Imron.Sedangkan Bu Danyon dan Bu wadan mendampingi disisi kiri dan kanan Bu Imron.
anak Bu Imron yang kecil di gendong oleh keluarga Bu Imron.
tak lama suara pesawat hercules mendarat.
isak tangis pecah saat satu persatu peti jenazah keluar dari pesawat, masing-masing peti jenazah diangkat oleh 6 prajurit. Mega melihat 5 peti jenazah yang keluar dari pesawat.
Mega memegang dadanya saat melihat peti jenazah berbalut bendera merah putih semakin mendekat ke arahnya berdiri.
"ayaaaahhhh" teriak seorang anak yang di gandeng ibu nya . Mega melihat anak tersebut berteriak teriak memanggil ayahnya dan mendekap kuat tubuh ibunya.
iya itu ibu persit dari batalyon lain dengan dua orang anak.
"Yayah" celoteh anak bu Imron yang ada di samping Mega mengikuti ucapan anak laki-laki yang berteriak tadi.
"ya- yah..." Lagi-lagi celoteh anak bu Imron keluar dari mulut mungilnya.
jenazah telah di bariskan ditempat masing masing bersama foto almarhum.
Bu Imron dalam keadaan hamil besar mendekati peti jenazah suaminya setelah sebelumnya dia menggendong anaknya.
Bu Imron tidak menangis sama sekali, Bu imron cukup lama memandang foto suaminya, lalu menyentuh foto suaminya dan berjongkok menurunkan anaknya.
"Ya-yah...ya-yah..." Celoteh anak Bu Imron dan mencium foto Ayah nya.
aaakkkhhh anak itu bahkan tidak tahu bahwa ayahnya sudah terbujur kaku didalam peti jenazah tersebut, tapi anak itu terlihat bahagia hanya melihat foto ayahnya, dia bahkan belum mengerti arti sebuah kata kematian.
Bu Imron berdiri menghadap foto dan peti jenazah suaminya sambil mengelus puncak kepala anaknya.
kemudian Bu Imron berjalan lebih dekat ke arah peti jenazah lalu memeluk peti jenazah suaminya.
"terimakasih sudah kembali" ucap Bu Imron sambil memeluk peti jenazah suaminya dan sesekali dia mencium peti tersebut.
"aku ikhlas melepasmu, aku akan menjaga anak-anak kita" ucap bu Imron yang semakin terasa menyakitkan untuk di dengar.
"yayah...ya-yah..." celoteh anak Bu Imron yang baru 2 tahun berlarian mengelilingi peti jenazah suaminya.bahkan Ayahnya pulang sudah menjadi jenazah saja anak tersebut sangat bahagia.
kemudian anak tersebut berdiri lagi dihadapan foto almarhum Om Imron..."Yayah.." berkali kali kata tersebut terlontar dari mulut anak tersebut.
iya yang sekarang statusnya sudah menjadi anak yatim saat usianya baru 2 tahun. Mungkin beberapa tahun kedepan dia akan melupakan kejadian ini dan sosok ayah nya, yang tertinggal hanya kenangan, kenangan bahwa dia terlahir sebagai anak Tentara yang gugur di medan tugas.
Mega semakin mengeratkan tangannya di dada yang terasa sesak menahan suara tangisnya agar tidak keluar.
Mega melihat Bu Imron sudah tidak mengeluarkan air mata, malah Mega dan ibu-ibu yang lain yang mengeluarkan air mata, suasana disana cukup hening, selain suara pesawat hercules dan sirine mobil ambulan yang siap membawa jenazah ke tempat pemakaman masing-masing.
Ya Alloh...gumam Mega sambil memejamkan matanya menguraikan air mata yang tertahan dipelupuk matanya.
.
.
.
.
.
.
like.
vote
komentar😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
😍😍💪
aku selalu berdoa mamih bahagia dan sehat selalu..
peluk jauh dari penggemar beratmu mih..🥰🥰
maaf sebelumnya kalo nanti ada kata yg kurang baik yg nanti akan sy sampaikan,
pertama2 Assalamuaikum untuk thor dan keluarga
sebenarnya sy sdh membaca cerita dan kadang2 d ulang2 saking penasarannya dengan thor karna sampe sekarang thor gak ada kemajuan dengan cerita thor d novel ini,apakah sdh tidak menulis lagi atau thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain jika memang benar thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain tolong thor beritahukan kepada saya dan terkhusus penggemar thor supaya kami tahu agar kami dapat membaca cerita thor karena sejujurnya kami merindukan cerita2 thor yg seru,