NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 (Part 1) Peresmian Hati dan Janji di Bawah Cahaya Kota

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Di salah satu sudut paling prestisius di SCBD, sebuah papan nama minimalis namun mewah dengan lampu latar hangat menyala untuk pertama kalinya: Dapur Sejati- Signature Dining. Ini bukan lagi sekadar katering proyek atau unit dapur sewaan. Ini adalah manifestasi dari keringat, air mata, dan harga diri Marisa yang sempat terkoyak.

Pagi itu, Marisa berdiri di tengah restoran barunya. Lantai kayu yang dipoles mengilap, meja-meja dengam taplak linen putih bersih, dan dapur terbuka yang memungkinkan pelanggan melihat proses memasak yang jujur. Semuanya mencerminkan dirinya.

"Nervous?" Sebuah suara berat yang familiar terdengar dari arah pintu masuk.

Marisa berbalik. Dalend berdiri di sana, mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang sangat pas, namun ia tidak mengenakan dasi-ciri khasnya yang kini menunjukkan sisi eksekutif yang lebih santai. Ia membawa buket besar bunga mawar putih dan blue cornflower, senada dengan warna cincin safir di jari Marisa. 

"Sangat," aku Marisa. Ia merapikan seragam koki eksekutifnya yang berwarna putih salju. 

"Kali ini tidak ada kontrak,  Dalend. Tidak ada skenario yang harus aku ikuti. Kalau restoran ini gagal, ini benar-benar kegagalanku."

Dalend melangkah mendekat, meletakkan bunga itu di atas meja terdekat dan menggenggam kedua tangan Marisa. "Gagal? Lihat dirimu, Marisa. Kamu sudah menang sejak kamu memutuskan untuk tidak menyerah pada Bara atau Bima. Restoran ini hanya sebuah panggung untuk menunjukkan pada Jakarta apa yang sudah aku tahu sejak lama."

"Apa itu?"

"Bahwa kamu adalah yang terbaik," bisik Dalend,  mencium dahi Marisa lama. "Aku sudah mengundang semua relasi bisnis,  termasuk Papa. Dan kali ini, dia datang sebagai pendukungmu, bukan sebagai hakim."

...

Acara peresmian itu berlangsung dengan alur yang lambat dan elegan. Tidak ada kerumunan wartawan yang haus skandal seperti dulu. Yang hadir adalah orang-orang yang benar-benar menghargai kerja keras.

Tuan Wijaya hadir, duduk di meja utama bersama Nyonya Elvira yang kali ini tampil lebih bersahaja. 

Marisa memutuskan untuk tidak menyajikan hidangan luar negeri yang rumit. Ia kembali ke akarnya. Hidangan pembukanya adalah Lumpia Rebung dengan saus gurih yanh pernah ia buat di jawa Timur. Hidangan utamanya? Nasi Goreng Rempah Signature-nasi goreng yang sama yang  pernah ia buatkan untuk Dalend saat ia masih menjadi 'pewaris kotor'.

Saat piring-piring itu di sajikan, suasana restoran menjadi  hening. Semua orang mulai mencicipi.

Dalend duduk di kursi sudut, matanya tidak pernah lepas dari Marisa yang sedang memberikan instruksi terakhir di dapur terbuka. Ia bisa melihat bagaimana Marisa bekerja dengan cinta. Setiap suapan yang masuk ke mulut para tamu adalah hasil dari dedikasi Marisa terhadap kualitas.

Tuan Wijaya meletakkan sendoknya, lalu mengangguk pelan ke arah Dalend. Itu adalah pengakuan tertinggi yang pernah diberikan pria tua itu. Ia menyukai makanannya,  dan lebih dari Itu, ia menyukai wanita yang dipilih putranya. 

...

Malam semakin larut. Para tamu mulai berpamitan satu per satu. Marisa merasa lelah yang luar biasa, namun hatinya penuh. Saat ia henda mulai merapikan meja dapur, Dalend menarik tangannya.

"Ikut aku sebentar," ujar Dalend.

"Dalend, aku harus mengecek stok untuk besok-"

"Besok adalah urusan asistenmu. Malam ini adalah urusan kita," Dalend menuntun Marisa ke area outdoor restoran, sebuah teras yang menghadap langsung ke gedung-gedung pencakar langit Jakarta.

1
Naynatcha
mangatt, kak💪
kikyoooo: 😍maaci
total 1 replies
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
Diana Febbriyanti Rukmana: semangat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!