Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.
Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.
Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?
Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.
#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Yang Panjang
Suasana masih saat hening tidak satu pun di antara mereka yang mau mengeluarkan suara.
Samara merasa sangat bingung, ia melihat ke arah Alishka, Alvaro maupun Edric dan juga David.
Terlihat mereka hanya makan dengan diam,, terutama David, Samara dapat melihat raut wajah David yang berubah,, David pun menudukkan kepalanya dan masih mengepalkan tangannya di bawah meja.
*apa mungkin David menyukai Alishka?? kenapa dia terlihat sangat emosional dan Alvaro bukankah dia punya kekasih, kenapa tidak membantah perkataan mamah*
Samara menatap ke arah suaminya,, Edric pun mengerti jika Samara sedang kebingungan dengan situasi ini.
Demi mencairkan situasi yang sedikit tegang,, Edric mengalihkan pembicaraan.
"Al, aku mengeluarkan produk terbaru parfum colorkey,, apa kau bersedia membantu memasarkan produk baruku??"
Alvaro belum memberi jawaban,, dia masih berfikir perihal pertunangannya dengan Alishka.
Edric melirik Alvaro yang masih sedikit melamun,, lalu ingin menyenggol kaki Alvaro yang tidak jauh darinya,, tapi tak sengaja yang tersenggol justru kakinya Samara.
Samara yang merasa tersenggol kakinya pun heran,, dia melirik suaminya.
*apa maksudnya tuan muda? ada apa dengan kakimu, kenapa terus menyenggol kaki ku*
Samara masih heran, sementara Edric yang tidak mendapat respon dari Alvaro pun kesal, sehingga menginjak kaki yang di kira kakinya Alvaro dengan kuat.
Sontak Samara menjerit.
"Ahh.. duh"
Suara Samara mengejutkan semua orang,, semuanya langsung menatap Samara dengan cemas.
"Ada apa Samara? kenapa kamu terlihat kesakitan"
Mamah Rosa mengkhawatirkan keadaan sang menantu, begitu juga dengan yang lain.
"Tidak mah,, hanya saja ada yang menginjak kaki ku tadi" Jawab Samara sambil mengelus kakinya yang merah karena pijakan Edric
Edric yang mendengar pun merasa bersalah,, karena dia tidak sadar kalau dia ternyata menginjak kaki istrinya.
*maafkan aku sayang,, aku tidak sengaja,, ini semua gara-gara Alvaro*
Edric menatap Alvaro dengan kesal,, Alvaro yang melihat Edric tertawa kecil meledek.
Alishka yang tadinya diam pun ikut tertawa melihat tingkah Edric.
"Hmm, Ed jangan seperti itu,, mamah tau kamu mungkin tidak sabar,, tapi bukan begitu caranya,, sebaiknya kalian pergi honeymoon saja biar tidak ada yang ganggu"
Mama Rosa tersenyum menatap Samara dan Edric,, Samara pun tersenyum malu.
"Iyah ma,, nanti aku pikirkan lagi,, kapan waktu yang tepat untuk honeymoon" Jawab Edric
"Baguslah,, biar cepat nimang cucu"
Mama Rosa pun tersenyum.
"Jadi gimana Varo?? kapan aunty bisa ketemu orang tau kamu untuk menentukan tanggal pertunangan kalian"
Suasana yang sudah mulai hidup, kembali tegang karena pertanyaan dari Mama Rosa.
Alvaro yang enggan untuk menolak pun tidak tau harus berkata apa.
"Umm,, begini aunty, papa lagi dinas di luar negeri dan tidak tau kapan kembali,, nanti Varo katakan kalau bertemu dengan papa"
Alvaro berusaha tersenyum meskipun dia sedang bimbang.
Alishka memandang Alvaro dengan tidak percaya
*kenapa oppa? kenapa oppa justru memberi harapan pada mama*
Alishka tidak sanggup lagi, dia langsung pergi meninggalkan meja makan,, begitu berbalik air matanya langsung jatuh, dia berlari ke kamarnya.
David yang melihat Alishka ingin mengejarnya, namun dia tak kuasa,, Semua orang akan tau jika dia mengejar Alishka.
*saya sungguh mencintai anda nona,, saya harap anda bahagia, meskipun pria itu bukan saya*
David pun yang merasa dadanya mulai sesak, meminta izin untuk berlalu.
"Tuan, boleh kah saya permisi untuk pulang"
David menundukkan kepalanya, mengepalkan tangannya menahan sesak di dada.
"Ehh, kenapa tiba-tiba? Dav, apa ada masalah"
Edric sedikit heran, tidak biasanya David meminta izin pulang terlebih dahulu,, bahkan sepertinya tidak pernah.
"Tidak tuan,, saya hanya sedikit lelah"
Setelah mendapat izin dari Edric,, David yang sudah tidak tahan lagi pun langsung meninggalkan rumah Edric.
David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sangat kencang dan hampir saja menabrak pengendara motor.
David pun menepikan mobilnya di pinggir jalan,, dia membanting setir mobilnya, lalu dia menundukkan kepala, mulai menangis sambil menutup wajahnya,, malam itu air mata membasahi wajahnya yang tampan.
Sementara di kediaman keluarga Michael,, Di dalam kamarnya Alishka menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur,, Alishka menangis terseduh seduh menutupi wajahnya dengan bantal.
*aku sudah mencintai pria lain,, bagaimana aku bisa menerima pertunangan ini , hiks hiks*
Alishka memandang sebuah mainan kecil yang lengket di ponselnya,, lalu tangisannya semakin pecah.
*David, apa kau tidak pernah merasakan hal yang sama dengan ku? apa hanya aku yang mencintaimu*
Ya itu adalah mainan couple yang terpasang di dua ponsel ,, akan menyala jika kedua ponsel tersebut berada di tempat yang tidak jauh.
Sementara Alvaro masih berada di ruang keluarga bersama yang lainnya.
"Varo, kamu akan menginap disini beberapa hari kan?" Tanya mama Rosa
"Hmm, ya aunty,, Varo akan menginap"
Alvaro tersenyum.
"Baguslah,, itu artinya ada waktu beberapa hari untuk lebih mendekatkan hubungan kamu dan Alishka" Mama Rosa sangat bersemangat
"Umm.. i..iya aunty" Bibir Allvaro sedikit bergetar
"Aunty tinggal dulu ya,, kamu kalau mau istirahat.. kamar kamu ada di atas ya"
"Iyah aunty"
Mama Rosa pun meninggalkan mereka bertiga.
Alvaro terduduk di sofa pandangannya kosong.
Samara kasihan melihat Alvaro *dia pasti sangat bingung, kasihan*
Samara pun meminta izin Edric untuk istirahat lebih dulu.
"Sayang, aku tidur duluan ya ,, aku uda mengantuk"
"Baiklah,, aku akan menyusul" Jawab Edric
Edric mencium kening Samara,, setelah itu samara menaiki tangga menuju kamarnya.
Tinggal dua pria tersebut yang ada di ruangan itu.
Edric menghela nafasnya, lalu menepuk pundak temannya itu.
"Al, aku tau kau pasti sedang bimbang,, Maafkan aku, aku tidak bisa membantah mama,, kau tau sendiri dari dulu aku selalu menuruti perkataan mama dan ya aku juga tidak memaksa mu untuk bertunangan dengan Alishka,, apa pun keputusan mu, aku akan mendukung mu"
"Istirahat lah Al,, kau pasti lelah,, kamar mu ada di sebelah kamar ku" Lanjut Edric
Edric mengajak Alvaro untuk istirahat,, namun Alvaro masih ingin waktu menyendiri.
"Kau istirahat lah,, aku masih ingin sendiri dan tenang lah, tidak perlu minta maaf,, aku baik-baik saja"
Alvaro tersenyum untuk meyakinkan Edric, Edric pun meninggalkan Alvaro sendiri.
Alvaro menatap layar ponselnya,, terlihat foto Dominique dan dirinya muncul.
*apa aku bisa melupakan mu,, tapi bagaimana cara ku untuk memberitau kepada mu? aku masih sangat mencintai mu Domi, dan Alishka? apa aku bisa melihatnya sebagai lawan jenis*
Alvaro pun memejamkan matanya dia sedikit stress,, lalu dia pun melangkah menuju kamar yang di sediakan untuknya.
Sungguh malam itu sangat panjang bagi David, Alishka dan Alvaro.
Bersambung....
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻♀️ apa yang di omongin